Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Penjelasan Adi


__ADS_3

Adi berusaha tersenyum dan bersikap tenang saat Tomi berdiri dan mendekatinya dengan tatapan marah. Dan Naya yang melihat gelagat tak baik dari suami ibunya saat ini segera berdiri di depan ayahnya dan menatap balik Tomi dengan tatapan marah


“Aku yang meminta ayahku kesini. Karena aku ingin ayah aku menjelaskan yang sebenarnya pada om dan juga eyang apa yang sebenarnya terjadi. Dan satu lagi, tujuanku membawa ayahku adalah agar kalian tidak berfikir rendah terhadap ibuk aku”


Tomi menelan ludahnya mendengar ucapan berani Naya, dan Adi yang mendengar ucapan Naya menarik pundak Naya dan menggelengkan kepalanya


“Jangan berkata seperti itu pada ayahmu nak. Selama ayah dan ibumu bercerai, ayahmu inilah yang mengurusi dan menyayangimu. Ayah tidak pernah mengajari anak ayah jadi anak yang tidak sopan”


Wajah Naya datar mendengar nasihat ayahnya, kemudian dia menoleh kembali kearah Tomi yang hanya bisa menatapnya dengan wajah murung


“Setahuku, biaya ku itu semuanya dari ibuk. Ayah tentu tidak lupa jika ibuk juga punya asset kekayaan, dan ibuk juga punya penghasilan”


Sekali lagi Tomi menelan ludahnya, memang harus diakuinya jika selama ini seluruh biaya sekolah kedua anak sambungnya Dinda biayain sendiri dari gaji dan juga uang hasil usahanya. Walau Tomi sudah berkata jika uang bulanan yang diberikannya pada Dinda juga termasuk biaya sekolah kedua anak sambungnya, tapi selama ini uang tersebut lebih banyak Dinda biarkan di dalam bank, jarang sekali diambilnya, hanya sekedar untuk biaya belanja dapur saja. Bahkan tak jarang, jika membeli kebutuhannya Dinda lebih memilih memakai uang pribadinya dari hasil uang toko atau uang penjualan bibit sawit.


Jadi tak ada alasan untuk Tomi membantah semua ucapan Naya, karena hampir yang dikatakan Naya itu semuanya benar.


“Aku tidak akan lama di sini Tomi, kamu tenang saja. Benar yang dikatakan Naya, aku kesini hanya ingin menjelaskan sebenarnya yang terjadi. Maaf jika perbuatan ku menelepon Dinda sebulan yang lalu itu berakibat fatal dengan kondisinya yang koma hingga hari ini”

__ADS_1


Tomi mendengus kesal mendengar jawaban Adi, dan hanya tersenyum sinis ketika Adi berusaha memulai percakapan


“Ayah dan Om Tomi duduk saja di dekat eyang biar kalian bertiga bisa berbicara jelas dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh ayahku”


Tomi hanya menurut saja ketika Naya membawa tangan ayahnya duduk di kursi, lalu ikut duduk kembali di tempatnya


“Ayah bilang semuanya, bilang yang sebenar-benarnya. Karena aku sangat yakin antara ibuk dan ayah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tidak lebih dari hubungan masa lalu. Lagian setahu aku, sejak ayah dan ibuk cerai, sekalipun ibuk tidak pernah membahas tentang ayah. Bahkan menyebut nama ayah saja ibuk tidak pernah”


Adi menarik nafas saat Naya kembali berkata dengan tatapan marah. Kemudian mulailah Adi menjelaskan semuanya pada Tomi dan ibunya yang sejak tadi tidak bersuara sedikitpun


“Aku memang hafal diluar kepala nomor Dinda. Jadi tak heran jika aku bisa menghubungi Dinda”


“Aku dan Dinda itu menikah nyaris lebih dua belas tahun, dan tentu saja nomornya aku hafal di luar kepala. Itulah sebabnya, ketika di dalam penjara, orang yang pertama aku hubungi adalah Dinda bukan Yesa atau keluargaku yang lain”


“Dan asal kalian tahu, Dinda sama sekali tidak pernah membuka komunikasi yang baik padaku. Dan sebagai orang yang bersalah, aku sadar diri dan malu. Oleh karena itulah aku memilih tidak pernah menghubungi Dinda lagi, sampai akhirnya aku keluar dari penjara lima bulan yang lalu. Dan entah mengapa, saat itu aku tiba-tiba ingin mendengar kabar Dinda, oleh karena itulah aku menghubunginya. Dan seperti yang telah aku duga, walau kami bercerai sudah lebih tiga tahun, tapi Dinda sepertinya tidak memaafkan ku dan tidak membuka komunikasi padaku”


