Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Kecelakaan


__ADS_3

"Suamiku, kita harus segera pergi dari sini. Mereka mengejar kita!"Dengan nafas yang terengah-engah, seorang ibu berlari menuntun anaknya menuruni tangga lantai dua rumahnya.


"Kau benar, sayang.Ayo, terus lah berlari.Jangan menoleh ke belakang lagi!" Perintah suaminya.


"Kalian keluar dulu, biar aku mengambil mobil di garasi"Lanjutnya


Ibu dan anak itu berlari keluar dari rumahnya dengan terpontang panting.


Sementara, bayangan hitam itu terus mengejar dan semakin banyak jumlahnya.


"Mama, aku takut.Mereka banyak sekali!" Ketakutannya tak bisa di sembunyikan.


"Kuatkan dirimu, sayang.hadapi semuanya dengan berani."Di pegangnya dengan erat tangan kecil anaknya sambil berlari ke luar rumah.


"Ayo naik, cepat sebelum mereka mengejar!" Ayahnya menghampiri dengan membawa mobil.


Mereka pun meninggalkan rumah kediaman untuk menghindari sosok hitam yang jahat.


Namun, sosok tinggi, besar, hitam, dan juga bertanduk itu sudah berada tepat di depan mobil mereka untuk menghadang kepergian mereka.


"Hahahaaa...kalian mau kemana, manusia?Berikan putramu kepadaku dan aku tak kan mengganggu kalian lagi...Huahahaa...!" Tawanya menggelegar di malam yang sepi.


"Aku gak akan memberikan putraku kepadamu, dasar makhluk terkutuk!"Di tancapkan lagi gas olehnya dan berusaha menghindar dari makhluk itu.


Sosok hitam berterbangan dan mengejar mereka yang berada dalam mobil dengan kecepatan tinggi.


Jalanan yang sepi membuat si ayah leluasa menambah kecepatan mobilnya.



Namun saat di ujung jalan raya, secara tiba-tiba kendaraan banyak berlalu lalang disana. yang entah dari mana datangnya.



Dengan menembus hutan belantara, ia menghindar dari kendaraan di sekitar karena tak mau terjadi kecelakaan sampai fajar menjelang.


Rupanya, makhluk itu yang menggiring mereka masuk hutan sampai di jalanan yang menuju area jurang.



Jalan bebatuan yang terjal dan curam membuat mobilnya kesusahan untuk melewati jalan itu.


Perasaan khawatir menghinggapi istrinya. Sepertinya dia sudah merasakan firasat buruk.


"Kenapa kita kesini, pa?"Suara yang gemetar karena gugup dan ketakutan.


"Tenangkan dirimu, ma.Kamu jangan gugup supaya anak kita tak gugup!"Tutur Suaminya.


"Aku tak gugup, pa.Aku berani kok!"Anak itu tersenyum ke arah orang tuanya.


Keduanya pun memandang ke arah putranya yang duduk di jok belakang.


"Kenapa mereka menginginkan aku, pa, ma?Apa aku punya sesuatu yang diinginkan mereka?"Pertanyaan anaknya membuat bisu kedianya.


Keduanya saling pandang dan bingung harus mengatakan apa."Tidak, sayang.Mereka hanya mengganggu kita supaya kita mengikuti mereka ke jalan sesat.Jadi, janganlah kamu menyerah kepada makhluk terkutuk seperti mereka, ya?"Ayahnya berusaha memberi pengertian.


Mereka tak mungkin mengatakan kalau makhluk jahat itu menginginkannya sebagai tumbal dan di persembahkan kepada penguasa kegelapan karena tanda bulan sabit di keningnya.


Anak yang bertanda bulan sabit dan bintang, konon adalah simbol sang penguasa abadi.


Anak yang bertanda khusus mampu menguasai segala alam dan bisa menyerap energi dari lima elemen sekaligus.


Para makhluk itu menginginkan keabadian. Mereka akan lebih kuat jika meminum darahnya apalagi jika menyerap kekuatan dari tanda istimewa itu.


Jika orang yang bertanda khusus itu bersatu, maka kekuatan kegelapan tak bisa menyentuhnya dan akan menjadi penguasa. Juga bisa menundukkan semua makhluk ghaib.


Maka, orang tua anak itu sebisa mungkin menyingkirkan anaknya dari para makhluk terkutuk supaya kegelapan tak menyelimuti alam manusia.


Jalanan yang mereka tempuh sangat sulit di lalui.Jalur yang berbatu dan belokan yang menikung tajam membuat mereka harus berhati-hati.


Saat di ujung belokan yang menikung tajam, tiba-tiba rem tak bisa berfungsi semestinya.


Namun sang ayah berusaha tenang dan tak memberitahukan apapun kepada istri dan anaknya.Ia tersenyum ke arah keduanya.


