
Flashback
Siang itu Dika pulang dari pasar sehabis membantu engkongnya untuk menjual hasil kebun.
Dia di beri upah yang lumayan besar karena membantu mengangkut karung-karung besar dan membawanya ke tengkulak yang biasa menerima barang dari engkong.
Karena hasil panen yang banyak, engkong pun mendapat uang lebih dari hasil penjualannya, ia pun memberikan sebagian buat Dika.Walaupun Dika sudah menolak, tapi si engkong maksa.katanya boleh di beliin barang buat orang yang di sayangi, kalau elu kagak mau, tong!Jelas si engkong.
Saat itu, Dika melihat toko perhiasan di pinggir jalan.emas putih yang indah berhiaskan sebuah huruf.ia pun menjadi kepikiran tentang Sherly.
"Apa dia bakal seneng kalau gue beliin hadiah?walaupun barangnya kecil, dan murah, tapi ini hasil jerih payah gue sendiri" Batin Dika yang tersenyum melihat deretan cincin emas putih itu.
"Mbak, bisa tolong bungkus yang ini?" Dika menunjuk cincin berhuruf S dan D.
"Silahkan mas, di coba dulu"Si mbaknya menyerahkan cincin itu.
"Ooh, ada ukurannya ya.kirain udah tinggal pake aja mbak?"Dika mencoba cincin yang berinisial S, dan ternyata cukup.namun sekarang dia bingung.ukuran jari tangan Sherly.yang akan di pasangkan huruf berinisial namanya.
"Aduh mbak, aku bingung deh.ukuran dia segimana ya?"Ia tampak berpikir.
"Buat ceweknya ya mas?"Pertanyaan si mbak itu membuat wajah Dika merona.
Dengan perlahan, ia mengangguk sambil tersenyum."Do'ain aja mbak, biar sukses"
"Ooh, baru mau nyatain cinta?saya do'akan biar di terima ya mas!"Si mbaknya tersenyum dan Dika pun mengangguk.
"Terima kasih, mbak!"Ucap Dika.
"Ya sudah lah mbak, aku ambil yang ini saja"Ucapnya mengambil kedua cincin itu dan tak lupa membayarnya.
Ia pulang degan gembira dan membuat ibunya terheran.
"Kenape lu, tong?girang bener?"Tanya si enyak pada anaknya.
"Enyak, aye punye jabar gembira!"Dika menghampiri ibunya dan ia pun memegang tangan si ibu sambil mengajaknya puter-putera.kaya di film romantis..aciyeeee.
"Eeehhh, enyak pusing, tong"Ibunya melepaskan tangan si anak, namun ia malah oleng dan jatuh di atas sofa...untung saja!
"Nyak, nih lihatin"Dika membuka kotak merah dan di dalamnya ada dua buah cincin."Taraaaaa"Ia begitu senang.
"Ape ini, tong?"Tanya si enyak saat melihat cincin emas putih itu.
"Ini hasil kerja entong nyak, ini bakal aye kasih buat pujaan hati aye"Ucap Dika dengan wajah merona sambil menunduk.
"Elu mau ngelamar cewek pake yang beginian?ini mah murah tong, mane ade cewek yang mau!"Cibir si enyak.
"Kagak ngelamar dulu nyak, aye mau nembak dulu pake ini"Kata Dika masih dengan wajah cerianya.
"Ape?elu mau nembak cewek pake ini?gimane carenye, tong?kalau elu tembak tuh cewek, die mati!lah kagak jadi dong enyak punya mantu,"Si enyak yang tak mengerti maksud kata-kata anaknya.
"Bukan nembak yang entuh nyak!tapi, nembak cewek entuh maksudnya ngungkapin perasaan gitu."Jelas Dika dan enyak pun manggut-manggut.
"Oooohh, begono, tong?ya udeh, sono lu pegi cepetan.biar neng Sherly kagak keburu diambil orang!"Tutur si enyak.
"Lho kok enyak tahu, kalau Dika mau ke rumah Sherly?"Tanya Dika heran.
"Tuh di mata same pikiran lu, yang ade cume neng Sherly doang.di tambah cincin huruf S, siapa lagi kalau bukan die orangnye!"Dengan santainya, si enyak pergi setelah berkata seperti itu.
Enyak do'ain biar elu di terime, tong" Lanjutnya sebelum pergi.
Dika berangkat ke rumah Sherly dengan wajah sumringahnya.ia mengendarai motor vespa si babeh karena ingin mengajak jalan-jalan Sherly.katanya biar romantis gitu.
Sesampainya di rumah Sherly, ia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang sedang menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
Sherly terlihat sedang mengobrol di taman yang terletak di samping rumahnya.
Dika menyimak obrolan mereka dengan jelas, tanpa di ketahui mereka.
__ADS_1
"Aku serius Sher, aku mencintaimu dengan tulus. Sudah sejak lama aku berusaha mengungkapkannya, tapi kamu selalu menganggapnya sebuah guyonan."Tutur pria tampan itu.