“Sehingga jawaban marah dan ketus masih aku terima saat aku menghubunginya. Sebenarnya saat aku meneleponnya, aku hanya ingin menanyakan kabar kedua anakku, tapi Karen keburu Dinda marah dan memutus panggilan dan menyadari jika yang dikatakan Dinda benar, jika dia sudah menikah lagi, akhirnya aku kembali memilih mundur dan tidak meneleponnya. Tapi aku sungguh tidak menyangka jika terakhir kali aku meneleponnya justru tragedi buruk menimpanya”

__ADS_1


“Aku berani bersumpah atas nama Tuhan dan juga RasulNya, jika antara aku dan Dinda tidak ada hubungan apa-apa lagi, apalagi sampai kami bertemu diam-diam di belakang kalian. Aku sangat mengenal Dinda, Dinda bukanlah wanita gampangan. Dia wanita terhormat dan sangat menjunjung tingga sebuah hubungan. Karena itulah dia menceraikan ku ketika aku serong dulu. Karena Dinda sangat membenci sebuah perselingkuhan, karena dia trauma dengan masa lalunya yang diselingkuhi tunangannya”


Wajah tomi seketika terkesiap mendengar ucapan Adi, dia tak menyangka jika Adi akan berkata begitu menohok dan tepat mengenai ulu hatinya


“Tapi aku memang bodoh, tidak bersyukur mempunyai istri sempurna dan sebaik Dinda. Padahal seluruh kekayaan dan kesenangan yang kudapat itu dari Dinda semua. Tapi aku malah tergoda dengan Yesa, sehingga hubungan kami yang sudah kami jalin selama dua belas tahun harus aku relakan kandas di tengah jalan. Dan ketika mengetahui jika Dinda menikah dengan kamu Tomi, aku senang. Karena aku tahu sangat mencintai Dinda melebihi cinta yang aku miliki padanya. Tapi ternyata kamu tidak jauh lebih dari aku Tom” lanjut Adi sambil tertawa sinis dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


“Aku memang jahat karena aku berselingkuh di belakangnya dan menghabiskan banyak uang dari hasil usaha kami. Tapi aku tidak pernah meragukan karakter Dinda. Aku sangat mengenal Dinda bahkan hingga detik ini aku masih sangat mempercayai jika Dinda adalah wanita baik-baik”


“Aku memang dari keluarga biasa saja Tomi. Bukan orang kerja kantoran macam kamu, bukan pula dari orang tua yang berada. Tapi aku mendukung semua ide dan pekerjaan Dinda. Tapi satu kesalahan fatal ku yang memang tidak layak untuk dimaafkan adalah berselingkuh. Tapi kamu mempunyai kesempatan kedua yang diberikan oleh Dinda, Tom. Tapi ternyata kamu tidak memanfaatkan kesempatan kedua itu dengan baik”


“Aku tahu ini semua terjadi atas kesalahanku, tapi aku ingin kamu juga introspeksi diri. Bisa jadi ini terjadi juga karena kesalahan dari kamu. Jika saja kamu lebih mempercayai dan mendukung Dinda, aku yakin Dinda tidak akan selama ini koma. Memang semuanya sudah di gariskan oleh sang Maha Kuasa, tapi aku yakin semua ini bisa kita ambil hikmahnya. Memang harus aku akui, dengan Dinda koma, akhirnya aku yang tidak pernah bertemu dengan Naya sejak dihari aku keluar dari rumah kami, akhirnya bisa bertemu lagi dengan anakku. Dan aku yakin, dengan kejadian ini kamu akan semakin menyayangi Dinda lagi”


“Dinda tidak salah Tom, ibuk. Yang salah adalah aku. Aku yang menghubungi Dinda terlebih dahulu, karena nomor Dinda tidak pernah digantinya sejak dulu. Dan aku juga hafal dengan nomornya, karena itulah aku bisa menghubunginya. Karena hanya lewat Dinda lah aku bisa tahu keadaan kedua anakku, karena aku tidak hafal nomor Naya dan juga Arik. Dulu ketika kami masih dalam proses cerai, nomorku bahkan di blokir oleh Naya. Sampai akhirnya aku masuk penjara dan tidak bisa sama sekali berkomunikasi dengan kedua anakku”


“Jika kamu ingin menyalahkan seseorang atas semua ini, salahkan aku Tom. Karena ini terjadi gara-gara aku. Aku yang menghubungi Dinda. Tapi jujur Tom, aku tidak menyangka jika semuanya akan terjadi sefatal ini”


“Oh….. jadi kamu biang kerok kenapa sampai sahabat aku sebulan koma?”

__ADS_1


Semua mata langsung menoleh ke sumber suara, dimana Mila sudah berdiri dengan wajah angker dan memandang Adi dengan tatapan penuh kebencian


#maaf kepada semua readers aku lambat up nya. Karena dalam beberapa hari ini keadaan kurang fit, masih perlu istirahat. Sekali lagi aku minta maaf🙏🙏


__ADS_2