Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Adi Datang


__ADS_3

Hari ini tepat satu bulan Dinda tidak sadarkan diri. Pekerjaan kantornya di handle oleh Nadia dan Redho. Seluruh pegawai tak hentinya membesuk dan mendoakan kesembuhan Dinda, berharap agar Dinda bisa sadar seperti sediak kala


Tomi hidupnya berangsur-angsur mulai terasa kacau. Anak sambungnya tidak mau lagi tinggal di rumah mereka, dan memilih tinggal di rumah nenek mereka. Walaupun dia dan ibunya sudah meminta maaf dan menjelaskan kesalahfahaman yang terjadi, tapi Naya tidak mau menggubris permintaan maaf mereka dan bersikeras untuk tetap pergi dari rumah yang nyaris dua tahun ini menjadi tempat tinggal mereka


Begitu juga dengan keenam sahabat Dinda, mereka semua secara berangsur tidak respect lagi pada Tomi. Terlebih ketika Mila menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Keenamnya secara kompak memblokir nomor Tomi dan tidak pernah bersedia jika Tomi mengajak mereka untuk bicara


Begitu juga dengan pak Burlian dan istrinya, Tomi memang setiap hari kerumah mereka untuk mengunjungi Yusuf, tapi mereka hanya bersikap biasa saja, tidak seakrab dulu lagi. Dan ibunya Tomi juga sudah kembali ke rumah lama mereka, dan secara kompak para menantu mereka juga menjaga jarak padanya


“Mbak Dinda yang kaya raya, yang berpenghasilan banyak saja di remehkan, lah bagaimana kita yang hanya orang biasa?” komentar mereka ketika mengetahui bagaimana perlakuan ibu mertua mereka pada Dinda


Dan hari ini, Tomi memohon dengan sangat pada dokter untuk bisa masuk kedalam ruang ICU karena dia sudah tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi tentang kegalauan dan kesedihannya selama ini. Akhirnya Mila mengizinkan setelah perawat yang bertugas menjaga Dinda memberitahunya jika Tomi memohon pada dokter dan dokter memintanya untuk memberitahu Mila


“Persilahkan dia masuk, tapi jangan biarkan dia sendirian. Saya tidak yakin dengan keselamatan Dinda jika Dinda hanya berdua dengan suaminya. Bisa jadi sahabat saya itu dibunuh dengan suaminya” ucap Dinda di hp ketika memberi izin yang di iyakan oleh perawat yang berjanji tidak akan meninggalkan Dinda sendirian


Sementara di tempat lain, Naya yang sudah mengetahui keberadaan ayahnya sekarang ada di mana, dengan nekad bolos sekolah demi menemui ayahnya dan akan mengatakan semuanya apa yang terjadi pada ibunya akibat kelakuan ayahnya


Ketika turun dari bis yang membawanya selama empat jam, Naya segera menghubungi nomor hp ayahnya yang didapatnya dari neneknya kemarin. Pada neneknya yang sejak perceraian kedua orang tuanya Naya dan Arik tak pernah lagi kesana. Naya memberitahukan jika dia ingin bertemu dengan ayahnya, ada hal yang ingin ditanyakannya. Tanpa menaruh curiga sedikitpun, kakek neneknya memberikan nomor ayah mereka, dan mengatakan jika ayah mereka sekarang merantau ke lain kota.


Berbekal dengan nomor dan kota yang dikatakan oleh neneknya itulah, hari ini Naya nekad mencari ayahnya. Tanpa ragu Naya segera menempelkan hp di telinganya, dan langsun tersambung


“Halo, ini siapa….?”


Mata Naya langsung panas ketika mendengar suara ayahnya. Walau sebesar gunung dan seluas samudera rasa benci dan sakit hatinya pada ayahnya itu, ketika mendengar suara ayahnya, mengalir jualah air matanya


“Ayah, ini Naya…. Ayah dimana?”


Adi yang ada diseberang yang sedang bekerja mengumpulkan barang bekas, menghentikan gerakan tangannya demi mengetahui siapa yang meneleponnya saat ini


“Naya, serius ini kamu nak?”


