
Selesai mendapatkan gambar Adi dengan perempuan yang bersamanya, Shella langsung mengirim gambar tersebut pada Dinda
Centang dua dan langsung berwarna biru, itu artinya gambar tersebut sudah dilihat oleh Dinda
Tapi tak urung Shella merasa bersalah juga karena dia yakin ayuk sepupunya saat ini pasti sedih dan marah
"Aku salah ya kak?" tanya Shella pada pacarnya
Julian, pacar Shella tersenyum
"Kamu sudah melalukan yang benar, karena kamu berani menunjukkan perselingkuhan suami ayuk mu itu kepadanya"
Shella menarik nafas dalam
"Aku tahu, yuk Dinda pasti sedih, tapi aku tak ingin ayuk ku itu dimanfaatkan sama suaminya, enak saja suaminya selingkuh di luaran, sedang ayuk ku mikirnya dia pergi cari uang"
Shella segera membuang mukanya ketika Adi lewat bersama Yesa. Dan dia kembali berbalik ketika keduanya telah menjauh.
Shella langsung berdiri dan segera membidikkan gambar mengambil foto Adi yang berjalan kearah parkiran bersama perempuan yang menggendong anak kecil
"Share lock dek"
Shella langsung membagi posisi dia sekarang pada Dinda.
Begitu aku mendapatkan lokasi Shella aku langsung menelponnya
"Ikutin mereka dek, ayuk kesana sekarang!"
"Gila, jangan yuk!"
"Nggak bisa, pokoknya adek ikutin mereka sekarang, ayuk on the way"
Aku langsung memutus panggilan, dan segera mengganti menelpon pengasuh Arik
"Mbak tolong ke rumah sebentar ya, titip anak-anak, aku ada acara sebentar"
Pengasuh Arik, mbak Sri langsung mengiyakan omonganku. Sambil menunggu mbak Sri datang, aku segera berganti celana jeans yang semula aku memakai rok semi jeans, memakai blouse dan juga jaket. Karena aku tahu daerah tujuanku, adalah daerah dingin
Begitu selesai aku segera turun, bertepatan dengan mbak Sri yang muncul
"Nayaaa..." teriakku
Naya muncul
"Ibuk pergi sebentar nak ya, ada bik Sri untuk teman, ibuk nggak bakal lama kok"
Naya mengangguk, lalu mengulurkan tangannya untuk menyalamiku
"Bik, jika aku lama nanti aku suruh ibu aku buat jagain mereka"
"Nggak papa buk, bibi bakal pulang jika ibuk sudah pulang"
Aku tersenyum sambil mengelus lengannya
"Makasih ya bik"
Mbak Sri mengangguk dan aku segera masuk kedalam mobil. Aku melajukan mobil dengan ngebut, karena tujuanku kali ini cukup jauh, dan hari juga telah mulai sore
Di perjalanan, Rohaya yang naik motor bersama anak perempuannya langsung berhenti ketika berpapasan dengan mobil Dinda yang melaju cepat
Dia segera mengeluarkan handphone menghubungi Vita yang saat itu sedang satu mobil bersama dengan yang lain
"Napa bestie?"
"Papasan sama mobil Dinda nggak?"
"Nggak, kita arah atas belum pulang, ehh itu tuh mobil Dinda nyalip kita, ngebut banget"
"Gue khawatir deh sama dia, kita lihat kan bagaimana tadi perubahan moodnya"
"He eh benar, ya ampun ngebut banget dia"
"Bisa kalian kejar nggak?, kok perasaan gue nggak enak ya?"
"Iya, ini Putri lagi ngejar dia"
__ADS_1
"Hati-hati ya bestie, hubungin gue kalau terjadi apa-apa"
"Iya"
Putri yang mengemudikan mobil berusaha mengejar mobil Dinda yang sudah jauh di depan
"Ini kan jalan ke atas?, lah Dinda mau kemana?" gumam Putri
"Ikutin terus put, gue yakin deh Dinda membunyikan sesuatu dari kita" jawab Nanda
"Gue telpon Kak Tomi aja kali ya?, biar dia ikut ngejar Dinda juga"
"Ahhh iyaaa, buruan Mil"
Mila segera mencari kontak Tomi dan langsung menghubunginya
Tomi langsung memakai headset bluetooth ke telinganya begitu ada panggilan masuk
"Ya Mil?"
"Kakak dimana?"
"Masih di kawasan kota, kenapa?"
"Buruan deh kak susul kita keatas, kearah kota sejuk"
"Kenapa emangnya?"
"Kita ngejar Dinda, dia bawa mobil ngebut banget"
Jantung Tomi seketika langsung berdetak kencang. Dia melihat sendiri bagaimana tadi perubahan raut wajah Dinda setelah membuka hp dan langsung pulang begitu selesai nelpon
"Iya, iya Mil, kakak langsung menyusul kalian, kalian hati-hati yaa..."
"Iya kak, kakak juga hati-hati"
Putri yang fokus menyetir bertanya pada Mila
"Gimana Mil?"
"Kak Tomi nyusul"
"Lah lu nelpon nggak?"
"Nggak diangkat"
Kembali mereka menarik nafas panjang.
