
Jika Bukan Dengan istriku, Maka aku harus Royal dengan siapa? balas Tomi yang membuat hatiku langsung berbunga-bunga
Aaaah..... kakak jangan ngomong kayak gitu aku baper ketik ku membalas pesan dari suamiku
Aku tidak menyadari, Jika beberapa karyawanku yang sedang makan, menoleh ke arahku kemudian mereka tersenyum
Jangankan hanya uang, kamu minta isi dunia pun akan Kakak berikan
Reflek aku langsung terkekeh membaca balasan dari Tomi yang benar-benar norak menurutku. Dan kembali karyawanku menoleh ke arahku dan ikut tersenyum
Setelah saling membalas pesan dengan kata sayang, aku mengakhiri pesan singkat ku kepada Tomi. Dan aku langsung makan siang karena rencananya setelah ini aku akan ke toko kedua
Selesai makan siang dan ruko kembali beroperasi seperti sedia kala, aku segera berpamitan dengan karyawanku karena aku akan ke toko kedua
Dan rutinitas ku sama seperti di toko pertama tadi. Aku memeriksa laporan, memeriksa stok barang, dan juga bertanya kepada Siska apakah ada tagihan sales
Tidak lama aku di toko kedua, hanya sekitar dua jam. Karena setelah itu aku langsung berpamitan karena aku akan bersiap ke toko kue, beli buah tangan lagi untuk mertuaku dan adik-adik iparku
Ketika aku sampai di rumah, Naya baru saja pulang dari sekolah. Terlihat sekali letih di wajahnya, dan segera aku dekap Naya untuk mengurangi rasa penat pada dirinya akibat dia seharian di sekolah
"Istirahat dulu ya Sayang, nanti kalau Papa pulang kita ke rumah Nenek"
Wajah letih Naya berubah cerah Ketika aku berkata demikian. Segera dia masuk ke dalam kamarnya dan tak keluar-keluar lagi, aku yakin saat ini dia sedang beristirahat siang
Kemudian aku naik menuju ke kamarku, setelah sebelumnya tadi aku meletakkan oleh-oleh yang akan aku bawa ke rumah Mertuaku ke dapur. Aku langsung merebahkan sejenak badanku sambil menunggu kedatangan para sahabat, karena aku sudah janjian dengan para sahabatku.
Baru saja aku hendak memejamkan mataku, terdengar suara ketukan di pintu
"Buk, ada para sahabat ibuk di bawah" ucap sebuah suara yang aku kenali suara Mbak Sri
Segera aku duduk, lalu mengusap wajahku karena rasa kantuk tiba-tiba menyerang ku
Aku segera berjalan ke arah pintu lalu membukanya, dan mengucapkan terima kasih kepada Mbak Sri karena dia telah memberitahuku
"Bestie.....!!!" teriak para sahabatku ketika aku berjalan menuruni tangga
Aku yang semula ngantuk, langsung melotot begitu mendengar teriakan mereka.
Langsung lah kami berpelukan hangat dan saling cipika cipiki
__ADS_1
Aku segera mengajak para sahabatku menuju tempat aku menyimpan oleh-oleh untuk mereka.
Layaknya anak kecil, para sahabatku saling berebutan kantong kresek padahal sudah jelas-jelas di luar kantong kresek tersebut telah aku tuliskan nama mereka masing-masing agar tidak tertukar
Aku hanya bisa tertawa terpingkal melihat mereka rebutan kantong kresek
"Ya ampun sumpah, kalian itu persis anak ayam rebutan jagung" ucapku sambil terus terpingkal
Keenam sahabatku tidak memperdulikan bagaimana aku yang tertawa terpingkal melihat kelakuan mereka
Setelah masing-masing mereka mendapatkan kantong kresek sesuai dengan nama mereka, dengan cepat keenamnya langsung membuka kantong kresek tersebut dan kembali mereka berteriak tidak karuan
"Ya ampun Din, bagus banget...!!" teriak Rohaya dan Lisa
Sahabatku yang lainnya juga ikut memuji keindahan mutiara Lombok yang aku berikan sebagai oleh-oleh untuk mereka. Dan mereka juga memuji Bagaimana kain tenun Sasak serta makanan khas lombok yang juga aku berikan kepada mereka
"Semoga suka ya...., maaf jika hanya ini yang bisa aku berikan sama kalian" ucapku dengan wajah sedikit tak enak ke arah mereka
"Ya ampun kita suka banget loh Din. Ini bagus banget dan kita yakin ini harganya pasti mahal" ucap Vita yang dijawab oleh sahabatku yang lain dengan anggukan kepala
Lalu mulailah kami bercerita panjang lebar. Keenam sahabatku sibuk bertanya bagaimana honeymoon ku, Bagaimana perlakuan Tomi kepadaku, dan tak lupa mereka juga bertanya bagaimana ipar dan mertuaku
"Kasih tahu nggak ya..... ??!" ucapku dengan nyengir yang sukses membuat keenam sahabatku langsung memukuli tubuhku dengan geram
