
"Hhihiiii..hahahaaa"Suara tawa anak kecil terdengar riang di pool truk konstruksi.
Tawa riang darinya mengundang ketakutan tersendiri bagi yang mendengarnya.
"Hihiiiii...haahaaaa"Terdengar langkah kecil berlarian di area pool truk itu namun tak ada siapa pun terlihat membuat bulu kuduk berdiri seketika.
Pada malam di mana hujan rintik-rintik, seorang ibu pemilik warung di pool truk itu melihat anak kecil berlarian dengan terpincang. Ibu warung itu merasa kasihan pada anak itu kemudian ia memanggil anak kecil itu untuk menghampirinya.
"Hei nak, kemarilah, hari sedang hujan!" Teriak si ibu namun anak kecil itu hanya tersenyum dan berlari tanpa menghiraukan teriakan si ibu warung.
"Hei nak, kemarilah, nanti kau sakit!"Teriak si ibu warung lagi dan anak itu tetap tak menghiraukannya.
Karena si ibu terus berteriak memanggil anak itu, suaminya pun keluar menegur istrinya.
"Bu, manggil siapa sih?Kok ayah dengerin dari tadi teriak-teriak terus?"Tanya suaminya.
Istrinya pun menoleh ke arah suaminya."Itu lho yah, anak kecil lari-larian terus di saat hari sedang hujan.Apa dia gak di marahin orang tuanya, ya.Kalau dia sakit gimana?kan kasihan"Rasa simpati si ibu pemilik warung terhadap anak itu.
"Anak kecil mana?gak ada siapa pun di sana!"Di perhatikannya ke area pool yang sepi tanpa ada seorang pun.
"Ish, ayah.Itu anak kecilnya melihat ke arah kita.tuh, deket mobil truk yang suka di bawa mas Dino."Menunjuk truk yang tadi sore terlibat kecelakaan.
"Truk si Dino?tapi, ayah gak lihat siapa pun di sana?"Suaminya keukeuh pada perkataannya bahwa dirinya tak melihat siapa pun di sana.
"Si ayah gimana sih.jelas-jelas dia duduk tuh di bamper mobil depan truknya"Si ibu tak mau kalah.
Istriku tetep bilang bahwa ada anak kecil duduk di situ, tapi aku sendiri tak melihat siapapun di sana.Apa si Dino habis menabrak seseorang sampai hantunya terus mengikuti mobilnya?
Batin suami pemilik warung yang tak tahu tentang kecelakaan tadi sore.
"Ayo bu, kita masuk ke dalam.Ini sudah malam!"Ajaknya pada istrinya dengan sedikit mendorong tubuh tambun sang istri.
"Si ayah.Itu anak kasihan sendirian di situ sambil hujan-hujanan.Kalau dia sakit gimana?"Si ibu menatap sedih pada anak itu.
Sedangkan anak itu tersenyum dan berlari di sekitar truk itu kemudian ia memanjat lalu melompat dari atas truk ke bawah sampai si ibu berteriak histeris.
"Hei nak, jangan naik kesitu, nanti kamu jatuh!"Cegahnya saat anak itu naik ke atas.
"Aaaaaaaa"Ia berteriak saat tubuh kecil anak itu terjatuh ke bawah dan terluka parah.
Ibu itu mau melangkah ke arah anak yang jatuh namun di cegah suaminya."Ayah, itu anaknya terluka parah"Ia meronta saat tangan suaminya memegang tangannya.
"Jangan bu, dia bukan manusia!"Bisik suaminya namun tak di percayai istrinya.
"Ayah ini ngomong apa, lihat dia berdar.." Ucapan ibu tak tersampaikan saat melihat tubuh anak itu kembali utuh dan berlarian dengan girang di bawah guyuran hujan.
"A..ayah, dia bisa berlarian lagi.I..itu tubuhnya utuh lagi"Tunjuknya pada anak itu.
Anak kecil itu tertawa dengan riang.
"Hihiiii...hahahaaaa"Ia menyeringai dengan wajah seramnya membuat pasangan suami istri itu takut dan bergegas masuk kerumah.
"Hiiiiiiyyy"Keduanya pun gemetaran dengan suara tawa hantu anak kecil itu.
"Hihiihihiiiiiiiiiii"Suara tawanya membahana bercampur guyuran hujan malam ini.
⚘⚘⚘⚘
Seorang anak kecil berlari menghindari kejaran seseorang karena takut padanya.
"Jangan ganggu aku, om.aku mohon!"Ia tetap berlari menghindar dari orang dewasa yang mengejarnya.
"Tunggu, aku gak akan ngapa-ngain kamu. Tapi, kamu harus menurut padaku!"Langkah kakinya di percepat supaya dapat mengejar anak itu.
