
Sherly mengikuti langkah si pria tampan penyelamatnya itu, dia terus mengikutinya sampai tengah hutan.dengan ocehannya yang tak jelas membuat si pria terganggu.
Entah tempat apa ini, karena hutan ini seperti tak ada kehidupan mahkluk hidup yang layak.membuat Sherly terus bertanya dan bertanya lagi.
Karena saking lelahnya dan ia pun tak fokus menatap jalan di depan.tiba-tiba ia terjatuh setelah tersandung sesuatu.
Deblugh
"Aduh.."Ringisan kecil gadis itu saat bokongnya menyentuh tanah.Ia mencoba berdiri namun tak bisa, karena kakinya dan pinggangnya terkilir.membuat ia tak bisa berdiri."Ssstttt..aww.sialan.sakit banget ini" Gerutu Sherly sambil memegang pinggang lalu kakinya.
Pria tampan itu menghentikan langkahnya, dan ia berbicara tanpa menoleh.
"Makanya tuh fungsi mata dipake yang bener, liatin jalan.bukan liatin sana sini gak jelas."Ketus si pria tampan.
Sherly yang tak terima denga ucapan lelaki di depannya pun protes."Memang mata yang di pake buat liat, tapi kan kaki yang di peke buat jalan"Ucap Sherly dengan bersungut.
"Lagian nih ya, kaki gue itu udah lelah dari pagi jalan terus, nendang sana sini, terus juga.."Ucapannya lansung di potong.
"Aku gak perduli, siapa yang suruh kamu buat ngelakuin itu semua!"Ucap si pria dengan mengangkat bahunya.
"Ya gue ngelakuin itu semua atas mau gue sendiri, gak ada yang nyuruh"Jelas Sherly.
"Ya sudah, nikmatin aja sendiri."Ucap pria itu santai dengan memasukan kedua tangannya ke dalam kantong celana jeans.
"Hish, elu itu pria yang kejam!gue ngelakuin itu semua karena gue mau nolongin sahabat gue.demi mereka gue rela walau harus menderita."Ucap Sherly pada pria tampan.
Pria tampan itu cuma mendengarkan dan bersidakep di depan Sherly.lalu ia berbicara.
"Kalau begitu, nikmati saja penderitaanmu sendiri gadis berisik.aku mau pergi."Kata pria itu lalu ia melangkah pergi.
"Dingin sekali sih tuh cowok, sebel.belum pernah gue di cuekin cowok.biasanya kan cowok yang caper sama gue terus ngelakuin apa aja buat gue.lah dia?dasar si king ice." Gerutu Sherly dengan melempar sepatu ke arah pria tampan itu, membuat dia terhenti.
"Ah..hahaha..gue gak sengaja.sorry ya?tadi gue mau lempar..??tikus, ya tikus..hehe.. sorry ya" Ucapnya berbohong setelah melihat ekspresi wajah dingin yang menyeramkan.
Pria itu pun berbalik lagi dan akan melangkahkan kakinya lagi.
"Hei..hei..king ice..eh..kakak, mas, abang woi. jangan tinggalin gue!"Seru Sherly berteriak memanggil pria tampan itu.
"Bang..woy..bang!"Teriak Sherly terus.
"Berhenti panggil aku bang, aku bukan abang somay, atau abang bakso."Ketusnya.
"Lagian di panggil gak nengok-nengok"Ucap Sherly dengan menundukkan kepalanya.
"Bisa kan kamu minta tolong!"Kata pria itu.
Sherly mendongakkan kepala kemudian mengangguk."Tolong"Ucapnya memelas.
Melihat tingkah Sherly yang seperti itu, membuat hati pria tampan itu menjadi luluh
"Haishh"Dia mendesis kemudian berbalik menghampiri Sherly yang masih terduduk di tanah.pria itu lalu berjongkok di depan Sherly."Naik lah"Ucapnya singkat.
"Aduh, gimana naiknya?"Tanya nya bingung "Pinggang gue sakit tau!"Ucapnya lagi.
"Huuchh..bisanya nyusahin saja."Ucap pria itu kesal.Dia menarik tangan Sherly pelan, kemudian menaruh tangan itu di pundak dan ia pun berdiri perlahan.
"Eh..sepatu gue!"Kata Sherly sambil menunjuk sepatunya yang di lempar tadi.
"Siapa suruh kamu lempar?"Ketus pria itu.
"Ish, lu ini ya.tadi gue kan bilang ada tikus. ayo cepet ambilin!"Kata Sherly memerintah.
Pria itu terdiam tak bergerak.
"O..oke.gue minta tolong ya"Ucapnya tahu kesalahan sendiri.
Pria itu menurunkan tubuh Sherly lagi, lalu mengambil sepatu gadis itu kemudian memberikannya pada Sherly.
"Pakein...!!pinggang gue sakit nih kalo tertekuk."Ucapnya dengan manja.namun si pria malah menaikkan sebelah alisnya.
