
Setelah itu aku segera mengambil hp, membuka e banking dan segera memasukkan rekening Tomi pada option penerima, kemudian aku langsung menekan angka lima ratus juta, kemudian aku langsung klik transfer. Tak perlu menunggu lama telah ada notifikasi berhasil yang membuatku tersenyum lega
Kemudian aku langsung tangkap layar pemberitahuan berhasil tersebut dan langsung aku kirim dengan Putri sebagai bukti. Dan Putri segera mengambil hp dalam kantong bajunya dan begitu dia membuka hp nya, Putri melirik ke arahku
“Lunas Put. Bilang sama Tomi maaf aku tidak kasih persen atas hutangan dia sama aku. Aku cuma berharap jika Alloh akan membalas kebaikan dia sama aku”
Setelah itu aku segera membalik hp yang ada di dalam genggaman tanganku ketika benda tersebut berdering. Di layar tertera nama Tomi yang menelepon. Aku yakin dia pasti mau menanyakan mengapa aku mentransfer uang padanya
Putri mengangkat alisnya ketika aku menatap kearahnya setelah melihat layar hp ku
“Tomi” ucapku sambil mengangkat hp kearahnya
“Ya angkat, siapa tahu penting”
Aku menggeleng
“Aku mau pulang ke kantor lagi. Kamu saja yang hubungi dia. Suruh dia kesini buat ambil sisa uangnya” ucapku sambil memasukkan hp kembali kedalam tas. Aku segera berdiri, diikuti Putri, hp yang ada di dalam tas ku kembali berdering, tapi sedikitpun aku tak berniat untuk mengangkatnya
“Hati-hati di jalan” ucap Putri ketika dia memelukku
Aku mengangguk, dan segera keluar dari dalam ruangannya. Setelah itu aku segera masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobil menuju kantorku kembali. Jam kantor baru saja akan dimulai ketika aku memarkirkan mobil. Dengan cepat aku turun dari dalam mobil dan segera masuk kedalam kantor
“Dari mana?” tanya pak Kusno ketika aku masuk
“Toko” jawabku sekenanya sambil melempar senyum kearah beliau
Kemudian aku kembali fokus bekerja, tanpa mempedulikan hp ku yang kembali tak berhenti berdering. Karena tak ingin seluruh teman satu kantor curiga dan terganggu, aku sengaja mengubah mode silent di hp ku agar panggilan masuk dari Tomi tidak mengganggu ku
Di tempat lain, tepatnya di kantor Putri
Tomi hanya bisa tertunduk dalam ketika Putri menyerahkan kantong kresek hitam padanya
“Sisanya sudah Dinda transfer kan kak?”
Tomi tak menjawab, hanya terdengar tarikan nafas darinya saja yang didengar oleh Putri
“Maaf aku tidak bisa membujuk Dinda, kakak tahu sendiri Dinda itu orangnya teguh pendirian. Kalau kata dia A ya akan selamanya A. Aku sarankan kakak berusaha maksimal kembali”
“Dia bilang apa sama kamu Put?”
