Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Roh Jahat


__ADS_3

Karena uluran tangannya tak mendapat kan sambutan dari kedua pemuda itu, sosok hitam itu berusaha berdiri dengan meraih ranjang pasien.ia berdiri dan berjalan menghampiri mereka yang sedang diam ketakutan.


Dengan kedua tangan terulur seperti akan mencekik, sosok itu terus mendekat dengan cairan yang bau dan menetes di setiap langkahnya.


Kedua pemuda yang diam terpaku karena ketakutannya, seperti tak bisa bergerak.


"Di..Dika..kok gue gak bisa gerak ya?"Tanya Geri yang sedang memegang tangan Dika.


(Pegangan tangan, kaya mau nyebrang aja sih mas jawir)


"Gue juga sama!sampai mau pipis deh!"Ucap Dika dengan memegang erat tangan otor. Ups..Geri maksudnya..hehe..


Sosok itu terus mendekati mereka dengan tangan terulur seperti mau mencekik keduanya.semakin mendekat dan terus mendekat, membuat kedua pemuda itu memejamkan mata dan menutup rapat bibir mereka."Mmmmm".


Sampai tangan itu menyentuh dan mendarat di telinga mereka, lalu menjewernya dengan kencang membuat mereka meringis samblil berteriak kencang.


"Aaaaaaaahhhh".mereka pun membuka matanya dengan sedikit melotot.


Plak


Setelah menjewer,tangan itu memukul bahu mereka dan berkata dengan suara yang lantang dan cempreng ciri khasnya.


"Elu berdua ye, susah bener kalo di mintai tolong ame orang tua!"Kata si pemilik tangan itu membuat keduanya melongo.


"Kok suaranya kayak Enyak gue!"Seru Dika dengan menilik sosok depannya itu.


"Iya bener Dik, kayak Enyak lu deh!"Timpal Geri dengan mengiyakan ucapan Dika.


"Ini emang Enyak dodol,elu berdua ye? kagak tahu diri bener.orang tua sendiri dikate hantu.dasar kurang ajar!kualat baru tempe..lu!"Kata sosok hitam itu yang ternyata si Enyak(Hadeuh..ternyata ibunya bang Dika,pemirsaaaa..bukan hantu)hihihi..


"Maaf nyak, kite kagak tahu kalau entuh Enyak"Elak Dika meminta maaf dengan rasa takut yang lebih dari liat hantu.


"Iya nyak, Geri minta maaf ya.kita bakal nyangka hantu, soalnya penampilan enyak kaya gini sih!mana bau lagi"Kata Geri sambil menutup hidung dengan menunjuk dari atas ke bawah penampilan Enyak.


"Ini gare-gare ntuh, emm...ape sih?cet..iye cet.ntuh orang lagi ngecet di atas tangge yang disono, enyak liwat kagak tahu kalau ade orangnye, karena buru-buru kesini.ntuh tangge ke senggol enyak, eeehh..ntuh cet tumplek di badan enyak semue..mane seember gede lagi!dan sial nye, badan enyak masuk ke ember gede ntuh.jadi begini dah"Jelas si Enyak kepada mereka berdua yang di tanggapi tawaan terbahak mereka.


"Bhuaaaahaaaahaaa"Tawa mereka terbahak bahak mendengar cerita ibunya.


Flashback on


Sepulang dari nengok engkongnya Dika,si enyak buru-buru balik lagi ke Rumah sakit. karena khawatir sama si Entong,anak kesayangannya.


Saat berjalan di halaman Rumah sakit, selendang yang di pakai Enyak tersangkut di tangga yang berdiri tersandar di samping tembok halaman RS yang menghalangi jalan dan cuma menyisakan penutup kepala berupa ciput dalam saja.


"Ape sih nih kaen pake nyangkut segale?" Gerutu Enyak sambil berusaha melepaskan sangkutan kain itu."Siape lagi yang naroh tangge dimari?bikin orang kesel aje.udeh tahu jalanan, pake di taroh beginian!mane gue lagi buru-buru"Kata si Enyak.


Tahunya di belakang ada orang yang mau lewat tapi terhalang sama Enyak, dan orang itu sedikit mendorongnya.membuat wanita paruh baya itu oleng dan menyenggol tangga itu.naas ternyata ada orang di atas tangga itu yang sedang mengecat pagar tembok Rumah Sakit di halaman belakang.


Ember gede yang berisikan cat berwarna hitam itu tumpah di badan, bukan cuma tumpah melainkan badannya yang kecil itu pas masuk di ember yang berisikan cat itu.


"Aaaaaaaahh..apaan ini?kok gelap?woy, siapa yang matiin lampu nih?"Teriak Enyak dari dalam ember cat itu.


"Aduh maaf bu, saya gak sengaja."Ucapan tak enak dari seorang lelaki muda yang sedang ngecat itu, ia mengambil ember yang ada di badan ibu itu lewat menarik ke atas kepala.


"Maaf ya bu!"Ucapnya lagi dengan tulus.


