Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Kembali Adi Harus Shock


__ADS_3

"Hanya ingin mengenang masa lalu" sambung Tomi cepat demi dilihatnya aku tampak kaget


Aku hanya memasang senyum kaku


"Semua telah aku kubur lama Tom, dan aku tak ingin mengingatnya" jawabku lirih sambil membawa piring pergi meninggalkannya yang terpaku menatapku


Aku bergabung dengan temanku yang lain, dan sesekali mencuri pandang pada Tomi yang juga mencuri pandang ke arahku


Selesai acara makan-makan nya, kami masuk keruangan yang lain. Tapi aku paling akhir keluar di banding teman-temanku, aku ingin mengucapkan terima kasih dulu pada Tomi


Tomi yang duduk bertiga dengan pak Burlian tampak tak menyadari jika sejak tadi Dinda berusaha memberi kode padanya


Tomi yang peka, segera berdiri dan ikut membantu Dinda membereskan bekas makan


"Terima kasih untuk kejutannya" lirihku


Tomi yang sambil mengumpulkan sisa kotak nasi dan gelas plastik tersenyum manis mendengar ucapan terima kasih Dinda


"Pipimu kenapa tampak seperti lebam begitu, dek?"


Aku langsung memegang bekas tamparan Adi tadi pagi, dan memejamkan mataku sebentar ketika kurasa agak sakit


"Sakit?" tanya Tomi khawatir


Aku menggeleng


"Ini bekas terbentur pintu mobil ketika aku akan keluar tadi" bohongku


Tomi tersenyum kecut, dia menelan ludah mendengar Dinda menutupi semua darinya


Selesai membereskan bekas makan, lalu aku berpamitan dengan mereka berempat, berjalan menyusul teman seruangan ku yang telah lebih dulu pergi


Ternyata ketika aku masuk kedalam ruangan pelayanan umum telah ada sebuah kado besar di atas mejaku


Aku menoleh pada keenam teman seruangan ku dengan pandangan haru


"Ahhh.... kok repot-repot sih?" ucapku manja sambil kembali dipeluk bu Halimah dan Nadia


"Maafin kami ya mbak, karena tadi iseng minta duit sama mbak" ucap Redho sambil memberikan uang padaku


Aku terkekeh


"Lah terus jadi kamu nggak jadi ke kabupaten?"


Redho menggeleng


"Terus kemana?"


"Pulang ke rumah, nyuci dulu" jawabnya yang mengundang gelak tawa kami


Memang Redho adalah pegawai yang baru bertugas di kantor kami, dia masih singel dan datang dari luar daerah, jadi disini dia ngekost


"Makasih ya bapak ibu untuk kadonya, ahh aku jadi nggak enak deh..."


"Kalau nggak enak, sini kadonya untuk bapak aja Din" seloroh pak Kusno


Kembali kami tergelak


...----------------...


Jam empat aku pulang ke rumah, dan pagar tampak tertutup. Jadi dengan terpaksa aku turun dan membuka pagar


"Tak biasanya sepi" batinku


Biasanya ada rombongan karyawan pembibitan sawit, tapi sejak mas Toro dan kawan-kawannya aku berhentikan, aku menyuruh kakakku mencarikan karyawan baru


Dan karyawan baru sepertinya belum pulang karena aku lihat tak satupun truck sawit yang telah pulang


Setelah pagar terbuka, aku segera masuk kembali kedalam mobil dan memasukkan mobil


"Naya..." panggilku pada anak gadisku


Karena tampaknya dia juga tak ada di rumah. Apakah dia ke rumah mbak Sri seperti biasanya?"

__ADS_1


Ah sudahlah, toh nanti juga mereka pulang, batinku sambil melepas sepatu dan berniat membuka kunci pintu


Tapi saat aku akan membuka kunci pintu, ternyata pintu tak dikunci


"Oalah mbak Sri kok teledor sih?" rutuk ku


Aku menarik nafas panjang ketika aku teringat bisa jadi di rumah ada Adi, kan dia tidak mau pergi dari rumah ini


Aku masuk kedalam rumah, dan suasananya benar-benar sepi.


"Naya... Arik..." aku kembali memanggil


Tapi tak ada sahutan dari kedua anakku, dengan pelan aku berjalan kebelakang, berniat meletakkan sepatu ketika tiba-tiba


"SURPRISEEEEEE...."


Sepatu yang kupegang langsung terjatuh dan aku terpekik kaget


Refleks aku memukul Rohaya yang berdiri paling dekat dengan ku saat ini


Lisa dengan terburu meletakkan kue yang tadi dipegangnya, begitupun dengan Putri, tumpeng yang juga tadi pegangnya langsung diletakkannya


Dengan segera mereka berenam memelukku baik dari depan, dari belakang dan dari samping


"Woy woy mati aku...!" teriakku sesak karena mereka erat memelukku


Suara nyanyian selamat ulang tahun dari Naya dan Arik yang muncul dari belakang dengan membawa kue membuat mereka melepaskan pelukannya


Aku segera meniup lilin yang disodorkan Naya ke arahku, lalu bergantian dengan meniup lilin dari kue yang disodorkan Lisa


Ternyata bukan hanya mereka, tampak juga seluruh karyawan toko dan karyawan kolam, bahkan karyawan sawit juga


"Ya Alloh, kalian sembunyi dimana?" tanyaku sambil menyusut air mata karena terharu


Siska dan Reni ternyata juga membawa nampan tumpeng, dan meletakkannya di atas meja, lalu mereka berdua memelukku bergantian