__ADS_1
Putri menggeleng
“Dia cuma nyuruh aku balikin uang ini sama kakak. Terus dia juga minta sama aku untuk menyampaikan ucapan maafnya sama kakak karena nggak memberikan bunga atas pinjaman kakak”
Tomi tersenyum getir mendengar jawaban Putri
“Telepon ku nggak diangkatnya Put. Begitu juga dengan pesan-pesanku, satupun belum ada yang dibacanya”
Putri tersenyum samar mendengar jawaban Tomi. Niat Dinda untuk menggugat Tomi belum disampaikannya, dia tak ingin gegabah, dia masih berharap jika sahabatnya itu hanya terbawa emosi saja ketika berkata bahwa dia akan menggugat Tomi. Dia masih berharap jika sahabatnya itu berubah pikiran
Sorenya Tomi kembali ke rumah orang tuaku, dan aku yang enggan untuk bertemu dengannya hanya menarik nafas panjang ketika di beritahu Arik bahwa ada Tomi di depan tengah menungguku
“Aku memang harus mengembalikan uang kamu. Kan sudah aku bilang bahwa aku tidak mau punya hutang budi sama orang” jawabku ketika Tomi menanyakan mengapa aku benar-benar mengembalikan uangnya
Tomi hanya bisa menarik nafas panjang, dan aku membuang muka melihat wajahnya yang sangat kacau
“Aku capek Tom, aku mau istirahat. Jika kamu mau bermain sama Yusuf dia ada di ruang tengah”ucapku yang sambil berkata demikian sudah berdiri
Kemudian aku segera masuk kembali ke kamarku tanpa menoleh sedikitpun pada Tomi yang hanya bisa menatap kepergianku dengan tatapan kacau
**
Satu minggu setelah aku terakhir kali aku ke kantor Putri, sampai hari ini aku belum juga diberitahu nya tentang perkembangan gugatan yang aku inginkan kemarin. Maka ketika makan siang di kantor, iseng aku mengiriminya pesan, menanyakan bagaimana kabar gugatan ku, sudah sampai mana progresnya kok sampai hari ini belum ada panggilan sidang
Dan aku yang melihat jika pesan ku sudah terbaca oleh Putri menantikan jawaban dari dia. Tapi hingga sepuluh menitan belum juga ada balasan dari Putri. Dan aku memaklumi, mungkin dia saat ini masih sibuk. Hingga akhirnya aku kembali mengabaikan rasa penasaranku dan mencoba berfikir positif jika sahabatku itu memang sibuk dan pasti akan segera membalas pesan yang ku kirim nanti
Tapi ternyata aku salah, hingga malam pesan yang ku kirim belum juga dibalasnya. Hingga akhirnya aku memutuskan jika besok jam istirahat aku akan kembali menemuinya. Dan benar saja kecurigaanku, ketika aku sampai di kantornya, Putri tampak tertunduk
“Kamu belum buat pengajuannya?” tanyaku lagi ketika kulihat Putri tampak gelisah
Putri diam, sehingga memaksaku untuk menarik nafas panjang
“Oke, nggak apa-apa Put. Aku tahu kok kamu lawyer sibuk, jadi kamu pasti belum sempat untuk membuat pengajuan ku. Tapi nggak ada salahnya Put jika kamu kasih kabar sama aku biar aku nggak nunggu-nunggu” lanjut ku masih mencoba tenang
Putri mengangkat wajahnya,
“Kamu yakin mau gugat kak Tomi?” tanya Putri takut-takut
Aku mengerjap kan mataku tak percaya mendengar pertanyaannya, kemudian aku tertawa masam
__ADS_1
“Maksud kamu?. Kamu meragukan keseriusan aku? tentu aku serius Put dengan keputusan aku. kan aku sudah bilang, aku sudah memikirkan ini matang-matang. Dan aku sangat yakin dengan keputusan aku. aku melakukan ini demi mental aku dan juga mental kedua anakku. Aku tak ingin mereka semakin trauma dan aku juga tak ingin sakit kembali. Kamu kok malah nanya nya gitu? Aneh kamu” lanjut ku sambil kembali tertawa masam
Putri diam mendengar jawabanku sehingga membuatku kembali harus menarik nafas panjang
“Ya sudah nggak apa-apa Put kalau kamu nggak mau jadi lawyer aku. Aku bisa kok cari lawyer lain. Terima kasih ya untuk supportnya selama ini” ucapku lagi karena Putri masih saja diam. Dan itu membuatku kecewa dengan sikapnya
Putri dengan cepat menggeleng, segera ditariknya tanganku ketika aku berdiri
“Aku nggak apa-apa kok Put. Aku nggak marah kok sama kamu, selow aja bestie” ucapku meyakinkannya yang berdiri menatapku dengan mata nanar
“Aku mau kok jadi lawyer kamu, maksud aku belum daftarkan gugatan kamu karena aku pikir kamu akan berubah pikiran, itu saja”
Aku menggenggam kedua bahunya
“Nggak apa. Aku memaklumi kok rasa sayang kalian semua sama aku, aku tahu kalian berenam nggak mau rumah tanggaku hancur kembali, iya kan?”