Sherly mengerti maksud lelaki itu, dengan ekspresi datarnya.berarti ia tak setuju.
"Oke..oke..oke..gue pake sendiri"Ucapnya mengalah.dari pada di tinggal, mending di pake sendiri aja.pikirnya.
__ADS_1
Pria itu tersenyum sedikit, sedikit banget sampai tak terlihat.melihat tingkah Sherly yang menurutnya lucu.
Setelah melihat Sherly selesai memakai sepatunya.ia pun berjongkok kembali dan mengulurkan tangannya ke belakang untuk menyambut tangan Sherly.dengan perlahan ia berdiri dan melangkahkan kakinya.
Sherly yang sudah biasa di gendong seperti itu oleh seorang lelaki, misalnya ayahnya, kak Al, ataupun Dika.ia pun berceloteh ria.
"Aih, ternyata punggungmu lebar juga ya, seperti punggung kak Al, dan Dika.nyaman" UcapSherly yang berada di punggungnya.
Mendengar gadis itu menyebutkan nama lelaki, entah kenapa membuat pria itu sedikit marah.ia tak terima dengan penuturannya.
Pria itu diam tak bergerak.
"Eh,kok berhenti?ada apa?"Tanya Sherly.
"Jadi, kamu sudah biasa di gendong seperti ini sama lelaki?"Tanya pria itu dengan ketus
Sherly yang tak mengerti maksudnya, ia pun menjawab dengan santai."Iya, mereka udah biasa menggendongku"Ucapnya santai.
Deblugh
Sherly pun di turunkan paksa oleh pria itu.
"Aawww.."Sherly meringis kesakitan.
"Dasar cowok dingin, gila, brengs*k, psikopat, kurang ajar"Kata Sherly memaki pria itu.
Cowok dingin itu cuma bersidakep di depan Sherly dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa kamu mau minta tolong sama cowok gila ini?"Tanya nya dengan datar.
"Kenapa lu nurunin gue gitu aja, pinggang gue copot.huhuhuu.."Rengek Sherly sambil menangis.
Melihat gadis di depannya menangis, dia pun tak tega.lalu dengan kedua tangannya, ia menggendong tubuh kecil Sherly di depan ala bridal.dan menyuruh gadis itu melingkarkan tangannya di lehernya
Sherly diam tak bersuara, karena ia sudah tahu konsekuensinya jika ia berceloteh ria.
Sampailah mereka di ujung jalan raya, yang entah jalan daerah mana, Sherly pun tak tahu.
Mereka berdua menunggu di pinggir jalan, tak lama kemudian ada sebuah mobil truk pengangkut hewan ternak yang melintasi jalur itu.
Si Cowok dingin itu menghentikan truk dan meminta tumpangan pada mereka.dan mereka pun mengijinkannya setelah cowok itu memberikan sejumlah uang padanya.
"Ayo naik"Kata cowok itu yang menyuruh Sherly duduk di depan.
Sherly yang melihat dua orang pengemudi truk itu, bergidik ngeri.mereka terlihat menyeramkan dan mata mereka jelalatan. Jika harus duduk di depan dengan mereka, dia takut nanti di lecehkan.walaupun dia jago beladiri.tapi dengan keadaan yang seperti ini, takut membuatnya parah.
"Elu sendiri dimana?"Tanyanya pada Si cowok dingin.
"Aku di belakang,"Ucapnya singkat.
"Sudah cepet naik, keburu malam"Ucapnya lagi pada Sherly.
"Eng..engak ah.gue sama lu aja"Kata Sherly ragu.
"Dibelakang ada kambing sama sapi neng, emang mau duduk di sana?"Tanya salah seorang pengemudi truk itu."Mending disini saja sama kami neng"Katanya lagi.
"Mending gue sama kambing dari pada sama elu.dasar mata keranjang!"Batin Sherly.
Tanpa menoleh kepada kedua pengemudi itu Sherly menatap pada si cowok dingin.
"Gue sama elu aja ya, please...!"Ucapnya memohon.
Si pria tampan dingin itu pun bingung, apa harus mengajaknya duduk di belakang dengan hewan ternak, atau harus meninggalkan dia duduk dengan lelaki tua yang matanya jelalatan.
Dia pun berpikir sejenak sebelum berbicara.
"Hahh..ya sudah bang, aku dan dia akan duduk bersama kalian di depan"Ucapnya.
"Hei nak, bagaimana caranya kalian berdua duduk disini?sedangkan ini bisa di duduki satu orang saja lagi."Tanya si pengemudi.
"Aku bisa duduk dan memangkunya disini" Ucap si pria dengan yakin.membuat Sherly menoleh ke arahnya.dengan mata melotot, Sherly seperti protes terhadap ucapannya.
Begitu juga kedua lelaki pengemudi itu, mungkin hati mereka bertanya tanya.
