
***Ritualnya jangan lupa gengs...sertakan like, komentar dan vote yang banyak serta share lalu favoritkan dan juga follow.
Hatur tengkiyuuhh..
Happy reading***
π·π·π·
Zidane yang terkejut dengan aksi yang di lakukan Sherly, membuat ia membelalakkan matanya.ia tak menyangka jika gadis itu akan melakukan sesuatu di luar dugaannya.
Awalnya ciuman Sherly cuma sekedar menempelkan saja, ia ingin membuat Zidane diam.namun, Zidane yang terbawa suasana malah memperdalam ciumannya.bukan cuma menempelkan bibirnya saja,ia melu*** dan menggigit sedikit bibir Sherly sehingga gadis itu membuka mulutnya, supaya ia bisa menyusuri lebih dalam ke dalam rongga mulut Sherly, membuat gadis itu terkejut dan membelalakan matanya.
(Gantian ceritanya..aihhh..hihii)
Karena ini first kiss mereka, mereka pun saling berebut nafas karena belum bisa mengatur nafasnya.saat Sherly akan melepaskan pagutannya, Zidane menarik tengkuk Sherly lagi.karena ia melihat Jin itu berada tepat di belakang Sherly.
Zidane mengisyaratkan pada Sherly melalui pergerakkan matanya, bahwa jin itu ada di belakangnya.membuat Sherly mengerti arti dari delikkan mata Zidane.ia pun diam dan mengangguk pelan.
Entah kenapa?karena bibir mereka yang menyatu, membuat Jin itu tak bisa melihat mereka walau di depan matanya sekalipun.
Aneh bukan?tapi itu lah yang terjadi.
Sepertinya mereka di takdirkan bersama satu sama lain.walaupun dengan perangai mereka yang masing masing punya ciri khas tersendiri.
Zidane yang melihat jin itu beranjak pergi dari sana, ia berpura pura jika jin itu masih di sana saat Sherly menanyakan keberadaan jin itu dengan mendongakan kepalanya sedikit.namun Zidane menggeleng pelan menandakan bahwa jin itu masih berada di sana.
Zidane tersenyum dalam hati, ia merasa gadis di depannya itu bisa menarik hati dan perhatiannya.walaupun ia sering mengatai Sherly dengan sebutan gadis ceroboh yang berisik, tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia menyukai gadis itu.namun bibirnya mengatakan kebalikkannya.
Setelah sekian lama saling berpautan, ia pun kembali kesadarannya.Zidane langsung melepaskan pangutannya.
"Ma..maf,ta..tadi aku cuma...!!"
"Aaah..udah deh, gue ngerti kok!karena dia udah pergi.yuk, kita juga pergi dari sini"Sherly bersikap biasa saja dengan apa yang terjadi barusan.
Ia tidak mempermasalahkan apa yang di lakukan Zidane padanya.
"Gadis bodoh ini apa dia tidak merasakan sesuatu?kenapa dia bersikap biasa saja, sedangkan jantungku saja berdebar dengan begitu cepat"Huuh..
"Ayo, kita pergi dari sini!gue bantuin"Sherly langsung berdiri dan memapah Zidane. dengan melingkarkan tangannya di pinggang Zidane dan tangan Zidane di leher Sherly.
"Terima kasih ya?"Ucap Zidane tulus.
"Iya, yuk buruan kita cari jalan keluarnya"
Mereka berjalan pelan dan mencari jalan keluar dari tebing itu.karena hutan di bawah tebing cukup lebat, sehingga membuat mereka agak kesusahan untuk mencari jalan keluar dari hutan di tebing itu.
"Haish, jalan ke kama kita?masa dari tadi gak ada tanda tanda jalan keluar sih!"Dia menggerutu sambil memapah Zidane.
"Sabar non, nanti juga ketemu!"Kata Zidane dengan lembut.
Aihhh..dia panggil gue non.biasanya kan si berisik atau si ceroboh..kemajuan uwuu..hihii
Sherly mesem mendengar panggilan dari Zidane itu, membuat Zidan menoleh.
