
Hari Sabtu
Karena hari ini hari libur untukku, aku berencana untuk pergi ke toko. Dan kebetulan oleh-oleh yang aku beli ketika aku di Lombok dan di Jakarta kemarin sudah sampai.
Dan aku pun telah memberitahu para sahabatku untuk ke rumah nanti sore mengambil oleh-oleh untuk mereka. Memang mutiara lomboknya sudah dengan ku. Hanya kain songket sasaknya saja yang aku kirim lewat paket.
Aku pun memberitahu mereka jika aku dari pagi sampai sore berada di toko. Ketika para pekerja sawit datang aku langsung memberikan oleh-oleh kepada mereka yang langsung diterima mereka dengan wajah ceria dan tampak bahagia
Sedangkan oleh-oleh untuk keluarga besar ku juga sudah aku sisihkan. Dan aku juga telah meminta kepada mereka untuk mengambilnya di rumah
Sedangkan untuk keluarga besar mertuaku. Khususnya untuk ibu mertua dan adik-adiknya Tomi akan kami bawa nanti malam. Karena sesuai dengan rencana kami tiga hari yang lalu kami memang akan bermalam lagi di rumah ibu mertuaku
"Bawa mobil sendiri apa Kakak Antar?" tanya Tomi ketika dia akan berangkat kerja
"Pakai motor saja lah Kak" jawabku yang dijawab Tomi dengan anggukan kepala
Jadilah aku mengantarkan Tomi sampai ke samping mobil dan melambaikan tanganku ketika mobil Tomi mundur di halaman
"Sayang, semalam Kakak sudah transfer untuk uang jajan kamu minggu ini. Sudah kamu cek belum?" ucap Tomi ketika dia akan melajukan mobilnya
Aku menggeleng karena memang dari semalam sampai pagi ini, aku belum mengecek HP ku. Apakah ada notifikasi pesan masuk tanda transferan sudah masuk rekening aku atau belum
"Segera di cek, kalau kurang ngomong saja"
Aku mengangguk mendengar ucapan Tomi dan senyum langsung mengembang di wajahku karena aku sudah yakin, jika transferan dari Tomi nominalnya nggak kira-kira
"Makasih ya sayang" jawabku sambil melambaikan tanganku kembali dan Tomi menganggukkan kepalanya lalu menekan klakson satu kali sampai akhirnya Tomi benar-benar melajukan mobilnya
Sepeninggal Tomi, aku segera menoleh ke arah karyawan pembibitan sawit yang sejak tadi tampak tersenyum melihat ke arahku
Lalu aku memasang senyum malu ke arah mereka
"Alhamdulillah...., akhirnya wajah Mbak Dinda kembali ceria seperti dulu lagi. Kami sangat bahagia melihat wajah Mbak sebahagia ini" ucap salah satu dari mereka yang membuatku makin tersipu malu
"Eh gimana bajunya, pas nggak?" tanyaku untuk mengalihkan perhatian mereka
Mereka mengangkat jempol tangan mereka semua yang menandakan bahwa pakaian yang aku beli memang pas untuk mereka
__ADS_1
"Ya alhamdulillah jika bajunya pas. Dan seperti biasa bapak-bapak, mas-mas semua, jika belum sarapan silakan sarapan. Jangan sungkan-sungkan, karena saya juga sudah masak. Kebetulan hari ini saya mau ke toko. Dan kembali rumah saya titipkan pada Mbak Sri yang mungkin sebentar lagi akan datang"
Para pekerja pembibitan sawit ku menganggukkan kepala mereka mendengar ucapanku. Lalu aku segera berpamitan dan masuk dalam rumah karena aku ingin mengambil kunci motor
Saat aku keluar dari rumah, aku melihat Mbak Sri datang dengan mengendarai sepeda motornya
"Mbak, oleh-oleh untuk Mbak juga sudah aku siapin. Itu ada di kantong, sudah aku beri nama. Terus jika nanti keluarga aku datang, oleh-oleh untuk mereka juga sudah aku siapkan. Biarkan saja mereka mengambilnya sendiri ya Mbak" ucapku pada Mbak Sri
Wajah Mbak Sri tampak sumringah ketika aku mengatakan bahwa aku sudah menyiapkan oleh-oleh untuknya. Dihiasi dengan senyuman Mbak Sri mengucapkan terima kasih kepadaku
Lalu aku berpamitan kepada seluruh karyawan dan juga Mbak Sri. Lalu dengan dibantu oleh Mbak Sri, aku mengangkat kantong kresek besar yang berisi oleh-oleh untuk karyawan dua ruko ku
"Hati-hati Mbak" teriak karyawan pembibitan ketika aku sudah melajukan motor
Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil menekan klakson untuk menjawab ucapan mereka
Tak butuh lama untuk aku sampai di toko. Begitu aku sampai, aku langsung memanggil salah satu karyawanku untuk meminta tolong bantuannya untuk membawakan kantong kresek besar tersebut ke dalam toko
Karena belum ada pembeli, aku segera memanggil karyawan ruko pertama yang segera berkumpul ketika aku berkata jika yang kubawa adalah oleh-oleh untuk mereka
Melihat wajah bahagia dan senyum serta ucapan terima kasih dari mereka untukku, rasanya hatiku sangat bahagia.
