
Ketujuh sahabatku dan suami mereka mengantarkan kami sampai depan kamar hotel
Kulihat Vita dan Rohaya sudah beberapa kali menguap lebar hingga akhirnya kami sampai depan pintu kamar tempat kami sekarang
"Selamat bulan madu ya bestie...." ucap keenamnya sambil memelukku
"Jangan lupa cerita ke kami besok" timpal Rohaya sambil menguap
Aku hanya terkekeh sambil mengusap-usap lengannya
Lalu mereka semua melambaikan tangan kearah kami dan membalikkan badan meninggalkan aku dan Tomi
Bahkan Vita sampai digendong oleh suaminya saking sudah mengantuknya dia
Aku sampai tertawa melihat suaminya yang tampak keberatan ketika menggendong Vita di belakangnya
Sementara yang lain berjalan bergandengan, bahkan Mila sampai melepas heels di kakinya dan berjalan nyeker karena memang dia paling susah jika disuruh pakai heels
"Bagaimana?, mau digendong kaya Vita juga?" tanya Tomi yang ku balas dengan cubitan kecil
Tomi terkekeh, lalu meletakkan sebuah card di depan pintu sehingga pintu terbuka
Aku langsung menggandeng tangan Tomi ketika kami masuk, dan dengan segera Tomi mengunci pintu
Aku langsung berjalan sendirian kearah meja dan mulai melepaskan ikatan rambut di kepalaku.
Sedangkan Tomi tampak mengendurkan dasi kupu-kupu yang sejak tadi melingkar di lehernya lalu melepas tuxedo dan meletakkannya di kursi
Tomi mendekat ke arahku dan membantuku melepaskan resleting gaun
Aku segera memintanya berbalik ketika aku akan melepaskan gaun, tapi Tomi menolak dengan menggelengkan kepalanya dengan kuat
Dengan sedikit memaksa, aku mendorong tubuh Tomi agak menjauh dan masih dengan memaksa aku membalikkan tubuhnya
Tomi terkekeh dengan perbuatanku, tapi akhirnya dia menurut
Ketika gaun telah lepas dari tubuhku aku kebingungan sendiri karena aku belum mengambil baju tidurku yang memang tadi sudah disiapkan oleh Putri
"Sudah belum?" tanya Tomi sambil menggaruk keningnya
Aku kembali memintanya untuk tidak membalikkan badannya karena aku akan berlari kearah lemari
Tapi ternyata Tomi yang mendengar suara lemari dibuka segera membalikkan badannya dan dengan segera menyerang ku
Aku yang kaget dengan aksinya, berusaha melepaskan dekapannya dan berusaha kuat melepaskan tangannya yang telah melingkar di pinggangku
"Nggak usah pakai baju" bisik Tomi yang membuatku langsung menghentikan tanganku yang tengah meraih baju piyama
Melihatku tertegun ternyata menjadi kesempatan emas untuk Tomi membalikkan badanku menghadapnya
Dengan rakus kembali Tomi melahap bibirku. Tak sampai di sana saja, Tomi turun ke leher hingga membuatku bergerak tak teratur
__ADS_1
Karena tuntutan Tomi yang kian menekan ku, dengan mudahnya aku yang hanya memakai bikini telah polos bagian atas
Entah bagaimana ceritanya kami berdua sudah berada di atas ranjang yang kembali penuh dengan kelopak mawar dan juga hiasan dua ekor burung berwarna putih
Tomi sepertinya memang sudah kalap ingin memangsa ku kembali, karena begitu kami di atas ranjang, dia semakin tak terkendali sehingga membuatku hanya bisa menarik apa saja yang ada didekat tanganku sambil merintih tertahan
Ranjang sudah tidak karuan lagi bentuknya, tapi permainan panjang kami masih saja belum selesai
Entah sudah berapa kali aku lepas kendali, tapi tidak dengan Tomi. Dia masih saja bergerak bebas di atas tubuhku sambil terus melabuhkan ciuman di bibir dan seluruh bagian tubuhku yang lain
Sampai akhirnya Tomi berteriak tertahan dan jatuh di atas tubuhku, barulah aku bisa menarik nafas lega dengan nafas tersengal
Nafas kami sama-sama memburu dan tersengal, dan peluh membanjiri seluruh tubuh kami. Terlebih tubuh Tomi yang berkeringat sangat banyak
Aku menepuk pelan punggungnya sehingga Tomi jatuh di sampingku dengan langsung menarik keningku dan menciumnya dengan dalam
"Terima kasih sayang......" lirihnya sambil segera merentangkan tangannya kebelakang kepalaku sehingga membuatku langsung meletakkan kepalaku di atas lengannya
Setelah itu kami sama-sama terlelap dalam keadaan polos.
...----------------...
