Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Maafkan Aku Tom....


__ADS_3

"Please dong berhenti ketawanya...."


Keenam sahabatku tak memperdulikan bagaimana malunya aku. Mereka masih terus terbahak


"Kurang ajar Tomi" rutuk ku dalam hati


"Cie cie cie yang salting...." kembali Rohaya menggodaku


Ingin sekali rasanya aku bejeg-bejeg badannya saking kesalnya aku


Sementara karyawan toko yang mendengar keriuhan di atas saling toleh dan tersenyum


"Alhamdulillah ibu Dinda punya teman yang baik-baik" ucap mereka


Karena toko telah dibuka kembali, para pembeli yang sekarang sudah tahu ada jadwal istirahat kini mulai berdatangan kembali


Sedangkan aku karena sahabatku datang, jadi aku tidak lagi ikut membantu melainkan terus mengobrol pada mereka


Sesekali pandanganku tertumbuk pada Putri, dan Putri mengedipkan matanya berkali-kali yang membuatku yakin jika dia sudah mempersiapkan berkas yang ku butuhkan


Karena kedatangan sahabatku, kesedihan dan kegelisahanku menguap tak bersisa. Terlebih karena mereka sangat mengerti keadaanku, persahabatan yang mereka beri benar-benar tulus dan tak bersyarat


Hingga sore mereka belum juga berniat hendak pulang, dan karyawanku rupanya tak berani untuk menutup toko karena belum ada perintah dariku, padahal jam pulang seharusnya sudah sejak satu jam yang lalu


Sis, tokonya di tutup aja, rolling nya juga jangan lupa ditutup. Ibu masih di atas, sahabat-sahabat ibu masih betah disini


Begitu pesan singkat ku pada Siska. Dan kudengar suara rolling di tutup, itu artinya karyawanku telah pulang, dan aku kembali fokus mengobrol dan tertawa-tawa dengan mereka


Hingga akhirnya kami terlonjak kaget ketika mendengar suara adzan


"Serius ini udah maghrib?" teriak Mila kaget


Aku mengangguk


"Ya Alloh, bisa marah laki gue" ucapnya panik dengan langsung berdiri dan mengambil tasnya


"Hei, kami juga mau pulang kali" protes kami karena Mila meninggalkan kami


"Aduh bestie, kalian minta antar Putri sama Dinda aja ya, ini tadi gue ada janji sama laki gue, kita mau kondangan jam lima tadi, haduuhhh, kena semprot ini gue"


Kami saling pandang dan kompak terbahak melihat Mila panik


"Takut juga ya dia sama lakinya" timpal Lisa setelah kami selesai tertawa


Kami semua beriringan turun ke bawah, sedangkan Mila telah melesat jauh tanpa cipika cipiki lagi dengan kami


Segera Vita dan Rohaya naik ke mobilku, sedangkan Lisa, Putri dan Nanda naik ke mobil Putri, karena mereka satu arah


Sedangkan Mbak Sri yang memakai motor membawa kedua anakku pulang ke rumah


Degup jantungku berpacu cepat ketika aku mengantarkan Vita. Karena rumah Vita tidak jauh dengan rumahnya Tomi


"Wajah kamu kok tegang banget Din?" goda Vita menahan tawa


"Diem lu!" bentak ku


Vita cekikikan


"Untung Roh gentayangan sudah turun, kalau nggak mati aku digodanya"


Kembali Vita cekikikan yang membuat wajahku kembali ditekuk


Sepuluh menit berikutnya mobil berhenti dan jantungku rasanya mau copot ketika dari dalam rumah Vita muncul Tomi


Aku langsung menoleh dengan menatap tajam pada Vita yang berwajah datar


"Ini pasti ulah kamu kan?"


Vita menoleh dengan memasang wajah heran disertai menggelengkan kepala

__ADS_1


Aku mendecak kesal ketika kulihat suami Vita juga keluar dan tersenyum kearah mobil


"Ayo turun!" ajak Vita sambil menarik tanganku


"Lain kalilah, udah malam, kasihan anak gue"


Vita tak menggubris tolakan ku, dia terus menarik ku yang akhirnya membuatku menyerah


Aku memasang senyum kaku pada Tomi dan suami Vita


"Maaf baru nganter Vita sekarang, biasalah kalau kita udah kumpul sering lupa waktu" basa basiku pada suami Vita yang mengusap kepala Vita ketika Vita berdiri di dekatnya


"Uhhh romantis banget sih mereka" batinku iri


Lalu kami masuk dan Vita langsung masuk kedalam dengan membawa nampan berisi air


"Udah aku nggak lama kok" tolak ku ketika Vita menuangkan air ke gelas dan memberikannya padaku


"Kenapa cuma sebentar, nggak kangen ibu apa?"


