Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Basah(part 1)


__ADS_3

Β 


**WARNING(18+)


Β 


SI ANWAR SAMA CEU NINING/WAREUG GENING**


happy reading


seorang gadis memasuki sebuah mall besar, tubuh yang seksi bagaikan gitar spanyol memakai gaun yang pertontonkan paha mulusnya,ia berjalan tanpa melihat ke depan


dari arah berlawanan terlihat tiga pemuda yang tampannya tak kalah dengan artis korea.mereka adalah dika,indra dan geri.karna posisi indra yang paling belakang tanpa sengaja tertabrak oleh cewek seksi tadi dan membuatnya hampir terjatuh.


bukan indra yang terjatuh tapi cewek itu karna indra terbilang cowok gagah,dada bidangnya yang pelukable.


dengan sigap ia menangkap dengan melingkarkan tangan kekarnya di pinggang gadis itu.mata indah, hidung mancung dan bibir tipisnya mampu membuat indra tak berkedip


cinta pada pandangan pertama mungkin yang terjadi pada mereka saat ini,pipi merah merona seperti kepiting rebus nampak di wajah keduanya.


bukit kembar yang cukup besar menonjol menampakan belahannya terlihat jelas di depan wajah tampan pemuda itu dan membuat ia menelan salivanya dengan kasar."glek"


"ekhem,terima kasih mas udah nolongin aku,udah bisa lepas belum"ucapnya membuyarkan lamunan indra yang pasti dengan pikiran liarnya


"eh oh ya,ehm maaf"


"maaf ya tadi aku gak liat jalan dengan benar,jadi aku nabrak kamu,eh malah aku yang jatuh untung kamu nolongin"


"ga apa apa ko,lain kali hati hati ya"


"oh ya,kenalin namaku mira"ucap si gadis mengulurkan tangannya


"nama ku indra,emh ya udah deh karna kamu gak apa apa aku pergi dulu ya teman ku udah nunggu tuh"menunjuk ke arah kedua sahabatnya


"oh mereka temanmu ya,kenalin dong"


"gaess kenalin nih mira,dan ini dika sama geri"


"hai mira"ucap mereka barengan."mira cantik banget ya


"makasih"dengan wajah merona


"kalian ada waktu gak?aku mau traktir kalian sebagai ucapan terimakasih"


"oh boleh ko..."


plakk


"makanan aja nyamber,maaf kita mau ke rumah teman nganterin titipannya soalnya lagi ditunggu"dika menggeplak kepala geri


"sialan lu dik,kepala gue di fitrahin tiap tahun.elu maen geplak aja"ketus geri


"lagian sih,kita udah ditunggu.elu mau ntar mereka ngamuk?kamu ajak indra aja deh kan dia yang nolong kamu,kami lagi buru buru nih"menyarankan mira dan berbisik pada indra"semangat ya,si jalu harus ada kemajuan,liatin body seksi gitu gue yakin jiwa jomblonya meronta"hahaha


(sekedar info unfaedah aja:kalo yang belum tau si jalu itu,si abah yang kasih nama buat adik kandung indra,si jalu itu artinya handapeun bujal aya hulu cenah)dasar si abah aya aya wae


"ko jadi gue"maaf mira aku gak bisa,lain kali aja deh.soalnya kita...."


"yah ko gitu sih padahal aku udah tulus hati nih mau traktir kalian sebagai tanda terimakasih aja"dengan nada sedih


"eh eh bukan gitu tapi...!ya udah deh aku ikut kamu"ucap indra tak enak


"semangat jalu,semoga bisa menunjukan karisma mu"ledek mereka


"sialan,si jalu bukan pria gampangan"


setelah dika dan geri meninggalkan mereka,indra pergi ke rumah mira yang tak jauh dari pusat perbalanjaan itu.rumah yang sederhana terletak dipinggiran kota dan melewati gang sempit.rumah satu satunya yang terdapat di area tampak sepi tak berpenghuni


"ko sepi sih mir,kemana orang tua kamu?tanya indra

__ADS_1


"iya disini sepi cuma ada aku aja,orang tuaku udah meninggal sejak lama"menundukan kepalanya sedih


"maaf aku tidak tahu kalau....maaf ya membuat kamu sedih"ucapnya tak enak


"gak apa apa ko lagian kamu juga kan gak tau.disini aku cuma sendiri ndra,aku kesepian aku takut hiks"biliran air mata menetes membasahi pipi gadis cantik itu


"kamu jangan sedih gitu,ada aku disini.kita akan jadi teman okey"menyeka air mata di pipi mira dengan lembut


"makasih ya ndra,walaupun kita baru kenal ternyata hati kamu baik juga"


"kamu duduk dulu ya,aku ambilin minum.mau minum apa?kopi,teh,jus atau susu?"sedikit menggoyangkan dadanya sambil mengedipkan mata genitnya berlalu ke arah dapur membuat indra salah tingkah


