
Entah kenapa hati Zidane saat itu jadi tak tenang, semenjak supir yang dia suruh untuk mengantarkan Sherly tiba di rumah dan menceritakan kejadian saat dia mengantar gadis itu ke rumahnya.
Kata pak supir, di tengah jalan sepi dekat taman.Sherly meminta supir menurunkan dirinya dengan alasan melihat seorang wanita hamil yang terjatuh dari mobil yang melintasi jalan itu.padahal ia tidak melihat wanita hamil ataupun mobil yang melintasi jalan itu satu pun.
Dia menjelaskan kalau Sherly memaksa ingin menolong wanita itu, namun supir melarang dan tak membiarkan dirinya turun dari mobil.akhirnya,gadis itu diam sambil cemberut tapi tetap menurut karena saat itu dia sendiri pun heran dengan apa yang di lihatnya.
"Cckkk, gadis bodoh itu kenapa selalu ingin membahayakan diri sendiri.apa dia selalu percaya pada makhluk halus?"Kata Zidane yang sedang berdiri di balkon kamarnya.ia menjadi bertanya tanya mengingat sifat dan sikap gadis ceroboh itu.
"Kenapa hatiku jadi tak tenang?ada apa sebenarnya?aku tak mungkin menghawatir kan gadis bodoh itu bukan?kita saja baru bertemu kemarin."Zidane terus mondar mandir di balkon kamarnya.
Karena hatinya semakin tak karuan, ia pun memutuskan untuk pergi dan memastikan sendiri keadaan gadis yang di bilangnya bodoh itu.
Zidane pergi dengan terburu buru, setelah menanyakan alamat Sherly pada supirnya. Supir pun terheran dengan tingkah tuan mudanya itu, tadi dia menyuruh orang untuk mengantarkan gadis itu.namun sekarang malah meminta alamatnya dan pergi dengan tergesa gesa.kalau memang cinta, kenapa dia dingin pada gadis itu.batin supir.
Di perjalanan, hati Zidane semakin tak tenang.ia meraba dadanya sendiri dan merasakan denyut jantungnya yang berdetak tak karuan.
"Kenapa ini semakin kencang, apa yang terjadi pada gadis ceroboh itu?"Zidane terus memengang dada dengan telapak tangan kirinya, dia merasakan sesuatu yang akan terjadi pada Sherly.entah bagaimana, tapi itu bisa dia rasakan sendiri.
Perjalanannya harus terhenti karena jalan tertutup palang pintu, pertanda kereta akan melintas.namun saat sedang menunggu kereta lewat, ia mendengar teriakan orang-orang yang memanggil seorang gadis yang sedang jalan di tengah rel kereta.tapi gadis itu seperti tak mendengarkan teriakan semua orang.
"Ada apa sih pak?kok rame bener?"Tanya Zidane kepada orang yang berlalu lalang.
"Itu lho mas, ada seorang gadis yang mau bunuh diri.kayaknya dia putus cinta deh!" Jelas orang yang di tanyai Zidane.
"Bodoh sekali gadis itu!"Seru Zidane.
"Memang mas, tapi ada juga yang bilang dia di ajak hantu penunggu Stasiun.soalnya saat di panggil, dia tak mendengarkan"Jelas salah satu warga.
Karena penasaran, Zidane pun keluar dari mobil dan pergi untuk melihat gadis bodoh yang mau bunuh diri itu.
Kerumunan warga membuat Zidane kesusahan untuk melihat siapa gadis yang bertindak bodoh itu, ia menyelinap diantara sekumpulan orang orang yang menoton.
Dari ke jauhan, terlihat sosok gadis yang sepertinya ia kenali.sedang di tarik oleh seorang wanita hamil dan wanita itu bukan manusia melainkan jin penunggu jembatan kereta api di daerah itu.
Suara kereta api berbunyi sangat kencang, namun gadis itu seperti tak mendengarkan.
Zidane terus memperhatikan gadis bodoh itu dengan teliti sambil berlari ke arahnya.
Teriakan semua orang tak dia hiraukan karena yang terpenting baginya bisa menolong gadis yang di tarik jin itu.