"Ternyata semudah ini untuk bahagia" batinku dalam hati ketika melihat senyum di wajah mereka
Kemudian Aku menelpon Siska, meminta padanya untuk menyuruh salah satu karyawan laki-laki mengambil oleh-oleh ke ruko ini, karena aku rencananya akan siang nanti untuk ke sana.
Tak lama karyawan toko kedua sudah datang, dan langsung disambut oleh karyawan ruko satu dengan memamerkan oleh-oleh yang tadi mereka dapatkan dariku
"Weh enak sekali kalian ya..., nggak nungguin kita" ucap karyawan toko kedua ketika dia masuk
"Udah nggak usah saling ejek begitu, semuanya dapat-dapat kok, rata" ucapku melerai mereka yang saling memperolok
Setelah mengucapkan terima kasih, karyawan tersebut segera dibantu oleh karyawan ruko satu mengangkat kembali kantong kresek ke atas motor kemudian karyawan tersebut segera melajukan motornya menuju ke ruko kedua
karena suasana sudah kembali kondusif, dan pembeli juga mulai berdatangan, maka oleh-oleh yang tadi mereka dapatkan segera mereka sembunyikan ke tempat dimana mereka menaruh bekal mereka
Begitulah kegiatanku hari ini dari pagi sampai siang aku berkutat di ruko pertama.
__ADS_1
Memeriksa laporan, memeriksa stok barang. Bahkan aku juga menerima beberapa sales yang kembali menawarkan barang mereka karena memang beberapa produk mereka sudah mulai menipis di tokoku.
Tak lupa aku juga menanyakan kepada mereka, Apakah toko ini mempunyai tagihan atau tidak. Karena aku berniat akan membayar tagihan tersebut, karena aku tidak ingin menumpuk-numpuk hutang. Aku trauma dengan kelakuan yang dulu pernah dilakukan oleh Adi
Sebelum jam 12.00 ternyata ada seorang kurir masuk ke dalam toko dengan menenteng kantong kresek berukuran cukup besar
"Ini Mbak, saya mengantarkan kiriman pesanan makanan dari Pak Tomi. Pak Tomi bilang, ini untuk istrinya dan juga karyawan-karyawan istrinya"
Aku langsung tersenyum ketika mendengar kurir tersebut berkata. Dengan cepat aku langsung meraih HP, sementara Reni dan karyawan lain menerima kantong kresek dari kurir tersebut
Tak membutuhkan waktu lama untukku tersambung dengan Tomi yang ada di seberang
"Ya sayang ? buka Tomi ketika panggilan kami tersambung
"Makasih ya Kak, untuk kiriman makan siangnya. Dan sekali lagi Aku mengucapkan terima kasih karena Kakak baik banget" ucapku dengan nada manja
"Iya sayang. Terima kasih kembali, sama-sama. Makanya jangan lupa makan, ya?"
"Oh iya, yang kakak transfer sudah dicek belum?" tanya Tomi yang membuatku langsung menepuk kening ku karena memang aku belum mengecek transferan Tomi
"Ya ampun Sayang, aku malah lupa. Maaf ya. Karena tadi itu habis Kakak berangkat kerja, aku langsung berangkat ke toko dan aku langsung bagi-bagi oleh-oleh untuk seluruh karyawan, makanya aku lupa"
"Iya nggak apa-apa. Yang penting kamu cek ya. Ya sudah, Kakak masih banyak kerjaan, Kakak mau lanjut kerja lagi. Kasihan Pak Arsen sama Pak Bagaskoro" ucap Tomi sambil terkekeh
Aku menganggukkan kepalaku mendengar ucapan Tomi.
Kemudian aku segera mengucap salam untuk mengakhiri obrolan kami
Aku lalu memberi kode kepada karyawanku untuk segera menutup rolling karena memang sudah saatnya jam istirahat. Lalu meminta mereka mengambil makan siang mereka yang tadi diantarkan oleh kurir
Di saat seluruh karyawanku makan siang, aku yang juga saat ini sedang duduk dan di depanku telah terletak jatah makan siangku yang tadi dikirimkan oleh Tomi, iseng-iseng aku membuka aplikasi m-banking di hp-ku
Dan aku langsung terbelalak karena nominal transferan yang diberikan Tomi nggak main-main
Dengan cepat aku langsung men screenshot laporan m-banking yang tadi aku lihat.
Lalu aku kirimkan kepada Tomi dengan mengetikkan sebuah pesan singkat jangan terlalu Royal sama aku
__ADS_1