"Sayang, lompatlah keluar jika papa memintanya, ya!"Instruksi ayahnya.


"Ada apa, pa?Kenapa aku harus melompat keluar?"Putranya bertanya.


Sedangkan sang ibu sudah merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi."Lompatlah, nak. Ikuti kata papamu!"Ibunya menoleh ke belakang.


"Kamu juga, ma.temani dia"Tak ada rasa ragu di hati papa.Raut wajahnya pun tak terlihat cemas.


"Jaga dia baik-baik, dan jangan biarkan apapun terjadi padanya!"Lanjut suaminya.


"Tidak, pa.Aku akan menemanimu kemana pun kamu pergi!"Tak terasa air matanya membasahi pipi.


Anaknya melihat air mata sang ibu menetes. Maka ia pun menjadi bertanya lagi."Kenapa mama menangis?Apa yang akan terjadi?"


"Tidak ada yang akan terjadi, sayang. Lakukanlah yang papa minta, ya?Dan ini, ambilah untuk menjaga dirimu dari para iblis itu.Tancapkan di kepala atau punggung makhluk itu, maka mereka akan musnah."Di berikannya bambu haur wulung kepada anaknya yang langsung di terima dengan heran.


"Apa ini bisa membuat mereka tak mengejarku, pa?"Tanya putranya.


Ayah dan ibunya mengangguk pasti."Jangan sampai hilang ya, sayang."Ucap keduanya dengan anaknya yang mengangguk.


Mobil pun oleng kesana-kemari karena jalan yang berbatu dan menikung tajam.Papa tak bisa menyeimbangkan laju kendaraannya karena kondisi rem yang blong.


"Ma, sudah waktunya"Papa mengangguk ke arah istrinya yang menoleh langsung ke belakang.


"Zidane sayang, lompatlah sekarang.Cepat!" Ibunya menyuruh dia untuk membuka pintu dan melompat keluar.

__ADS_1


"Tapi kenapa, ma?"Rasanya ia tak mau melakukannya.


"Remnya blong, sayang.Jadi, kita harus menyelamatkan diri dari kecelakaan ini" Jelas ayahnya cepat.


"Bagaimana dengan kalian?apa kalian juga akan melompat keluar?"Suaranya bergetar karena ketakutan.


"Kami akan melompat setelah dirimu.Ayo, cepatlah.kami harus memastikanmu aman, sayang."Nada cemas dari bunya tak bisa di sembunyikan.


"Baiklah!"Ia pun membuka pintu mobil dan bersiap untuk melompat.


"Papa akan menyeimbangkan laju mobilnya dan mendaratkanmu di tempat aman.Jadi, saat papa bilang lompat, kamu harus segera melompat keluar!"Ayahnya terus menginstruksi sedangkan istrinya sudah merasa cemas.


Saat mobil melaju di titik aman, ayahnya berteriak."Lompat!"Zidane kecil pun melompat keluar mobil dan bergulingan di tanah berumput."Aaaaaaa"Teriaknya saat terjatuh.


"Sekarang, giliranmu!"Ujar suaminya.Namun istrinya menggelengkan kepala."Kamu juga harus keluar!"Pinta istrinya.


"Baiklah, ayo kita keluar bersama!"Ajak suaminya yang bersiap melepas sabuk pengamannya.


Namun, sesuatu terjadi.Sabuk pengamannya tiba-tiba tak bisa di lepas dan tersangkut di tubuhnya membuat papa kesulitan melepaskan diri." Ma, kamu duluan.Aku akan mengurus ini"Tangannya yang satu memegang kemudi dan satunya berusaha melepas pengait sabuk pengaman.


"Aku akan membantumu"Ia berbalik lagi dan membantu suaminya untuk melepaskan sabuk pengaman.


Namun naas, kondisi jalan yang terjal membuat mobil tak bisa seimbang dan menabrak pembatas jalan yang menikung tajam dan di bawah adalah jurang.


"Haaaaaaaaa"Teriak keduanya saat mobil meluncur dan terjun bebas dari atas menuju jurang yang dalam.


Booommmm....Duuuaaarrrr


"Tidaakk...papa..mama!"Zidane kecil berlari ke arah jurang.


Sedikit lagi ia sampai di ujung jurang.Namun langkahnya terhenti saat melihat sosok hitam yang berterbangan mengikutinya.


"Pergi...pergi"Dilambaikannya tangan ke arah sosok hitam berharap makhluk terkutuk


itu pergi menjauh darinya.


"Hihihiiiiii...ikutlah denganku, anak manis!" Makhluk hitam itu mendekatinya terus.


"Jangan...pergi kalian!"Ia terus mundur dan tak memperhatikan apa yang ada di belakannya.


Tiba-tiba..


