Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah

Ketika Cemburuku Kau Anggap Salah
Ucapan Telak Untuk Yesa


__ADS_3

Ketika sampai di luar, Mila telah menunggu kami di sebelah mobil dengan wajah yang masih tampak kesal.


"Kita pulang atau kita ke mana dulu ni" tanya Tomi mencairkan suasana. Aku menoleh ke arah Putri meminta ide dari dia.


"Kayaknya kita perlu minuman segar deh Kak biar kepala kita yang panas itu bisa jadi dingin" sindir Putri.


Mila yang melipat kedua tangannya langsung melirik tajam ke arah Putri


"Sengaja lu nyindir gue?" bentaknya


Aku dan Tommy refleks menahan tawa sedangkan wajah Mila kembali ditekuk dengan kesal. Begitu juga dengan Putri, Putri juga tampak menahan tawa mendengar jawaban dari Mila


"Ih siapa nyindir lu, gue nggak nyindir lu kalo. Ini kan cuacanya emang panas banget. Jadikan minum yang dingin-dingin enak jadi otak kita seger gitu maksud gue Mil" belas Putri


Lalu kami menoleh ke arah tangga di mana Kak Julistiar tampak membawa Adi masuk ke dalam mobil tahanan.


Dan wajah Mila kembali ditekuk. Aku yakin dia masih kesal dengan pembuatan suaminya. Lalu terlihat Kak Julistiar berjalan ke arah kami dan ketika tiba di depan Mila tangannya langsung terulur kearah Mila tapi sedikitpun Mila tidak menyambut uluran tangan suaminya.


"Maaf ma, papa cuma nggak mau mama dinilai arogan sama masyarakat, mereka kan nggak tahu kalau mama itu sangat care sama Dinda".


Apalagi tadi mama lihat sendiri kan banyak wartawan. Siapa tahu mereka nanti mengambil foto mama lalu menyebarkan berita yang tidak-tidak yang akhirnya akan menjatuhkan reputasi Mama. Selain itu reputasi Papanya mama, mertuanya papa juga akan ikut terdampak, tolong ngerti ya mah"


Mila menarik nafas panjang lalu menoleh ke arah suami dengan wajah masam


"Iya mama maafin. Tapi dengan satu syarat ketika papa nanti sampai di penjara pukulin lagi Adi jika Papa nggak pukulin dia Mama yang akan datang ke penjara, dan Mama yang akan pukulin Adi sampai babak belur"


Mas Julistiar menarik nafas panjang juga lalu menoleh ke arahku

__ADS_1


"Aduh Din, kalau sudah begini Aku harus bagaimana coba"


Aku mengusap punggung Mila memegang tangannya dengan lembut


"Mil, terima kasih ya karena kamu sudah sangat menyayangi aku. Terima kasih Mil, terima kasih yang tak terhingga. Aku tahu kamu sangat menyayangi aku, kamu sangat peduli sama aku, tapi sudah ya Mil sudah mukul Adi nya toh Adi nya sudah dipenjara juga, sudah kamu pukul juga kemarin dan tadi juga sudah kamu tampar dan Yang pastinya dia akan menerima hukuman yang berat jadi Tolong ya Mil jangan dipukul lagi Adi nya. Nanti kalau kedua anakku tahu ayah mereka babak belur di pukuli polisi mereka akan shock Mil. Tolong ya Mil kamu ngerti"


Kudengar Mila mendecak kesal. Lalu tangannya yang kupegang dilepasnya bergantian dengan Dia memegang erat Bahuku


"Kamu itu baik atau bloon sih Di Heran aku sama kamu. Kenapa ya aku jadi dokter umum. Coba kalau aku jadi dokter bedah, Sudah lama aku bedah kepala kamu, aku akan keluar otak oon kamu itu"


Aku bukannya marah mendengar dia mengomeli ku, aku malah tersenyum dan segera memeluknya dengan erat


"Ahhhh Milaaa... aku sangat sayang sama kamu......" ucapku manja


Putri tak mau kalah dia juga langsung memeluk kami jadilah Kami bertiga berpelukan. Tommy dan Mas Julistiar yang melihat kami berpelukan hanya tersenyum dan menarik nafas lega.


Setelah itu mas Julistiar lalu membalikkan badannya pergi meninggalkan kami setelah sebelumnya dia mengacak rambut istrinya.


"Dinda tunggu!!!" teriak sebuah suara saat aku telah membuka pintu mobil. Kami semua menoleh ke arah tangga di mana Aku lihat Yesa tampak berlari menuruni tangga dengan tergesa


Aku langsung memegang tangan Mila saat kulihat wanita itu memasang wajah tak suka


Yesa tiba di depanku dengan nafas ngos-ngosan. Setelah dia mengatur nafas, barulah dia berkata


"Beneran Din, toko itu telah jadi milik kamu lagi?".