"Iye, gak ape-ape.situ juga kagak salah kok. yang salah ntuh yang tadi dorong Enyak dari belakang!"Ucap si Enyak.membuat ia tersenyum dengan girang karena di maafkan si Enyak.

__ADS_1


"Saya bantu bersihin dulu ya bu,"Ucap lelaki itu yang di angguki enyak.


Dia pun mengambil selang yang melingkar dekat pohon gede di belakang itu.tanpa di cek dulu, dengan yakinnya ia mengarahkan dan menyemprotkan air keran ke arah wanita paruh baya itu.tapi, bukan air bersih yang ke luar dari keran itu.melainkan air kotor bercampur lumpur yang keluar.


"Aaaahhh...perih banget.nih aer apaan sih kok bau dan kotor."Tanya Enyak yang kepadihan terkena air kotor bercampur lumpur, bukannya bersih ia malah semakin kotor dan bau.


"Maaf..maaf bu.tolong maafkan saya"Ucapnya sambil mematikan keran dan ia melihat apa yang terjadi dengan air itu.


Saat melihat, betapa terkejutnya ia dengan kenyataan itu."Sedang di perbaiki"tulisan yang ada di dekat keran itu terpampang jelas dan nyata."Oh ya ampun, bodohnya aku"Gumam orang itu dengan memegang kepalanya, meruntuki kesalahannya.ia pun kembali ke tempat dimana si Enyak berdiri dengan menggosok matanya yang sudah merah karena kepedihan.


"Maaf bu, keran airnya sedang dalam proses perbaikan.jadi airnya kotor dan bau.gimana kalau kita bersihin di dalam saja, biar saya bantu ya?"Tuturnya dengan tak enak hati.


"Udeh gak ape-ape, biar enyak pergi sendiri ke kamar perawatan anak enyak"Tolak enyak kepada orang itu.


Dan si Enyak pun berlari terburu-buru dengan penampilan yang seperti itu, tak sedikit orang ketakutan melihatnya yang berlari sambil mengangkat kedua tangan ke depan.bukan maksud mau nakutin orang, ibu itu berusaha membuang tetesan cat yang terkena air lumpur tadi.


Sampailah ia di kamar perawatan Dika. tanpa mengetuk pintu, enyak menyelonong ke dalam untuk masuk ke kamar mandi.tepat saat Dika dan Geri sedang tertawa dan Dika menghentikan tawa Geri dan berkata dengan serius.


Melihat anaknya ingin pergi dari sana, si enyak yang bermaksud ke kamar mandi.ia mengurungkan niatnya dan berbalik badan lagi.tapi sayangnya, saat berbalik ia tak sengaja menyenggol piring alumunium bekas makanan Dika.membuat piring itu jatuh dan berbunyi keras..


Blugh..praanngggggg..


Dika dan Geri malah semakin terkejut dengan kejadian itu, apalagi Geri.karena ia tak melihat enyak yang masuk ke ruangan, dengan penampilan yang seperti itu.yang ia tahu di ruangan itu cuma ada mereka.


Sampai tangan enyak terulur dan mencengkram bahu Geri dan bertanya.


"Dika..Geri..mau kemana kalian?"Tanya si Enyak yang di tanggapi rasa takut mereka.


Karena tak merespon pertanyaannya, malah Geri dengan berani menghempaskan tangan si enyak dengan kencang membuat ia mencengkram lebih kuat.namun, Geri mencoba menepis tangannya dengan kuat dan membuat ia jatuh ke belakang membentur nakas dekat ranjang pasien dan membuat ia meringis kesakitan.


"Aaaaaaaahhh.."


Namun mereka malah semakin ketakutan.


Flashback off


Begitulah cerita enyak kepada mereka berdua yang cuma di tanggapi dengan tawa.


Dan mereka pun akhirnya membantu enyak membersihkan tubuh dengan mengguyurkan air bersih ke seluruh tubuh enyak.setelah benar benar bersih, enyak mandi sendiri dan Geri harus berlari mencarikan baju ganti buat enyak.


🍁🍁🍁🍁


Sherly dan Iren yang sedang menunggui Indra yang koma di ruang perawatan yang berbeda dengan Dika, membuat mereka tak bisa pergi dengan leluasa.karena roh Indra yang masih terperangkap di kamar 108 itu.


Sherly takut jika ia pergi, maka Roh jahat akan mengambil paksa jiwa Iren juga.maka dari itu ia tetap berdiam diri di sana.


"Udah Sher, sana gih kalau elu mau pergi. biar gue sendiri yang nungguin Indra di sini, lagian elu juga kan belum bilang ke keluarga lu kalau elu disini"Kata Iren yang tak enak.


"Elu ngusir gue Ren, oh gitu ya?bagus..hemm" Sherly pura pura marah, ia berpaling dan merajuk karenaia tak mau temannya itu menanggung beban sendiri.


"Bukan gitu, kita dari pagi lho disini,dan sekarang udah sore.malah hampir mau maghrib"Tutur Iren memberikan alasan.


