Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Resepsi


__ADS_3

Aku terjaga begitu mendengar HP ku berdering berkali-kali tanpa henti. Dengan cepat aku membuka mataku dan menoleh ke arah samping melihat Tomi yang masih nampak terlelap.


Dengan cepat aku. Mengangkat tangan Tomi yang ada di atas perutku lalu berusaha untuk duduk.


Kembali hp ku berdering yang membuatku langsung menurunkan kakiku.


Tapi baru saja aku akan berdiri, aku tersadar begitu mengetahui jika keadaanku masih polos.


Dengan cepat aku menarik selimut yang menutupi tubuh kami, lalu melilitkannya ke tubuhku dan berjalan menuju meja, mengambil hp.


Betapa kagetnya aku begitu melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Lisa.


Dan lebih kaget lagi, ketika aku melihat jam analog di hp menunjukkan hampir pukul 07.00 malam.


Dengan terburu aku langsung menerima panggilan dari Lisa ketika kembali di layar tertera namanya


"Kamu di mana Din, kamu lagi ngapain?, kamu masih hidup kan?" ucap Lisa dengan nada kesal begitu panggilannya aku jawab.


"Iya maaf banget Lis, aku ketiduran. Aku nggak tahu kalau kamu nelpon".


"Ya ampun Dinda, itu mua yang akan mendandani kamu itu sudah menunggu lebih dari satu jam di depan kamar. Berkali-kali dia ketok-ketok pintu, tapi nggak ada jawaban apa pun. Kalian lagi ngapain sih?".


"Ah sudahlah, aku juga sudah tahu apa yang kalian lakukan. Kan kalian juga sudah sah jadi suami istri. Kamu juga kelewatan kok sampai nggak denger suara HP berdering. Kamu lihat kan berapa banyak panggilan dari aku?".


Aku langsung menelan ludah ku mendengar ocehan dari Lisa.


"Udah, pokoknya sekarang kamu buka pintu. Itu mua sudah menunggu. Ingat jam 08.00 malam kamu harus sampai di gedung"


Aku tidak menjawab lagi pertanyaan dari Lisa karena aku langsung berjalan ke arah pintu dan langsung membuka pintu. Dan ternyata benar, dua orang MUA sudah berdiri di depan pintu.


Wajah dua orang lelaki gemulai itu langsung jutek begitu melihat wajahku, dan tanpa permisi mereka masuk melewati ku


Dan aku langsung tersenyum nggak enak ke arah mereka yang tampaknya marah itu


"Maaf..." ucapku.


"Awwwww....." mereka langsung berteriak kencang sambil membalikkan badannya yang membuatku langsung berjalan masuk dengan susah payah karena selimut yang melilit di tubuhku


"Kalian ngapain disini!!!!" bentak Tomi yang membuatku kaget sekaligus bercampur tawa


Bagaimana aku bisa seceroboh ini, Tomi tidur dalam keadaan polos sama sepertiku, ehh malah selimutnya aku ambil, jelas saja dua lelaki gemulai ini kaget


Tomi menutupi pahanya dengan bantal sementara aku terus menahan tawa agar tidak meledak. Sementara dua orang mua yang jadi kaget ikut cekikikan


"Maaf kak, aku lupa" ucapku sambil mendekat kearah Tomi yang masih terlihat kesal


"Kamu juga ngapain bukain pintu untuk mereka?" tanya Tomi sambil mengusap kepalaku


"Kak, ini sudah jam 07.00 malam, Lisa udah marah sama aku"


"Hah, serius ini sudah jam 07.00?"


Aku mengangguk mendengar pertanyaan Tomi

__ADS_1


"Kalian berdua ngapain masih berdiri di sana?, bukannya langsung bekerja" ucap Tomi kembali dengan nada kesal bercampur panik


"Apa mbak sama mas nggak akan mandi dulu?" tanya salah satu dari mereka setelah membalikkan badannya


Aku dan Tomi langsung berdiri cepat yang kembali membuat lelaki gemulai itu terpekik dan menutupkan sebelah tangannya ke samping matanya


Aku dan Tomi tidak memperdulikan mereka lagi, dengan cepat kami berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi


Aku kembali berusaha membuang tangan Tomi yang bergerilya di tubuhku ketika shower mulai membasahi tubuh kami


"Waktunya mepet kaaak....." ucapku sambil menumpahkan shampo ke kepalaku dan memberikan botolnya pada Tomi


Sementara dua orang mua yang menunggu di luar, segera mengeluarkan semua persiapan mereka. Dan keduanya duduk dengan gelisah karena pasangan pengantin masih belum juga keluar dari kamar mandi


Mereka mendecak kesal dan kembali duduk berdiri karena pengantin itu belum keluar juga padahal sudah hampir sepuluh menit


"Apa kita ketok saja pintu kamar mandinya?" usul salah satu dari mereka


Saat mereka akan berjalan kearah kamar mandi, kami keluar dengan memakai handuk


"Ngapain kalian?" tanya Tomi yang membuat mereka berdua kaget


"Sudah stop berdebatnya" ucapku sambil menarik tangan Tomi dan mengajaknya berganti baju


"Kalian hadap sana!" kembali Tomi berkata ketus ketika kami berdua akan berganti baju