"Aku gak mau, om jahat.Om membohongi ibuku dan langsung membunuhnya saat dia menuruti perkataan om."Anak itu terus berlari jauh menghindari pria dewasa itu.
Anak kecil itu berlari ke arah jalan raya. Saat itu, truk pengangkut bahan bangunan melintas di jalan raya dan anak itu pun tertabrak lalu terseret oleh mobil truk pengangkut bahan bangunan sampai beberapa meter.
"Haaaaaaaaa"Teriaknya saat tubuhnya terseret truk pengangkut bahan bangunan sampai ia meninggal seketika di jalan dengan luka yang cukup parah.
Pria dewasa itu berhenti dari kejauhan dengan tersenyum menyeringai.
Hahaha..rasain kamu.Karena gak mau nuruti perkataanku, kamu tetap mati juga.
Ia pun berbalik dan berjalan dengan santai sambil bersiul.
Cling.
Sosok hitam hadir di hadapannya dan ia pun berhenti sejenak."Ambilah, aku sudah memberikan nyawanya untukmu.Minumlah darah anak itu sepuas hatimu.Tapi, bawa rohnya ketempatku.Awas kalau kau tak bisa mendapatkannya!"Ia pun melangkahkan kakinya kembali kemudian berlari kecil menuju mobilnya yang terparkir di sebrang jalan.
Pria dewasa itu pun menyalakan mesin mobilnya kemudian melaju di jalan beraspal dengan santainya.
Kejadian itu pun mengundang kemacetan yang panjang di jalanan.
Semua kendaraan berhenti seketika saat kecelakaan itu terjadi.
Teriakan dari para saksi yang melihat kecelakaan itu berteriak histeris melihat ke ngerian kondisi korban kecelakaan yang sudah tak utuh.
Polisi dan tim medis langsung berdatangan ke lokasi kecelakaan dengan cepat namun karena kondisi korban yang terjepit di bamper mobil truk membuat mereka kesusahan untuk mengevakuasinya.
Bau amis darah di sepanjang jalan membuat mual bagi yang tak biasa melihatnya.
Tangisan haru dari orang yang menjadi saksi kejadian mewarnai kegelisahan dan ketegangan di jalan itu.
Saat itu, Zidane melintas di sana untuk menemui Sherly.Ia berjanji akan datang lebih cepat dari waktunya.
__ADS_1
Sekitar jam empat sore setelah buket bunga ia selesaikan, ia pun bergegas pergi ke rimah Sherly dengan motor sportnya.
"Aku berangkat sekarang, kamu harus di rumah.Sekitar jam tujuh aku udah nyampe"
Pesan singkat si king ice sukses terkirim dari ponselnya masuk ke ponsel Sherly.
"Hemh, jam tujuh ya?oke deh, gue nanti siap-siap dulu."Ia beranjak dari tempat duduknya lalu naik ke atas menuju kamarnya.
"Hei sayang, kamu mau kemana?"Mommy yang mihat anaknya terburu-buru naik ke lantai atas pun menjadi bertanya.
"Si king ice mau kesini, mom.Aku mau nyari baju yang pas buat nanti."Ia pun melanjutkan langkahnya.
"Waah, selamat sayang.Akhirnya anak mommy ada yang ngapelin juga.gak di anggurin lagi.hehee"Ucap mommy ngeledek.
"Haish, si mommy.kagak tahu ya kalo dari dulu aku tuh sebenarnya banyak yang naksir, cuma mommy aja suka ngelarang."Sherly kesal dan masuk ke dalam kamarnya
Di pilihnya baju dalam lemari satu persatu sampai menemukan yang pas.
Waktu pun berlalu begitu cepat sampai melewati batas yang di janjikan.
"Ish, dia kemana sih?"Sherly duduk di pantry dengan jaket putih dan tas slempang kecil.
Ayah dan ibunya cuma memperhatikan anak gadisnya yang duduk dengan menggerutu.
"Belum dateng, sayang?"Akhirnya mommy bertanya membuat anaknya menoleh.
"Belum mom, apa dia nyasar?"Pertanyaan konyol dari putrinya membuat kedua orang tuanya tertawa kecil.
"Dikira dia ayu ting ting yang kesana kemari mencari alamat palsu!"Daddy terkekeh.
"Lagian, aku sebel sama dia.kemana sih tuh orang?"Ia pun membuka kembali jaketnya dan naik lagi ke atas lalu berganti baju.
"Gimana kalau dia dateng?apa kamu mau mengecewakannya dengan penampilanmu yang acak-acakan.hehh?"Mommy berteriak karena anaknya sudah berlalu ke atas.
"Biarin!"Ia tak perduli dengan teguran mommy nya dan tetap masuk ke kamar untuk mengganti baju.