Refleks aku menoleh kearah pintu ketika kudengar suara ibunya Tomi


Aku langsung memasang senyum kaku dan berdiri menyambut beliau, dan langsung merangkul dan mencium punggung tangannya


"Makasih ya bu untuk kue nya"


"Lah ini ibu buatin lagi untuk kamu, tadi kata Tomi yang tadi habis diserbu dengan teman-teman kamu, makanya ibu buatin lagi"


Aku dan Vita tersenyum tak enak dan kami berdua nyengir


"Aduh bu udah ngerepotin banget" ucapku tak enak sambil menerima kue tersebut


"Masih suka kan?"


Aku mengangguk. Lalu ibunya Tomi duduk di sebelahku dengan terus menggenggam erat tanganku


"Coba kalau Dinda jadi mantu ibu ya bu, kan bisa tiap hari kami ghibah" aku langsung melotot kan mataku pada Vita yang mulutnya nggak difilter


"Maaf ya semua, aku nggak bisa lama, sudah malam juga, kasihan anak-anak aku di rumah"


"Tomi antar Dinda!"


Aku yang sudah berdiri langsung menoleh cepat kearah ibunya Tomi


"Nggak usah bu, aku berani kok"


"Jalannya kalau malam rawan, takutnya kamu kena begal kaya Tomi kemarin"


Aku menelan ludah mendengar jawaban ibunya Tomi


"Haduh alasan apalagi ini untuk nolak" batinku


"Bener Din, kalau kamu dibegal bisa mati gue dikeroyok yang lain" dukung Vita yang makin membuatku geram padanya


"Tom, kamu ajak Aldi, biar kamu boncengan sama Aldi naik motor"


Aku menarik nafas bingung, sementara Tomi menatap serius pada wajahku mendengar ucapan ibunya


"Aku nggak mau ngerepotin"


"Nggak kok Din, nggak ngerepotin"


Aku kembali nyengir mendengar jawaban ibunya Tomi


"Ya Tuhan...." batinku bingung


"Ya udah deh" ucapku lesu ketika Aldi sudah di atas motor dan sudah berada di halaman rumah Vita


Aku langsung cipika cipiki pada Vita dan ibunya Tomi. Bahkan ibunya Tomi sampai memelukku dengan erat dan membelai wajahku

__ADS_1


"Kamu tidak pernah berubah Din, kamu tetap menjadi yang spesial di hati ibu"


Aku nyengir dan mencium punggung tangan beliau sebelum akhirnya aku berjalan kearah mobil


"Eh kamu di sebelah kiri aja, biar kak Tomi yang bawa mobil" ucap Vita yang segera mengambil kunci di tanganku dan memberikan ke tangan Tomi


Aku kembali harus menarik nafas panjang dan segera memeluk erat Vita sambil mencubit keras perutnya


"Kurang ajar kamu ya, kamu sengaja kan?" lirihku sambil tersenyum manis kearah suaminya yang berdiri di teras


Kulihat Vita meringis kesakitan sambil berusaha melepaskan cubitan ku


"Awas kamu!" geram ku


"Aduhhh Din sakit tauuu"


"Bodo..."


Setelah itu aku melepas dekapanku dan kembali cipika cipiki padanya sambil tersenyum penuh arti


Lalu aku naik kedalam mobil dimana telah duduk Tomi di belakang kemudi


"Maaf ya Tom jadi ngerepotin" ucapku ketika kami sudah di perjalanan


Kulihat Tomi hanya tersenyum dan fokus menatap ke depan


"Agak cepat bisa kan Tom?, anak aku cuma sama Nanny nya di rumah"


Protes ku ketika Tomi seperti sengaja memperlambat laju mobil


"Din....?"


Aku menoleh kearah Tomi yang menatapku


"Jalan lihat ke depan, bukan ke aku"


Tomi tersenyum


"Din, aku mau tanya, masihkah ada kesempatan untuk aku kembali sama kamu?"


Aku menarik nafas panjang sambil menggelengkan kepalaku


"Kamu jangan gila Tom, aku punya suami. Kamu tahu itu"


"Tidakkah kau ingin menceraikan Adi, padahal dia sudah sangat menyakitimu?"


Aku tersenyum getir


"Apa bedanya sama kamu?"


Tomi terdiam, dan aku hanya mendengar tarikan nafas panjangnya


"Aku masih sangat mencintaimu Din" lanjut Tomi setelah kami lama diam


"Simpan cinta itu Tom, karena aku tak percaya lagi sama yang namanya cinta, dua kali aku disakiti oleh orang yang aku sayang, Dan itu membuatku trauma"


"Tapi Din?"


"Cukup Tom, aku hargai cinta kamu padaku, tapi please berhenti"


Lalu kami sama-sama diam tak berkata apa-apa lagi sampai mobil masuk ke halaman rumahku


"Terima kasih Tom" ucapku ketika kami turun


"Nggak nawarin mampir?"


Aku kembali tersenyum getir


"Aku tak ingin ada fitnah, terima kasih atas waktu dan kesediaan kamu, salam buat Aldi"

__ADS_1


Setelah itu aku masuk dan tak menoleh lagi kearah Tomi yang terus menatap kepergianku


__ADS_2