
"Astaghfirullah" ucapku tertahan
Emak-emak tadi menoleh
"Kenapa Din?"
"Seriusan buk mas Adi digebukin di penjara?"
"Itu sih biasa kali Din, mending digebukin nggak dimatiin sekalian"
Lalu terdengar suara tawa dari mereka
"Nggak usah mikirin Adi lagi, gara-gara dia kamu jadi gini"
Aku tersenyum kaku mendengar ucapan emosi ibuku
"Tapi ngomongnya jangan di depan anak-anakku ya buk, aku nggak ingin mental mereka drop tahu jika ayah mereka babak belur"
Emak-emak tadi refleks menutup mulutnya dan menoleh kanan kiri dengan panik
"Naya sama Arik di depan, main mungkin" jawabku berusaha membuat ibu tersebut tak khawatir
Mbak Sri yang dari dapur membawa nampan segera meletakkan nampan dengan cepat lalu naik ke kamar atas ketika aku memintanya mencari keberadaan hp ku dimana
"Ya Tuhan apa kabar hp ku ya?" batinku
"Nih buk" ucap mbak Sri mengulurkan hp ke arahku
Aku mengucapkan terima kasih padanya lalu dengan segera aku membuka aplikasi what's app
Sekali lagi aku harus mengucap istighfar ketika melihat begitu banyak pesan yang masuk
Jika aku baca, bisa seharian ini baru selesai saking banyaknya pesan yang masuk
Aku langsung membuka pesan grupku dengan keenam sahabat-sahabatku, jumlah pesannya sangat banyak melebihi jumlah pesan yang lain, nyaris seribu pesan, aku segera menscroll kebawah, langsung kebagian pesan yang masuk hari ini, yang lain aku abaikan terlebih dahulu
Mataku membulat ketika aku melihat ada pesan gambar aku yang sedang dipeluk Tomi
Aku mendecak dalam hati karena ini adalah ulahnya Mila
"Goes to halal bestie" begitu yang ditulis Mila di bawah gambar tersebut
Sontak semua temanku langsung berkomentar dan mengaminkan
Banyak ucapan selamat mereka untuk kesembuhan dan kepulangan ku hari ini, serta komentar mereka yang menggodaku
Aku hanya menggelengkan kepalaku membaca godaan mereka saat melihat gambarku
Akhirnya si Dinda luluh juga, selamat clbk ya Din tulis Vita
Aku tersenyum bahkan nyaris tertawa membaca komentar sahabatku yang lain
Aku sudah di rumah, ada yang mau membesuk tidak? jika iya jangan lupa bawain aku makanan tulisku sambil menahan tawa
Mulai hp ku kembali ramai kluntang klunting yang membuatku akhirnya meletakkan hp karena tak enak pada para tetangga yang masih tampak seru mengobrol
Dan aku kembali sesekali melirik kearah Tomi yang terus mengobrol dengan keluargaku di depan
"Buk, makan siangnya sudah siap"
Aku menoleh kearah mbak Sri yang kembali berdiri di sampingku
__ADS_1
"Buk, tolong suruh ayah dan yang lain makan siang" ucapku pada ibuku yang langsung mengiyakan dan berdiri
Kulihat Tomi tampak menolak ketika diajak oleh pamanku tapi akhirnya dia mengangguk setelah melirik ke arahku yang menganggukkan kepala kearahnya
"Adek mau makan juga?"
Aku menggeleng saat Tomi berkata waktu dia sampai di dekatku
"Mau kakak suapin?"
Aku tersenyum menahan tawa lalu kembali menggeleng
Tomi membalas senyumku dengan mengacak rambutku
"Ibu-ibu yang lain, ayo nyusul juga" tawarku pada para ibu-ibu yang menolak tawaranku dan memilih pulang dengan alasan sudah cukup lama mereka disini
Aku mengucapkan terima kasih pada mereka semua dan ibuku yang akhirnya mewakiliku mengantar mereka sampai teras
Siang menjelang sore keluarga besarku yang membesukku berpamitan sehingga tinggallah ayah ibuku, Tomi dan Mbak Sri, dan akhirnya ketika menjelang sore ayah dan ibuku pulang dan tinggallah Tomi dan mbak Sri
Mbak Sri sibuk beres-beres, Naya dan Arik mungkin karena kecapaian masih tidur siang belum juga bangun
"Sayang....?"
Aku memundurkan kepalaku ketika mendengar Tomi memanggilku dengan sebutan sayang, dan memandangnya dengan tatapan heran
"Kakak kesambet setan apa?"
