Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Keputusanku


__ADS_3

Putri hanya menarik nafas panjang ketika sahabatnya sudah pergi. Begitu juga dengan Tomi, dia menarik nafas panjang berkali-kali sampai menengadahkan wajahnya ke langit-langit kantor Putri untuk menahan air matanya yang siap tumpah menghadapi kekesalan dan kemarahan istrinya


“Apa yang harus aku lakukan sekarang Put. Sepertinya rumah tanggaku berada di ujung tanduk jika melihat gelagatnya sekarang”


Kembali Putri menarik nafas panjang


“Kami para sahabatnya satu pun tidak ada yang memberitahunya masalah video itu kak,tapi entah mungkin sudah saatnya semuanya harus diketahui oleh Dinda. Dan aku sebagai sahabat Dinda tidak ingin Dinda kembali mengalami kehancuran dalam berumah tangga. Tapi untuk memintanya untuk mempertahankan rumah tangganya, jika dia sendiri saja sudah lelah, kami bisa apa?. Kami hanya support apapun keputusan Dinda. Kami tak ingin dia kembali terluka, itu saja”


“Dan masalah Dinda ingin mengembalikan semua uang kakak untuk tokonya, aku harus professional. Tugasku memang harus melaksanakan semua permintaan klien ku, termasuk Dinda. Tapi aku berharap jika Dinda hanya memintaku untuk mengurusi masalah toko bukan masalah yang lain”


Tomi kembali menarik nafas panjang, mengusap wajahnya dan tampak sekali kusut di wajahnya ketika mendengar penjelasan Putri


“Jadi, bisa kakak sebutkan berapa nominal uang yang kakak keluarkan saat membeli toko Dinda kemarin? Biar aku langsung bisa membuat surat penyelesaiannya”


Tomi menggeleng


“Sepeserpun aku tidak ingin Dinda mengganti uang itu. Karena aku ikhlas membantunya, terlebih dia sekarang adalah istriku. Jadi untuk apa aku memintanya mengembalikan uang itu? Bagiku kebahagiaan Dinda adalah segalanya”


Putri tersenyum samar mendengar jawaban Tomi


“Kebahagiaan? Kebahagiaan yang mana kak?. Oke kami seluruh sahabatnya akui memang Dinda sangat bahagia menikah dengan kakak. Terlebih semua wishing list nya waktu sekolah kakak wujudkan. Tapi kami tidak tahu apa yang Dinda rasakan selama menjadi istri kakak. Dan puncaknya adalah video tadi. Jujur sebagai sahabatnya kami kecewa sama sikap kakak yang tidak tegas. Apa salahnya kakak mengatakan pada ibu kakak, bahwa kakak sangat menyayangi beliau tapi kakak juga sangat menyayangi Dinda, dan kakak tidak ingin mereka berdua salah faham”


“Tapi kakak malah lebih memikirkan perasaan ibu nya kakak tanpa sedikitpun memikirkan perasaan Dinda. Jadi wajar kak jika Dinda sangat sakit hati, terlebih dengan ucapan kakak yang mengatakan jika Naya bukan lah anak kakak. Seluruh dunia juga tahu kak kalau Naya itu bukan anak kakak, tapi apa harus kakak bicara seperti itu? Jika aku berada di posisi Dinda pun aku akan merasakan kekecewaan yang sama”


Lagi Tomi menarik nafas panjang mendengar ucapan panjang lebar Putri. Seluruh kepalanya sudah tidak bisa berfikir jernih lagi karena semua masalahnya semakin runyam dan semakin tidak menemukan titik terang


Putri segera mengambil hp nya ketika benda tersebut berdenting tanda pesan masuk


“Pesan masuk dari Dinda. Dia mengirimkan nomor pak Endro sesuai yang dia katakan tadi. Well, kakak mau menyebutkan nominalnya atau aku tanya langsung sama pak Endro?” tanya Putri sambil meletakkan kembali hp nya keatas meja


“Tolong usahakan bujuk Dinda, Put. Katakan jika aku sepeserpun tidak ingin dia mengembalikan uang itu. Aku hanya ingin dia yang kembali sama aku, sebanyak apapun uang aku yang keluar untuknya aku tidak peduli, yang aku pedulikan itu adalah pernikahan kami. Aku tak ingin berpisah dari Dinda. Aku sangat menyayanginya. Sumpah Put”


