
Benar tebakanku, kejadian tadi pagi di luar kantor menjadi bahan gosip ketika jam istirahat
Bahkan teman satu ruanganku itu kembali bertanya kepadaku Mengapa Yesa sampai menemui ku. Akhirnya aku menceritakan semuanya kepada mereka, yang membuat wajah mereka ikut terlihat marah dan Pak Kusno hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja
"Terus, Bagaimana kelanjutannya?" tanya Nadia dengan wajah penasaran
"Ya beres lah, Mila yang menyelesaikannya. Apa sih yang nggak selesai jika perempuan itu sudah turun tangan?" jawabku sambil tersenyum bangga
Semua teman satu ruanganku ikut tersenyum mendengar jawabanku
Hingga akhirnya hari ini terus berlanjut sampai sore hingga jam kantor bubar
Aku segera pulang ke rumah begitu jam kantor bubar, dan mendapati kedua anakku sudah berada di rumah bersama Papa mereka
Loh kok tumben jam segini sudah pulang?" Tanyaku pada Tomi begitu aku melihat dia sedang bercerita dengan kedua anakku sambil duduk di teras
Tomi tersenyum, kemudian berdiri dan langsung merentangkan tangannya sehingga aku langsung masuk kedalam dekapannya
"Kita jalan yuk sayang nanti malam?"
Aku mengerutkan keningku, kemudian menoleh kearah kedua anakku yang mengangguk sambil mengangkat alis mereka dengan wajah penuh harap
"Boleh, tapi semuanya nurut keinginan ibuk ya?"
Kedua anakku kembali mengangguk dan memasang wajah senang
Kemudian aku tersenyum dan masuk meninggalkan mereka yang masih betah duduk di teras
Sampai di kamar aku membuka tas dan mengeluarkan vitamin yang diberikan Mila
Aku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalaku ketika melihat tulisan yang ada didalam kantong tersebut
Kalau ini belum tokcer, kamu harus ganti gaya
Aku lalu meletakkan vitamin yang diberikan Mila kemudian merebahkan badanku, kemudian tak lama aku telah tertidur
Tomi yang duduk dengan kedua anak sambungnya beberapa kali menoleh kedalam rumah karena istrinya tak kunjung muncul. Hingga akhirnya setengah jam sebelum maghrib, dia mengajak kedua anaknya masuk, dan langsung naik ke kamar mereka
Dia tersenyum kecil ketika mendapati istrinya tengah tertidur pulas masih dengan seragam dinasnya
Dengan sayang dikecupnya kening istrinya dan membenarkan rambut yang sedikit berantakan menutupi wajah istrinya
"Tumben Dinda tidur sepulang kerja, apa dia sakit ya?" gumamnya sambil menempelkan punggung jarinya ke kening sang istri karena tak yakin dengan bibirnya yang tadi mengecup kening Dinda
Tomi menarik nafas lega karena suhu tubuh Dinda biasa saja
"Mungkin dia lelah" kembali dia bergumam dan tersenyum kecil
"Loh ibuk mana pa?" tanya Naya ketika melihat papanya turun sendiri
"Tidur, kayanya ibuk capek"
__ADS_1
"Tumben, ibuk nggak pernah loh pa tidur sepulang dari kantor. Ya kan dek?"
"Iya, apa ibuk sakit?. Biasanya ibuk tidur sore itu kalau nggak sakit pasti capek tingkat dewa"
Tomi menggeleng dan mengusap kepala Arik yang tampak khawatir ketika berbicara
"Ayo kita siap-siap shalat, biar ibuk nanti papa bangunkan. Kan nggak bagus tidur di waktu maghrib"
Naya dan Arik mengangguk setuju dan langsung berjalan menuju ruang mushala
Sementara kedua anaknya wudhu, Tomi kembali naik keatas dan masih dilihatnya istrinya tampak pulas
Sebenarnya tidak tega untuknya membangunkan, tapi karena sudah mau maghrib akhirnya itu dilakukannya juga
Ketika dia duduk di sebelah tubuh istrinya, tak sengaja matanya menangkap sebuah bungkusan yang terletak tak jauh dari kepala istrinya
Tangan Tomi langsung terulur dan mengambil bungkusan tersebut dan langsung mengeluarkan isinya
Dia tersenyum ketika membaca tulisan yang ada di dalam kantong tersebut dan segera membaca tulisan yang ada di bungkusan yang ada di tangannya saat ini
"Clomiphene citrate" gumam Tomi
Dengan cepat dia mengeluarkan hp dalam saku celananya dan langsung membuka google, dan segera mengetik tulisan yang tadi dibacanya di mesin pencari
Kemudian bibirnya tersenyum ketika membaca artikel yang tampil. Dengan wajah haru di tolehnya istrinya yang masih pulas dan kembali melabuhkan sebuah kecupan sayang
"Istriku, bangun yok. Sudah mau maghrib loh"
Tomi hanya bisa tersenyum ketika mendengar suara gumaman tak jelas dari Dinda
"Astaghfirullah, aku tertidur?"
