Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Ternyata......


__ADS_3

"Kak....?" ulang ku dan kali ini sampai aku menghadap kearah Tomi


"Ya ampun cuma masalah uang kok jadi tegang begini sih?" protes Mila


Aku cemberut dan kembali melihat catatan


"Lengkap semua kan uangnya?" tanyaku lagi sambil membuka kantong kresek yang tadi diberikan Reni dan Siska


"Cukup buk, kalau nggak percaya ibuk hitung lagi saja" jawab Reni pelan


Aku tak menjawab karena tiba-tiba aku kesal


"Kita mau kok Din bantuin" Rohaya mencoba mencairkan suasana


"Nggak usah, ntar kalian pikir aku pamer lagi...." jawabku berusaha tertawa


Reni dan Siska yang berdiri di dekatku ikut tertawa walau hanya sekilas mungkin karena mereka masih gugup


"Ya sudah, terima kasih ya" ucapku pada keduanya dengan menyelipkan uang ke tangan mereka


"Besok ibuk akan ke toko saat istirahat" sambung ku pada mereka


"Cuma ngecek ya, nggak ikut angkat-angkat barang" potong Mila cepat


"Iya-iya...." jawabku cepat karena wajah Mila berubah marah melihatku


Hingga akhirnya sebelum maghrib semua sahabatku berpamitan kecuali Tomi


"Jangan ngambek-ngambek, kasihan kak Tomi..." bisik Putri ketika dia memelukku


Aku tak menjawab


"Ingat bagaimana baiknya dia sama kamu" tambah Putri lagi karena aku masih diam


Aku melirik kearah Tomi yang tampak tertawa ketika digoda Rohaya karena dia belum pulang


"Minggu depan kita kesini lagi kok bestie...." ucap Vita ketika memelukku


Aku tersenyum dan tak bisa mengantarkan mereka sampai depan karena dilarang oleh Mila, si dokter protektif


Ketika semuanya pulang yang tinggal cuma Tomi dengan memandang ke arahku sambil nyengir


"Kenapa....?" tanyanya lembut karena aku masih saja cemberut


"Tau......." jawabku kesal


Tomi menggeser duduknya hingga bahu kami persentuhan, lalu diambilnya tanganku, digenggamnya erat


"Aku masih mencintaimu Din....." ucapnya sambil menoleh dan menatap dalam mataku


Dan aku yang masih cemberut tak membalas kata cintanya


"Maaf kalau kelakuanku membuat kamu marah...."


Aku menarik tanganku dengan wajah yang masih ku tekuk

__ADS_1


"Sudah dong ngambeknya"


Aku masih diam, berfikir mengapa aku marah sama Tomi kan dia nggak salah apa-apa, apa cuma karena Siska tadi salah ngomong?, kan tidak seharusnya aku marah sama dia, kan aku belum tahu apa yang terjadi sebenarnya?


"Pokoknya besok aku harus ke toko, aku harus bertanya sama semua yang ada di toko, apa sebenarnya yang terjadi" batinku sambil menatap tajam mata Tomi yang juga membalas tatapanku


"Din.....?" lirihnya sambil membelai wajahku


"Tau ah kak....." jawabku sambil membuang tangannya


Tomi terkekeh, sepertinya dia masih membandel, tidak peduli jika aku marah


"Jangan marah ah, tahu tidak sih kalau orang marah itu asam lambungnya naik...."


Aku tersenyum samar mendengar ucapannya


"Sok tahu....."


Tomi masih terkekeh, lalu diusapnya kepalaku pelan.


"Masih mau makan kue dari ibuk?"


Aku menggeleng


"Ada dua loyang loh...." tambahnya sambil mengambil kantong kresek yang diletakkan Lisa di bawah meja


Tangannya aku hentikan dan refleks aku menempelkan kepalaku ke dadanya


"Maaf......" lirihku manja


"Maaf buat apa?" kembali Tomi bertanya pelan


Aku tak menjawab melainkan masih menempelkan kepalaku di dadanya dan Tomi ternyata menarik pelan bahuku dan langsung melabuhkan sebuah ciuman lembut di bibirku


Aku yang kaget dengan gerakan cepatnya hanya diam ketika bibir Tomi menyesap pelan bibirku


Mungkin karena aku tidak bereaksi, Tomi melepaskan ciumannya lalu memandang kearah mataku


