Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
And The Genk Junior


__ADS_3

Basecamp And The Genk sangat sepi penghuni semenjak di tinggalkan pemiliknya.


Semenjak mereka mempunyai keluarga masing-masing, dan mengikuti suaminya atau istrinya untuk berpindah ke kota bahkan negara lain, basecamp pun tak seramai dulu.


Ilalang yang tumbuh di halaman basecamp sudah sangat tinggi dan menghalangi pemandangan.


Rumput liar tumbuh di sekitaran rumah pohon tempat mereka berkumpul untuk sekedar nongkrong dulu.


Jendela kaca, lantai rumah, bahkan langit-langitnya sudah kotor karena tak ada yang membersihkan.


Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan melupakan tempat mereka berkumpul itu.


Di tambah sekarang mereka memiliki putra dan putri yang harus di jaga. Jadi, untuk merawat basecamp tempat mereka berkumpul dulu, itu sangatlah susah bahkan tidak mungkin.


▪▪▪


Dika, Indra, dan Geri saling pandang ketika melihat tingkah putra Sherly.


"Sher, anak lu itu keluarnya di lahirin apa di download sih! Apa lu simpen dia di freezer pas udah dapetnya?"


Pertanyaan konyol dari And The Genk membuat Sherly melotot.


"Apa maksud kalian? Kalian kira gue dapetin Zyan dari cantungan?" Ketiganya hanya cengengesan. "Terus, apa maksudnya dengan di simpen di freezer? Lu kira anak gue es lilin, hahh!" Kata Sherly sedikit berteriak.


"Habisnya, anak lu dingin banget sih!" Kata Dika.


"Iya, Sher. Dia mirip banget bapaknya waktu pertama kali ketemu kita. Huuuh, super duper anyes. JKI atau Junior king ice!" Timpal Geri.


Sherly berdecih sebal karena perkataan para sahabatnya. "Cih. Anak-anak memang seperti itu kalau pertama kali bertemu orang yang baru di kenal. Mereka harus waspada dan menjaga jarak kepada orang yang baru di temui. Takutnya culik!"


Pembelaan diri dari sang ibu untuk putranya walaupun anak itu tak mendengarkan.


"Walaupun baru pertama kali bertemu, seharusnya jangan begitu juga kali. Dia itu memang mirip Zidane dalam hal apapun." Indra ikut berkomentar.


Plakkk


"Aish, elu itu!" Indra tak jadi marah karena Sherly terlihat lebih marah.


"Elu itu pamannya, bodoh. Kan elu udah tahu sifat Zyan kek gimana? Dasar dodol!"


Dika dan Geri tertawa kegirangan saat melihat Indra tak berkutik di hadapan Sherly yang sekarang jadi kakak iparnya.


"Hahaha. Sungguh kasihan adik ipar yang teraniaya! Uluh ... uluh ... gimana rasanya punya kaka ipar galak?" Ledek Dika.


"Terseksah mesti." Timpal Geri sambil tertawa. "Tapi gue milih Zyan mirip Zidane, dari pada mirip Sherly. Masa cowok tampan tapi bar bar. Gak kebayang gue tingkah Zyan kek emaknya yang sengklek. Hahaha!"


Geri dan Dika bertos ala-ala mereka.

__ADS_1


Sedangkan Sherly cemberut karena ledekan para sahabatnya.


Iren datang dengan nampan di tangan yang berisikan minuman dingin serta cemilan.


"Ngobrol sambil ngemil biar seru!" Ujarnya seraya menaruh nampan di meja.


"Waaaah, minuman dingin!" Seru Geri. "Untung gak ada suami lu di sini. Kalau tidak, dia akan gemetaran saat menyentuhnya. Padahal, minuman dingin ini kalah jauh sama dirinya. Hahaha." Geri terus membicarakan Zidane.


"Asyem lu, Ger. Beraninya lu ngomongin dia di belakangnya? Jika Zidane gak ada, apa lu masih berani?" Tantang Sherly.


Nyali Geri menciut. Ia langsung menggelengkan kepala pertanda tak berani. Hihihiii


"Dasar cemen lu, Ger. Gue dong!" Dika menepuk dadanya.


Sontak keempat sahabat termasuk istrinya menoleh ke arah Dika dengan tatapan tak percaya.


"Berani, lu?" Tanya mereka berbarengan.


Dengan senyum yang mengembang penuh percaya diri. Dika berdiri dan berkata, "tentu dong gue ... gak berani!" Jawabnya setelah menjeda ucapannya.


Kejujuran Dika patut di acungi jempol. Keempatnya tertawa terbahak melihat aksi kocak Dika yang sok berani padahal sama takutnya.


Zidane memang di segani para rival bisnis. Juga para sahabat istrinya. Mereka tak berani membantah perintah si tuan muda.


Sherly sangat senang karena kini dia bisa berkumpul kembali bersama And The Genk. Tim sengklek yang selalu dia rindukan setiap saat.


Sherly dan Zidane yang kembali tinggal dalam negri dengan membawa Zyan supaya dia lebih dekat dengan keluarganya dan juga mendekatkan Zyan dengan putra putri And The Genk.


"Kita bikin genk buat anak-anak, yuk! Kira-kira, apa ya nama yang cocok?" Dika berpikir keras.


