Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Area 21+


__ADS_3

Ketujuh sahabatku dan suami mereka mengantarkan kami sampai depan kamar hotel


Kulihat Vita dan Rohaya sudah beberapa kali menguap lebar hingga akhirnya kami sampai depan pintu kamar tempat kami sekarang


"Selamat bulan madu ya bestie...." ucap keenamnya sambil memelukku


"Jangan lupa cerita ke kami besok" timpal Rohaya sambil menguap


Aku hanya terkekeh sambil mengusap-usap lengannya


Lalu mereka semua melambaikan tangan kearah kami dan membalikkan badan meninggalkan aku dan Tomi


Bahkan Vita sampai digendong oleh suaminya saking sudah mengantuknya dia


Aku sampai tertawa melihat suaminya yang tampak keberatan ketika menggendong Vita di belakangnya


Sementara yang lain berjalan bergandengan, bahkan Mila sampai melepas heels di kakinya dan berjalan nyeker karena memang dia paling susah jika disuruh pakai heels


"Bagaimana?, mau digendong kaya Vita juga?" tanya Tomi yang ku balas dengan cubitan kecil


Tomi terkekeh, lalu meletakkan sebuah card di depan pintu sehingga pintu terbuka


Aku langsung menggandeng tangan Tomi ketika kami masuk, dan dengan segera Tomi mengunci pintu


Aku langsung berjalan sendirian kearah meja dan mulai melepaskan ikatan rambut di kepalaku.


Sedangkan Tomi tampak mengendurkan dasi kupu-kupu yang sejak tadi melingkar di lehernya lalu melepas tuxedo dan meletakkannya di kursi


Tomi mendekat ke arahku dan membantuku melepaskan resleting gaun


Aku segera memintanya berbalik ketika aku akan melepaskan gaun, tapi Tomi menolak dengan menggelengkan kepalanya dengan kuat


Dengan sedikit memaksa, aku mendorong tubuh Tomi agak menjauh dan masih dengan memaksa aku membalikkan tubuhnya


Tomi terkekeh dengan perbuatanku, tapi akhirnya dia menurut


Ketika gaun telah lepas dari tubuhku aku kebingungan sendiri karena aku belum mengambil baju tidurku yang memang tadi sudah disiapkan oleh Putri


"Sudah belum?" tanya Tomi sambil menggaruk keningnya


Aku kembali memintanya untuk tidak membalikkan badannya karena aku akan berlari kearah lemari


Tapi ternyata Tomi yang mendengar suara lemari dibuka segera membalikkan badannya dan dengan segera menyerang ku


Aku yang kaget dengan aksinya, berusaha melepaskan dekapannya dan berusaha kuat melepaskan tangannya yang telah melingkar di pinggangku


"Nggak usah pakai baju" bisik Tomi yang membuatku langsung menghentikan tanganku yang tengah meraih baju piyama


Melihatku tertegun ternyata menjadi kesempatan emas untuk Tomi membalikkan badanku menghadapnya


Dengan rakus kembali Tomi melahap bibirku. Tak sampai di sana saja, Tomi turun ke leher hingga membuatku bergerak tak teratur

__ADS_1


Karena tuntutan Tomi yang kian menekan ku, dengan mudahnya aku yang hanya memakai bikini telah polos bagian atas


Entah bagaimana ceritanya kami berdua sudah berada di atas ranjang yang kembali penuh dengan kelopak mawar dan juga hiasan dua ekor burung berwarna putih


Tomi sepertinya memang sudah kalap ingin memangsa ku kembali, karena begitu kami di atas ranjang, dia semakin tak terkendali sehingga membuatku hanya bisa menarik apa saja yang ada didekat tanganku sambil merintih tertahan


Ranjang sudah tidak karuan lagi bentuknya, tapi permainan panjang kami masih saja belum selesai


Entah sudah berapa kali aku lepas kendali, tapi tidak dengan Tomi. Dia masih saja bergerak bebas di atas tubuhku sambil terus melabuhkan ciuman di bibir dan seluruh bagian tubuhku yang lain


Sampai akhirnya Tomi berteriak tertahan dan jatuh di atas tubuhku, barulah aku bisa menarik nafas lega dengan nafas tersengal


Nafas kami sama-sama memburu dan tersengal, dan peluh membanjiri seluruh tubuh kami. Terlebih tubuh Tomi yang berkeringat sangat banyak


Aku menepuk pelan punggungnya sehingga Tomi jatuh di sampingku dengan langsung menarik keningku dan menciumnya dengan dalam


"Terima kasih sayang......" lirihnya sambil segera merentangkan tangannya kebelakang kepalaku sehingga membuatku langsung meletakkan kepalaku di atas lengannya


Setelah itu kami sama-sama terlelap dalam keadaan polos.


...----------------...