Putri bergeming, dia hanya bisa menatap Tomi yang saat ini berbicara serius padanya dengan pandangan sangat putus asa


“Aku akan berusaha kak. Tapi aku tidak janji, kakak dengar sendiri kan tadi Dinda bilang apa. Dia bukanlah wanita yang gampang ninggalin pasangannya karena kelebihan ataupun kekurangannya. Tapi kalo dia sudah capek, dia akan memilih mundur. Dan aku berharap Dinda nggak capek. Karena kalian ada Yusuf yang masih sangat butuh kedua orang tuanya”

__ADS_1


Tomi dengan cepat mengusap wajahnya karena Putri sempat menyebut nama anaknya. Dan kembali beribu penyesalan berlompatan di dadanya.


“Aku pamit Put. Tolong yang aku bilang tadi kamu sampaikan sama Dinda”


Putri mengangguk, kemudian dia mengantarkan Tomi sampai depan pintu, kemudian setelah itu dia langsung menghubungi nomor pak Endro. Awalnya pak Endro setengah kaget ketika Putri menanyakan nominal uang yang dikeluarkan Tomi saat membeli toko Dinda tersebut, tapi dengan kehilaian Putri dalam memberi alasan, akhirnya pak Endro menyebutkan jumlah sebenarnya.


Mendekati jam empat sore, Putri segera mengirimi Dinda pesan


Kak Tomi membeli toko tersebut delapan ratus juta. Aku sudah hubungin pak Endro sesuai yang kamu minta karena sampai pulang kak Tomi tidak menyebutkan nominal jumlah uangnya. Dan maaf, tadi kak Tomi sempat bilang jika dia ikhlas mengembalikan toko tersebut sama kamu. Dan meminta padaku untuk meyakinkan kamu jika dia sangat menyesal dengan semua yang terjadi


Dengan cepat aku mengetik balasan untuk Putri


Cepat kamu selesaikan. Aku akan segera bawa uang nya sama kamu.


Selesai itu aku segera mengecek e banking di hp ku, kemudian setelah melihat jumlah saldoku, kemudian aku segera mengirimi kakakku pesan


Kak, maaf sebelumnya uang toko sama sawit ada dengan kakak kan?. Bisa aku tahu berapa nominalnya?


Nanti malam kakak ke rumah. sekalian bawa uangnya


Kemudian aku segera menimbang-nimbang, kira-kira jika aku memakai seluruh uang toko dan sawit serta tabunganku, kira-kira toko masih bisa berjalan atau tidak


Kemudian aku segera mengirimi Siska pesan


Sis, toko jangan di tutup dulu ya. Ibuk mau kesana sebentar lagi. Kalau mau di tutup nggak apa. Tapi kalian jangan pulang dulu.


Tak menunggu lama, jawaban Siska sudah ku terima


Ini baru saja akan kami tutup buk. Tapi kalau ibuk mau kesini, biarlah tokonya tetap kami buka


Aku hanya membalas dengan memberikan emoticon jempol, kemudian aku berkemas untuk pulang karena jam kantor lima menit lagi akan bubar. Begitu jam kantor habis, aku segera bergegas menuju parkiran dan langsung masuk kedalam mobil. Dan kembali pak Burlian dari dalam ruangannya hanya bisa memperhatikan gerak-gerik Dinda dalam dua hari ini


“Pasti terjadi hal yang buruk, aku yakin” gumamnya


“Tomi…. Tomi, jadi orang kok bego banget. Sekarang nyesel sendiri kan?” gumamnya lagi

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk aku sampai di toko, begitu sampai aku langsung ngecek seluruh barang, ngecek gudang dan ngecek semua nota tagihan. Setelah selesai aku langsung pulang begitu juga dengan seluruh karyawan ku. Dan malamnya kakak ku beneran datang ke rumah lengkap membawa catatan keuangan yang dipegangnya selama aku koma kemarin


“Buat apa dek?” tanya kakakku setelah melihatku tampak menulis-nulis di atas buku


“Mengembalikan uang Tomi yang dipakainya untuk membeli toko kedua ku dulu” jawabku tanpa menoleh sedikitpun pada kedua orang tuaku dan juga kakakku yang tampak kaget mendengar jawaban ku


“Maksudnya?” kejar kakakku yang membuatku harus mengangkat kepalaku


Aku menarik nafas panjang, menatap kearah mereka dengan sendu. Kemudian menceritakan semua yang aku ketahui melalui video yang aku lihat di hp Arik


“Tidak kah kamu ingin memaafkan dan memaklumi yang dilakukan oleh Tomi nak?” lirih ibuku


Dengan cepat aku menggeleng.