"Jagain ya anak-anak kalian, pegang yang kuat, gue mau ngebut" ucap Putri sambil segera tancap gas
Vita dan Mila langsung memeluk anak mereka, sedangkan Nanda yang duduk di depan terus mengusap kepala anaknya agar makin tidur nyenyak
"Gila, ngebut banget itu sih Dinda"
"Yang penting kita nggak kehilangan jejak dia aja Put, jangan ngebut-ngebut ah, gue takut nih" protes Mila
Putri menurut dan dia melajukan mobilnya dengan agak sedikit pelan, jarak antara mobilnya dan mobil Dinda sekitar dua puluhan meter, dan dia masih jelas melihat mobil sahabatnya tersebut yang meliuk liuk di jalanan berliku
"Tuh Dinda kenapa ya kira-kira?" gumam Putri
"Ini pasti urgent, ingat nggak sih bagaimana dia tadi berubah bad mood?" jawab Lisa
"He eh, kamu bener" jawab yang lain
Mila menoleh kebelakang ketika didengarnya ada suara klakson.
"Kak Tomi sudah di belakang kita" ucapnya
"Syukurlah, itu artinya dia masih sangat perduli sama Dinda" jawab Nanda
...----------------...
Sementara di kota sejuk, Adi melajukan mobil dengan pelan, dia tidak mengetahui jika dari jarak jauh ada Shella dan Julian yang membuntuti mereka
Mobil yang dikendarai Adi masuk ke kawasan wisata alam. Dan Julian mau tidak mau masuk juga ke kawasan tersebut
__ADS_1
"Jangan minta yang macem-macem ya dek, duit kakak nggak banyak"
Shella langsung memukul pundak kekasihnya
"Dasar cowok bokek"
Julian nyengir. Setelah memarkirkan motor, mereka berdua masuk.
Kembali Shella harus celingukan mencari keberadaan Adi.
"Itu dek orangnya" ucap Julian menyikut lengan Shella
Shella mengikuti arah telunjuk Julian, dan benar. Dia dengan jelas melihat jika saat itu Adi sedang merangkul pundak seorang perempuan sambil berswafoto
"Kurang ajar!!!" geram Shella
Dengan gelisah dia melihat jam di hp, menebak kira-kira sekarang Dinda sudah sampai di mana.
Sementara cukup jauh di depannya Adi kian berlaku mesra pada Yesa, dan hal tersebut kian membuat panas dada Shela yang melihatnya
_Di Jalan_
Tomi terus mengikuti mobil Putri dari belakang, dan dia makin khawatir ketika mereka mulai masuk kawasan kota sejuk
"Kamu kenapa sih dek?" gumamnya gelisah
Begitu memasuki kawasan wisata yang tadi di share lock oleh Shella, aku segera memperlambat laju mobilku, dan aku mengambil handphone dalam tasku.
Aku segera menepi, dan membuka handphone. Ku dapati di layar ada beberapa panggilan yang terabaikan dari Vita, dan juga kembali ada pesan gambar dari Shella.
Darahku kian mendidih ketika melihat gambar terakhir yang dikirimkan Shella
Segera aku mengetik pesan
Ayuk sudah sampai di dekat tempat kamu share lock tadi, kamu dimana dek?
Shella dengan cepat membuka handphonenya
"Anjir, yuk Dinda sudah sampai kak..."
"Serius kamu??"
"Lah ini dia kirim pesan, dia sudah di dekat tempat kita tadi"
"Cepat balas, bilang dimana posisi kita"
Shella segera membagikan posisinya sekarang, dan dengan cepat aku membuka pesan yang Shella kirim
Sementara Putri, begitu melihat mobil Dinda berhenti segera menghidupkan kode lampu sen, agar mobil Tomi ikut berhenti
Jadilah mereka ikut berhenti, dengan jarak yang masih jauh, agar Dinda tidak curiga jika dia diikuti
"Pah, udah sore, kita pulang yuk!" ajak Yesa
Karena memang saat itu hari sudah mulai sore, dan kabut mulai turun
Adi mengangguk dan kembali dengan sayang dielusnya kepala Yesa dan diajaknya berjalan kembali ke mobil
"Lah itu mereka mau kemana?" ucap Shella khawatir ketika dilihatnya Adi berjalan keluar dari kawasan wisata alam itu
"Cepat kak, kita ikutin!!!" ucap Shella panik
Bergegas keduanya ke parkiran, dan segera naik ke motor mereka begitu mobil yang dikendarai Adi telah melaju
Yuk, kami ngikutin mobil kak Adi, nanti aku share lock lagi lokasi aku
Aku yang semula sudah hendak melajukan mobilku ketempat yang tadi di share Shella kembali harus menepikan mobilku
Dan lagi-lagi seluruh sahabat Dinda melakukan hal yang sama, ikut menepikan mobil mereka
Tomi yang berada tepat di belakang mobil Putri langsung menelpon Mila
"Ada apa lagi?, kok berhenti?"
"Mobil Dinda soalnya berhenti kak, kita nggak mau sampai ketahuan sama dia"
__ADS_1
Tomi menarik nafas panjang dan terus bergumam tak jelas
"Bilang sama kakak dek, ada apa..."