"Kamu mau kan menerima cintaku?"Tanya si pria tampan lagi.
Sherly mengangguk sambil tersenyum. bermaksud ingin menyampaikan sesuatu.
Namun si pria menganggap itu sebuah jawaban, ia pun langsung memeluknya dengan erat.
"Terima kasih, Sherly.aku janji akan membahagiakan kamu seumur hidupku!" Ucap si pria sambil terus memeluknya.
Betapa hancur hati Dika melihat itu.ia langsung pergi tanpa mendengar cerita kelanjutannya.
Saat di pertengahan jalan pulang menuju rumahnya, ia bertemu dengan seorang wanita yang ternyata orang yang mengontrak kamar di kontrakan babeh.
"Hai Dika, berhenti sebentar dong!"Kata mbak Dina menghentikan laju motor vespa nya Dika.
"Eh, iya ada apa mbak."Dika berhenti.
"Aku lagi buru-buru nih mau pulang kampung.Tolong titip uang kontrakan ke enyak ya, ini sisa pembayaran setahun.aku belum sempet kasih soalnya aku sibuk terus, dan sekarang terburu-buru harus pergi" Jelas mbak Dina dan memberikan amplop berisikan uang.
"Owh, ya sudah.nanti aku kasihin enyak" Kata Dika sambil menerima amplop berisi uang kontrakan itu.
"Terima kasih ya Dika, mbak pergi dulu.bye!"
"Sama-sama"Ucapnya saat mbak Dina akan pergi.
Dika termenung di jalan di atas motor vespanya.
"Kenapa jadi begini Sher?kenapa dia, kenapa..kenapa?"Dika berteriak dan menjambak rambutnya kasar.
Tanpa ia sadar, sebuah tangan menarik amplop yang ada di tangannya.
"Eh, apa ini?kok amplopnya tiba-tiba terbang?"Ia turun dan mengejar amlpo itu sampai ke atas jembatan.
Amplop itu berhenti dipagar tembok pembatas jembatan.
"Nah lho, mau kemana lu.gue tahu nih.kalau hantu yang suka duit itu cuma si botak kecil" Dika terus mengejarnya.
Ia pun melompat dan menangkap amplop itu dan terjadilah tarik menarik antara Dika dan makhluk tak kasat mata.
"Gue gak bakalan ngalah sama elu, dasar pencuri.ini masalah hidup dan mati gue!" Dika terus menariknya sampai ia mau terjungkal ke bawah.namun ia tetap berusaha mengambilnya.
Seketika, makhluk itu menampakkan dirinya di hadapan Dika.postur tubuh kecil dengan kepalanya yang plontos, juga wajah yang seram dengan mata hitamnya serta gigi yang bertaring.
Terlihat jelas oleh kedua mata Dika, dan membuatnya terkejut seketika.
"Haaaa, ternyata elu seseram itu?"Dika yang kaget dengan penampakan di depannya pun langsung melepaskan pegangannya pada amplop.ia menjadi lupa akan uang titipan dari sisa pembayaran kontrakan selama setahun yang cukup banyak.
Tuyul itu menyeringai dan berdadah ria pada Dika yang termenung, ia meluncur menuju ke bawah jembatan dan nyebur ke sungai karena tarikan kuat Dika yang di lepas seketika.
Byuurr
Makhluk itu tercebur ke sungai dan suaranya membuat Dika tersadar.
"Eh, duit kontrakan!"Dika melongok ke bawah jembatan, terlihat air sungai yang cukup deras alirannya.
"Hidup mati gue..!"Dika berdiri di atas pembatas jembatan.ia siap untuk melompat ke dalam sungai.namun sebuah tangan menariknya.
"Dika, elu mau ngapain, tong?"Bang Juki yang melihat Dika ada di atas pembatas jembatan itu pun langsung menarik tubuh Dika dan membawanya turun.
"Hidup mati gue, bang.gue harus kesana"Ia terus meronta dengan berteriak histeris menunjuk ke arah sungai.karena di lihatnya si tuyul itu malah berenang dan berdadah.
"Biarin gue nyebur bang, gue harus nyusul dia dan mengambil hak gue?"Dika terus berteriak.
Bang Juki melirik ke arah sungai, namun tak ada apapun di sana.ia menjadi prihatin dengan keadaan Dika, putus cinta sampai mau bunuh diri.hadeuh..
"Nyebut, tong, nyebut..!kenape elu jadi begini sih ah?udeh, biarin dia pegi.elu cari yang lain aje ye?elu kan ganteng, tong" Kata bang Juki menenangkan hati Dika.
__ADS_1
Tapi Dika tak mendengar jelas ucapan bang Juki, ia terus meronta dan berteriak.
"Gue mau dia bang, sampai kapan pun gak bakal ngelepasin dia.jadi tolong, biarin Dika kesana buat nyusul dia, bang!"Dika memohon dengan memelas.
