
Aku lari terburu menuruni tangga karena aku kesiangan
Dengan cepat aku membangunkan kedua anakku yang langsung melompat turun dari ranjang mereka dan berebutan saling mendahului masuk kamar mandi
Terdengar keduanya seperti berantem dan kudengar juga Arik seperti menangis
Aku yang sedang berada di dapur langsung kembali ke depan, dan Arik yang melihatku muncul mengadu jika kakaknya tidak mau mengalah sama dia
"Ya sudah, Arik mandi di kamar mandi belakang saja ya sama ibu" ucapku sambil menggendongnya
Lalu aku dengan cepat memandikan Arik, mengganti bajunya bertepatan dengan Naya yang keluar dari kamar mandinya dan telah rapi
"Buk, sarapannya ada?"
Aku kembali dengan cepat menyisiri rambut Arik
"Sebentar nak, kalian pakai saja dulu sepatu" ucapku yang segera berdiri dan terburu lari ke dapur lagi
Aku hanya menggoreng telur mata sapi sebagai sarapan kedua anakku, setelah memasukkan nasi dan telur ke piring, aku membawanya keluar
"Sarapan lah dulu, ibu akan ambil jaket" lanjut ku sambil segera naik ke kamar mengambil jaket dan juga kunci motor
Selesai kedua anakku sarapan, aku segera mengunci pintu lalu kedua anakku naik di boncengan
"Kok tumben sih ibu kesiangan" tanya Naya
"Ibu tidurnya malam" jawabku
"Gara-gara mikirin Tomi aku sampai kesiangan" gerutuku dalam hati
Selesai dengan mengantar kedua buah hatiku sekolah, aku segera kembali ke rumah
Ternyata di teras telah ada karyawan pembibitan
"Pagi buk...." sapa mereka
Aku tersenyum kearah mereka lalu turun dari motor
"Kemana rute kali ini?"
"Saya luar propinsi buk"
"Saya luar kabupaten"
"Saya ngambil bibit"
Aku mengangguk mendengar jawaban ketiga supir itu
"Mas-mas beli sarapan aja di luar ya, aku kesiangan jadi nggak sempat masak" ucapku lagi sambil mengeluarkan uang dari saku celana tidurku
"Nggak usah buk, kita sudah sarapan di rumah" jawab beberapa pekerja
"Nggak apalah, beli apa kek gitu bagi yang sudah sarapan, yang belum beli sarapannya, ya?"
"Baik buk" jawab mereka
Lalu aku memberikan uang pada yang lebih muda di antara mereka, dia baru tamat SMA, dan juga baru bekerja pada kami
"Mas yang beli sarapan, ya?"ucapku ketika memberikan uang tersebut padanya yang dijawabnya dengan anggukan kepala
Setelah itu aku masuk dan keluar lagi telah membawa tiga buah kunci mobil truk
Selesai di sana aku segera naik ke kamarku, mandi dan langsung berganti pakaian dinas
Saat aku keluar dari rumah, muncul mbak Sri
"Maaf mbak, aku belum apa-apa, tolong rumahnya diberesin"
Mbak Sri yang turun dari motor mengangguk dan segera masuk
Aku segera naik keatas motor dan menaruh tas kerjaku di bagian dekat kaki
"Bapak-bapak, mas-mas, saya berangkat kerja dulu ya, assalamualaikum" pamit ku
Meraka semua kompak membalas salamku, baru setelahnya aku membelokkan motor dan segera berangkat
__ADS_1
"Perempuan baik begitu kok malah bos Adi tinggalin" celetuk salah satu diantara mereka
"Ninggalin berlian demi batu kerikil" timpal yang lain
...----------------...
Aku langsung memarkirkan motor ketika sampai di parkiran kantor, bergegas turun lalu berjalan pelan keruangan ku
Di koridor kembali aku melihat para ibu-ibu melirik ke arahku, biasalah para ibu-ibu, ada gosip dikit pasti akan menjadi bahan ghibahan mereka, dan aku yakin sekarang aku yang sedang tren di kantor ini
Aku hanya tersenyum kearah mereka, yang dibalas mereka dengan senyuman samar
Whatever lah batinku, aku meneruskan langkahku masuk ruangan dimana telah ada pak Kusno, tuh bapak-bapak on time banget
"Pagi pak...." sapaku ceria sambil meletakkan tas
"Ada yang nyariin kamu tadi Din"
"Siapa pak?, tumben pagi-pagi sudah ada yang nyariin?"
"Mantan tunangan kamu"
Aku yang sedang membelakangi pak Kusno langsung membalikkan badan
"Apa pak?"
Pak Kusno langsung terbahak yang kubalas dengan cemberut
"Ihhh bapak" rajuk ku
"Tegang sekali muka kamu" lanjut beliau setelah reda terbahak
Aku mendecak kesal dengan duduk dahulu menunggu waktu apel
"Gimana kemarin?" tanya beliau lagi
Kali ini wajahku yang kesal berubah tersenyum
"Aku menang pak"
Aku mengangguk sambil tersenyum
"Ngomong masalah mantan tunangan kamu..."
