Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Dan Itu Terjadi


__ADS_3

Aku hanya tersenyum ketika Tomi berbisik demikian.


Selesai itu aku kembali menatap cincin yang ada di jari manisku sambil kembali tersenyum haru


Aku tidak menyangka jika cincin ini masih disimpan oleh Tomi. Padahal dulu saat aku mengembalikan padanya, cincin ini aku kembalikan sambil aku lempar dengan penuh marah


"Ambil cincin ini aku tidak membutuhkannya!!" teriakku saat itu.


Tapi ternyata takdir mengatakan lain, cincin itu kembali lagi kepadaku. Dan sekarang melingkar kembali ke jariku.


"Sudah, nggak usah dipikirkan lagi yang sudah lewat" bisik Tomi yang menyadarkan ku.


Sehingga aku tergagap, lalu buru-buru menurunkan tanganku.


Selesai semua prosesi akadnya, aku dan Tomi berjalan ke arah pelaminan.


Tapi lagi-lagi langkah kami terpaksa berhenti, karena keenam sahabatku ingin ikut mengantarku naik ke pelaminan.


"Sumpah kakak nggak bisa ngomong apa-apa lagi tentang persahabatan kalian. Kalian benar-benar sahabat yang baik untuk di Dinda" ucap Tomi bangga kepada para sahabatku yang tersenyum kepadanya.


Akhirnya setelah aku dan Tomi duduk di pelaminan, keenam sahabatku turun. Tapi sebelum turun mereka kembali mendekap dan mencium ku dengan hangat.


Karena resepsi akan diadakan malam nanti, jadi siang ini tamu yang didominasi oleh keluarga besar kami hanya bersalaman pada kami lanjutkan dengan foto bersama dan makan siang bersama.


Naya dan Arik juga ikut naik ke pelaminan dan duduk di sebelah kami.


Bahkan aku sempat meneteskan air mata ketika memeluk kedua anakku.


Dan mata Tomi juga terlihat berkaca-kaca ketika kedua anakku memeluknya.


Kedua orang tuaku juga meneteskan air mata ketika memelukku dan Tomi.


"Jangan pernah tinggalkan Dinda lagi!" ucap Ibuku sambil berlinang air mata


Tomi menjawab pasti dengan ucapan dan janjinya bahwa dia akan terus bersamaku dan tidak akan pernah meninggalkanku lagi.


Bahkan ibunya Tomi sangat terharu ketika dia naik bersama tiga anak lelakinya yang lain.


Kembali aku tidak kuasa menahan air mataku ketika beliau memelukku sambil mengucapkan terima kasih karena aku mau jadi menantunya.


Dan tangis Tomi langsung pecah ketika dia memeluk ibunya.


"Andai Ayahmu masih ada, tentu dia akan sangat bangga melihat kamu bersanding dengan wanita yang sangat direstuinya".


Aku kian terharu mendengar ucapan ibunya Tomi. Karena aku sangat ingat, dulu ayahnya Tomi sangat sayang sama aku. Dan aku sepertinya anaknya sendiri walau saat itu aku masih pacaran dan bertunangan dengan Tomi.

__ADS_1


Momen haru lainnya adalah ketika ketiga adik Tomi bergantian memeluk Tomi.


Walaupun mereka semuanya laki-laki, tapi mereka tidak malu menunjukkan jika mereka benar-benar terharu dan menangis.


"Jaga Kakak kami ya mbak" titip mereka ketika mereka memelukku.


Aku hanya bisa mengangguk karena saat itu air mataku terus mengalir.


Hingga menjelang sore, keluarga besar kami mulai berpamitan pulang karena mereka akan bersiap datang lagi malam nanti.


Karena keluarga kami sudah banyak yang pulang, aku dan Tomi juga berniat untuk pulang untuk beristirahat.


"Kalian nggak akan pulang ke rumah, tapi kalian pulang ke hotel" ucap Putri.


"Loh kok gitu?" tanyaku heran.


"Aku sudah reservasi hotel untuk kalian berdua" jawab Putri sambil tersenyum.


Aku langsung melongo mendengar jawabannya.


"Udah nggak usah banyak mikir" jawab Vita cepat.


Aku hanya bisa nyengir ke arah mereka.


Aku hanya bisa menelan ludahku mendengar ucapan Lisa.