Naya mengangguk dengan mengusap kasar wajahnya dan mengatakan jika dia saat ini ada di terminal dan meminta pada ayahnya untuk segera menemuinya. Dan Adi yang memang sangat merindukan Naya, langsung melepaskan pekerjaannya dan segera mencari angkot yang bisa membawanya menuju terminal yang tadi disebutkan Naya


Satu jam berlalu dan Naya sudah bergerak gelisah menunggu kehadiran ayahnya yang tak kunjung hadir. Ketika setengah jam yang lalu diteleponnya, ayahnya bilang jika dia sudah di dalam angkot menuju ketempatnya.


Dan benar saja, ketika angkot berhenti, Adi segera turun dan langsung berlari kearah terminal. Badannya berputar mengelilingi seluruh terminal mencari keberadaan anaknya. Segera dia menempelkan hp ke telinganya, dan Naya yang duduk di dalam terminal segera keluar ketika diberitahu jika ayahnya sudah sampai di luar terminal

__ADS_1


Air mata Naya langsung mengalir deras ketika dilihatnya ayahnya berdiri di tengah-tengah terminal dengan baju lusuh dan celana pendek. Dia lupa dengan kebencian dan kemarahannya selama ini, segera dia berlari sambil berteriak memanggil ayahnya


Dan Adi yang melihat Naya yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja juga tak kuasa menahan tangis. Segera ditangkapnya tubuh anaknya yang berlari kearahnya. Berdua mereka berpelukan sambil menangis haru


Baik Adi maupun Naya sama-sama tak mau melepaskan dekapan mereka. Keduanya masih berpelukan erat tak mempedulikan tatapan heran orang-orang yang berlalu lalang di terminal ini


“Kamu sudah remaja sekarang nak….” Ucap Adi serak sambil mengusap kepala Naya


Naya tersenyum sambil menyeka air mata yang terus mengalir di wajahnya mendengar ucapan ayahnya, kemudian dia kembali mendekap ayahnya sambil kembali terisak


Adi akhirnya menyadari jika saat ini mereka ada di tengah-tengah terminal, dan membawa anaknya ke tepi, ke tempat teduh. Keduanya duduk di trotoar dan Adi mulai menanyakan kabar Naya dan juga Arik


“Ibuk koma yah, sudah sebulan” jawab Naya ketika ayahnya bertanya tentang kabar ibu mereka


Wajah Adi sangat kaget dan dia semakin kaget lagi ketika Naya menceritakan awal mula kenapa ibunya koma


“Ayah tidak menyangka nak jika ayah yang menghubungi ibu kamu akan mengakibatkan dia koma seperti ini” sesal Adi


“Karena itulah Naya kesini. Naya ingin membawa ayah ke rumah sakit. Ayah ceritakan semuanya pada om Tomi dan ibunya om Tomi apa sebenarnya terjadi. Naya nggak ingin mereka men cap ibu perempuan yang tidak benar”


Adi mengangguk dan langsung menyetujui ketika Naya mengajaknya pulang ke tempat asalnya. Tanpa piker panjang, dia kembali mengajak Naya masuk ke terminal dan langsung menuju loket dan membeli tiket bis untuk mereka berdua


Naya menggeleng, dia segera menggandeng tangan ayahnya dan membawanya naik ke dalam bis. Begitu juga ketika mereka di dalam bis, Naya tak malu menempelkan kepalanya ke pundak Adi yang kembali menangis terharu dengan perlakuan anaknya


“Ayah pikir kamu akan benci sama ayah nak….” Lirih Adi dengan suara tercekat


Naya mengangkat kepalanya, memandang wajah ayahnya dengan dalam


“Aku memang benci sama ayah. Aku memang sakit hati sama ayah. Tapi aku tetap sayang sama ayah. Walau bagaimanapun juga, ayah adalah ayah kandung aku. Dan sampai kapanpun akan terus menjadi ayah kandung aku” sambil berkata seperti itu air mata Naya mengalir deras


Dan itu juga mampu membuat mata Adi kembali basah dan ikut menangis. Kemudian Naya kembali menyandarkan kepalanya di pundak ayahnya, dan terlelap. Dan Adi hanya tersenyum tipis ketika melihat Naya, anaknya yang telah dia tinggalkan lebih dari tiga tahun karena kejahatan dan kebodohannya


