Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Positif


__ADS_3

"Kamu serius ? kamu lagi nggak bohongin aku kan sayang ?" tanya Tomi kembali dengan wajah antusias


"Aku nggak bohong, Kayaknya memang aku hamil. Tapi aku belum test peck. Tapi sepanjang pengalaman aku yang sudah dua kali hamil sebelum ini, emang kayak gini. Indera ciuman aku jauh lebih tajam, gitu....."


Tomi yang sejak tadi memutar badannya mengarah ke arahku langsung mendekap ku erat


"Semoga ya sayang. Semoga kamu beneran hamil. Jika kamu memang beneran hamil, ini adalah kabar terbaik dan terindah yang pernah aku dengar seumur hidup aku"


Aku tersenyum dan ikut menggenggam erat tangan Tomi ketika dia melepas dekapannya padaku .


"Pokoknya pulang dari sini nanti kita mampir ke Apotek. Kita beli test pack atau bila perlu kita langsung ke dokter saja sekarang. Kita langsung periksa benar atau tidaknya Kamu hamil, ya sayang?"


"Nantilah, aku pengennya kita malam ini keluar itu duduk santai. Aku pengen menikmati udara bebas, aku pengen selonjoran, aku pengen makan. Pokoknya aku pengen kayak gitu. Aku belum pengen kita ke dokter. Nanti setelah tahu hasil test pack nya itu positif atau negatif baru kita ke dokter"


"Ya sudah terserah kamu saja aku nurut, yang penting kamu senang" ucap Tomi masih dengan nada antusias


Aku segera menarik kakiku ketika abang siomay dan abang bakso yang tadi aku pesan makanan ke mereka datang


"Ya ampun aku egois banget ya, aku mesen makanan untuk aku sendiri" ucapku tertawa tak enak kearah Tomi yang mengambilkan pesananku


"Nggak apa-apa sayang, kalau aku mau aku bisa pesan lagi kok. Sekarang kamu makan saja. Nanti kalau kamu mau apa-apa tinggal bilang sama aku, aku yang akan berjalan. Kamu cukup duduk santai saja di sini, sambil kamu menikmati waktu santai kamu, ya?"


Aku hanya menganggukkan kepalaku karena saat ini aku sudah mencium aroma kuah bakso dengan memejamkan mataku


"Ehm....." aku langsung memalingkan wajahku dan menarik mundur mangkuk bakso dari hadapan wajahku ketika aroma kuahnya sangat menusuk hidungku


"Kenapa? nggak enak?" tanya Tomi dengan nada panik


Aku menggeleng


"Bukan nggak enak, tapi aroma bawang putihnya menusuk banget"


Tomi tersenyum mendengar jawabanku


"Semoga itu memang benar-benar pertanda indera penciuman kamu sangat tajam. Karena kamu sebelumnya tidak pernah seperti ini. Setahu aku, kamu itu sangat menyukai bakso, selalu mengatakan semua bakso itu enak. Nggak pernah enggak"


"Aku sangat berharap jika penciuman kamu kali ini memang sebagai pertanda dari Allah kalau kamu memang sedang berbadan dua"


"Heemmm..." aku hanya menjawab seperti itu karena saat ini mulut aku sudah penuh


Dan Tomi sejak tadi hanya memperhatikan aku makan dan sesekali dia mengelap mulutku dengan tissue


Bahkan dia yang tadi memesankan aku es pun, sekarang tanpa sungkan memegang gelas es tersebut dan mengarahkannya ke arahku


Aku memutar kepalaku melihat ke arah belakang, di mana memang banyak terdapat orang berjualan. Mencari-cari kira-kira aku pengen makan apa lagi


"Aku pengen kembang gula itu" tunjuk ku ke arah agak di ujung. Dan Tomi langsung menganggukkan kepalanya, kemudian dia berdiri dan langsung berjalan menuju penjual kembang gula tersebut

__ADS_1


Senyumku langsung terkembang ketika Tomi datang dengan membawa tiga kantong kembang gula sekaligus


"Untuk Naya sama Arik" ucap Tomi setelah dia memberikan satu kantong kepadaku


Aku langsung menerima kembang gula yang berikan Tomi kepadaku, langsung membuka ikatannya dan langsung menikmati kembang gula tersebut


"Mau apa lagi ?" tanya Tomi setelah kembang gula yang ku makan tinggal separuh.