“Oke aku bisa menerima jika memang Tomi tidak menganggap ku buk. Tapi dengan dia tidak menganggap anakku, itu sangat menyakitkan buat ku. Sakitnya dua kali lipat dari rasa sakit yang dia tidak menganggap ku ada artinya buat hidup dia. Untuk apa aku harus bertahan dengan orang yang tidak menghargai aku buk?. Aku lebih memilih meninggalkan Tomi dibanding aku harus meninggalkan Naya. Ibuk tahu sendiri, dari nol aku hidup sama mas Adi. Kami sama-sama membangun bisnis kami, tapi ketika dia berselingkuh, itu artinya memang aku sudah tidak dibutuhkan lagi sama dia. Jadi untuk apa aku mempertahankan rumah tanggaku sama dia. Makanya dia aku gugat dulu. Lah ini, jelas-jelas Tomi bilang di depan ibunya jika aku itu tidak ada artinya di mata dia. Siapapun wanitanya jika berada di posisiku, aku yakin akan sakit hati juga buk”


Kedua orang tuaku terdiam, begitu juga dengan kakakku


“Kamu apa tidak memikirkan Yusuf?”


Aku menarik nafas panjang


“Yusuf masih kecil buk. Belum sampai satu tahun, bulan depan satu tahunnya. Dan aku yakin keberadaan Tomi belum terlalu ngefek buat dia. Dan aku tidak akan menghalangi Tomi jika dia ingin bertemu Yusuf. Bahkan jika pak Burlian ingin membawa Yusuf pun aku tidak keberatan. Karena aku melihat sendiri bagaimana tulusnya istrinya pak Burlian dan kedua anak mereka dalam menyayangi Yusuf. Aku yakin Yusuf tidak akan kekurangan kasih sayang. Aku tidak ingin mental Naya dan Arik rusak karena aku kembali bersama dengan Tomi. Lagian, rasa ku sama Tomi juga sudah hilang buk. Aku tidak akan pernah bersama dengan lelaki yang tidak pernah menganggap ku ada. Aku lebih baik menjanda dari pada bersuami tapi suamiku itu tidak pernah menyayangiku dan menganggap ku berarti untuk hidupku. Terlebih ketika orang tersebut tidak bisa menerima keberadaan kedua anakku”


Ibuku hanya tersenyum getir, secara pelan diusapnya kepalaku


“Aku tidak apa-apa buk. Seluruh dunia akan aku hadapi, terlebih jika itu menyangkut ketiga anakku. Cinta Adi saja bisa aku lenyapkan, apalagi hanya seorang Tomi yang tak bisa menerima keberadaan ku dan kedua anakku, akan lebih mudah untuk aku melupakannya. Aku hanya butuh dukungan kalian. Maaf jika aku mengecewakan kalian, tapi rasanya untuk kembali sama Tomi itu tidak mungkin lagi. Jika dia sangat menyayangi ibunya, maka aku juga sangat menyayangi Naya dan Arik. Naya dan Arik hanya punya aku buk. Hanya aku sumber kasih sayang mereka”


Setelah itu aku kembali tersenyum getir. Dan menggenggam erat tangan ibuku


“Sebelum rumah mbak Sri selesai di renovasi, aku sama anak-anak boleh kan buk lebih lama lagi tinggal disini?”


Ibuku memelukku, dan mengalir lah air mata beliau


“Kamu ngomong apa sih nak. Ini juga rumah kamu, sampai kapanpun kamu mau tinggal disini ayah sama ibu akan menerima kamu dan cucu-cucu ibu”

__ADS_1


Aku mengusap-usap punggung ibuku. Tak tega rasanya melihat beliau menangis karena keputusanku. Tapi aku juga tidak akan mungkin terus bertahan dengan seorang lelaki yang tidak menghargai ku. Terlepas dari alasannya hanya menyenangkan hati ibunya atau tak ingin melukai hati ibunya. Tapi bagiku, yang dilakukan Tomi sudah cukup membuktikan jika dia memang tidak pantas untuk ku pertahankan


__ADS_2