Zidane berlari dengan kencang mengejar lajunya kereta api yang mengarah pada gadis itu.saat kereta api berada tepat di belakang gadis itu, Zidane melihat jelas siapa gadis bodoh yang mau di tipu oleh jin.
"Ceroboh"Teriak Zidane sambil menerjang tubuh Sherly dan membawanya kesamping rel kereta membuat ia terguling sampai ke tanah sebelum kereta itu menghantam.
Semua orang berteriak dengan histeris menyaksikan kejadian itu.
Mereka berdua bergulingan ke tanah dengan Zidane yang memeluk tubuh Sherly sampai dia sendiri yang berada di bawah.
Sherly yang syok, tak berkata apa apa.dia baru sadar setelah mendengar teriakan Zidane tepat sebelum kereta api menghantam tubuhnya.
"Hei gadis ceroboh, kenapa kamu selalu membuat dirimu dalam bahaya?"Ketus Zidane yang masih berada di posisinya.
Sherly yang terhenyak dengan penuturan Zidane itu masih belum percaya bahwa dirinya melakukan hal di luar kesadaran.
"Apa ini di syurga, kenapa ada si king ice disini?"Tanyanya pada diri sendiri.
"Menurut mu?"Kerus Zidane lagi.
__ADS_1
"Aish, di dunia nyata atau syurga.sama aja dingin.huuchh"Dengus kesal Sherly.
"Cepat berdiri"Perintah Zidane pada Sherly dengan ketus.
"Hahh?"Sherly masih belum sadar.
"Apa segitu senangnya kamu berada di atas tubuhku sampai tak mau berdiri heh?"Ketus Zidane lagi membuat Sherly tersadar dan langsung berdiri dari posisinya saat itu.
"So..sorry,gu..gue.."
"Kenapa kamu selalu menjadi gadis bodoh yang ceroboh sih?"Zidane yang bertanya langsung tanpa menunggu perkataan Sherly.
"Apa?bodoh?ceroboh?jadi menurut lo, gue itu gadis yang..."
"Kamu itu memang bodoh dan ceroboh.kalau tidak, kenapa kamu mengikuti jin itu?"Kata Zidane mengintidasinya.
"Jin?mana gue tahu kalau dia itu jin yang menyamar jadi wanita hamil!"Ucap Sherly tak terima dikatai ceroboh dan bodoh.
"Cckkk, makanya jadi orang itu jangan mau selalu di tipu.perhatikan baik baik siapa yang mau kita tolong"Kata Zidane dengan berdecak dan mencibirnya.
"Huhh, namanya juga king ice.tetep aja dingin, walaupun nasehatin.hemh..."Gumam Sherly yang masih bisa di dengar Zidane.
"Kamu bicara sesuatu, bodoh?"Tanya Zidane pada Sherly membuat ia melotot.
"Hish, terserah elu dah.gue mau pergi dari sini"Ucap Sherly sambil beranjak pergi.
"Dasar tak tahu berterima kasih"Ketus Zidane pada Sherly sambil melangkah.
"What?elu nungguin ucapan terima kasih dari gue?"Tanya Sherly pada Zidane.kemudian ia melanjutkan ucapan dengan datar"Tak akan, hemh"Sherly berpaling dan melanjutkan langkahnya.
Namun saat ia berjalan, tanpa sengaja ia menginjak kerikil dan membuat tergelincir.
"Sekian banyak kejadian yang menimpamu, tapi kamu bilang gak ceroboh?heh"Ketus Zidane lagi.
"Lepasin gue, gue gak mau di tolongin elu lagi"Sherly meronta dari pelukan Zidane.
Zidane pun melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Sherly, membuat bokong gadis itu mencium kasarnya kerikil.
"Aww..brengsek lo!kenapa elu lepasin gitu aja?"Tanya Sherly pada Zidane yang menggidikkan bahunya.
Zidane melangkah meninggalkan Sherly yang sedang berceloteh ria, atas ulah Zidane
"Cowok rese, dingin, angkuh, sombong, dasar menyebalkan"Segala macem perkataan Sherly keluarkan namun Zidane seolah tak terganggu dengan celotehan gadis itu.