Aku menggeleng


"Nggak pengen apa-apa, pengennya duduk aja"


Dan kembali Tomi menuruti perkataanku. Dia kembali meraih tanganku dan menggenggamnya dengan erat ketika kembang gula yang aku makan habis tandas


Sementara Naya dan Arik masih sibuk berlarian kesana kemari. Juga mereka mengambil kembang gula yang tadi dipamerkan Tomi ke arah mereka


Cukup lama kami duduk di sini, sampai aku melihat jam analog di HP yang menunjukkan hampir pukul 11.00 malam barulah aku memanggil kedua anakku dan mengajak mereka pulang


"Kita mampir ke Apotek 24 jam" ucap Tomi ketika aku sudah duduk di sampingnya


Aku hanya menganggukkan kepalaku saja, sementara kedua anakku yang duduk di bagian tengah masih tampak on matanya. Belum ada sedikitpun tanda-tanda bahwa mereka mengantuk


"Berhenti, berhenti, aku pengen buah" ucapku ke arah Tomi ketika kami melewati pusat penjualan buah


Tomi segera memelankan laju mobil dan tak lama mobil tersebut berhenti total. Sehingga aku langsung dengan cepat turun dari mobil dan berjalan ke salah satu gerai buah


Dan kembali mobil kami harus berhenti ketika kami mampir di sebuah apotek. Dan aku langsung membeli alat test pack yang aku butuhkan


...----------------...


Tomi berjalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi saat aku berada di dalam kamar mandi


Aku sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi karena aku ingin menggoda Tomi yang sejak tadi terus mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil namaku


"Dinda, sayang?, kamu ngapain di dalam, kok lama banget"


Aku membekap mulutku menahan tawa mendengar Tomi yang terus memanggilku dengan nada panik


Dan kembali pintu kamar mandi diketuk dan suaranya sekarang agak kencang


"Iya sebentar....!" teriakku


Tomi menarik nafas lega setelah mendengar sahutan istrinya. Dan aku yang sekarang sudah mendapatkan hasil test pack tersenyum lebar


Setelah mencuci tangan, aku segera keluar. Dan aku dapati bagaimana wajah Tomi tampak sangat tegang ketika aku keluar


"Bagaimana?"

__ADS_1


Aku menggeleng sambil memamerkan wajah sedih padanya


"Negatif?"


Kembali aku mengangguk. Dan kudengar Tomi menarik nafas panjang, kemudian aku memandang wajahnya dengan wajah yang masih ku buat sedih


"Maaf....." lirihku


"Nggak apa-apa sayang, kita coba lagi" jawab Tomi sambil berusaha untuk tersenyum


"Nih...." ucapku lagi sambil memberikan test pack yang sejak tadi aku pegang ke tangannya


"Tapi disini garis dua sayang?"


Aku mengangguk


"Katanya kalau garis dua itu tandanya positif"


Aku diam dan mengangkat alisku sambil tersenyum sumringah


"Sayang please jangan buat aku spot jantung. Ini yang benar apa?"


"Positif" jawabku cepat


"Serius??!" Tomi setengah berteriak dengan mata terbelalak


Aku mengangguk. Tomi refleks langsung memelukku dengan erat kemudian dia langsung sujud syukur


"Terima kasih ya Alloh, terima kasih" ucapnya ketika dia sujud syukur


Kemudian Tomi bangkit dan kembali memelukku. Kulihat bagaimana wajahnya basah dan matanya tampak merah


"Maaf jika aku membuat kamu nangis...." lirihku dalam dekapannya


"Tidak sayang, aku malah sangat bahagia, karena itulah aku sampai nangis. Ini adalah kabar yang sangat membahagiakan untuk aku"


Aku kembali mengeratkan dekapanku pada Tomi dan mengusap-usap punggungnya


Kemudian Tomi melepas dekapannya padaku, kemudian dia berjongkok tepat di perutku


"Yang kuat di perut ibuk ya nak..., papa sudah tidak sabar ingin melihat kamu"


Kemudian Tomi bangkit dan kembali mendekap ku. Setelah merasa cukup tenang, Tomi kembali mengusap kasar wajahnya, dan membimbingku duduk di atas ranjang


"Terus obat itu?" tunjuknya pada bungkusan obat yang tadi pagi di antar Mila


"Minta tukar saja sama Mila" jawabku santai sambil terkekeh

__ADS_1


__ADS_2