
"Hmmmhh?"Sherly terkejut dengan tepukkan di pundaknya yang di lakukan oleh seseorang.
"Siapa kamu?kenapa ada di area sini?" Suara barito seseorang yang menepuknya tadi.
Sherly pun berbalik dan mendapati seorang pria paruh baya yang menatapnya dengan tatapan nakal sedang berdiri di hadapannya.
"Maaf pak, tadi aku cuma mau mengambil barang dari kamar temanku"Ia memperlihatkan barang di tangannya.
"Lalu, untuk apa kamu kemari?gadis cantik" Pria itu menyeringai dengan tatapan laparnya.
"A..aaaku.."Sherly tak dapat berbicara.Ia terlalu takut menghadapi tatapan lapar pria mesum dari pada tatapan hantu.
"Jangan gugup gitu dong cantik, saya kan cuma bertanya"Ia terus maju mendekati Sherly yang terus mundur ke belakang.
Pria itu mengulurkan tangan dan ingin menyentuh wajah cantik Sherly, tibba-tiba tangan terulur itu di tahan oleh tangan kekar seseorang.
Grepp..
Ia menahan tangan nakal yang mau menyentuh wajah Sherly yang sedang ketakutan.
"Mau apa kamu?"Nada dingin dan datar dari si pelaku.
Pria mesum itu menatap tangannya yang tertahan kemudian menoleh ke arah seseorang yang berkata dengan dingin.
"Siapa kamu?"Pertanyaan keluar dari mulut si pria mesum.
"Aku tanya, kamu mau apa?"Di eratkannya pegangan tangan itu sampai si empunya tangan meringis kesakitan.
"Hei, lepaskan."Ia mencoba melepaskan tangannya di bantu tangan satunya lagi. Namun si pelaku tidak melepaskannya, ia malah semakin mengencangkan cengkramannya.
"Jangan coba-coba menyentuhnya!"Suara yang dingin mengintimidasi dan tatapan maut menusuk ke arah kedua bola mata si pria mesum.
Nyalinya menciut saat tatapan mata si pria dingin ini menusuk kedua bola matanya.
"Maafkan aku tuan, aku tidak akan mengganggunya lagi.maaf!"Ia menyatukan kedua tangannya.
Zidane langsung menarik tangan Sherly dan berlalu begitu saja meninggalkan pria mesum yang sedang menunduk memohon maaf padanya.
Sherly mengikuti tarikan tangan Zidane tanpa protes sedikitpun, dan Zidane langsung membuka pintu mobil untuk gadis yang biasanya berisik itu.
Saat di dalam mobil, Sherly tak berkata sedikitpun.Ia memilih diam dan tak bersuara.
"Kenapa diam saja?kamu menyesal karena aku datang kesana?"Seperti biasa, nada bicara Zidane tak pernah di ubahnya sedikitpun.
"Hah, enggak kok.gue cuma lagi berpikir aja!"Jawab Sherly singkat.
"Mikirin apa?"Zidane bertanya tanpa menoleh sedikit pun.
"Hemmm, gue heran deh.tadi saat gue di atas, gue denger ada suara wanita minta tolong.Tapi, saat gue ikutin arah suaranya, ternyata suaranya dari lantai atas"Sherly menatap ke arah Zidane yang sedang menyetir.
"Dan elu tahu gak, suaranya dari balik tembok yang basah tadi.aneh kan?" Lanjutnya lagi.
"Maksud kamu?"Tetap fokus menyetir.
"Iya aneh kan, masa ada suara minta tolong dari balik tembok sih?"Sherly terus berpikir.
Sedangkan Zidane terlihat cuek, ia tak perduli dengan apa yang di ceritakan gadis berisik itu.
__ADS_1
●●●●
Hari itu, seorang wanita datang ke tempat kost besar itu untuk mencari kamar kosong.
Ia menemui sang pemilik kost dan hari itu juga ia bisa tinggal di sana.
Pemilik kost yang bersuami seorang pemabuk, tidak tahu kalau suaminya itu sering menggoda para gadis atau wanita yang menyewa kamar kost nya.