"Cepat pulang, orang tuamu pasti nunggu" Kata Zidane membuat Sherly langsung berdiri dan berlari mengejarnya.
"Tunggu!"Serunya yang mengejar Zidane dan membuatnya berhenti.
"Gue..gue...numpang dong!"Ucapnya malu malu,takut Zidane marah.
"Bukannya aku ini cowok dingin yang menyebalkan?"Kata Zidan dengan tak menoleh ke arahnya.
"Eh, enggak kok!siapa bilang?elu orang yang baik dan tidak sombong.hanya cewek...."
"Hanya cewek bodoh sepertimu yang mengatai ku seperti itu.iya kan?"Zidane memotong perkataan Sherly.
"Sorry, gue tadi khilaf.boleh ya gue numpang mobil lo?"Sherly terus merayu Zidane dengan wajah memelas dan perkataan yang manjanya.
__ADS_1
Zidane tak perduli, ia terus melangkah menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan dekat pintuan kereta api.
Warga yang melihat Sherly mengekor di belakang Zidane menjadi perbincangan heboh.pasalnya, ialah gadis yang di lihat mereka berjalan di rel dan di kira mencoba bunuh diri.
"Eh, lihat lah!bukankah gadis itu yang tadi coba bunuh diri"
"Iya bener, kira-kira dia kenapa ya?"
"Mungkin di putusin pacarnya kali, tuh lihat, dia mengejar pemuda di depannya"
"Mungkin dia ketahuan selingkuh kali"
Banyak celotehan dari mereka membuat Sherly malu tapi membuat Zidane tersenyum.
Karena kepalang malu, Sherly pun mulai berakting di depan mereka.muncul ide jahil di kepalanya.hihihi....
"Sayang, aku tahu kamu marah padaku.tapi anak ini tidak bersalah.hiks"Sherly berkata dengan lantang supaya semua orang mendengarnya.
"Anak ini butuh kamu, papanya.walaupun kamu tak menganggap kami, tapi setidaknya bertanggung jawablah pada istrimu ini dan tinggalkan pacarmu itu."Ucapnya sambil mengelus perutnya yang rata.
Semua orang yang mendengarkannya mulai percaya melihat Sherly yang menangis dengan lirih.ia terus memohon pada pemuda di depannya itu.
"Hei mas, itu istrinya kasihan tahu"
"Pantas saja dia mencoba bunuh diri, ternyata suaminya selingkuh!"
"huh, kelihatannya baik.eh malah kaya gitu"
Dan banyak lagi perkataan warga tentang mereka membuat Zidane malu dan Sherly yang menyeringai dalam hati.
"Hahaha..rasain lo king ice"Batin Sherly senang dengan aktingnya.
"Dasar gadis bodoh, dia tetap saja bodoh huhh"Batin Zidane kesal.
Akhirnya Zidane menarik tangan Sherly dan membawanya masuk ke dalam mobil, lalu ia menyalakan mesin dan pergi dari tempat yang menurutnya memalukan itu.
Setelah di mobil,baru Zidan berkata pada gadis itu."Ternyata istriku pintar berakting ya?"Ledek Zidane.
"Siapa dulu dong, Sherly gitu lho!"
"Kenapa kamu mempermalukan diriku hehh?"Tanya Zidane dengan kesal.
"Salah sendiri, kenapa nolongin orang itu cuma setengah setengah.kan jadinya gue..."
Zidan pun mengerem mendadak.dirasa Sherly itu mempermainkannya.ia langsung menarik tengkuk Sherly dan mencium sekilas bibirnya, membuat gadis itu mematung.
"Itu hukuman buat kamu karena banyak bicara"Kata Zidane dengan datar dan kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah Sherly.seolah tak terjadi apa pun.
Meninggalkan Sherly yang jantungnya berdetak tak karuan.
"Hei, itu ciuman pertama gue!dasar cowok dingin gila"Pekik Sherly yang tak terima.
Zidane di buat melongo, ternyata bukan cuma dirinya yang baru melakukan itu. namun ternyata,Sherly juga baru pertama kalinya berciuman.
***Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di komentarmu.
__ADS_1
terima kasih banyak πππ***