Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Pergi Liburan


__ADS_3

Tomi terus mengusap kepalaku saat aku yang mendekapnya tak berhenti menangis


"Maafkan kakak jika ini membuat kamu sedih" lirihnya


Aku melepas dekapanku, lalu mengusap kasar wajahku


"Aku tu terharu tauuuu...."


Tomi terkekeh mendengar nada merajuk ku lalu kembali dia mendekap ku


"Terima kasih ya sayang karena telah memberi kesempatan kedua untuk kakak"


Aku mengangguk dan kembali mengeratkan dekapan ku. Secara spontan aku mencium dalam aroma tubuh Tomi yang entah kok membuatku suka


"Kita beresin saja dulu ranjangnya...." bisik Tomi


Aku memukul punggungnya dan terus saja mendekapnya, dan Tomi terkekeh


"Say you love me Dinda..." lirih Tomi yang membuatku melepas dekapanku dan memandang heran padanya


Aku tidak menjawab permintaannya melainkan segera melangkahkan kakiku melewati pahanya. Aku langsung duduk di pahanya dengan melingkarkan kedua tanganku ke lehernya


Kemudian tanpa ragu dan tanpa malu-malu aku mencium bibirnya dengan rakus


Dan hal selanjutnya sudah bisa ditebak apa yang kami lakukan. Hingga akhirnya sebelum terpejam aku mengambil tangan Tomi dan memeluknya


"Aku sangat mencintaimu Tomi, sangat mencintaimu" lirihku


Tomi tersenyum dan mengecup keningku dengan dalam


----------------


Senin pagi


Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan jika aku selalu bangun pagi tak perduli walau sekarang sudah berganti pasangan, tetap saja aku bangun pagi


Sebelum turun dari ranjang aku mencium pipi Tomi dengan kasar dengan menekan kuat dan menempelkan pipiku dengan kuat ke wajahnya berkali-kali dan bergantian kanan kiri hingga membuat Tomi membuka matanya dan langsung menarik ku


"Jangan salahkan kakak jika kakak kembali memangsa kamu" lirih Tomi dengan nafas memburu


Aku yang sudah berada di bawah kungkungannya hanya bisa tergelak ketika mendengar ucapannya


Dan gelak tawaku berubah gumaman tak jelas ketika Tomi kian ganas bergerilya di seluruh tubuhku


Ranjang yang semalam sewaktu kami sampai masih banyak barang di atasnya, kini sebagian telah jatuh entah kemana.


Aku yang kembali bangun duluan karena hp berdering segera turun dari atas ranjang


"Pak Burlian???" ucapku dengan nada panik begitu melihat di layar tertera nama bos di kantorku


Dengan gugup aku segera menjawab panggilan beliau dan berusaha untuk tenang


"Maaf Din ganggu kamu, Tomi ada?"


Aku langsung menelan ludahku ketika mendengar suara beliau menanyakan Tomi


"Eh, anu pak. Tomi nya ada. Tapi dia masih tidur" jawabku takut-takut


"Oh..., mungkin dia lelah" jawab pak Burlian. Kemudian terdengar suara tawa beliau yang membuat aku memejamkan mataku karena malu


"Ehm, pak benar aku cuti?" tanyaku takut-takut


"Ah iya, saya lupa kasih tahu kamu Din. Tentulah kamu saya kasih cuti, adik saya itu ingin honey moon sama kamu, makanya hp dia sejak kalian menikah tidak pernah aktif" kembali terdengar tawa pak Burlian yang kembali membuatku memejamkan mataku menahan malu


"Tapi pak aku kemarin kan sudah lama cuti, masa ini cuti lagi?"


"Ya nggak apa-apa, ini karena kamu menikah, kalau kemarin karena kamu kecelakaan, apa kamu tidak ingin honey moon?"


Aku tertawa kaku mendengar pertanyaan pak Burlian


"Sebentar pak ya, aku bangunkan Tomu dulu" ucapku menghindari beliau

__ADS_1


Karena tak ingin beliau semakin menggodaku, aku segera menggoyangkan tangan Tomi


"Sayang, pak Burlian nelpon" ucapku sambil menggoyangkan tubuh Tomi


Tomi membuka matanya sebentar lalu dengan malas dia mengambil hp yang kuberikan


"Ya kak?"


Lalu aku menjauh, aku segera membenarkan handuk yang melilit di tubuhku, kemudian memungut barang seserahan yang berjatuhan dan menyusunnya ke dalam lemari


Khusus untuk kotak mahar sengaja aku masukkan ke dalam lemari kaca, kemudian aku tersenyum ketika melihatnya sudah tertata rapi


"Sayang....." sapa Tomi dengan memelukku dari belakang sambil mencium bahuku


Aku menoleh sedikit dan Tomi langsung mendaratkan kecupan ke bibirku


"Kita berangkat honey moon nya siang ini ya?"


Aku diam dan mengerutkan keningku.


"Kak Burlian sudah menyiapkan semuanya, bahkan hotel untuk kita di sana juga sudah disiapkan oleh beliau"


"Hah?"


Tomi mengangguk


"Tapi anak-anak?"