Pada hari berikutnya, si ibu pemilik pergi ke luar kota karena salah satu keluarganya mengalami kecelakaan.Sehingga ia harus pergi.namun suaminya tidak pergi dengan alasan tidak ada yang menjaga di tempat kostnya.
Ini kesempatanku untuk merayu gadis-gadis cantik dan seksi itu, mungkin aku bisa sedikit bersenang-senang.Pikir si bapak itu.
Pagi itu, ia tak sengaja melihat si penghuni baru kamar kostnya sedang menjemur di atas loteng dan memakai pakaian mini.
Katanya, naluri lelaki itu lebih peka dan tegang saat pagi hari.Apalagi melihat paha mulus nan seksi.
Aturan, paha mulus istrinya aja pak.
Emang dasar tuh si tua bangka, kagak tahu namanya kepunyaan atau bukan.ia pengen embat aja.
Akhirnya, si bapak itu mendekati gadis seksi yang sedang menjemur pakaian.
Di dekapnya tubuh seksi itu dari belakang dan ia membungkam mulut gadis itu dengan tangannya.
"Emmmmm"Gadis itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari dekapan orang di belakangnya.
"Sssstttt, kalau kamu mau selamat, turuti semua keinginanku ya?"Si bapak berbisik di telinganya gadis itu.
Dengan mengangguk ia berusaha supaya dirinya bisa lepas.
Dekapannya pun di lepas, namun dirinya tak di biarkan begitu saja.Ia di tarik turun dan di bawa ke rumah si pemilik, dan ia pun mengunci pintu rumahnya.
"Hehh, sayang sekali aku membiarkanmu pergi begitu saja.aku ingin merasakan tubuh seksi dan indahnya seorang gadis"Pria itu berkata sambil mengelap ujung bibirnya uang basah karena air liur yang menetes.
Bau alkohol tercium dari mulut pria itu membuat si gadis semakin ketakutan.
"Tolong pak, lepaskan aku.aku mohon!"Ia terus memohon karena takut.
"Hahahaaa...ssrreeeppp..gadis cantik, kemarilah.Aku tidak akan kasar sedikitpun. Ayo mendekat!"Pria itu semakin maju untuk mendekat ke arahnya.
Gadis itu terus mundur sampai tubuh belakangnya menyentuh meja makan.Di liriknya meja itu yang ternyata ada pisau pengupas buah.ia pun mengacungkannya.
"Jangan mendekat, dasar tua bangka.kamu berusaha melecehkan seorang gadis tanpa sepengetahuan istrimu. Dasar kurang ajar!"Ia terus mengacungkan pisau ke arah pria pemilik kamar kostnya.
"Hahaha...jika kau berani membunuhku, lakukanlah?"Pria itu semakin mendekat.
Tak ada jalan lagi, gadis itu langsung menghunuskan pisai itu ke arah si pria jahat namun dengan mudah di tangkis olehnya.
Pisau itu terus di tarik oleh si pria namun si gadis tak mau melepaskan sehingga saling rebut benda itu pun terjadi.
Tiba-tiba...
Cleeebbb..
Pisau itu menusuk salah satu dari mereka dan ternyata yang tertusuk itu ialah si gadis muda yang sekarang terkapar di lantai karena pisau yang menembus dada sampai ke jantungnya.
Darah mengucur dari dada yang tertusuk dan mengalir di lantai membuat si pemilik rumah terkejut ketakutan.
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh, ia memilih mati di banding bersenang-senang denganku!"Ia langsung melempar pisau berlumur darah itu ke tong sampah.
Pria itu langsung membungkus mayat gadis itu dengan seprai dan mengangkutnya keluar.Namun, saat ia akan mengangkatnya ke luar, dari kejauhan terlihat anak-anak kost yang keluar untuk menuruni tangga karena ini jadwal mereka pergi bekerja atau pergi sekolah dan kampus.
Ia pun mengurungman niatnya dan masuk kembali ke dalam rumah, setelah semuanya pergi dan keadaan sudah sepi, barulah ia mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke lantai atas karena ia bingung harus membawa mayatnya kemana.
