
Adi tercenung mendengar jawaban dari Dinda. Dia menarik nafas panjang tak tahu harus berbuat apa
Sementara aku hanya bisa menarik nafas dalam dan mendongakkan kepalaku
Setelah cukup lama aku diam, aku bangkit dari kursi lalu berjalan naik kelantai atas
Arik sedang disuapin mbak Sri ketika aku masuk dan Naya makan sendiri
"Makan buk?" tawarnya
Aku menggeleng dan terus duduk di lantai dengan menselonjorkan kakiku
Dengan malas aku mengambil hp yang berdering di dalam kantong. Kulihat itu nomor Vita
"Ya bestie?"
"Kamu dimana Din?"
"Toko"
"Iya tahu maksudnya toko mana?"
"Toko dua, kok tahu sih?"
"Lah kami kan emang tahu jika sekarang kamu di toko kalo weekend?"
Aku terkekeh
"Oh iya benar juga"
"Kami sudah di depan toko kamu nih, tapi kok tutup?"
"Ah masa sih?, serius kalian sudah di depan toko?" sambil berkata begitu aku berjalan kearah balkon dan melongokkan kepalaku
"Heeeiiii....." teriak keenam sahabatku
Aku segera memutus panggilan dan tertawa kearah mereka
"Buruan buka...." teriak Rohaya
Aku mengangguk dan dengan segera aku menuruni tangga dengan cepat, melihatku setengah berlari seluruh karyawan menoleh ke arahku
"Ada teman ibu di luar" jawabku pada tatapan heran mereka
Tanpa menunggu jawaban mereka aku segera menarik rolling dan membukanya dengan lebar
Keenam sahabatku langsung berebutan merangkulku ketika rolling telah terbuka lebar dan aku merentangkan tanganku kearah mereka
"Sumpah kita kangen banget sama kamu" ucap mereka sambil tak hentinya bergantian memelukku
"Sebentar, sebentar, sebentar" Rohaya menarik tubuhku agak menjauh dari sahabatku yang lain
Dia memandangiku dari atas hingga bawah
"Ini mata gue yang siwer apa emang kamu yang kurusan, ya Din?"
Aku menggeleng sambil memukul pelan tangannya
"Nggak ah biasa aja kok"
Kelima sahabatku yang lain mengangguk setuju
"Aduh bestie, udahlah jangan dipikirin terus" ucap Lisa sambil merangkul bahuku
"Gimana? mau terus disini? apa naik?" godaku
Kepalaku langsung diteyeng oleh Mila
"Sahabat nggak ada akhlak ya kaya gini, masa sahabatnya datang malah disuruh diluar?"
__ADS_1
Aku terkekeh sambil mengajak keenam sahabatku masuk
"Permisi....." ucap mereka ketika melewati karyawan-karyawan ku yang menatap heran kearah mereka
"Rowling nggak usah ditutup lagi ya?, tapi kalian terus aja istirahat, kan waktunya belum habis" ucapku pada seluruh karyawanku yang masih menatap kami hingga kami naik di tangga
"Baik bu" jawab mereka
Lalu aku menyusul keenam sahabatku yang telah lebih dulu naik
Sesampainya kami di atas, semua sahabatku langsung mengeluarkan seluruh makanan yang mereka bawa
"Ya ampun kok sampai segini nya sih kalian?" tatap ku haru
"Halah, malah mewek, kesuwen Din, aku selak ngeleh" Mila sahabatku yang paling bar-bar segera mengambil makanan dan langsung memasukkannya kedalam mulut
Aku yang duduk di sebelahnya langsung menempelkan kepalaku di bahunya dengan manja
"Kami kesini tuh karena kami kangen, bukan pengen lihat kamu nangis" protesnya sambil mengangkat bahunya yang menyebabkan kepalaku terangkat
Aku memonyongkan bibirku kearahnya yang dibalasnya dengan mencibir
Jadilah selanjutnya kami makan bersama, bahkan mbak Sri dan kedua anakku ikut bergabung makan
"Oh iya lupa Din, ini ada titipan dari ibunya kak Tomi" ucap Vita sambil menarik kantong kresek putih dan memberikannya padaku
"Loh tadi di mobil kamu nggak cerita Vit kalo ada titipan dari ibunya kak Tomi?" protes Nanda
"Yeee kalo aku kasih tahu, kalian pasti kepo, dan aku yakin kalian pasti rebutan ingin membukanya duluan"
Aku terkekeh mendengar jawaban Vita, sedangkan sahabatku yang lain mulai memukulinya dengan gemas
"Uhhhh dasar teman kurang ajar...." geram mereka
Aku lalu membuka kantong kresek putih tersebut dan menemukan sebuah kotak besar
"Buruan cepat dibuka Din"
"Nggak jadi ah bukanya" godaku
"Eeehhhhggghrrr....." geram mereka
Spontan pukulan mendarat di tubuhku dan aku terbahak karena berhasil membuat keenam sahabatku kesal
"Iya iya iya....." teriakku sambil terus terbahak
Dan pukulan dari sahabatku berhenti dan aku membuka kotak tersebut
"Waaaawww......" teriak keenamnya kompak
Mataku memandang tak percaya pada kue engkak ketan kesukaanku.