Setelah beberapa saat, ia pun turun dan menunggu Zidane dengan mondar-mandir di teras rumah sampai acara meledek orang tuanya.
Zidane datang saat dirinya tertawa.Mereka akhirnya kepergok sedang bermesraan dan akhirnya Zidane meminta izin membawa Sherly ke suatu tempat dan ia melamarnya dengan sebuah cincin.
Sherly senang dengan itu dan ia pun menerima pernyataan cinta Zidane.Karena malam semakin larut, Sherly mengajak Zidane untuk pulang.Walaupun Zidane tak mau, tapi tetap saja menurutinya karena ia sadar bahwa tak baik jika membawa anak gadis pulang terlalu malam.
Banyak setan yang bergetayangan untuk menggoda keimanan manusia untuk berbuat yang tidak di benarkan agama.
Sesampainya di rumah Sherly, Zidane pun berpamitan dan mengecup kening Sherly dengan mesra.
Namun, suara seseorang mengejutkan mereka.
"Kakak?"Mereka saling pandang dengan kehadiran orang itu yang tiba-tiba sudah berdiri di teras rumah Sherly.
Zidane kesal melihat kehadirannya disini.Ia tak mau memandang ke arah pria di hadapannya.
"Dari mana kalian?"Wajahnya terlihat serius menatap Zidane.
"Kami habis jalan-jalan.Umm, kakak ngapain disini?"Ia bertanya setelah menjawab pertanyaannya.
"Aku kesini untuk menemuimu.Aku dengar waktu itu kamu dinuatakan meninggal, namun kemarin aku mendengar lagi kamu hidup lagi.Makanya, aku kesini untuk membuktikan kebenarannya!"Lirikan matanya tertuju pada Zidane.
"Iya, waktu aku di ajak kerumah kakak waktu itu, ternyata aku di nyatakan mening.."Ucapannya cepat di potong Hendri membuat Zidane melirik ke arah gadis berisiknya.
Apa waktu itu rohnya di tahan oleh orang jahat ini.Sialan, aku harus menjaganya lebih ketat lagi.
"Aku senang kamu hidup kembali."Dia maju untuk memeluk Sherly namun tubuh Zidane menghalanginya.
Tangan Zidane diulurkan kedepan pertanda tidak boleh mendekat.
"Dia milikku, tak ada satupun yang boleh mendekatinya!"Ucapannya santai namun menekankan kata pemilik.
Hendri tersenyum kecut."Kalian sudah jadian?"Tanya Hendri dengan tersenyum miring.
"Dia milikku!"Diacungkannya tangan Sherly dan di ciumnya dengan mesra.
Hendri sedikit menyipitkan mata.
Kenapa aku merasa ada hawa aneh dari tubuh Sherly dan tak bisa ku jangkau.
"Hemh, baiklah.Aku tak akan pernah mengganggu dia lagi."Dia pun mengulurkan tangan ke arah Sherly.
"Selamat untuk kalian!"Namun bukan Sherly yang menyambutnya, melainkan tangan Zidane yang menjabat tangan Hendri.
"Terima kasih!"Ucapnya singkat.
Hawa dingin mulai menyeruak saat keduanya saling bersalaman.Rasanya sangat canggung sekali saat ini.
Apa sih masalah diantara mereka sampai keduanya seperti itu?Bukankah jika keponakan dan paman itu saling menyayangi satu sama lain?kenapa si king ice dan kak Hendri terlihat seperti dua orang musuh?
Sherly tetap diam memperhatikan interaksi keduanya yang terlihat tak saling menyukai.
Zidane yang mendengar suara hati Sherly pun langsung merangkul bahunya.
Kamu akan mengetahui alasannya suatu saat nanti.Jika kamu tahu yang sebenarnya, mungkin kamu tak akan mau berdekatan dengan orang di hadapanmu ini!
Sherly pun menatap tangan Zidane yang merangkul bahunya namun ia tetap diam dan tersenyum.
__ADS_1
Gue akan selalu nurutin kemauan lu, apalagi di depan paman lu ini.Mungkin, ini bisa menghentikan kak Hendri supaya tidak mengejar gue lagi!
Hendri menatap Sherly yang tersenyum saat tangan Zidane merangkulnya dengan mesra.
Awas kamu, Zidane.aku gak akan melepaskan kesempatan yang akan datang kepadaku suatu saat nanti.Lihat saja!
Ia pun pamit pulang kepada Sherly dan di angguki keduanya.
Setelah Hendri pulang.Zidane pun menyentuh kedua bahu si berisik dengan kedua tangannya.
"Ingat, jangan pernah melepaskan cincin ini apapun yang terjadi!"Peringatan Zidane yang harus di turutinya.
"Dua hari lagi akan diadakan acara pertunangan kita.Aku sudah membicarakan semuanya dengan ayah dan kakak mu!"Tutur Zidane.