Sementara di rumah sakit, Tomi yang masuk kedalam ruang ICU, seketika langsung menangis tersedu sambil menggenggam erat tangan Dinda


“Dinda sadar Din, sadarlah sayang. Kamu boleh hukum aku, tapi jangan hukum aku dengan kamu koma seperti ini. Aku memang tidak pantas menjadi suami kamu karena aku telah sangat jahat sama kamu”

__ADS_1


Masih tak ada reaksi, dan Dinda masih saja seperti awal dia masuk kedalam ruangan ini. Tapi Tomi tak patah arang, dia terus meluapkan kesedihan dan harapannya pada Dinda agar sang istri segera sadar. Sementara di perjalan menuju daerah tempat Dinda, bis yang membawa Naya dan Adi sudah mulai masuk ke terminal. Dan Adi menarik nafas panjang ketika dia bisa kembali lagi ke daerahnya setelah sekian bulan ditinggalkannya


Diusapnya dengan lembut kepala Naya ketika mobil benar-benar berhenti, dan Naya yang terjaga segera menguap dan mengucek matanya


“Kita sudah sampai, yah?” tanyanya


Adi mengangguk dan mengajak Naya turun.


“Kita mampir ke toko pakaian yah. Ayah harus di make over, aku nggak mau om Tomi menganggap remeh ayah aku”


Adi tersenyum kecut mendengar ucapan anaknya. Dan menurut saja ketika Naya mengajaknya naik ojek dan berhenti di sebuah toko pakaian terkenal di kota mereka


Setelah berganti baju di toko tersebut, Naya juga mengajak ayahnya ke salon dan meminta orang salon untuk memotong rambut dan menata rambut ayahnya. Tak lupa Naya juga meminta pihak salon untuk membersihkan wajah ayahnya agar terlihat lebih segar


Ketika hp nya berdering karena telah lewat lama dari jam pulang sekolah, dan neneknya menghubunginya karena khawatir, Naya menjawab jika dia langsung ke rumah sakit dan kemungkinan malam baru pulang ke rumah. Sedikitpun dia tidak memberitahu neneknya jika saat ini dia dengan ayahnya


Sebelum maghrib, Naya dan ayahnya sudah berada di area rumah sakit tempat dimana ibunya di rawat. Mila terkesiap ketika melihat Naya masu bersama dengan Adi. Dengan segera dia berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari tempatnya yang semula berbincang dengan rekan seprofesinya


“Naya…..!” panggil Mila


Naya dan Adi menghentikan langkah mereka, dan sama-sama menoleh kearah sumber suara


“Aku sengaja bawa ayah aku kesini aunty. Aku ingin ayah aku menjelaskan sebenarnya yang terjadi pada om Tomi. Biar om Tomi tidak meragukan karakter ibuk aku. Aunty tenang saja, ayah nggak akan masuk ke ruang ICU. Aku bawa ayah cuma untuk bertemu dengan Om Tomi, nggak lebih”


Mila diam dan hanya melirik sekilas kearah Adi yang tampak memandangnya dengan raguu


“Janji jangan buat keributan, aunty nggak mau ada keributa di rumah sakit ini”


Naya mengangkat jempolnya tanda menyetujui ucapan Mila, kemudian dia segera menggandeng tangan ayahnya dengan santai hingga membuat Mila harus menarik nafas panjang


“Oke, itu memang ayah kamu Naya. Auty nggak bisa larang kamu dekat-dekat sama dia. Walau sebenarnya aunty sangat gedek melihatnya” keluh Mila


Naya yang menggandeng tangan ayahnya berjalan santai menuju ruang ICU, dimana di depan ruang tersebut, teppatnya di kursi tunggu tampak Tomi dan ibunya duduk dengan wajah sedih


“Om….” Panggil Naya

__ADS_1


Tomi mengangkat kepalanya dan langsung menoleh cepat kearah Naya yang memanggilnya. Dan Tomi seketika langsung menelan ludahnya ketika melihat Naya dengan Adi telah berdiri di dekatnya


“Ngapain kamu kesini?” tanya Tomi yang langsung berdiri dan memandang Adi dengan tatapan marah


__ADS_2