Aku membuka mataku dengan malas ketika merasakan ada sesuatu yang bergerak di atas tubuhku. Dengan mata yang masih berat, aku berusaha untuk membuka mata dengan sempurna


"Hemmm......" kalimat itu lolos dari bibirku ketika aku merasakan kenikmatan dari hisapan Tomi di dadaku


"Maaf sayang, adikku tidak mau diajak kompromi" lirih Tomi sambil merangkak di atas tubuhku lalu mendaratkan ciuman di keningku


Hingga akhirnya kembali terjadi gempa lokal dan suara nyeracau tak jelas dari mulut kami berdua yang kembali dimabuk permainan panjang yang memabukkan ini


Dan tenaga Tomi seperti tak ada habisnya, sejak tadi dia masih saja bersemangat, seakan tak merasakan lelah sedikitpun


Sampai akhirnya kembali Tomi jatuh diatas tubuhku seperti tadi dan karena kelelahan kembali kami terlelap


Entah sudah berapa jam kami tertidur. Karena begitu aku bangun, kulihat dari pantulan kaca yang tertutup tirai sepertinya sudah siang


Aku kembali mengangkat tangan Tomi yang melingkar di perutku dan berusaha mencari cd ku yang entah dibuang Tomi kemana.


Aku sedikit mendecak karena aku tidak menemukannya. Lalu tanpa ragu aku turun dari atas ranjang dan berjalan kearah kamar mandi, mengambil handuk dan melilitkannya ke tubuhku


Aku menarik tirai sehingga pantulan terang matahari langsung masuk ke kamar kami


Dengan segera aku membuka jendelanya agar udara segar masuk. Lalu aku duduk di depan meja memperhatikan leher dan tulang selangka ku yang memerah bekas perbuatan Tomi


Lalu aku menoleh kearah ranjang, dimana Tomi masih tampak terlelap dengan posisi sedikit tengkurap


Aku menyunggingkan senyuman ketika melihat wajahnya yang tampak tenang.


Pikiranku melayang jauh, tidak menyangka sama sekali jika lelaki yang dulu sempat sangat aku cintai, lalu sangat aku benci hingga aku bersumpah tidak ingin melihat wajahnya lagi, sekarang malah menjadi suamiku


Aku menarik nafas panjang dengan wajah sendu ketika teringat bagaimana perjuangan Tomi selama ini meyakinkanku, jika memang dialah yang mencintaiku

__ADS_1


"Aku mencintaimu Tomi..." lirihku sambil terus menatap lekat wajahnya


Tomi bergerak lalu membuka matanya. Dan aku langsung tersenyum begitu melihat matanya yang terbuka


"Pagi istriku....." sapanya dengan suara khas bangun tidur


Aku masih tersenyum ketika Tomi mengucapkan kalimat tersebut. Lalu Tomi menepuk-nepuk kasur di depannya


Aku menggeleng yang membuat Tomi cemberut


"Ayo bangun, sudah siang loh, nggak lapar apa?"


Tomi menggeleng


"Ayo bangun, kita mandi" ucapku sambil berdiri dan berjalan kearahnya


Uluran tanganku langsung disambut keras oleh Tomi sehingga membuatku langsung jatuh kembali di atas ranjang


Aku menjerit tertahan ketika Tomi membalik badanku dan langsung menyerang ku dengan menarik cepat handuk yang melilit di tubuhku


Selanjutnya dia sudah rakus melahap dadaku hingga kembali bergerilya di sekujur tubuhku


Sampai akhirnya permainan panas kembali kami ulangi di pagi menjelang siang ini


Aku sudah menjerit tertahan tak karuan karena keganasan Tomi tapi tidak dengan Tomi


Aku harus menyiapkan tenaga ekstra untuk menghadapi keliarannya, sampai akhirnya gempa lokal yang sangat keras berhasil membuat Tomi ambruk di atas tubuhku


Dan kembali nafas kami tersengal-sengal dan terdengar memburu


Aku yang benar-benar merasa kelelahan, berusaha untuk bangun dan menoleh kearah Tomi yang ikut duduk


Kembali dengan manisnya Tomi mencium bahuku kiriku, sambil melingkarkan tangan satunya melewati bahu kananku


"Ayo mandi, sudah itu kita cari makan. Aku lapar" lirihku sambil mengusap kepalanya


Tomi mengangguk. Lalu dia melepaskan dekapannya padaku, dan aku memungut handuk di lantai dan melilitkannya lagi ke tubuhku


Kemudian aku berjalan kearah kamar mandi dan mengambilkan handuk lain untuk Tomi


Baru setelah itu kami berjalan masuk kamar mandi


Tapi ternyata aku salah, niatku yang memang benar-benar ingin mandi ternyata disalahgunakan oleh Tomi dengan kembali menggerayangi tubuhku


Terlebih ketika seluruh tubuhku basah terkena air dari shower yang mengalir


"Ya ampun, begini ya ternyata birahi duda akut" ucapku sambil tertawa ketika Tomi kembali berusaha menerobos pertahananku


Tomi hanya tertawa sambil menggigit kecil bibirku ketika aku menertawakannya


Sampai akhirnya kembali kami bermain di kamar mandi. Suara Tomi ternyata lebih tak terkendali ketika kami bermain di bawah guyuran pelan shower, hingga aku juga terpengaruh olehnya dengan ikut berteriak kecil tak terkendali

__ADS_1


__ADS_2