Tomi tersenyum dan kembali membenarkan rambutku. Dengan cepat aku turun dari atas ranjang terlebih ketika aku mendengar suara adzan
Secepat kilat aku masuk kamar mandi dan ketika aku keluar ternyata Tomi masih duduk di tempatnya tadi
"Anak anak mana kak?"
"Menunggu di bawah"
Aku mengangguk sambil segera berganti baju dan segera turun bersama Tomi
Selesai shalat berjamaah kami segera bersiap karena sesuai rencana tadi, kami akan jalan-jalan
"Uhmmmm....." aku refleks membekap mulut dan hidungku dengan tangan ketika Tomi memakai parfum
"Kenapa sih sayang, perasaan tiap kali aku pakai parfum selalu tutup hidung, apa bau parfumnya nggak enak?"
Aku mendorong Tomi yang mendekat ke arahku dengan tangan kiriku
"Sana nggak boleh dekat-dekat!"
__ADS_1
Tomi terkekeh dan semakin menggodaku dengan terus mendekat yang membuatku kian berusaha mendorong tubuhnya
"Ini parfum mahal loh sayang. Biasanya kamu nggak kaya gini deh. Tapi kok hampir dua minggu ini selalu begini, kenapa?. Jangan-jangan indera penciuman kamu terganggu"
Aku yang menghentakkan kakiku dengan suara tak jelas karena marah dengan Tomi akhirnya membuat Tomi mengalah dan mundur
"Ganti baju pokoknya dan nggak usah pake parfum" ucapku dengan nada marah
"Loh?"
"Harus!!!"
"Iya iya....."
Tomi menurut dan segera berganti baju seperti yang ku perintahkan. Dan ketika dia mau memakai hand body kembali aku mencegahnya, dan akhirnya kembali dia menurut ketika aku menyuruhnya membasuh ketiaknya karena dia sudah memakai roll on
Bukan tanpa alasan aku melakukan ini, aku telah merasa ada yang aneh dalam diriku dalam beberapa hari ini, tapi aku belum mau melakukan test pack karena aku sudah merasa yakin sendiri jika aku sudah hamil
"Ayo sayang" ajak Tomi setelah dia selesai dan aku menganggukkan kepalaku lalu berjalan di sampingnya
Ketika di bawah kedua anakku ternyata sudah siap dan kami langsung berangkat
"Kita ke taman alun-alun" ucapku
Tomi segera melajukan mobilnya kembali yang telah siap berbelok ke mall, dan kulihat wajah kedua anakku tampak kecewa
Tapi cuma sebentar wajah mereka ditekuk, karena ketika sampai di alun-alun, dan alun-alun ramai, wajah kedua anakku langsung berubah ceria
"Buk, kami kesana ya...."
Aku menganggukkan kepalaku kearah kedua anakku yang telah berlari kearah pusat permainan, sementara aku langsung menuju ke penjual jajanan dan langsung memesan siomay dan bakso sekaligus
Lalu aku duduk di lantai keramik taman ini, melihat kedua anakku berlarian bermain
"Mau pakai earphone?" tawar Tomi sambil memberikan earphone padaku yang ku sambut dengan terkekeh
Tapi tak urung aku terima juga walau tidak aku pakai
Tomi duduk di sebelahku, menatap ke arahku tanpa berkedip
"Aku aneh ya?"
Tomi menggeleng, kemudian beralih menatap kedua anak ku yang sekarang sibuk bermain mainan yang menyala jika dilempar ke atas
"Kamu ingat nggak sayang, dulu aku pernah bilang jika aku berharap suatu hari nanti aku akan duduk disini dengan orang yang aku sayang dan melihat anak kami bermain"
Aku tersenyum, kemudian ikut melihat kearah kedua anak kami yang masih terus saja bermain
"Dan In Syaa Alloh itu sebentar lagi kesampaian" ucapku sambil menarik tangannya dan meletakkannya di perutku
"Maksud kamu sayang?"
__ADS_1
Aku memandangnya masih sambil tersenyum kemudian mengangguk
"Sepertinya aku hamil...."