Jodoh Sang Penguasa

Jodoh Sang Penguasa
Terluka parah


__ADS_3

Di dalam gua.


Sherly yang khawatir dengan keadaan Zidane, semalaman ia terjaga dan memeluk tubuh Zidane yang menggigil.sampai ia terlelap.


Zidane terbangun dari tidurnya. Saat matanya terbuka, nampak wajah cantik nan teduh gadis yang sedang memeluknya dengan erat.


Ia tersenyum manis saat mengetahui Sherly memeluknya dengan hangat, Dan membuatnya nyaman.


"Gadis berisik, ternyata kamu itu manis juga ya kalau sedang tidur" Ucap Zidane yang terus memperhatikan wajah cantik itu.


Zidane yang terus menatap wajah Sherly tanpa berpaling. ia tak memperhatikan yang lain lagi, karena matanya yang fokus menatap anugerah terindah di depannya.


Nania datang menghampiri mereka yang sedang berpelukan dalam posisi tidur.ia menjadi geram, saat melihat Zidane tersenyum ke arah Sherly.


"Huuch..dia ketus pada siapa pun, kecuali gadis galak itu"Batin Nania.


Ia pergi dengan marah dan meniup dedaunan kering yang terhampar di area itu."Huuchh...keselnya..fiiuuuuhhh"


Namun, ia lupa abu bekas pembakaran semalam.sehingga abu itu tertiup olehnya dan berterbangan ke arah Zidane dan Sherly yang sedang tertidur di dekat bekas pembakaran itu.


"Ukhuk..ukhuk.."Mereka terbatuk saat debu itu mengenai mereka.


"Haaaaaa...apaan ini"Sherly dan Zidan pun terbangun dan langsung berdiri.


"Ups, sorry.."Ucap Nania saat abu itu mengenai Sherly dan Zidane sampai mereka terbatuk dan tentunya membuat mereka kotor dan seperti kue buluk.hihihiiii..


"Haha...Kok elu jadi item sih?"Sherly menertawakan Zidane yang sudah di baluri abu bekas pembakaran itu. Sehingga ia terlihat buluk.


"Kenapa kamu menertawakanku?coba lihat dirimu, apa yang terjadi padamu sampai kamu terlihat seperti kue buluk?"Zidane berkata dengan datar dan meledek gadis itu.


"Hah,gue?"Tunjuk Sherly pada diri sendiri."Memangnya gue kenapa?"Ia memperhatikan penampilannya sendiri.


"Lho kok, baju gue kotor gini?"Sherly terkejut dan ia langsung menepuk-nepuk bajunya.


"Bukan cuma bajumu, wajahmu dan seluruh badanmu itu item tahu!"Kata Zidane denhan ketus.


"Apa??"Ia terkejut dan berteriak cukup keras.


"Bisa pelan sedikit gak sih ngomongnya?" Zidane kesel karena gadis itu selalu berteriak membuat ia harus menutup telinganya."Kita seperti ini gara-gara dia"Tunjuk Zidane pada Nania yang sedang nyengir.


"Sorry, aku sengaja..hihihiii"Ucapnya keceplosan.


"Apa?sengaja?dasar lu hantu genit" Sherly langsung mengejar Nania yang melayang ke luar gua.


"Dasar, kurang ajar lu ya.awas lu, kalo kena gue pites tuh kaki."Ia terus mengejarnya sampai beberapa orang berada di depannya dan terkejut melihat penampilan dirinya.


"Aaaaaaaaa"Mereka berteriak karena terkejut dengan sosok yang keluar dari dalam gua dengan penampilan yang acak-acakan dan wajah yang hitam buluk .


Cuma satu orang yang tak berteriak dan memperhatikan dirinya dengan seksama.


"Sherly..?apa itu kamu dek?"Kak Al mendekati orang yang baru keluar dari gua itu.


Sedangkan, ketiga pemuda di belakangnya itu cuma berpelukan karena takut.


"Kakak.kak Al, aku senang kakak disini" Gadis itu berlari ke arah Aldrian dan langsung memeluk tubuh jangkung kakaknya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu masih hidup dek?"Al senang sampai ia terus memeluk dan mencium pipi adiknya.


"Apa kamu terluka dek?mana, tunjukan padaku semua lukamu"Al terus memperhatikan keadaan Sherly.


"Gak apa-apa kak, aku baik-baik saja kok!lihat lah"Sherly memutar badannya dan memperlihatkan kepada kakaknya bahwa dirinya tak terluka sedikit pun.


"Syukur lah dek!"Aldrian langsung memeluk adiknya.


"Itu beneran elu bos?"Pertanyaan keluar dari mulut ketiga sahabatnya.


"Menurut kalian?"Ucap Sherly malas.


"Yeeeaaaahhhh, dia masih hidup!" Ketiganya langsung berhamburan ke pelukan gadis itu dan berjingkrak-jingkrakkan.


Saat mereka sedang bahagia karena pertemuannya dengan si bos, ada seorang pria tampan keluar dari gua dan ia menunjukan wajah tak senangnya.


"Eh, siapa dia?"Tanya Dika saat ia melihat Zidane keluar dari gua yang sama dengan Sherly keluar.


Semuanya pun menoleh ke arah Zidane dan memperhatikan penampilannya yang berantakkan.


"Dia itu.."Saat Sherly akan memperkenalkan Zidane, pemuda itu berkata.namun, tak sampai karena ia keburu pingsan.