"ATGJ aja udah." Jawab Indra langsung tanpa berpikir.


Dika menoleh dengan cepat. "Apaan tuh!" Ia bertanya kepada Indra tapi tidak sambil mengedipkan sebelah mata.


"And The Genk Junior ... dodol. Gitu aja gak tahu!" Cibir Indra. Sedangkan Dika cuma membulatkan bibirnya.


"Dia memang dodol dari dulu kali, Ndra. Lu kaya gak tahu aja!" Timpal Geri yang anteng memainkan ponselnya.


Pluk


Bantal sofa mendarat di kepala Geri karena ulah Dika.


"Hina gue sesuka hati lu. Kalau perlu, bunuh aja biar lu puas!" Ketus Dika kesal.


"Ciiieeelah ... baperan lu. Gue kan cuma bercanda doang, Dik. Dari dulu ampe sekarang lu tetep aja kek gitu. Ingat! Lu udah puya anak dua. Jadi bapak jangan lebay, jangan baperan dong bro!" Ledek Geri lagi.


"Tahu ah. Lu juga kagak pernah berubah! Dari dulu ampe sekarang kek gitu terus ama gue. Dasar, sahabat lucknut!" Dika gak mau kalah.

__ADS_1


Dan akhirnya seperti biasa. Pertengkaran kecil pun terjadi diantara keduanya. Eh, Indra juga ikutan ribut, katanya biar seru. Hihiiii


Sedagkan Sherly dan Iren hanya menepuk kening bersamaan. Keduanya tak tahu lagi harus berbuat apa jika ketiga sahabatnya sudah bertengkar seperti anak kecil. Padahal, ketiganya masing-masing sudah punya anak kecil. Huuuu


☆☆☆☆


Tahun ke tahun berlalu begitu cepat. Seakan waktu bergulir melewati setiap momen kebersamaan mereka.


Kini, putra dan putri para And The Genk sudah besar. Mereka berusia antara sembilan dan sepuluh tahun.


Maharena adik dari Maharani, putri kedua pasangan Dika dan Iren. Kini dia berusia sembilan tahun. Wajah yang cantik dan imut adalah ciri khas yang di turunkan sang ayah.


Rena memiliki paras lebih mirip dengan Dika. Dia sangat aktif dan juga cerewet melebihi ibunya saat kecil, atau kakaknya.


Dika dan Iren sering kewalahan menghadapi putri keduanya itu. Karena Rena selalu bertanya dan ingin tahu mengenai kisah And The Genk, sampai Dika sering berbohong menceritakan kisah mereka.


Juandra Adi Saputra, putra dari pasangan Indra dan Andin. Dia berusia sepuluh tahun. Tampan sudah pasti. Wajahnya perpaduan antara ayah dan ibunya.


Anak ini selalu menjadi juara kelas di sekolahnya. Membuat kedua orang tua bangga sangat mudah baginya, karena dia selalu memenangkan kejuaran apapun tingkat sekolahnya.


Ashanti, putri dari pasangan Geri dan Penita. Usianya Sama dengan putranya Indra, yakni berusia sepuluh tahun. Wataknya sagat keras namun dia bersikap tegas dan juga lebih dewasa dari yang lain.


Pemikirannya mirip dengan sang ayah. Lebih bisa diandalkan untuk segala hal, bahkan di keluarganya pun dia terlewat dewasa melebihi kakak sepupunya.


Geri tak pernah memanjakan putrinya, sehingga Ashanti selalu bersikap mandiri.


Terakhir, si tampan yang kini menjadi idola pengganti sang ayah. Siapa lagi kalau bukan putra dari pasangan Zidane dan Sherly. Zyan Prasetyo.


Watak sang ayah menurun kepadanya. Dingin kepada siapapun, kecuali keluarga. Tampan dan cerdas namun sangat dingin, itulah Zyan.


Sesuai prediksi, Zyan memiliki apa yang di turunkan kedua orang tuanya. Mata batin. Zyan bisa melihat makhluk halus seperti ayah dan ibunya.


Merasa takut. Sudah pasti saat pertama kali melihat itu semua, jantung anak itu berdetak lebih kencang. Darah di pompa dengan cepat dan seluruh tubuh gemetar.


Seiring waktu berjalan, tak ada sedikit ketakutan di diri anak itu. Makhluk halus yang berkeliarandi depan mata, ia menganggap semua itu tak ada.


Hal yang sudah biasa di lihatnya, ia sembunyikan dari semua orang. Sehingga, semua orang tak tahu dengan kemampuannya dan teman-temannya pun tak pernah mengucilkan atau meledek Zyan.


Pintar. Memang Zyan sangat pintar dan cerdas. Dia mampu membuat kedua orang tuanya tenang dan tak mengkhawatirkannya.


Sedangkan Rian dan Mila, mereka mempunyai anak kembar yang kini usianya delapan tahun. Namanya Stevano Joy dan Stevani Joya.


Wajah keduanya mirip dengan Rian, sang ayah. Namun sifat keduanya cenderung seperti ibunya. Sabar dan penyayang.


Para And The Genk Junior 👇👇


Untuk anak kembar Rian dan Mila, maaf belum ada visual yang cocok nih.

__ADS_1



__ADS_2