"Maaf karena kakak lancang...." ucapnya malu


Aku hanya bisa menelan ludahku dan memandang padanya yang gugup


"Kak......" panggilku pelan


Tomi menoleh dan aku langsung mencium bibirnya, dan sekarang giliran Tomi yang kaget dengan ulahku


"Balas......" lirihku sambil terus menyesap bibirnya


Tomi pun membalas ciumanku, hingga terjadilah ciuman lembut antara kami berdua


Ciuman yang sudah sangat lama tidak kami lakukan, sampai aku tak ingat kapan terakhir kali kami berciuman


Seingatku kami ciuman dulu ketika kami masih bertunangan. Ciuman kami lepas ketika aku mendengar suara teriakan Naya dan Arik di luar yang pulang dari bermain


"Loh masih ada Om Tomi?" tanya Naya yang masuk

__ADS_1


Tomi tersenyum sambil mengelap bibirnya begitu juga denganku, aku jadi gugup dan membuang wajahku karena malu


"Mandi ya nak...." ucapku pada keduanya yang menganggukkan kepala dan masuk kedalam


Aku dan Tomi saling tatap, dan sama-sama tersenyum penuh makna


"Terima kasih Din....." kembali Tomi bersuara dengan lirih ketika menatapku


Aku memejamkan sebentar mataku karena malu dan itu membuat Tomi gemas yang langsung memeluk erat tubuhku


"Aku mencintaimu Dinda... aku mencintaimu" ucapnya sambil kembali mengusap kepalaku


...----------------...


Seperti biasa sebelum jam delapan Tomi sudah menjemput ku dan mengantarku ke kantor


Walau aku sudah menolak karena sudah seminggu ini dia selalu antar jemput aku


"Sampai kamu benar-benar sehat baru kakak tidak akan antar jemput kamu" jawabnya ngeyel


Aku tidak bisa membantah lagi dan aku semakin tersanjung dengan perlakuan manisnya padaku, bagaimana aku tidak baper, setiap hari dia akan mengantar jemput aku, bahkan setiap jam istirahat akan ada kurir rumah makan yang akan mengantarkan makan siang untukku, bukan hanya untukku tapi untuk kami satu ruangan


Sehingga kecurigaan bu Halimah pada hubunganku dengan Tomi kian menjadi


Dan pak Burlian mungkin sudah dimintai tolong oleh Tomi atau memang beliau yang perhatian dengan seluruh karyawannya sehingga beliau juga tiap hari menengokku di ruanganku walau hanya sekedar bertanya kabar dan mengobrol ringan dengan pak Kusno, tapi itu cukup membuatku bahagia karena begitu banyaknya orang baik di sekelilingku


Dan ketika akan tibanya jam istirahat, aku segera menelepon salah satu karyawan toko kedua untuk minta jemput jam dua belas tepat nanti karena aku akan ke toko


Jam dua belas, karyawanku menelepon jika dia sudah di luar, dan aku segera izin pada seluruh yang ada di ruanganku untuk pamit ke toko sebentar, biarlah makan siangnya mereka duluan saja


Dengan pelan aku berjalan keluar sendirian dan menolak ketika Nadia akan mengantarkan ku ke depan


"Hati-hati buk" ucap karyawanku ketika aku akan naik ke motor, lalu dengan pelan dijalankannya motor menuju toko


Rolling yang terbuka sedikit bisa membuatku masuk yang langsung disambut oleh seluruh karyawanku


"Duduk buk, duduk" ucap mereka dengan nada khawatir sambil menyiapkan kursi untukku


Aku tersenyum kearah mereka melihat bagaimana perhatiannya mereka padaku


"Siska, jelaskan sama ibuk apa maksud omongan kamu kemarin ?"


Semua mata langsung tertuju pada Siska yang mendadak gelisah


Aku diam dan membiarkan Siska menyiapkan dirinya untuk menjelaskan semua padaku, sampai akhirnya setelah sekian detik Siska mulai bersuara


"Ehm, anu buk.... toko ini tu dibeli oleh pak Tomi"


Mataku langsung membulat dan mengedarkan pandanganku pada seluruh karyawanku


"Pak Tomi yang beli toko ini?, kapan?"


"Waktu ibuk dirawat"


Aku langsung menarik nafas panjang, sementara seluruh karyawanku menunduk melihatku yang hanya diam karena shock

__ADS_1


__ADS_2