"Aaaaaaaaaa"


Byuuurrr


Anak itu terjatuh kelaut yang ada di pinggir bahu jalan dan ia terseret ombak.



Tangannya terus menggapai keatas dan berusaha bernapas namun tak bisa sehingga memuat ia lemah tak bertenaga.


Rasa dingin air laut membuat ia tak bisa bertahan lama di dalam air.Apalagi, ia tercebur agak ke tengah.


Matanya mulai terpejam dan ia sudah tak bergerak lagi sampai terseret ke pinggir pantai.


Setelah beberapa hari, dia di temukan oleh seseorang di pinggir pantai dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.


Dan sekarang, ia menjadi trauma jika menyentuh air atau meminum minuman dingin.Kondisi fisiknya pun tak mampu menahan hawa dingin dari luar.Ia akan demam seketika jika merasakan hawa dingin berlebihan.



Papa...mama...tolong!


Air matanya menetes di pipi dengan tubuh yang bergetar.


"Hei king ice, bangun!"Sherly menepuk pipi suaminya dengan pelan.


Zidane tak kunjung bangun juga.Ia semakin meringkuk kedinginan.


Sherly menjadi khawatir dengan kondisi suaminya yang seperti itu.Diambilnya selimut tebal dan menggulungkan di badan suaminya. Ia pun berlari ke dapur dan mengambil air hangat untuk mengompresnya.


"Dasar king ice.Sudah tahu gak bisa minum minuman dingin, masih saja diminum.huuh" Gerutu Sherly.


Ia mencelupkan kain kedalam baskom berisi air hangat lalu menempelkan kain itu di kening suaminya berharap demamnya turun.


"Jangan...jangan...kumohon!"Zidane yang terus mengigau membuat Sherly semakin khawatir.


"Sebenarnya, apa yang terjadi di masa lalu sih.Sampai kamu jadi seperti ini?"Ia membaringkan tubuhnya di samping Zidane dan memeluknya dengan erat.


Zidane sudah terlihat tenang setelah demamnya turun.Ia terlihat nyaman dan tidur dengan nyenyak.


Sherly tersenyum dengan mengelus kepala suaminya serta mencium keningnya dengan lembut."Tidurlah, lupakan semua kegelisahan dan ketakutanmu selama ini.Biarkan aku menemanimu disisa umurku."


Tak terasa, Sherly pun ikut tertidur dengan memeluk suaminya sampai pagi menjelang.


Beberapa jam sebelumnya...


Zidane duduk di ujung ranjang besar miliknya.Ia melirik istrinya yang sedang malu-malu karena kejadian di sofa ruang tamu."Machan, apa kamu mau mandi dulu atau mau langsung tidur?"Bertanya dengan menahan tawanya.


Sherly yang memeluk tubuhnya menoleh seketika ke arah suaminya."Gue..eh aku mau mandi dulu deh.gerah nih!"Ia pun melangkah ke kamar mandi.


Zidane langsung mengejar istrinya dan memeluknya dari belakang."Kita mandi bareng, yuk!"Bisiknya.


"Enggak ah, aku malu!"Dilepaskannya pelukan suaminya dan ia langsung menutup pintu kamar mandi serta menguncinya.


"Hei, kenapa malu?aku ini kan suamimu, sayang"Teriak Zidane sambil terkekeh.


Sherly yang berada di dalam kamar mandi merasakan jatungnya berdegup sangat cepat. Ia terus menyentuh dada kirinya dan merasakan detak jantung yang tak karuan.

__ADS_1


"Astaga, apa yang harus gue lakuin setelah ini?Kita sudah sah jadi suami istri.Tapi, gue belum siap melakukannya.Ohh, my god." Terlihat raut wajah frustasinya.


Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower berharap menghilangkan rasa canggungnya.


Setelah selesai mandi, ia baru tersadar bahwa dirinya tak membawa baju ganti karena tadi terburu-buru menghindar dari suaminya.


"Astaga, gue lupa bawa baju!"Di tepuk kening nya sedikit karena takut geser.


"Masa gue pake handuk doang sih?"Ia melilitkan handuk di tubuhnya dan keluar dengan mengendap.


Di bukanya pintu kamar mandi dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.


"Dia gak ada di kamar, yess!"Ia pun melenggang keluar dari kamar mandi dengan santai.


Namun Sherly tak tahu jika Zidane berdiri di samping pintu kamar mandi dan memperhatikannya.


Kakinya dilangkahkan menuju lemari berharap menemukan baju untuk di pakainya.


"Waah, bajunya banyak banget.Apa dia sudah mempersiapkan semuanya?"Dipilihnya baju sesuai keinginannya.


"Bingung juga ya.Mau pake baju mana nih?" Seluruh lemari terus di acak olehnya.


"Baju apapun bagus kok di tubuh seksi kamu" Zidane tiba-tiba muncul di belakangnya membuat ia terkejut.