Putri masih diam, dan masih tetap memandang ke arahku
“Aku pulang. Dan terima kasih untuk semuanya. Maaf jika aku ganggu kamu terus” setelah berkata demikian aku tersenyum kearah Putri kemudian aku melepaskan tanganku yang menggenggam erat bahunya, kemudian aku segera berjalan cepat kearah pintu. Panggilan Putri hanya aku jawab dengan melambaikan tanganku tanpa menoleh kearahnya. Kemudian aku segera keluar dari kantor Putri, dan segera masuk kedalam mobil.
Di perjalanan pulang menuju kantor tak terasa air mataku mengalir. Entah aku menangis karena apa. Apa aku kecewa karena sikap Putri atau karena aku kesal dengan diriku sendiri yang terlalu berharap dengan Putri? Entahlah. Hingga mobil berhenti di parkiran kantor, dengan cepat aku mengusap kasar wajahku, melihat wajahku di spion, memastikan jika bekas aku menangis tidak kentara. Baru setelah itu aku keluar dari dalam mobil dan kembali berjalan masuk kedalam kantor
Malamnya, aku segera membuka media sosial yang sudah lama sekali tidak pernah aku buka. Mencari informasi lawyer yang ada di kotaku. Sudah cukup lama aku berselancar di dunia maya, hingga akhirnya aku menemukan sebuah akun yang di profilnya menjelaskan jika dia adalah seorang lawyer
Dengan cepat aku melihat postingannya, agar meyakinkan ku jika dia memang benar-benar lawyer bukan hanya sekedar informasi profil semata. Segera aku tangkap layar nomor kontak yang tertera di sana, lengkap dengan alamat kantornya yang dia posting
Besoknya setelah jam istirahat, kembali aku beralasan pergi ke toko pada seluruh teman satu ruanganku. Aku segera mengaktifkan google map untuk mencari alamat lawyer tersebut. Dengan kecepatan cukup tinggi aku segera melajukan mobilku mengikuti petunjuk google map di hp
Dan benar saja, dua puluh menit kemudian aku sampai di kantor lawyer tersebut. Begitu mobil berhenti, aku segera masuk dan membuat janji dengan bagian di depan. Yang segera mencatat namaku. Kemudian gadis muda tersebut masuk kedalam yang tak lama telah mempersilahkan ku masuk
Saat aku masuk, duduk seorang pria dewasa yang wajahnya cukup tampan. Tersenyum menyambut ku dan mempersilahkan aku untuk duduk
Pria tersebut langsung mengulurkan tangannya dan memperkenal dirinya dengan nama Marsudi Hatta. Sesuai dengan nama yang tampil di akun media sosialnya semalam yang aku lihat
“Maaf jika mengganggu waktu istirahat bapak, tapi selain waktu istirahat aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku” ucapku ketika telah selesai ber basa basi dan memperkenal diri
Lawyer tersebut memaklumi pekerjaanku ketika aku bilang padanya bahwa aku seorang aparatur negara di sebuah kantor kecamatan, dan tidak bisa libur kecuali sabtu minggu
“Aku ingin bapak menjadi lawyer ku” ucapku setelahnya setelah aku menjelaskan tujuanku kekantor beliau
__ADS_1
Dan alhamdulillahnya beliau bersedia dan tidak menolak sedikitpun permintaanku. Segera beliau memintaku untuk datang kembali ke kantornya lusa, yaitu hari sabtu. Dan itu bertepatan dengan libur kantor, jadi aku mengiyakannya
Sebelum aku pergi lawyer tersebut memintaku untuk mengisi sebuah formulir yang menerangkan identitasku dan alasanku, setelah menuliskan semua keterangan dan alasanku secara singkat aku segera berpamitan dengan beliau dan keluar dari kantor tersebut dengan perasaan lega