Pikiran jahatnya pun mendominasi jiwanya, sehingga tanpa perasaan, tubuh gadis itu di kubur dalam tumpukkan ditutupi oleh batu bata dan semen.mayat gadis itu di masukkan ke dalam corran tembok lantai dua yang sedang di bangun untuk di jadikan pilar tiang bangunan.
Semenjak kejadian itu, banyak orang mendengar jerit tangis dan minta tolong dari seorang wanita terdengar di tengah malam.
Istri pemilik kost pun bertanya dimana keberadaan gadis penyewa kamarnya? Namun ia tak mendapati kejelasan apapun karena suaminya mengatakan gadis itu telah pergi tanpa membayar uang sewa.
Sebulan telah berlalu, Iren yang di tinggal ibunya dan ayahnya pulang kembali ke padang, ia pun memilih tempat kost yang tak jauh dari kantor tempat ia bekerja.
Ia tak pernah tahu tentang kejadian atau mendengar apapun dari lantai itu karena ia sering pulang di temani Indra.bahkan Indra sering menginap di kamarnya.
(Mereka tidak melakukan apa-apa ya guys, Indra cuma numpang tidur doang tuh, dia kan pemuda baik.hehe..)
"Tolong"Suara lirih minta tolong terdengar di area lantai dua yang tak di ketahui siapa pun keberadaannya.
Seorang penghuni kamar yang mendengar teriakan minta tolong pun keluar.Mereka berpikir ada sesuatu yang terjadi pada teman satu kostnya.namun ia tak mendapati siapa pun di area itu.
"Tolong, hiks hiks"Sayup-sayup suara minta tolong pun terdengar lagi lebih lirih dari sebelumnya dan di tambah suara tangisan.
"Siapa itu?"Mereka mencari keberadaan suara orang yang minta tolong namun tak di jumpainya.
Mereka mengikuti suara itu sampai ke sebuah kamar yang kosong bekas kamar yang di sewa gadis itu.
"Hiks..hiks, tolong aku!"Tangisan terdengar di dalam kamar itu.
Tok..tok..tok..
"Mbak, mbak kenapa?apa ada sesuatu yang terjadi?"Mereka bertanya sambil mengetuk pintu kamar.
~Hening tak ada jawaban~
"Kenapa begitu sepi?apa dia tidur?"Mereka bertanya-tanya karena telah menunggu sekian lama di depan kamar itu namun tak ada jawaban apapun.
"Tolong!"Siara itu kembali terdengar, namun sekarang terdengar dari arah pilar lantai dua.
"Kok suaranya dari sana?"Mereka pun bingung di buatnya.
Tanpa bertanya lagi, mereka mendekat ke arah pilar lantai dua.
Saat di disana, dari tembok itu keluar cairan yang membuat tembok itu basah dan lembab di sekitarnya.
Bau busuk menyeruak di sekitaran area itu membuat mereka memuntahkan isi perut mereka."Wuuueeeeekkk"
Bau yang menusuk hidung sangat mengganggu indra penciuman mereka sehingga mereka menutup hidung dan berbalik pergi dari tempat itu.
Namun, belum sempat mereka melangkahkan kaki.Tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari balik tembok yang basah itu.
Sekarang, bukan suara lagi yang cuma terdengar dari balik tembok.Namun, sesosok gadis belia yang berwajah pucat dan tusukkan pisau di dada kirinya masih mengeluar darah segar.
Sosok itu keluar dari balik tembok dan mengulurkan tangan ke arah mereka dan berbicara dengan lirihnya."Tolong"
"Aaaaaaaaaa"Jeritan mereka menggema di lantai dua yang sepi karena penghuni kamar lain belum pulang.
__ADS_1
Mereka berlarian masuk ke kamarnya dan tak berani keluar lagi dan keesokannya mereka keluar dari tempat kost itu.
Sejak kejadian itu, banyak penghuni keluar dari tempat kost dan tak mau meneruskannya walau uang sewa sudah di bayarkan.Mereka tak mau lagi tinggal di sana sejak di datangi sosok gadis belia dari balik tembok pilar bangunan.