"Ya ampun, tong.kok elu jadi begini sih?ayo balik, tong.enyak ame babeh lu entar khawatir." Kata bang Juki sambil menarik tangan Dika.
"Enggak, gue gak mau balik sebelum mendapatkannya!"Dika terus meronta.
"Ayo balik, gue kagak bakal biarin elu celake gare-gare die"Si bang Juki berubah jadi ketus dan menunjukan wajah galaknya.
Dika yang mendengar itu pun menjadi diam karena takut.ia menurut saat bang Juki menarinya dan membawa ke atas vespanya.
"Diem lu, anteng disini.biar gue yang nyupirin enih motor"Kata bang Juki pada Dika.
"Pegangan lu!"Katanya lagi dan Dika menurut padanya.
"Tapi itu gimana bang?hidup mati gue"Kata Dika dengan lirih.
"Udeh lah, elu cari lagi yang lainnye sih.kayak kagak ade yang lain aje!hidup elu masih panjang, tong.elu masih bise usahe!" Nasihat bang Juki.
"Tapi bang, perlu waktu berapa lama buat ngumpulinnya?gue kan pengangguran bang, kagak punya gaji tetap!"Tutur Dika.
"Elu kan masih bise ngumpulin dari hasil toko matrial babeh elu, kumpulin tuh modal dan buktiin kalau elu entuh bise!"Bang Juki yang masih belum paham apa maksud Dika.
Memang sih, obrolan mereka nyambung.tapi mereka dalam pemikiran masing-masing.
Menurut bang Juki ialah ngumpulin modal buat ngelamar cewek, sedangkan Dika ngumpulin modal buat gantiin duit enyak.
"Haahhhh, gara-gara tuyul sialan!"Helaan napas panjang Dika membuat bang Juki menjadi simpati.ia membawa motor sampe rumah Dika dan memapahnya saat turun dari motor menuju teras rumah.dan sampailah kejadian tanya jawab sama enyak yang mengira bahwa anaknya jadi fermentasi gara-gara putus cinta...eh frustasi, yaelah malah ke bawa si enyak.hihii
▪▪▪
"Jadi, elu mau bunuh diri itu bukan karena lu di tolak cewek, tapi karena duit kontrakan yang diambil setan tuyul itu?" Tanya Geri dan Indra.
Dika cuma mengangguk, ia tak bilang bahwa cewek yang telah memporak porandakan hatinya adalah gadis di hadapannya yang sedang berdiri dan menunduk.
"Haish, tuh amplop isinya berapa duit, Dik?" Tanya Iren padanya.
"Setengah bayaran kontrakan selama setahun aja"Jelas Dika.
"Berarti, berapa duit tuh?"Indra penasaran.
"Ya sekitar Tujuh juta lima ratus ribuan lah"
"Kenapa elu gak jujur sama orang tua lu kalau duitnya di curi tuyul?"Kata Iren lagi.
"Gue gak berani, mereka lagi butuh duit itu buat nikahan si Romi bulan depan!"Tutur Dika.
"Atau elu gantiin aje tuh duit, yang penting enyak gak tahu kalau itu duit elu."Ide Geri.
"Duit dari mana dodol, gue kan cuma bantuin babeh di toko.bukan pegawe kantoran kaya si Iren yang langsung bisa dapet duit dalam seminggu."Tutur Dika dengan sedih.
"Kita bantuin aja ya Dik, pake duit gue aja dulu"Kata Sherly membuka dompetnya.
"Elu bisa kasihin ini buat enyak"Lanjutnya.
"Enggak lah Sher, gue gak terima duit pemberian.apa lagi dari cewek, gengsi dong" Ucapnya sambil terkekeh.
"Gue pinjemin dodol, kalau elu udah ada duit, bisa balikin lagi.iya enggak guys?"Kata Sherly lagi.
"Hooh Dik, biar elu bisa gantiin dulu duit enyak"Kata ketiganya.
"Atau, duit kas Tim aja gimana Dik?pemasukan kita ada lumayan banyak lho!elu bisa pake dulu, ngitung-ngitung duit gaji elu dari Tim.gimana?elu mau kan nerima itu duit?"Sherly terus memaksa.
"Oh iya, duit kas Tim.kok gue gak kepikiran ya.kemaren kan kita dapat pemasukan dari kapten Hendri.waah, beruntung lu bro, bisa mecahin masalah elu tuh!"Geri berkata dengan senangnya.
"Thanks ya guys, kalau bukan pertolongan dari kalian, gue pasti kebingungan,"Kata Dika denga wajah sendu.
__ADS_1
"Apa sih Dik, kita kan BFF, jadi jangan ngerasa gak enak gitu lah?"Kata mereka sambil tersenyum.
"Gara-gara tuyul itu, gue jadi menderita setiap hari karena kepikiran buat gantiin itu duit..haaaaaaa"Dika berteriak dengan kencang.