Karyawan perempuan memeluk dan mencium pipiku, sedangkan karyawan yang laki-laki menyalamiku


"Ya Alloh.... kalian baik banget sih..." lagi-lagi aku terharu


Dan sigap pula Reni beserta temannya yang lain meletakkan tiga buah tumpeng dan empat kue tart di tengah-tengah


Masih dengan cekatan, mereka ke dapur mengambil piring, gelas dan sendok


Ternyata semuanya telah mereka siapkan, dan itu makin membuatku terharu atas perhatian mereka


Kami yang telah duduk di lantai telah bersiap hendak makan ketika dari arah tangga kulihat Adi turun


Aku langsung melengos begitu melihatnya


Tanpa rasa malu Adi mendekat kearah kami dan mengulurkan tangannya padaku


Karyawan dari kolam saling toleh dan tampak bersiaga jika tahu-tahu Adi akan menyakiti Dinda


Mata Rohaya cs memandang tajam kearah Adi, begitupun dengan Naya wajahnya langsung berubah masam


"Selamat ulang tahun buk" lirih Adi


Dengan memasang senyum kaku aku menyambut tangannya, dan hanya diam saja ketika Adi mencium keningku


Kelima sahabat Dinda melengos dan mencibir ketika Adi mencium kening Dinda, begitupun dengan karyawan kolam mereka ada yang bereaksi seakan mau muntah


"Sudah-sudah, ayo makan-makan, makan. Iklan yang mengandung unsur komersil selesai ya" sindir Mila yang mendahului mengambil piring dan dengan cueknya mengambil isi tumpeng


Seluruh karyawan langsung mengeksekusi makanan begitu ada kode aba-aba dari Mila, aku yang menyaksikan hanya tersenyum bahagia


...----------------...


Selesai makan, seluruh karyawan yang perempuan langsung membereskan bekas kami makan dan mencuci yang kotor


Dan karyawan laki-laki yang masih muda, mengumpulkan sampah, membereskan meja kursi dan menyapu


Sedangkan aku langsung mengajak keenam sahabatku duduk di gazebo.

__ADS_1


Dan Adi duduk-duduk dengan karyawan yang lain, tapi mereka hanya mencueki Adi tak ada satupun yang mengajaknya mengobrol


"Wajah kamu kenapa?" spontan Mila langsung menarik wajahku ketika dilihatnya aku membetulkan rambut kebelakang telingaku


Aku sedikit meringis ketika tangannya menyentuh pipiku


"Jujur, atau Adi mau kita hajar?" lanjutnya


Aku terkekeh dengan sifat bar-barnya ini


"Din?" tanya Nanda penuh dengan penekanan


"Ditampar Adi tadi pagi"


Keenam sahabatku langsung membelalakkan matanya


Bahkan Mila kembali menarik wajahku dan melihat dengan seksama


"Nggak papa kok, sudah lah" ucapku melepaskan tangannya


"Nggak apa-apa, apanya?, ini tuh sudah masuk dalam urusan kdrt, Din" sambung Putri


Aku mendecak


"Sudahlah ah, toh Adi juga aku cuekin"


"Nggak bisa!" jawab Mila langsung turun dari gazebo dan berjalan kearah rumah


Putri tak mau kalah, dia segera menyusul Mila yang berjalan cepat dengan nafas memburu


"Ya Alloh...." ucapku frustasi sambil segera menyusul mereka berdua


"Kalian disini saja!" ucapku cepat ketika kulihat keempat sahabatku yang lain siap turun juga


"Banci lu, ya..." ucap Mila emosi ketika sudah berdiri di dekat Adi


Adi langsung mendongakkan kepalanya kearah Mila yang sudah berdiri di depannya


Adi langsung berdiri dan menatap pada Dinda dan dua sahabatnya, sementara karyawan lain yang duduk santai menyaksikan dengan seksama


"Apa perlu gue telpon laki gue untuk menangkap lu saat ini juga?"


Adi dengan wajah datar menoleh ke arahku


"Lu bisa dipenjara karena kasus ini, dan bisa dipastikan lu akan dipenjara selama lima tahun" tambah Putri


Naya yang sejak selesai acara masuk ke kamarnya, begitu mendengar suara Mila yang berteriak langsung keluar


"Ada apa?" tanyanya


Kedua sahabatku langsung terdiam dan saling pandang


"Nggak ada apa-apa nak, Ren tolong bawa Naya masuk lagi, ya?"


Reni mengangguk dan langsung membawa Naya masuk


"Awas kalau ayah berani nyakitin ibu aku" geramnya


Semua mata langsung menatap kearah Naya


Ketika Naya telah masuk aku mengatakan pada mereka semua, jika Naya sudah tahu jika ayahnya sekarang telah menikah lagi


Siska dan karyawan perempuan lainnya menutup mulutnya saking kagetnya mengetahui jika bos mereka ternyata telah menikah lagi


"Pa, lagi nggak sibukkan?, sini susul mama di rumah Dinda, bawa temen papa juga, angkut ini suami Dinda yang nggak tahu diri!!!"


Mata Adi yang semula tampak meremehkan langsung terbelalak dan dengan cepat menarik tangan Mila


"Jangan ikut campur masalah keluarga kami!!"


"Gue berhak ikut campur karena elu sudah melakukan kdrt sama sahabat gue"


Mata Adi makin berkilat marah menatap Mila

__ADS_1


"Berani lu sama gue?, ingat! gue dokter, dan bisa gue pastiin gue akan menyuntik mati lu begitu lu dipenjara"


__ADS_2