Aku membuka mataku dengan malas ketika merasakan ada sesuatu yang bergerak di atas tubuhku. Dengan mata yang masih berat, aku berusaha untuk membuka mata dengan sempurna
"Hemmm......" kalimat itu lolos dari bibirku ketika aku merasakan kenikmatan dari hisapan Tomi di dadaku
"Maaf sayang, adikku tidak mau diajak kompromi" lirih Tomi sambil merangkak di atas tubuhku lalu mendaratkan ciuman di keningku
Hingga akhirnya kembali terjadi gempa lokal dan suara nyeracau tak jelas dari mulut kami berdua yang kembali dimabuk permainan panjang yang memabukkan ini
Dan tenaga Tomi seperti tak ada habisnya, sejak tadi dia masih saja bersemangat, seakan tak merasakan lelah sedikitpun
Sampai akhirnya kembali Tomi jatuh diatas tubuhku seperti tadi dan karena kelelahan kembali kami terlelap
Entah sudah berapa jam kami tertidur. Karena begitu aku bangun, kulihat dari pantulan kaca yang tertutup tirai sepertinya sudah siang
Aku kembali mengangkat tangan Tomi yang melingkar di perutku dan berusaha mencari cd ku yang entah dibuang Tomi kemana.
Aku sedikit mendecak karena aku tidak menemukannya. Lalu tanpa ragu aku turun dari atas ranjang dan berjalan kearah kamar mandi, mengambil handuk dan melilitkannya ke tubuhku
Aku menarik tirai sehingga pantulan terang matahari langsung masuk ke kamar kami
Dengan segera aku membuka jendelanya agar udara segar masuk. Lalu aku duduk di depan meja memperhatikan leher dan tulang selangka ku yang memerah bekas perbuatan Tomi
Lalu aku menoleh kearah ranjang, dimana Tomi masih tampak terlelap dengan posisi sedikit tengkurap
Aku menyunggingkan senyuman ketika melihat wajahnya yang tampak tenang.
Pikiranku melayang jauh, tidak menyangka sama sekali jika lelaki yang dulu sempat sangat aku cintai, lalu sangat aku benci hingga aku bersumpah tidak ingin melihat wajahnya lagi, sekarang malah menjadi suamiku
Aku menarik nafas panjang dengan wajah sendu ketika teringat bagaimana perjuangan Tomi selama ini meyakinkanku, jika memang dialah yang mencintaiku
__ADS_1
"Aku mencintaimu Tomi..." lirihku sambil terus menatap lekat wajahnya
Tomi bergerak lalu membuka matanya. Dan aku langsung tersenyum begitu melihat matanya yang terbuka
"Pagi istriku....." sapanya dengan suara khas bangun tidur
Aku masih tersenyum ketika Tomi mengucapkan kalimat tersebut. Lalu Tomi menepuk-nepuk kasur di depannya
Aku menggeleng yang membuat Tomi cemberut
"Ayo bangun, sudah siang loh, nggak lapar apa?"
Tomi menggeleng
"Ayo bangun, kita mandi" ucapku sambil berdiri dan berjalan kearahnya
Uluran tanganku langsung disambut keras oleh Tomi sehingga membuatku langsung jatuh kembali di atas ranjang
Aku menjerit tertahan ketika Tomi membalik badanku dan langsung menyerang ku dengan menarik cepat handuk yang melilit di tubuhku
Selanjutnya dia sudah rakus melahap dadaku hingga kembali bergerilya di sekujur tubuhku
Sampai akhirnya permainan panas kembali kami ulangi di pagi menjelang siang ini
Aku sudah menjerit tertahan tak karuan karena keganasan Tomi tapi tidak dengan Tomi
Aku harus menyiapkan tenaga ekstra untuk menghadapi keliarannya, sampai akhirnya gempa lokal yang sangat keras berhasil membuat Tomi ambruk di atas tubuhku
Dan kembali nafas kami tersengal-sengal dan terdengar memburu
Aku yang benar-benar merasa kelelahan, berusaha untuk bangun dan menoleh kearah Tomi yang ikut duduk
Kembali dengan manisnya Tomi mencium bahuku kiriku, sambil melingkarkan tangan satunya melewati bahu kananku
"Ayo mandi, sudah itu kita cari makan. Aku lapar" lirihku sambil mengusap kepalanya
Tomi mengangguk. Lalu dia melepaskan dekapannya padaku, dan aku memungut handuk di lantai dan melilitkannya lagi ke tubuhku
Kemudian aku berjalan kearah kamar mandi dan mengambilkan handuk lain untuk Tomi
Baru setelah itu kami berjalan masuk kamar mandi
Tapi ternyata aku salah, niatku yang memang benar-benar ingin mandi ternyata disalahgunakan oleh Tomi dengan kembali menggerayangi tubuhku
Terlebih ketika seluruh tubuhku basah terkena air dari shower yang mengalir
"Ya ampun, begini ya ternyata birahi duda akut" ucapku sambil tertawa ketika Tomi kembali berusaha menerobos pertahananku
Tomi hanya tertawa sambil menggigit kecil bibirku ketika aku menertawakannya
Sampai akhirnya kembali kami bermain di kamar mandi. Suara Tomi ternyata lebih tak terkendali ketika kami bermain di bawah guyuran pelan shower, hingga aku juga terpengaruh olehnya dengan ikut berteriak kecil tak terkendali
__ADS_1