"Ekhem..ekhem..ya udah deh.gue coba sabar aja"Ucap Sherly arogant dengan berdehem untuk menghilangkan kecanggungannya.
"Hemh, gadis ini benar benar bikin aku selalu gemesh padanya"
__ADS_1
"Yuk, kita jalan lagi"Sherly memapah Zidane dengan hati hati.namun, di tengah jalan mereka mendengar auman anjing liar yang entah dari mana asalnya.
"Aaauuuuuuuuuuuuuu...uuu..eeuuu"
"Apa itu?"Sherly terkejut dengan suara itu.
"Itu serigala, tidak.itu siluman serigala" Zidan meralat perkataannya.
"Apa?siluman?omegot..beneran itu?"Sherly tak percaya dengan apa yang di katakan Zidane padanya, seketika membuatnya menganga."Huft"Ia pun menutup mulutnya
"Penciuman siluman serigala sangat lah tajam.mereka mampu mencium bau manusia apalagi darah yang keluar"Tutur Zidane pada Sherly."Jadi,aku harus benar benar menghentikan aliran darah di punggungku"
"Tunggu sebentar disini, gue akan nyari sesuatu dulu oke"Sherly menurunkan tangan Zidane dari lehernya dan menyuruh duduk di tanah dekat pohon besar.
"Kamu mau kemana?"Tanya Zidane lirih.
"Udah deh nurut aja!elu diem disini.gue gak lama kok"Kata Sherly sambil berlari.
"Hei, jangan jauh jauh.nanti tersesat"
Sherly cuma membentuk hurup O mengguna kan ibu jari dan telunjuknya.pertanda Oke.
"Gadis ini benar benar bikin aku khawatir aja kerjaannya"Gerutu Zidane.
Zidane menunggu Sherly yang pergi menuju ke barat dan yang pasti bukan untuk mengambil kitab suci seperti SUN GO KONG.ia mencari daun obat yang tumbuh di sekitar hutan untuk mengobati luka Zidane dan menghentikan pendarahannya.
Tapi, Sherly belum juga kembali.itu membuat Zidane merasa sangat gelisah.
"Haish, itu cewek kemana sih?kok bisa lama banget sih.katanya sebentar!"Zidane terus menggerutu.ia berusaha berdiri dengan berpegangan pada batang pohon besar itu.
Namun, saat Zidane berusaha berdiri.ia mendengar suara dari semak semak belukar dari arah belakangnya.ia pun menjadi waspada, takut ada sesuatu yang berbahaya.
"Apa itu?apa mungkin makhluk itu sudah sampai di sini?"Zidan perlahan bangkit dan ia pun bersembunyi di balik pohon besar itu dengan cara mengendap.
Disitu terlihat tiga ekor serigala jadi jadian yang menuju ke tempatnya.ia pun harus bersembunyi di balik pohon besar itu dengan hati hati.
Zidane terus membungkuk sambil menahan sakitnya.tapi, lukanya tak bisa di ajak kompromi.darahnya keluar lagi karena ia yang menahan badannya untuk terus membungkuk.
Bau darah tercium oleh ketiga siluman serigala itu.mereka pun celingukan mencari dimana sumber keberadaan darah yang mengganggu penciumannya itu.
"Darah...bau darah..eumhh..sangat enak"
Suara serak dari ketiganya membuat bulu kuduk berdiri.
Zidane berusaha menahan rasa sakitnya namun darah terus keluar dan makin banyak menetes di dedaunan kering itu.
"Astagfirullah, darahnya keluar.aku harus segera pergi dari sini!"Dia pun berjalan perlahan supaya tidak terdengar mereka.
Semakin cepat Zidane melangkah, luka di punggungnya semakin robek dan banyak mengeluarkan darah.
Makhluk itu semakin mencium bau darah itu.
"Eumh..dia disini.makanan kita disini.."
Mereka mengendus bau darah itu dan sampai di tempat bekas Zidane berdiri tadi.