"a..apa aja deh hehe" indra salah tingkah


"ini silahkan diminum"menyodorkan gelas berisi kopi."susunya gak ada udah habis.kalo kamu mau minum dari tempatnya juga boleh"ucapnya dengan manja


"waduh....!eng..enggak apa apa,ini juga udah cukup"semakin tidak karuan dengan perkataan mira


"ya udah kamu minum dulu deh,aku ganti baju dulu ya"berlalu ke arah kamar


"oke" belum sempat bibirnya menyentuh gelas yang berisikan kopi,indra sudah dikejutkan suara teriakan minta tolong dari arah kamar mira.dia berlari tergesa untuk mengecek keadaan mira takut terjadi sesuatu.


tapi saat dia masuk ternyata mira terjatuh dilantai dengan memakai handuk yang melilit cuma sebatas menutupi bagian atas dan bawah sensitifnya.ia meringis menahan sakit di kaki kerena terpeleset,membuat indra bingung.


"maaf tadi aku mendengar teriakan mu jadi aku buru buru kesini,maaf ya"ucap indra tak enak dan mengalihkan pandangannya ke arah lain


"enggak apa ko ndra,tadi aku kurang hati hati jadi kepelesat."


"aww sakit banget ndra"meringis dan menjatuhkan tubuhnya kembali saat mencoba berdiri."bisa bantu aku gak"pintanya pada indra


"oh oke,bentar ya"jawab indra singkat matanya melirik sana sini mencari sesuatu


pasalnya ia kan lelaki dewasa yang normal,pasti sulit sekali berada di posisi indra ini.ia berusaha menghindar dari pemandangan itu dan mencari selimut untuk menutupi tubuh mira lalu menggendong dan ke pinggir tempat tidur


"kaki kamu terluka ya,sini aku pijitin biar gak sakit lagi"bertanya pada mira dan berjongkok pasalnya tubuh mira sudah di tutupi selimut jadi ia berani memandangnya


"yang ini?ucap indra memegang kaki mira dan memijitnya dekat mata kaki


"bukan,yang ini"ucapnya lagi sedikit mengangkat selimutnya lebih ke atas dan terus mengulangnya sampai indra memegang apa yang ia tunjuk terus dan terus.tanpa indra sadari selimut itu sudah terbuka dan menampakan paha mulus putih tanpa cacat itu


"glek"ia menelan ludahnya dengan susah,karna dengan tak sengaja menuruti permintaan mira dan menyentuh paha mulus itu


"maaf"ia melepaskan tangannya dan berdiri dengan cepat


tapi mira menahan tangan indra,ia mendekatkan tubuhnya dan memiringkan kepalanya sedikit berusaha menggapai bibir indra.


tubuh indra seperti terpaku saat bibir mira menyerangnya bukan cuma mencium tapi ******* semakin dalam menggigit bibir indra membuat si empunya membuka mulutnya dan dengan bebasnya lidah mira bergerak menyusuri rongga mulut pemuda itu.ciuman itu beralih ke telinga dan ke leher membuat indra semakin tak karuan.


tangannya berusaha membuka kaos indra dengan cara menariknya ke atas sehingga terpampanglah dada bidang yang kekar dan berotot.


dengan cepat mira menjatuhkan indra di atas kasur dan menindihnya,walaupun ia pria yang gagah tapi ia kalah karena mira terus menyerangnya dengan bertubi membuat si jalu meronta dan berdiri tegak


"ssstttt aakh.."desahan kecil keluar dari bibir indra karna si jalu yang masuk kedalam mulut kecil mira.


ia menarik handuk yang mira pakai dengan satu tangannya sehingga terpampang bukit kembar yang menonjol besar itu,tanpa membuang waktu ia langsung ******* benda kenyal didepannya dan meremasnya


"eeeemmhhhh....aaakkkhhhh"desahan yang keluar dari bibir mira karna lidah indra berpindah mencium titik sensitifnya semakin membuat si jalu tegang terangsang


permainan indra membuat mira tertantang dan ia membalikan tubuh polos indra,saat indra berada diujung kenikmatan tiba tiba mira berubah.


wajah yang cantik itu berubah menyeramkan dengan gigi taring panjang keluar,rambut yang sebahu berubah panjang berantakan.dari perut keluar usus yang terburai.membuat orang bergidik ngeri


dengan cepat indra mendorong mahluk itu dan berlari menjauh darinya.tapi tangan yang berkuku panjang hitam mencengkram lehernya dan mencekik dengan kencang membuat ia tak bisa bernafas.


mahluk itu menyeringai menampakan gigi taringnya dan tertawa cekikikan.hendak mendekati leher indra untuk menghisap darahnya,tapi ia terhenti karena mencium bau seperti......


"elu ngompol ya "tanyanya kepada pemuda yang sedang ketakutan itu.