Hingga akhirnya adiknya Tomi mengantarkan kami ke hotel yang tadi dikatakan oleh Putri.


Saat kami masuk ke dalam hotel, bagian resepsionis ternyata sudah menanti kedatangan kami. Dan aku yakin mereka sudah ditelepon oleh Putri sebelumnya.


Kulihat adiknya Tomi turun dengan menenteng sebuah tas, lalu diberikan kepada Tomi. Selesai itu dia langsung pergi meninggalkan kami.


Dengan agak kesusahan karena masih memakai kebaya, aku berjalan dengan digandeng Tomi menuju kamar yang ditunjukkan oleh pegawai hotel.


Begitu Tomi membuka pintu kamar hotel, Mulutku langsung ternganga .


"Ya ampun, semua sahabat ku memang benar-benar luar biasa ya" ucapku ketika aku melihat bagaimana kamar itu didesain begitu cantiknya dengan banyak kelopak bunga di atas ranjang dan juga lantainya.


"Harusnya kita ke sini malam nanti" ucap Tomi sambil mengajakku masuk.


Aku terkekeh mendengar ucapan Tomi dan refleks aku memukul lengannya.


Dengan sangat hati-hati aku duduk di atas ranjang lalu menyentuh kelopak bunga mawar tersebut


Sementara Tomi melepaskan tuxedo yang tadi dipakainya waktu akad dan dia menoleh ke arahku.

__ADS_1


"Kamu nggak mau ganti baju sayang?" tanya Tomi yang membuatku tercekat.


"Aku nggak bawa baju, gimana mau aku mau ganti baju?" jawabku sambil menepuk keningku .


Di saat aku kebingungan HP yang ada di tanganku berdenting.


Buka lemari.


Aku langsung keheranan membaca pesan yang dikirim oleh Putri. Tapi tak urung itu membuatku berdiri dan langsung berjalan menuju lemari.


Seketika aku menelan ludahku, Ketika aku membuka lemari di mana Aku lihat ternyata Putri juga sudah menyiapkan lingerie dan pakaian lainnya untuk ku.


Aku memejamkan mataku ketika aku mengambil sebuah lingerie, dan membentangkannya ke depan wajahku.


"Kok ada baju dinas?" tanya Tomi yang membuatku kaget dan langsung terburu memasukkan baju tersebut kembali ke dalam lemari.


Melihatku yang gugup, membuat Tomi tersenyum.


Karena tak ingin Tomi berpikiran jauh aku segera membalas pesan yang tadi dikirim oleh Putri.


Ya ampun nggak baju begini juga kali Bestie tulis ku.


Dan Tomi yang sekarang sudah merebahkan tubuhnya, dan sudah berganti pakaian yang ada di dalam tasnya, hanya melihat ke arahku.


"Nggak akan ganti baju? masih akan tetap memakai kebaya?".


Aku tidak menjawab ucapan Tomi, melainkan segera membalikkan badanku berjalan menuju ke arah meja dan mulai melepas hiasan di kepalaku.


Tanpa aku duga, ternyata Tomi turun dari atas ranjang dan membantuku melepaskan ikatan rambut dan juga hiasan kepalaku.


Setelah rambutku tergerai, Tomi langsung menghirup dalam rambutku. Dan seketika degup jantungku langsung berdetak kencang


Tanpa bisa aku cegah Tomi langsung menarik daguku dan langsung menyesap lembut bibirku.


Dan aku hanya bisa memejamkan mataku menikmati permainan bibir Tomi yang begitu rakus menyesap bibirku


Sampai entah kapan akhirnya aku hanya bisa membiarkan tangan Tomi mulai melucuti kebayaku.


Dan kembali Aku hanya bisa menurut ketika Tomi mengangkat ku dan meletakkan ku dengan pelan di atas ranjang.


Kembali dengan lembut Tomi memperlakukanku dengan sayang. Hingga akhirnya membuat aku melayang dan lupa diri dan menuntut lebih jauh atas perlakuan manis Tomi pada diriku .


Sampai akhirnya permainan yang seharusnya malam nanti kami lakukan telah kami lakukan sore ini.


Entah berapa lama waktu yang kami habiskan dalam permainan panjang kami. Karena aku tak ingat. Yang aku ingat, setelah itu aku tidur dalam dekapan hangat Tomi .

__ADS_1


__ADS_2