Sherly tersentak saat bibir Zidane mencium tubuh bagian belakangnya yang tak tertutup handuk karena handuknya cuma melilit di bagian tengah menutupi area sensitifnya.


"Ka..kamu kenapa ada disini?"Rasa gugupnya tak bisa di sembunyikan.


"Ini kan kamarku juga, sayang"Tangan Zidane mulai menyentuh pundak Sherly dan sedikit mengelus membuat si empunya meremang.


Perasaan apa ini.gue gak bisa menahannya.


Batin Sherly membuat Zidane tersenyum.


"Jangan menahan apapun.Gak baik untuk kesehatan!"Ucapnya lirih dengan terkekeh.


"A..apa maksudmu?"Matanya terbuka dan mendapatkan wajah Zidane sudah tepat berada di hadapannya.


"Apa kamu juga merasakan apa yang aku rasakan?"Tanya Zidane dengan suara serak.


"A..aku...mmpph"Bibir seksi Zidane membungkamnya.


Sherly mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Ciuman itu semakin panas dan menantang Zidane sampai mereka merasakan hawa panas di kamar walau ac dalam keadaan menyala.


Tangan Zidane yang nakal menyusuri bungkit kembar istrinya dan sedikit *******.Ditariknya handuk yang menutupi tubuh seksi istrinya kebawah.


Ditatapnya wajah cantik istrinya yang memperlihatkan ekspresi terkejut sambil memejamkan mata saat tangannya menyentuh bukit kembar miliknya.


"Emmhh"Desahan kecil keluar dari bibir Sherly saat lidah Zidane menempel di ujung puncak bukit kembarnya dan ******* nya.


Desahannya memancing Zidane untuk melakukan lebih.


Dikecupnya area sensitif istrinya dengan lembut membuat Sherly mendesah sambil menggigit bibir bawahnya. "Emmmhhhh"Tubuhnya meregang merasakan sensasi yang aneh dan ia pun langsung menutup mulutnya.


Zidane berdiri dan memandang wajah cantik istrinya."Apa aku boleh melakukannya?" Tanya nya dengan hati-hati.


Ya tuhan, ini kah saatnya?ini memang sudah haknya.


Sherly mengangguk ragu."Tapi, aku boleh minum dulu, soalnya aku kepanasan!"Pinta Sherly.


Zidane terkekeh."Baiklah, minum sepuasmu supaya kamu tidak kehausan saat kita melakukannya!"


Wajah merona Sherly tak bisa di sembunyikan. Ia memungut handuknya lagi dan melilitkan di tubuhnya kemudian melangkah ke luar kamar menuju pantry.


Di bukanya kulkas yang ternyata ada minuman dingin kesukaannya.


Mungkin memang Zidane sengaja menyiapkannya karena tahu kalau Sherly menyukai jus mangga dan jus alpukat.


Tapi, Sherly memilih minuman kaleng karena merasa kepanasan.Ia meminumnya dengan cepat.


Astaga, cuma begitu saja membuatku benar-benar kepanasan.Apalagi kalau lebih, bagaimana ya?


Sherly mengipas-ngipasi wajahnya menggunakan tangan sambil meminum lagi minuman kaleng.


Zidane merebut minuman dingin itu dari tangan istrinya."Kenapa kamu malah anteng disini?"Ia buru-buru menaruh minuman kaleng di atas meja karena tak tahan dengan rasa dingin itu.


"Hei, bukannya kamu yang menyuruhku minum supaya tak kehaus...san"Suaranya melambat tersadar sesuatu dengan Zidane yang terkekeh.


"Setidaknya, aku habiskan dulu minumannya!"Pinta Sherly kepada suaminya.


Zidane menggelengkan kepala."Sudah cukup, tak baik meminum minuman kaleng di malam hari."Zidane menarik tangan istrinya.


"Sedikit lagi, tanggung.ya...ya...ya...?"Wajah imut Shery tak mempengaruhi Zidane.


Karena Sherly yang merengek terus, membuat Zidane tak ada pilihan.Ia meminum sisa minuman dingin Sherly dengan sekali tegak.


"Sudah habis.Ayo, jangan banyak alasan!" Di tariknya tangan iatrinya menuju kamar.


"Ehh, bukannya kamu gak bisa...? Hei...!" Sherly menangkap tubuh suaminya yang tiba-tiba terjatuh di lantai.


Keringat dingin bercucuran dengan wajah yang terlihat tegang.


Seketika, sosok bayangan hitam datang menghampirinya.


"Jangan...jangan..."Tangannya terkepal dengan meracu tak jelas membuat Sherly panik.


Akhirnya, Sherly memapah tubuh suaminya dan membaringkannya di ranjang besar.

__ADS_1


Bersambung gaesss.....


__ADS_2