"hahh"indra heran kenapa mahluk itu yang tadi suaranya serak berubah terdengar seperti suara dika

__ADS_1


"elu ngompol ya"tanya nya lagi sambil memukul tangan indra


"aww sakit ****,ko main pukul sih"gumam indra


"sialan lu ngompol dikasur gue"kini suara geri


"hahh kasur?indra masih tidak sadar


"woy bangun"teriakan dika dan geri mengagetkan indra dan membuatnya terjerambah dari kasur


Flashbeck


Sore itu Dika,Geri sama indra pulang dari rumahnya Sherly setelah mengantar Renita pulang,mereka berencana menginap dirumah Geri dikarnakan orang tuanya pulang ke kampung halaman untuk mengantar mbah putri dan mbah kakungnya.


mereka khawatir kalo harus pulang menggunakan bis antar kota,maka dari itu orang tua Geri harus mengantarkan mereka


"Ndra Dik,nginep di rumah gue ya!sepi dirumah,bonyok gue pada pergi nih"ajak Geri kepada kedua sahabatnya


"ya udah deh yuk,lagian ini juga akhir pekan.besok gue free neh gak ada kerjaan juga,jadi santei gue"indra mengiyakan ajakan geri


"okey aja sih gue mah,kagak ape ape.kebetulan toko gue juga tutup tuh"ucap dika


dan akhirnya merekapun melajukan kendaraannya menuju rumah geri yang sebenarnya gak terlalu jauh dari rumah renita.karna geri dan renita bertetanggaan cuma beda komplek saja


"ger,ada cemilan kagak.laper nih perut,lu ngundang kita nginep sini tapi ditelantarin kagak dikasih makan.ntar kalo kita pingsan gimana coba,lu mau tanggung jawab"indra sambil membuka tudung saji meja makan geri


"kalo elu pingsan gampang banget ko,tinggal gue kasih nafas buatan bangun deh elu,gampang kan?"ucap geri


"naj*s gue dikasih nafas buatan dari elu,bukannya gue bangun bisa bisa gue pergi untuk selamanya.fyuh..secara nafas lu bau naga,,lagian gue masih normal ya".padahal kagak pernah tau naga baunya macem apa,kagak pernah nyium juga


hebat ih si kang indra udah tau baunya naga,kalo otor sih belum


"sembarangan anda kalo ngemeng.yang dikasih nafas buatan ama gue itu pada ketagihan tau,buktinya mereka pada gak mau bangun. biar dikasih lagi.elu mau coba?sini dengan senang hati gue kasih free buat lu"mulut geri monyong monyong mendekati indra seperti ingin menciumnya


"tu orang kagak bangun bukan ketagihan,tapi langsung mati"menghindari geri berlarian memutar meja makan dengan geri yang mengejarnya


"ya elah elu berdua malah iindiaan..!kejar kejaran tuh di bawah pohon,di taman bunga atau guyuran hujan tuh romantis.ini malah meja makan elu puterin udah kaya gangsing lu berdua"ledek dika


"sialan lu dik,elu kira kita cowok apose"


"pantes bener lagak lu kaya gitu,malem ini nongkrong di jembatan yuk mesti banyak yang minat.gue nyuruh si iren buat dandanin lu berdua deh"hahaha


"ngomong sekali lagi gue tampol lu dik"melayanglah tudung saji meja makan geri yang langsung ditangkap dengan gampang oleh dika


"buahahaha..gak kena wlek "si dika malah tertawa terbahak sambil meledek memeletkan lidahnya


"udah udah stop,ya udah gue masakin lu berdua tapi cuma ada mie instan ga apa ya?tawar geri melerai perdebatan kedua sahabatnya itu


"ga apa mie pun jadi,tapi buat gue tiga bungkus ya pake telor ceploknya dua jangan lupa kasih cabe lima biji yang merah deh biar makin hot.tambihin juga kerupuk atau apa ke yang kriuk kriuk terus minumnya jus jeruk kalo gak ada jus mangga juga boleh."


"udah ini rumah gue,gue yang masakin juga nawar pula.kalo namu dirumah orang tuh sopan santun dibawa napa jangan ditinggal ditoko.apalagi elu gantung dipojokan pintu"ujar yang punya rumah


"anda tidak pernah tau ya peribahasa kalo tamu itu juragan,jadi ya layanin dengan senang hati dong dan sepenuh jiwa raga"


"peribahasa dari mana itu,yang ada pembeli adalah raja,lagian kalo ada tamu macem elu.bukan tamu adalah juragan tapi tamu itu perampok"ucar geri ketus sambil melempar bungkus mie instan dan cangkang telur ke wajah sahabatnya itu


Bagaimana readers,masih lanjut gak nih?


harus lanjut dong ya


makanya dukung otor terus ya supaya diriku ini semangat untuk menulis ceritanya


like komen dan vote ceritaku ini


terima kasih eeemmmmmuuuuaaaacchh


😘😘😘😘


saaaaayyyaaaang akak

__ADS_1


__ADS_2