"Ya aku harus cerita apa? kalian tahu lah Bagaimana cintanya kak Tomi sama aku. Bagaimana sayangnya ibunya kak Tomi sama aku. Terus ipar-iparan aku, ya mereka juga baik, nggak ada yang jahat. Dan aku harap sih Sampai kapanpun mereka tetap baik sama aku" jawabku setelah selesai terbahak-bahak
Wajah keenam sahabatku langsung berubah sendu ketika mendengar jawaban panjang lebar ku
"Beruntung banget sih Din kamu, kita iri deh" ucap Lisa
Aku tersenyum mendengar ucapan Lisa. Dan aku langsung membuka hp-ku, memberitahu mereka Bagaimana semalam tanpa sepengetahuan ku Tomi mentransfer uang untuk ku
"Serius Din Tomi transfer kamu?" tanya Dokter Mila tak percaya
Aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum lebar, yang kembali membuat keenam sahabatku semakin iri
"Eh terus, terus, pindah rumah barunya kapan? kali ini Putri yang membuka suara
Aku diam mendengar pertanyaan Putri, kemudian aku menceritakan kepada mereka bagaimana kemarin aku dan Tomi sudah melihat rumah tersebut. Lagi-lagi Aku mengatakan kekagetan ku bahwa Tomi bilang rumah itu adalah dreaming list ku
__ADS_1
Aku langsung menoleh ke arah Rohaya, waktu itu ketika aku mengatakan bahwa kami akan honeymoon ke Pink Beach, Rohaya mengatakan juga bahwa itu adalah dreaming list ku
"Roh, kok kak Tomi tahu ya kalau itu dreaming list aku? seingat aku, aku nulis itu waktu kita masih sekolah. Ingat nggak sih Kalian kapan aku nulis itu?
"Kalau nggak salah, sehabis kita latihan basket deh, iya nggak sih?" tanyaku dengan mimik wajah serius ke arah para sahabatku terutama kepada Rohaya
"Ya ampun, lu lupa Din? lu nulis itu waktu Elu lagi berantem sama kak Tomi" jawab Rohaya yang membuat pikiranku langsung menerawang ke masa lalu
"Masa sih?" tanyaku nggak yakin ke arah Rohaya
Lalu aku kembali menoleh ke arah sahabatku yang lain. Kali saja mereka Ingat. Masa diantara kami cuma Rohaya yang ingat
'Ah, iya bener Din. Kamu nulis itu waktu kamu berantem sama Kak Tomi. Yang kamu bilang pokoknya kamu mau putus sama kak Tomi" Nanda menyahut dengan cepat
Sekarang aku tertegun mendengar jawaban Nanda, berusaha untuk flashback ke masa lalu
"Whatever lah, asli. Serius, gue lupa Kapan kejadiannya itu. Pokoknya Seingat aku, aku nulis dreaming list itu waktu kita masih sekolah dan herannya kok suami aku bisa tahu"
"Ya Kitalah Din yang bilangin sama Kak Tomi" jawab Rohaya tanpa dosa
Mulutku langsung ternganga mendengar jawaban Rohaya. Kemudian aku langsung menoleh ke arah ke enam sahabatku yang wajah mereka juga tampak bengong
"Nggak ada Roh kita bilang sama Kak Tomi. Jangan-jangan elu yang bilang" ucap Putri langsung dengan nada nyolot
Rohaya langsung cekikikan begitu mendengar ucapan ketus dari Putri
"Iya deng, emang gue yang ngasih tahu Kak Tomi. Habisnya gue dicegat sama Kak Tomi. Ya gue bilang aja kalau lu saat itu marah, terus Elu nulis angan-angan elu sambil berurai air mata, gitu...."
Refleks kantong kresek tempat oleh-oleh Rohaya langsung aku pukulkan ke kepalanya
"Heh Din..., Harusnya lu itu Terima kasih sama gue. Karena gue kasih tahu kak Tomi, akhirnya dreaming list elu itu jadi terkabul. Coba kalau gue nggak ngasih tahu, nggak bakal tuh lu honeymoon ke Pink Beach, punya rumah berwarna putih dua lantai dengan tangga yang berkelok-kelok, punya mobil mahal ya kaaannn???? bukannya terima kasih sama gue, Eh lu malah nimpuk gue"
Aku langsung tertawa tertahan mendengar Rohaya mengomeli ku
"Iya deh Roh Maaf..... iya iya aku ucapin Makasih deh sama kamu karena lemesnya mulut kamu itu, akhirnya apa yang dulu pernah aku tuliskan secara nggak sengaja, nggak sengaja loh Itu, serius. Bisa jadi kenyataan...." jawabku masih dengan wajah menahan tawa
Rohaya langsung bangkit dari tempat duduknya, dan langsung memelukku erat sambil memukul-mukul pundakku dengan gemas
"Bahagia kamu itu bahagia kita juga Din, kita bahagia karena akhirnya kamu benar-benar menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu impi-impikan. Dan itu kamu dapatkan dengan Kak Tomi" lirih Rohaya sambil menggenggam erat tanganku
__ADS_1