"Jadi, jangan pergi kemanapun.Apalagi menemui seseorang, termasuk dia!" Lanjutnya yang di mengerti Sherly.
"Oke, aku tidak akan pergi kemanapun atau menemui siapapun termasuk kak Hendri"Dia berjanji dengan memegang tangan Zidane.
"Gadis baik."Di elusnya kepala Sherly.
"Aku akan berpamitan kepada orang tuamu sebelum pulang!"Di genggamnya tangan Sherly dan menuntunnya ke dalam untuk menemui orang tua Sherly.
"Kalian sudah pulang?"Ucap daddy yang duduk di sofa ruang keluarga.
"Malam, om.maaf, kita agak terlambat pulangnya!"Ucapnya saat bertemu ayah gadis berisiknya.
"Enggak apa-apa.Ayo, duduk dulu!"Pinta tuan Hadi namun Zidane menolaknya.
"Tidak usah om, aku langsung pulang saja. Lagian ini sudah larut malam.Besok aku ada rapat penting di kantor, aku tak ingin terlambat!"Ucapnya dengan sopan.
"Hahaha, om lupa kalau kamu itu si raja bisnis.Pasti sangat sibuk ya?"Tuan Hadi tertawa dengan bangga kepada pemuda ini.
"Kalau kamu ada waktu, tolong ajari gadis nakal ini untuk berbisnis.Soalnya, om sudah ingin pensiun"Lanjutnya terkekeh.
"Aku tidak sehebat om Hadi.Masih banyak yang harus aku contoh dari pengalaman om di dunia bisnis."Ucap Zidane merendah.
"Kalau untuk gadis berisik ini, aku sudah ada pekerjaan yang cocok untuknya"Di liriknya gadis di sampingnya dengan tersenyum.
"Apa itu?"Sherly jadi penasaran sedangkan ayahnya senang.
"Ada deh, rahasia!"Zidane tak mau bilang apapun.
"Kalau begitu, aku pamit pulang ya om?"Di ciumnya punggung tangan tuan Hadi dan ia pun tak lupa mengucapkan salam karena mereka sama muslim.
"Assalamuala'ikum"Ucapnya dan ia pun melankah setelah di jawab. "Waala'ikumsalam"Oleh tuan Hadi.
Sherly mengekor di belakang Zidane untuk mengantarkannya keluar.
"Hati-hati di jalan.jangan ngebut, ya sayang!" Sherly tak percaya jika dirinya mengatakan kata itu membuat Zidane tersenyum senang.
"Baiklah, baby"Ucapannya membuat Sherly melotot.
"Hemh, gue gak mau panggilan itu.panggilan itu sudah di pake si Dika buat gue.dia suka manggil gue beib.mungkin kependekan kata beibek"Ia cemberut.
"Yang lain dong!"Pintanya pada Zidane.
"Kan beda, aku manggil kamu baby, sedangkan Dika manggil kamu beib.beda pengucapan kali"Protes Zidane.
"Sama aja.dia aja yang manggilnya beib..beib. dikira gue beibek.Ganti.."
Zidane berpikir sejenak."Ay?"Sherly menggeleng."Itu panghilan si Iren buat si Indra"
"Yank?"Itu panggilan si Indra buat si Iren.
"Honey?"Dikira gue madu.
"Apa dong?Aku bingung."Usaha dikit kek.
Akhirnya Zidane tetap pada pendiriannya.
"Machan..tak boleh menolak atau protes lagi. Dari pada Nania suka manggil kamu si galak, hayo?"Perkataannya tak mau di bantah.
"Cih, dia panggilan khusus yang bikin gue ngeri.Masa gue yang cantik begini di samain sama macan?"Protesnya.
"Machan..sayang.bukan macan!"Ralat Zidane.
"Terserah lu aja deh, gue nurut wae!"Pasrah sekali dia.
"Kamu juga jangan manggil elu gue dong. Kamu harus panggil aku dengan panggilan khusus!"Pinta Zidane.
"Udah punya"Perkataannya mendapat tatapan serius."Apa?"Tanya Zidane.
"King Ice..hehehee!"Dia cengengesan dengan panghilan yang di berikan untuk Zidane.
"Kenapa sih mesti nama itu?"Zidane penasaran.
"Karena lu kan emang raja es.dinginnya gak ketulungan.Hahahaaa"Sherly tertawa lepas melihat Zidane cemberut namun setelahnya ia tersenyum manis.
"Dasar si Machan!"Ia pun menyalakan mesin motornya dan melambaikan tangan setelah mencium kening si Machan.
"Bye..bye..!"
**Masih lanjut gak nih?
Aku harap klean tetep syuka ceritaku ya, gengs.
__ADS_1
Terima kasih😘😘😘😘**