"Begitu mereka pulang sekolah, kita langsung berangkat"


Aku tak bisa menolak lagi selain mengangguk setuju


Dan Tomi langsung menggendongku dan membawaku masuk kedalam kamar mandi


Suara tawa kami memenuhi kamar mandi ketika kami saling menyiramkan air ke tubuh kami. Cukup lama kami di kamar mandi karena kami bukan hanya mandi tapi diiringi dengan bercanda


"Coba kita nikahnya dari dulu" ucap Tomi yang ku balas dengan memukulkan gayung ke kepalanya


Tomi hanya terkekeh mendengar aku marah


Hingga akhirnya kami selesai mandi dan segera keluar dari kamar mandi


"Baju kakak?" ucap Tomi seperti kaget


Aku membuka lemari. Dan mulut Tomi langsung ternganga


"Kok baju kakak ada di sini?"


Aku mengangkat bahuku. Tomi tanpa ba bi bu langsung mengambil hp nya dan benar apa yang dikatakan pak Burlian, hpnya mati


Kulihat Tomi tampak menekan hp nya sehingga benda itu tak lama menyala. Dan aku yang sedang mengeringkan rambutku dengan handuk hanya melihat bagaimana Tomi duduk di atas ranjang dengan hp nya yang tak berhenti bergetar dan berbunyi


"Inalillahi alangkah banyaknya pesan yang masuk" gumamnya yang membuatku tersenyum


Aku segera menyiapkan baju Tomi setelah aku selesai berganti baju. Lalu aku duduk di depan meja hias dengan langsung memakai bedak tipis ke wajahku


Dan kulihat dari pantulan cermin Tomi masih tampak sibuk menatap layar hp nya


"Sayang, kakak dapat transferan dari grup kontraktor seluruh Indonesia" ucap Tomi sumringah sambil berdiri dan memamerkan e banking nya padaku


Aku tersenyum getir melihat nominalnya


"Memang tiap ada yang nikah begitu?" tanyaku dengan menelan ludahku ketika melihat angka yang tertera


Tomi mengangguk


"Kita sudah komitmen di awal, tiap ada yang nikah, hajatan, kena musibah, semuanya harus bergerak"


Aku kembali tersenyum getir, merasa makin kecil di depan Tomi


"Hei what's wrong?" tanya Tomi sambil merengkuh bahuku

__ADS_1


"Uang kakak banyak banget, aku jadi malu"


Tomi mendecak lalu mengacak rambutku


"Uang kita, bukan uang kakak. Kalau uang adek, baru uang adek. Bukan uang kita"


Aku mendongakkan kepalaku. Dan teringat ketika dulu aku dengan Adi. Uangku uang Adi juga. Bahkan semuanya dariku, karena memang pendapatan ku lebih besar darinya. Bahkan ketika dia kuberi modal, bayar angsuran masih juga memakai uangku


"Hei...., kenapa?"


Aku tergagap mendengar ucapan Tomi, lalu dengan cepat aku memeluknya


"Kakak tahu, kamu pasti ingat Adi kan?"


Aku semakin mengeratkan dekapanku pada Tomi


"Sudahlah, maafkan semua kelakuan toxic Adi. Toh dia sudah menerima semua akibat perbuatannya"


"Aku bukan teringat apa atau gimana tentang Adi, cuma aku teringat saja kenapa aku begitu bodoh bisa dimanfaatkan olehnya"


Tomi tersenyum dan mengusap rambutku


"Ibuk yang nyusun pakaian kakak di lemari kamu, beliau chat kakak selesai kita acara ijab itu"


Aku langsung melepas dekapanku


"Kok hp kakak mati?"


"Sengaja, biar nggak ada yang ganggu"


Aku terkekeh mendengar jawabannya dan kembali mendekap erat tubuhnya


"Apa kita akan terus berpelukan?"


Aku mencubit lengannya ketika kurasakan ada yang mengeras di bagian tubuh Tomi


Dengan cepat aku melepas dekapanku lalu meninggalkan Tomi yang hanya bisa berteriak memanggil namaku


"Aku mau masak, kan kita hari ini mau pergi" teriakku


Aku segera masuk dapur yang tak lama kemudian Tomi menyusul.


"Kopi?"


Tomi menggeleng


"Kamu teruskan saja aktifitas kamu, kakak bisa buat sendiri" ucapnya sambil segera mengambil cangkir dan menyeduh kopi


"Kita bawa baju sedikit saja sayang, bila perlu nggak usah bawa, kita beli saja di sana"


Aku menggeleng


"Pemborosan"


Tomi terkekeh dan aku tersenyum


Hingga akhirnya Arik pulang dengan diantar mbak Sri. Langsung dia menghambur ke pelukan Tomi dan menciumi wajah Tomi


"Papa kok nggak jemput aku?"


Tomi langsung melirik ke arahku. Dan aku mengangkat alisku berkali-kali menantikan alasan apa yang akan diberikan Tomi pada Arik


"Maafkan papa, papa lupa. Tapi papa punya kejutan untuk menebus kesalahan yang papa buat sama anak papa"


Arik langsung menatap tak sabar pada Tomi


"Kita liburan....."


Mata Arik langsung membulat dan dia langsung melompat kegirangan. Dan hal yang sama juga dilakukan oleh Naya ketika Tomi memberitahunya


Hingga akhirnya, sore ini kami sudah berada di dalam pesawat yang siap membawa kami ke ibukota untuk transit sebelum akhirnya kami terbang ke Lombok

__ADS_1


__ADS_2