"Kakak, nggak boleh kaya gitu" ucapku sambil cemberut


Selesai dengan memakai pakaian yang tadi diletakkan kedua mua itu di atas ranjang, kami segera berjalan ke arah dua mua tersebut


Selagi aku sibuk di make-up, hp ku berdering


"Iya bestie, ini masih di dandan" ucapku menerima panggilan video grup


"Ya ampun, kalian berdua benar-benar, ya?" ucap Mila dengan nada kesal


"Putri sama suaminya sudah dijalan jemput kalian" sambung Lisa


Aku menganggukkan kepalaku mendengar perkataannya, lalu panggilan berakhir


Setengah jam berikutnya pintu kamar kami diketuk, dan aku meminta mua yang telah selesai mendandani Tomi untuk membukakan pintu


"Masih lama?" tanya Putri yang ku balas dengan mengangkat bahu


Putri ikut mengamati wajahku lalu ikut merapikan bulu mataku


"Sudah, perfect" ucap mua begitu dia selesai semua mendandani dan merapikan gaun yang ku kenakan


Suami Putri yang mengobrol dengan Tomi ikut menoleh ketika mendengar mua tersebut berbicara


"Ayok!" ucapnya sambil meraih tangan Putri, dan Tomi meraih tanganku


Dua mua berjalan di belakang kami. Dan gaunku yang panjang sedikit kuangkat ketika kami berjalan keluar dari dalam hotel

__ADS_1


Aku dan Tomi duduk di bagian tengah, sementara dua mua tadi naik mobil mereka sendiri


"Kok bisa lama sih?" tanya Mila begitu kami sampai di gedung resepsi


Aku hanya bisa nyengir mendengarnya ngedumel


"Sudah sayang....." ucap kak Julistiar yang mengulurkan tangannya ke arahku dan Tomi


Aku sedikit terbelalak ketika melihat sahabatku yang lain muncul dengan suami mereka masing-masing dan yang paling membuat takjub, ketujuh sahabatku rupanya memakai seragam Bridesmaids warna rose gold dan suami mereka juga memakai seragam groomsmen model tuxedo yang sama dengan Tomi yang juga memakai tuxedo. Hanya warna kami saja yang berbeda dengan mereka


"Nggak usah julid gitu lihatnya" protes Rohaya ke arahku yang ku balas dengan terkekeh


"Ayo, buruan masuk" ucap adiknya Tomi begitu melihat kami masih berdiri di depan gedung


Secara kompak kami mulai berbaris, aku dan Tomi diapit oleh keenam sahabatku, sementara suami mereka mengiring di belakang


Tempat acara malam ini begitu penuh. Kami yang masuk langsung disambut dengan tatapan takjub, dan aku yang melingkarkan tanganku di lengan Tomi tak hentinya mengembangkan senyumku


Hingga akhirnya acara di mulai dan semua tamu bersalaman dengan kami. Aku tampak kaget begitu pak Endro cs sampai di depan kami


Mereka berlima yang dulu pernah terlibat masalah piutang padaku tampak ikut bahagia melihat kebahagiaan kami


"Selamat ya mbak Dinda, pak Tomi" ucap mereka ketika menyalami kami


Begitu juga ketika teman sekantorku menyalami kami, aku sampai terharu ketika bu Halimah dan Nadia memelukku dengan erat. Dan pak Kusno kembali mengusap kepalaku, kulihat ada raut haru di wajahnya yang membuatku menggenggam erat tangan beliau dengan mengucapkan terima kasih


Giliran pak Bagaskoro dan pak Arsen yang tiba, keduanya langsung tertawa sambil memeluk Tomi


"Akhirnya melepas masa lajang juga bos kita satu ini" goda mereka


Aku hanya tersipu malu ketika keduanya menjabat tanganku


"Titip sahabat kita mbak ya, kalau dia nakal bilang sama kita"


Aku kembali tersenyum ketika mendengar ucapan pak Arsen


Tamu undangan yang tak kalah membuat aku dan Tomi kaget adalah teman sekolah kami ketika SMA yang merantau jauh datang semua


"Serius ini kalian?" tanya Tomi ketika teman satu teamnya di basket dulu datang semua


Mereka hanya terbahak sambil memeluk erat Tomi


"Bagaimana kami tidak datang, anak kapolda yang ngancam" jawab mereka yang dibalas Mila dengan pukulan keras


Hampir seluruh teman kami satu SMA dulu datang, bahkan Marina yang lagi hamil besar pun datang. Dan aku mengelus perut besarnya sambil mencium hangat pipinya


"Aku doain semoga kamu cepat hamil lagi ya Din" bisik Marina yang ku jawab dengan anggukan


Hingga tengah malam acara belum juga selesai. Aku dan Tomi sudah berbaur dengan tamu undangan kami, kami sibuk saling melepas kangen terlebih dengan teman masa sekolah dulu


"Nggak nyangka ya kalian akhirnya berjodoh" ucap teman team basket Tomi


Lalu mereka mulai bercerita bagaimana dulu Tomi begitu galau setiap kali berantem dan ku ancam putus. Dan tak kalah hebohnya tentu saja keenam sahabatku

__ADS_1


Mereka kembali mengungkit masa lalu kami yang pacaran sering sekali ngumpet di wc hanya untuk bertemu sebentar, setelah itu masuk ke kelas kembali


__ADS_2