Aku lalu menoleh ke arah Pak Endro cs yang berjalan menuruni tangga dan juga terlihat berjalan ke arah kami. Lalu aku menggangguk

__ADS_1


"Iya tokonya memang menjadi milik aku lagi, memangnya kenapa?"


Kulihat wajah Yesa tampak kaget dan dia menoleh ke kanan kiri dengan gelisah


"Tapi Din....?"


"Tapi apa Yes, toko itu telah ditebus kembali oleh Tommy sebenarnya toko itu bukan toko aku, tapi toko Tomi. Kamu dengar sendirikan tadi bahwa Tomi sangat mencintai aku jadi apapun akan dia korbankan untuk aku" Jawabku dengan santai sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Yesa yang menatapku dengan wajah nelangsa.


"Jadi aku nggak dapat apa-apa ya Din?" Tanya Yesa seperti orang kebingungan


Aku refleks tertawa mendengar pertanyaannya


"Maksud kamu apa Yes? mau dapat apa?, jelas kamu sudah dapat. Itu mobil dan rumah yang kamu tempati itu kan uang dari hasil korupsi suami kamu jadi Sudah kamu sudah dapat. Terus kamu mau minta apa lagi?"


Kembali Yesa hanya bisa menggerakkan badannya dengan kebingungan ke kanan dan ke kiri. Sementara Pak Endro CS menggeleng-gelengkan kepala mereka. Begitu juga dengan Tomi dan Putri sementara Mila wajahnya kembali terlihat suram dan aku yakin wanita ini menahan marahnya melihat aku yang begitu santai dan sabar menghadapi Yesa yang tidak tahu diri.


Tolong Din apa tidak bisa ya saya dapat sedikit saja bagian, tolong ya Din.Kamu tahu kan saya punya anak kecil, saya tidak punya penghasilan apa-apa lalu kami hidup dari mana? kamu kan tahu saya tidak punya pekerjaan dan kamu tahu sendiri Mas Adi sekarang penjara terus kami makannya bagaimana Din?"


Aku kembali menggelengkan kepalaku mendengar ucapan Yesa yang seakan-akan minta ku kasihani. Tapi aku tidak akan tertipu cukup dulu dia telah merebut kebahagiaanku dan sekarang tidak akan lagi.


"Maaf ya Yes. Bukannya aku tidak kasihan dengan kamu dan anak kamu. Tapi rasanya kesusahan kamu dan kesulitan kamu itu bukanlah tanggung jawabku. Kamu kan punya suami ya walaupun suami kamu dipenjara setidaknya dia pasti punya tanggung jawab sama kamu kalau kamu tidak mau ya tinggal kamu Ceraikan Saja kan? gampang, kamu tinggal cari suami baru lagi atau kamu bisa lah menggoda lelaki kaya lainnya seperti yang biasa kamu lakukan" ucapku kembali dengan santai yang sanggup membuat wajah Yesa terkesiap.


"Nah betul itu. Betul apa yang dikatakan sahabatku, kamu kan wanita penggoda ya tinggal kamu goda lah suami-suami orang ya jadi nggak usah lah kamu minta dikasihani sama sahabat saya. Kamu silakan pergi dari sini atau kalau tidak saya gampar wajah kamu!!! geram Mila yang kembali terlihat emosi.


Mendengar geraman Mila sontak Yesa terperanjat dan langsung lari meninggalkan kami. Melihat Yesa yang berjalan cepat meninggalkan kami aku dan kedua sahabatku langsung terkekeh.


"Nah ini baru sahabatku, gitu dong caranya ngadepin seorang pelakor kenapa nggak dari dulu Kamu bicaranya seperti itu sama Yesa biar dia tahu diri nggak kayak dulu nangis nggak karuan ih jijik saya kalau ingat kamu kayak gitu" sambung Mila yang membuatku memukul tangannya

__ADS_1


Sementara kami tertawa terbahak-bahak. Tomi mendekati Pak Endro CS dan mengucapkan terima kasih kepada mereka berlima karena telah bersedia memberikan kesaksian yang memberatkan Adi di persidangan tadi.


"Kami tidak menyangka bahwa Pak Tomi ini teman dekatnya mbak Dinda. Kami sangka Pak Tomi ini benar-benar Kakaknya mbak Dinda seperti yang Pak Tomi bilang, tapi ternyata ada udang di balik batu nih....." goda Pak Endro cs Sambil tertawa.


__ADS_2