"Tomi pak" potongku cepat
Kembali pak Kusno terbahak
"Ih, bapak nyebelin deh"
"Iya maaf...." jawab pak Kusno karena aku kembali cemberut
"Iya Tomi, itu beneran tadi dia kesini"
"Bapak serius?"
Kembali pak Kusno hendak terbahak ketika Tomi berdiri di depan pintu
"Pagi Din...?!"
Aku langsung menoleh cepat kearah pintu
"Ini beneran kamu Tom?"
Pak Kusno berdehem yang membuatku melirik kearah beliau dan kembali mendecak kesal
"Jam 10 kita pergi, ya?"
"Kita?" tanyaku ragu
"Berlima kaya kemarin, sama pak Kusno yang dua kontraktor lain juga"
Aku menarik nafas lega
"Berdua juga nggak apa-apa kok...." seloroh pak Kusno lagi yang membuatku kembali memutar mata malas kearah beliau
__ADS_1
Lalu aku melihat kearah luar jendela dimana kulihat para pegawai mulai berjalan kearah lapangan
"Yuk kita apel dulu" pak Kusno berdiri duluan, lalu aku ikut berdiri, dan Tomi sedikit menyingkir ketika aku lewat di depannya
"Semalam kamu nggak ngomong kalo kita pergi" ucapku ketika kami bertiga berjalan berbarengan
"Masalah pribadi sama pekerjaan nggak boleh dicampur" jawab Tomi
Aku kembali mendecak kesal. Selesai apel aku langsung menggandeng lengan bu Halimah, mengajaknya jalan bareng meninggalkan Tomi yang saat ini berjalan dengan pak Burlian
...----------------...
Kembali kami berlima berada dalam satu mobil setelah sekian bulan tidak pernah bertemu lagi
Pak Bagaskoro dan pak Arsen tersenyum ramah ketika melihatku duduk di depan
"Pa kabar Din?" tanya mereka
"Sehat pak, Alhamdulillah" jawabku sambil tersenyum
"Makin cantik saja kamu" goda pak Bagaskoro dan sepertinya itu dia sengaja, karena saat mengucapkan kalimat tersebut, beliau mengerling kearah Tomi yang langsung batuk kecil
"Berarti dari dulu jelek ya pak?" jawabku sambil berusaha terkekeh
"Kalau kamu jelek dari dulu, nggak mungkin mas Tomi betah menduda selama ini" jawab pak Arsen yang langsung membuat wajahku tegang
Lalu ketiga orang yang duduk di belakang langsung terkekeh sedangkan aku dan Tomi saling lirik sebentar lalu kembali fokus menatap ke depan
Tak butuh waktu yang lama untuk sampai di tujuan, karena kurang dari satu jam kami sampai di tujuan.
Begitu kami sampai acara peresmian jalan desa langsung dimulai, diawali dengan sambutan kades lalu selanjutnya dari pak Bagaskoro
Dan ketika peresmian, kedua kepala tender tersebut berdiri di depan menggunting pita secara berbarengan. Tepuk tangan langsung membahana ketika kedua bapak kepala tender tersebut menggunting pita
Acara selanjutnya acara bebas, dimana disini ada acara dangdutan. Acara seperti sudah biasa ada di tiap desa di kecamatan ku. Aku memilih masuk kedalam rumah salah satu warga, numpang istirahat.
Ternyata Tomi mengiring di belakangku, ikut duduk di dekatku
"Capek?"
Aku menggeleng, dan Tomi tersenyum ke arahku
"Mau kakak ambilkan makan?" ucapnya lagi ketika dilihatnya jika kedua kepala tender berdiri di depan prasmanan diikuti pak kades dan pak Kusno
"Nanti" jawabku singkat
"Bapak, ibu, dipanggil pak kades, kata beliau disuruh makan" ucap seorang ibu-ibu masuk
"Oh, oke, terima kasih ya buk" jawabku sambil berdiri
Melihatku berdiri, Tomi ikut berdiri pula, secara beriringan kami juga berdiri di depan prasmanan
"Bapak kira kalian berdua nggak lapar" goda pak Kusno
Aku kembali mendecak dan mengulum senyum.
Selesai makan, tanpa diduga pak kades meminta pada tiga kontraktor tersebut untuk bernyanyi
Aku menahan senyum ketika ketiganya saling tunjuk. Dan akhirnya Tomi yang berdiri dan dengan percaya diri dia berdiri di tengah panggung dengan memegang mic di tangannya
Musik mulai mengalun dan aku jadi deg-degan ketika mendengarnya bernyanyi
Aku sepi, sepi, sepi, sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati, mati, mati, mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu
__ADS_1
Aku terus menatap dalam pada Tomi yang ketika bernyanyi pandangannya terus tertuju padaku