"Aku.."


Gubrakk..


Zidane langsung terjatuh ke tanah.


"Hei!"Pekik mereka semua dan langsung menghampirinya.


"Badannya panas, ia demam"Kak Al yang memegang dahinya dan memangku kepala Zidane.


"Bagaimana bisa?kemarin aku sudah merawat lukanya dan semalam juga berusaha menghangatkan tubuhnya kok!"Jelas Sherly membuat ketiga pemuda sahabatnya itu menoleh dan berpikir macam-macam.


Apa yang dilakukannya untuk menghangati tubuh pria ini?apa Sherly melakukan itu...?Batin ketiganya.


"Apa dia semalaman bertelanjang dada seperti ini?"Tanya kak Al pada Sherly yang langsung dianggukinya.


"Ya tuhan dek, ini bahaya buat nyawanya.Lihat ini, lukanya terinfeksi" Tunjuk kak Al pada luka-luka di tubuh Zidane yang mulai membiru.


"Astaga!"Sherly terkejut dengan penuturan kakaknya.


"Tapi semalam dia baik-baik saja kak, malah kami..!"Ucapannya tak bisa di sampaikan karena ia tak bisa mengungkapkan kejadian itu pada mereka semua.


"Kalian ngapain aja?"Pertanyaan dari Indra karena penasaran.


"Hah, eng..enggak ngapa-ngapain kok!"Sherly jadi gugup karena pertanyaan Indra.Ia malu kalau harus bilang pada mereka bahwa dirinya memeluk Zidane saat ia tidur.


"Sudah jangan ribut mulu, kita bawa dia naik ke atas dan sesegera mungkin membawanya ke Rumah sakit untuk di tangani dokter."Lerai kak Al dan dia pun mengangkat tubuh lemah Zidane.


"Tunggu apa lagi?ayo, jalan"Titah kak Al pada mereka.


"Oh..iya kak."Ketiga pemuda itu langsung membantu Al untuk membawa tubuh Zidane naik ke atas tebing.


Jalan yang terjal dan bebatuan, membuat mereka agak kesusahan untuk mengangkat tubuh Zidane ke atas tebing.keempatnya bergantian dan bergiliran dua orang.

__ADS_1


Walaupun kesulitan, mereka tetap melakukannya demi menolong nyawa Zidane. Dengan susah payah, tubuh Zidane yang lemah sudah terangkat dari bawah tebing dan sampai diatas.


Kemudian, mereka dengan cepat membawa Zidane ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.


Sesampainya di rumah sakit, Zidane langsung di larikan ke ruangan ICU.


Karena, lukanya yang menjadi parah dan mengakibatkan infeksi.


Dokter pun segera memeriksa keadaan pasien itu dengan teliti.ia memberikan suntikan vaksin kepada Zidane karena lukanya yang cukup serius.


Di rumah sakit, mereka terus menungguinya dan mereka juga ikut menghawatirkan keadaannya.


"Apa dia akan baik-baik saja kak?"Sherly yang khawatir dengan keadaan Zidane.


"Tenang dek, dia bakalan sembuh kok.kita perlu sabar saja oke!"Ucap kak Al lembut dan menenangkan adik kesayangannya.


"Mudah-mudahan kak.soalnya, aku khawatir sama dia karena dia sudah menyelamatkan hidupku kak."Sherly berkata dengan lirih.


"Emang, apa yang dilakukanya sampai elu khawatir gitu?"Tanya Dika penasaran.


"Karena dia, gue selamat.dia meluk gue dengan erat dan membiarkan dirinya yang terkena dahan dan ranting patah saat kita terjatuh ke tebing itu."Tutur Sherly.


"Dia membahayakan nyawanya saat nolongin gue di rel kereta itu dan membuat gue selamat dari cengkraman jin penunggu jembatan."Sherly yang mengingat kejadian dimana dia hampir celaka.


"Maafin kita ya Sher, karena kita tak ada saat elu membutuhkan kita"Mereka tertunduk lesu karena merasa bersalah atas keselamatan sahabatnya itu.


"Apa sih kalian?itu udah berlalu, gak usah diingat-ingat lagi kali ah!"Dengan lembut, Sherly berkata sambil menghampiri mereka.


"Elu udah maafin kita kan?"Tanya mereka dan menatap ke arah Sherly.


"Alach, punya salah kagak.ngapain harus maafin segala sih!"Sherly tersenyum.


"Makasih ya beib"Mereka pun berpelukan.


"Ekhem.."Deheman kak Al langsung membuat mereka menoleh.


"Ada apa kak?"Tanya mereka kompakan.


"Kalian gak malu dilihatin orang-orang?Ini mah sakit lho!" Kak Al memperingatkan mereka karena semua orang menatap ke arahnya.


"Oh"Cuma itu yang keluar dari mulut mereka dan mereka pun melepaskan pelukannya.


Saat mereka baru melepaskan pelukannya, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan langkah kaki seseorang yang berlari karena terburu-buru.


Seorang pria berlari ke arah mereka dan dengan cepat.


"Lho kok, kamu?" "Kalian?"Ucap mereka berbarengan.


Hayo lho, siapa dia yang baru dateng ya?


Penasaran gak?


Makanya, ikutin terus cerita othor biar bobo nyenyak.


Dukung terus karya othor biar rajin upnya.

__ADS_1


Terima kasih.😘😘😘


__ADS_2