Darah yang menetes di dedaunan kering itu masih jelas terlihat dan meninggalkan jejak.membuat mereka menyeringai menampakkan gigi mereka yang panjang dan tajam.
__ADS_1
"Harrrghh..dimana makanan kita itu?"
Zidane terus bersembunyi dengan berpindah pindah tempat supaya tak ketahuan.ia terus bersembunyi di balik pohon besar supaya bisa memantau pergerakkan makhluk itu.
"Sial, mereka terus mencium bau darahku, gimana ini?dan kemana si gadis berisik itu"
Zidane berbalik untuk melihat situasi dan kondisi di sana, namun ia tak melihat keberadaan anjing hutan itu.
Namun saat Zidane lengah dan berbalik ke arah depan, tiba tiba anjing liar itu telah mengepungnya di semua penjuru jalannya.
"Gog..googg..gog..gooogg..haarrrgghhh.."
Mahluk itu menggonggong dan menjulurkan lidah serta menatap ke arah Zidane dengan tatapan lapar.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?aku tak bisa melawannya dengan keadaanku yang seperti ini!"Zidane bingung harus berbuat apa?pasalnya, luka di punggungnya itu semakin parah dan ia juga tidak sadar kalau kakinya serta lengannya juga sama terluka oleh goresan ranting dan dahan.
"Darah..daaarahhh"
Makhluk itu semakin lapar karena bau darah dari luka Zidane itu.
"Haarrgggghhh...aaauuuuuu"
"Sial, mereka terus berteriak memanggil teman temannya.dasar curang!"Gerutu kesal dari Zidane.ia bingung harus berbuat apa untuk saat ini.
Srreekkk..deblugh
Sesuatu terjatuh di sana dengan keras membuat mereka menoleh."Apa itu?"
Disana tergeletak seekor kambing yang sudah berlumuran darah, membuat mereka teralihkan.
Saat itu lah Zidane berlari ke arah belakang dan meninggalkan ketiga makhluk itu.
Namun saat berlari, karena ia tak memperhatikan jalan.tanpa di duga, sebuah tangan menariknya ke belakang bebatuan besar dekat gua yang ada di sana.
Kulit tangan yang putih pucat dan sedingin es, menarik ia masuk ke dalam gua yang berada di hutan sana.
Zidane yang terkejut melihat tangan itu, ia pun menoleh secara perlahan ke belakang badannya.mulai dari kakinya,,Zidane melihat kaki jenjang tanpa alas kaki melayang di udara, kulitnya terlihat pucat dan sedikit ke biruan dengan luka di kaki kanan bekas gigitan hewan buas yang mengoyak hampir memutuskan kaki.
Zidane menelan ludahnya kasar,"Glek"Ia mencoba melihat lagi ke bagian atasnya.
Rok selutut dengan robekkan di bagian bawahnya seperti bekas sobekkan yang sengaja di lakukan."Sepertinya aku kenal dengan potongan rok ini!"Ia mengingat pemilik rok biru yang bawahnya di robek dengan sengaja oleh pemiliknya.
Zidane yang sudah mengingat pemilik rok itu sangat terkejut.ia sampai terlonjak dan mendongakkan kepalanya menatap sosok di depannya itu."Hahh..gadis berisik!"
Ia membelalakkan mata menatap sosok di depannya itu.
Seorang gadis dengan bekas luka goresan di wajah sampai ke dadanya, terlihat sangat menyeramkan.menatap Zidane dengan memiringkan kepalanya dan tersenyum menampakkan barisan gigi putihnya.
Tangannya terulur ke depan, ke arah Zidane yang sedang diam mematung di tempatnya.
Percaya atau tidak?tapi itulah kenyataan yang ada di depannya.sosok itu tersenyum manis ke arah Zidane dan membuat Zidane sendiri bergidig ngeri.
***Bersambung....
Lanjut atau tidak nih?
Kalau klean mau lanjut, maka sertakan like, komen, vote, favorit, dan follow otor juga supaya otor rajin upnya..
__ADS_1
Terima kasihππππ***