__ADS_1
Cowok dingin itu mengerti akan aksi protes Sherly, dan juga rasa penasaran si pengemudi, ia pun menarik pinggang Sherly dan mendekapnya.kemudian ia berkata.
"Aku tak akan meninggalkan istriku sendiri bersama kalian!"Ucapnya yang sengaja menekankan kata istri membuat mereka bungkam.
Sherly tak dapat berkata lagi, dia menatap si cowok dingin dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mereka pun duduk di depan dengan Sherly yang duduk di pangkuan Cowok itu.
Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam, membuat mereka lelah dan Sherly yang tak nyaman duduk di atas pangkuan cowok itu.ia bergerak terus dan tak mau diam, membuat si cowok kesal.
"Jangan bergerak terus gadis bodoh, kau membangunkan dia yang tertidur"Bisik cowok dingin itu tepat di telinga Sherly.
"Siapa?"Tanya Sherly tak mengerti.
"Dia yang berada tepat di bawah bokongmu" Bisiknya lagi, membuat Sherly menoleh ke bawah dan mengerti akan maksud cowok itu.
"Ya ampun"Kata Sherly terlonjak kaget.dia langsung diam tak bergerak.
"Bagus, lebih baik seperti itu"Kata si cowok dengan santai.
Akhirnya Sherly duduk dengan anteng, tapi karena perjalanan yang jauh itu membuat rasa kantuknya datang.tanpa sadar Sherly tertidur dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang si King Ice.
Mereka yang melihat gadis itu tertidur dengan sedikit membuka kakinya, dengan nakal mereka melirik ke arah kaki jenjang Sherly.air liur mereka menetes begitu melihat kaki mulus gadis itu yang hanya mengenakan gaun pendek di bawah lutut.
Si King Ice yang melihat itu pun merasa tak nyaman, ia langsung membalikkan tubuh Sherly menyamping ke arah kaca dan ia pun mendekap tubuh Sherly dari samping.lalu membuka jaketnya dan menutupi tubuh Sherly dengan jaketnya.
Mereka langsung mengerti akan aksi si King Ice yang over protektif pada gadis yang di bilang istrinya itu.mereka pun mengalihkan pandangannya kembali ke arah depan.
Setelah sekian lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah mension besar milik si King ice.
Mereka pun berhenti dan membantunya untuk turun dan memegang si gadis, namun si King Ice itu tak membiarkannya.
Dengan kaki Sherly yang melingkarkan di pinggangnya, ia pun turun sambil memangku tubuh kecil Sherly, tanpa bantuan siapa pun.
Para penjaga yang melihat tuannya turun dari sebuah truk dengan menggendong seorang gadis, mereka tergopoh-gopoh berlarian ke arah tuannya.
"Tuan, mari saya bantu!"Ucap pengawalnya.
"Tidak, kalian lebih baik memberikan hadiah pada mereka."Perintahnya pada para pengawalnya.membuat kedua pengemudi itu senang.
"Wahh, terima kasih banyak tuan.semoga tuan di berkahi"Ucap mereka kegirangan.
Para pengawalnya pun memberikan sejumlah uang, namun mereka dipukulinya terlebih dahulu.
"Tuan, kenapa kami di pukuli?bukan kah kami telah menolongmu dan juga istrimu" Kata mereka tak terima dengan perlakuan yang di dapatnya.
"Istri?"Para pengawalnya saling pandang dengan penuturan supir truk itu.
"Itu hadiah buat kalian yang menolong dengan pamrih, kalau tadi aku tak duduk dengannya.mungkin kalian akan melakukan yang tidak-tidak padanya."Tutur Pria itu.
"Dan ini"Dia melemparkan amplop berisikan uang,"Untuk biaya transportasi tumpangan yang kalian berikan kepadaku."Ucapnya kemudian berlalu memasuki mansionnya.
"Ingat, jangan pernah mengatakan pada siapapun kalau tuan kami menumpang di truk bututmu ini!"Ancam para pengawalnya.
"Ba..baik tuan.kami tak akan menceritakan pada siapa pun"Ucap mereka takut.
"Terima kasih atas hadiahnya tuan.kami permisi"Ucapnya kemudian menyalakan mesin mobil dan segera pergi.
"Haish..apa tuan Zidane tak takut jika ada reporter yang membututinya?"Kata salah satu penjaga.
"Iya, eh tapi tunggu.tadi supir truk bilang dia memberikan tumpangan pada tuan dan istrimu.apa yang di maksud mereka itu gadis yang di gendong tuan Zidane?"Tanya salah satunya membuat mereka terdiam dan berpikir.
"Apa benar itu istri tuan Zidane?"Kata mereka masih berpikir dan bertanya tanya.
"Istri?Zidane sudah punya istri?"Tanya seseorang yang baru datang dan mengejutkan mereka.
*****Bersambung....
Like, komen, vote, rate, favorit dan share.
jangan lupa follow juga.
Terima kasih๐๐๐***
__ADS_1