"Justru karena mau maghrib dan hampir gelap Ren, roh jahat akan semakin banyak berdatangan kemari.memaksa tubuh Indra untuk melepaskan dan merelakan jiwanya untuk iblis itu.gue takut elu terkena masalah karena mereka mengincar elu juga"Batin Sherly menatap sendu setengah melamun.


"Sher..Sherly..kok ngelamun sih?"Tanya Iren sambil menepuk lengan temannya itu.


"Hah..iya, kenapa Ren?"Ucap Sherly yang terkejut karena tak mendengarkan ucapan Iren padanya.

__ADS_1


"Gue bilang, gue mau pergi ke mushola dulu. Soalnya ini udah mau adzan maghrib."Kata Iren sambil berdiri dan akan melangkah.


"Gue titip Indra sebentar ya"Ucapnya sebelum keluar dari ruangan itu.


Saat Iren membuka pintu, Sherly melihat begitu banyak sekali penampakan yang berkeliaran di lorong Rumah sakit itu.


Makhluk-makhluk itu melihat ke arah Iren dengan tatapan lapar, mereka sudah mengetahui kalau tubuh Indra disana dan di tunggui wanita cantik kesayangannya.


Mereka sudah mengetahui apa tugas yang pemimpinnya suruh, yaitu memaksa Indra dengan cara mengambil orang tersayangnya satu persatu.di mulai dari Iren.


"Sial, mereka udah nyampe sini"Gumam Sherly yang melihat roh jahat yang akan mendekati sahabatnya.


Sherly berdiri dan mencegah Iren untuk keluar dari ruangan itu, membuat Iren sedikit merasa aneh dengan tingkah Sherly.


"Berhenti.."Teriak Sherly kepada roh yang mendekati Iren dengan tatapan pemangsa.


"Kenapa Sher?"Tanya Iren yang menghentikan langkahnya bersamaan dengan roh jahat yang mendekati Iren.


"Gi..gimana kalau elu sholat maghribnya di sini aja?gu..gue takut nanti Indra bangun terus nyariin elu"Ucap Sherly memberikan alasan, karena ia tak mau roh itu tahu kalau dia bisa melihat para hantu.


"Elu kenapa sih?kok gugup gitu?bukannya elu bilang kalau Indra di..hmmppphh..."Iren tak dapat melanjutkan ucapannya karena Sherly sudah membungkamnya.


"Ssssttt...elu jangan ngomong sembarangan Ren, takut ada yang denger kalo Indra tidur disini"Ucap Sherly sengaja menekankan kata tidur,karena roh itu mulai curiga dengan Sherly yang bisa melihatnya.


Dengan membentuk huruf nol menggunakan jari telunjuk dan jempolnya mengisyarat kan kata Ok..Iren berusaha melepaskan bekapan tangan sahabatnya itu.


Sherly pun melepaskan tangannya dari mulut Iren setelah melihat kodenya.


"Biar gue cariin elu mukena, elu disini aja oke!"Kata Sherly menarik tubuh Iren masuk lagi ke dalam dan menutup pintu."Elu bawa sesuatu gak Ren, misalkan tasbih atau Qur'an kecil gitu?"Tanya Sherly lagi yang membuat Iren curiga dengannya.


"Elu kenapa Sher?apa ada hantu disini?" Tanya Iren dengan berbisik.ia tahu kalau temannya itu tak pernah mau bilang sesuatu sebelum kita sendiri yang menebaknya.


"Ssstttt"Sherly menempelkan telunjuk di bibirnya."Mereka udah tau kalo kita disini"


Kata Sherly berbisik di telinga Iren.


"Apa??"Pekik Iren membuat Sherly kaget dan memukul lengannya."Elu kira kira dong kalo mau tereak..yaelah..."


"Gue kan kaget"Elak Iren."Ma..masa sih Sher, mereka udah tau kita disini?"Ucap Iren ketakutan dan diangguki Sherly.


Saat mereka sedang bisik berbisik dan tepat dengan kumandang Adzan maghrib, sekelebat Sherly melihat bayangan masuk ke dalam ruangan.dan masuk ke dalam tubuh Indra dan membuat alat pendeteksi detak jantungnya kembali normal.


"Sher, alatnya bunyi kenceng.apa dia udah balik ke tubuhnya?"Tanya Iren dengan antusiasnya dan begitu senang dengan itu, namun tidak dengan Sherly.ia nampak diam tak bicara.


Sherly penasaran dengan itu semua, karena ia tahu kalau tidak mungkin bagi iblis itu melepaskan Indra dengan mudah.kecuali di dalam tubuh Indra ada roh jahat yang menggantikannya dan akan menguji kemampuan Sherly membuatnya terkecoh.


Bersambung


*Apa yang harus dilakukan Sherly dengan roh jahat itu?


A.Diam dan berpura-pura tak tahu.


B.Menarik dan menendangnya langsung.


C.Menyuruh Iren untuk berdo'a.


**Pantengin terus cerita otor supaya tahu kelanjutannya.

__ADS_1


Terima kasih😘😘😘😘***


__ADS_2