"Maa Syaa Alloh beliau masih ingat kue kesukaanku" gumamku sambil mencium aroma kue itu dengan dalam
"Itu kue mau dimakan, apa dipelototi aja?"
Aku kembali terkekeh kearah Mila
"Mbak, tolong ambilkan pisau di bawah ya mbak, kita potong kuenya"
Mbak Sri mengangguk dan segera turun, sementara aku masih terus memandangi kue tersebut
"Cie cie cieee yang dapet kiriman kue dari camer....."
Aku mencibir kearah Rohaya dan sahabatku yang lain terkekeh
Tak lama mbak Sri datang dan aku langsung memotong-motong kue tersebut dan meletakkannya di tengah-tengah
Keenam sahabatku dan kedua anakku langsung menjulurkan tangan mereka
__ADS_1
Dan dapat kulihat jika mereka semuanya begitu menikmati kue tersebut
"Sumpah ni kue enak banget" puji Putri
Yang lain mengangguk setuju bahkan Lisa mengacungkan dua jempolnya karena mulutnya penuh
Aku pun ikut menikmati kue tersebut dengan dalam, kue yang telah lama sekali tak pernah ku cicipi
Aku merogoh hp dalam kantongku ketika benda itu berdering dan memandang khawatir kearah keenam sahabatku yang sibuk mengunyah
Mila yang duduk di sebelahku langsung menarik hp di tanganku yang membuatku kaget dan menjulurkan tanganku dengan cepat hendak merebut hp itu kembali
Tanpa persetujuanku Mila langsung mengusap tombol hijau dan men loudspeaker
"Sudah diterima dek kue dari ibu?"
Aku langsung memejamkan mataku begitu suara Tomi lantang terdengar
Sedangkan keenam sahabatku spontan tertawa
"Sudah kak, makasih ya kak......" teriak mereka
Aku menutup wajahku saking malunya
"Loh, ini siapa?" terdengar suara Tomi yang panik
"Ini gue, Mila. Kenapa?, nggak suka?"
Terdengar suara Tomi tertawa
"Dinda nya mana Mil?"
Aku makin salah tingkah dan makin malu
"Dinda?, ada nih di sebelah gue, mukanya udah kaya tomat masak saking malunya karena hpnya gue rebut"
Kembali terdengar suara Tomi tertawa
"Oh, bilang sama Dinda, itu kuenya khusus ibu buatkan untuk dia"
Keenam sahabatku langsung saling toleh
"Lah gimana ceritanya khusus untuk Dinda, wong kuenya habis kita makan sama-sama...." jawab Mila bingung
Kembali terdengar tawa dari Tomi
"Ya bagus dong, artinya kalian juga suka dengan kue buatan ibuku"
Kulihat wajah sahabatku lega ketika mendengar jawaban Tomi
"Sini hpnya!" rebut Lisa
"Eh kak, tolong bilang ke ibunya kakak, kue yang beliau kirim habis oleh kami, jadi kalau beliau nggak keberatan, bisa beliau buatkan lagi untuk Dinda"
"Eh nggak nggak nggak..." jawabku cepat
Lisa lalu memberikan hp ke tanganku
"Nggak usah kak, ini sudah cukup kok. Sampaikan saja salam hormat aku sama beliau"
Di seberang Tomi tersenyum
"Iya nanti kakak sampaikan"
Lalu Tomi diam, begitupun denganku, aku hanya menatap dengan jantung berdebar pada layar hp yang masih menyala dan menunjukkan detik yang terus berjalan
"Dinda... I Love you" ucap Tomi setelah di antara kami cukup lama diam
Mataku terbelalak kaget sedangkan keenam sahabatku langsung saling pukul dan terbahak
__ADS_1
Aku langsung mematikan obrolan dan menatap keenam sahabatku yang masih saling pukul dengan tersenyum ketakutan