Tomi seperti tersadar segera melengos dan berusaha bersikap biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa
Aku tersenyum melihatnya yang salah tingkah
"Beneran sayang sama aku?" godaku agar dia tidak kikuk lagi
"Lebih dari yang kamu tahu dek" lirihnya sambil menatap dalam mataku
Aku tersenyum dan menggerakkan tubuhku berusaha menggeser dudukku agar lebih dekat lagi dengan Tomi
Tapi kemudian aku menghentikan gerakan menggeserku, karena tiba-tiba luka bekas tusukan di perutku kembali nyeri dan itu membuatku harus memejamkan mataku dan menggigit bibirku menahan sakit
"Sayang kamu kenapa?, sakit?" Tomi refleks memegang tanganku yang saat ini berada di atas perutku, berusaha menekan rasa sakit yang tiba-tiba menderaku
Aku tidak menjawab melainkan menghembus nafas panjang
"Sudah jangan bergerak berlebihan" masih ada nada panik dalam suara Tomi
Aku yang masih sesekali menghembus nafas panjang menoleh kearahnya yang jaraknya sangat dekat denganku
"Aku ingin duduk dekat kakak" lirihku
Tomi yang sedang menatap khawatir pada perutku mengangkat wajahnya
"Hemmm?" ucapnya tak yakin
"Kakak duduknya dekat aku aja, aku ingin dekat kakak" kembali aku mengulangi kalimatku, tapi kali ini dengan nada manja
Kulihat wajah Tomi berseri dan ada kilatan kebahagiaan dari matanya
"Kakak nggak akan jauh dari kamu" ucapnya dengan langsung memepet duduknya ke arahku
"Adek mau apa?, minum? Makan?"
__ADS_1
Aku menggeleng
"Terus maunya apa?" suara Tomi berubah lembut
"Ingin peluk kakak, boleh?" ucapku menatap ragu padanya
Tomi memiringkan tubuhnya lalu segera menarikku dalam dekapannya
"Terima kasih ya kak...." nada suaraku masih melow
Dapat kurasakan Tomi mengusap-usap kepalaku
"Mintalah apapun sama kakak, karena kakak akan mengabulkan semua keinginan kamu"
Aku tersenyum mendengar ucapan Tomi dan terus membiarkan kepalaku menempel di dadanya
"Surprise........!!!!"
Aku tergagap begitu mendengar teriakan di depan pintu yang terbuka tiba-tiba
"Ya Tuhan..., ini malah kita yang dibuat surprise...." ucap Rohaya dengan langsung mengarahkan hpnya ke arahku dan Tomi
Aku yang kaget mendengar teriakan mereka tadi langsung menarik kepalaku dari dada Tomi tapi tangan Tomi terus mendekap bahuku
"Apa kita pulang lagi nih biar episode cinta lama kalian kembali tayang?" ucap Mila yang berjalan masuk dan langsung mencium pipiku
Bergantian lima sahabatku yang lain mencium pipiku dan Rohaya dengan gaya cueknya meminta Tomi minggir karena dia ingin duduk di sebelahku
"Cepat halalin Dinda kak biar nggak kepergok kami terus" sindir Nanda menahan tawa
Aku mendelikkan mataku kearahnya yang disambut tawa oleh yang lain
"Kan tadi sudah aku bilang, ada kak Tomi kalian ngeyel sih...." sambung Mila yang membuka kotak yang ada di pangkuannya
"Ini, makan ini. Nggak kenyang makan cinta" ucapnya menyodorkan sebuah kue padaku yang langsung aku terima dan menggigitnya
Tomi tersenyum mendengar ucapan Mila
"Kita kan nggak tahu Mil kalau mereka lagi pelukan" sambung Putri yang semakin membuatku ingin menyepak kakinya
"Awas kalian!!" geramku
Bukannya takut dengan ancamanku, keenam sahabatku malah cekikikan
"Kapan kak halalin Dinda nya?, ayo buruan jangan lama-lama, ntar Dinda berubah pikiran lagi" ucap Lisa
Aku mendecak dan menggelengkan kepalaku mendengar ucapannya
"Kita siap kok Din jadi brides maid kamu..." Vita berkomentar
"Gimana, kamu siapnya kapan dek?" Tomi seperti sengaja menggodaku
"Cieee......" ledek seluruh sahabatku yang tak lama setelahnya langsung tertawa terbahak
"Kalian apaan sih?" ucapku menahan malu
Kembali keenam sahabatku tertawa terpingkal melihat aku yang salah tingkah karena ledekan mereka
"Goes to Halal pokoknya" Mila berucap lantang
Yang kembali disambut dengan tawa terbahak dari yang lain
__ADS_1
Aku hanya bisa menggeleng menahan malu dan berusaha menghindari tatapan mereka