KOPI CINTA

KOPI CINTA
10


__ADS_3

Yosi, Andi dan Lukman kembali ke pantry dengan perasaan bingung, kemana harus mencari cewek itu.


"Kita kemana cari cewek itu."


Ucap Yosi sambil mengusap kasar mukanya.


"Kamu sih Yos, kenapa kemarin tidak nanya namanya sih sama divisi apa kita akan mudah carinya."


Andi ikut merasakan pusing di kepalanya.


" Kenapa Pak Alfa sampai tergila-gila sama kopi itu."


Lukman heran dan penasaran seperti apa rasa kopi yang dibuat oleh cewek itu.


"Emang kopinya rasanya gimana sih enak banget."


Lukman bertanya kepada dua teman kerjanya itu yang sudah ikut mencicipi kopi buatan cewek itu.


"Terasa gimana ya, nikmat aja di minum gitu bikin nagih."


Kata Yosi.


" Kita tunggu di sini aja deh siapa tahu hari ini nanti dia kesini lagi kita bisa tanya resepnya."


Kata Andi yang merasa putus asa harus ke mana mencari cewek itu.


"Iya kalau ke sini kalau nggak."


Lukman merasa ragu aja jika cewek itu bakal kembali ke pantry lagi.


"Ya kita berdoa aja semoga cewek itu pengen buat kopi lagi ke sini."


Ucap Yosi yang kemudian beranjak Pergi dari pantry.


"Mau kemana Yos."


Tanya Lukman.


"Mau keluar sambil ngecek galon yang ada di setiap divisi siapa tahu nanti nemu cewek itu."


"Aku ikut, kita bagi dua wilayah saja biar cepat."


Andi mengikuti Yosi yang akan keluar dari pantry.


"Terus aku disini sendirian, nanti kalau aku ke sini tidak bisa mengenalinya gimana."


Lukman belum pernah ketemu cewek itu jadi belum tahu wajahnya seperti apa.


"Dia pakai jilbab, nggak terlalu tinggi badannya tubuhnya semampai. Wajahnya lumayan cantik."


Ucap Yosi sambil mengingat-ingat wajah cewek itu.


"Pokoknya nanti kalau ada cewek kesini dan Kamu merasa belum pernah melihatnya, Kamu tanyain aja Dia."


Andi menambahkan kemudian mereka berdua pun keluar dari pantry.


"Gimana cewek itu, bikin pusing aja ini gara - gara Andi dan Yosi."


Lukman tetap tinggal di pantry sambil menunggu siapa tahu nanti ada cewek ke situ.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Di ruang divisi Anin.


"Nin.."


Panggil Miss Salsa.


"Hmmm... Iya Mbak kenapa."


Anin menoleh ke arah Miss Salsa.


"Kamu nggak mau buat kopi he ..he..."


Sebenarnya yang mau minum kopi itu Miss Salsa, karena dia juga ketagihan dengan kopi buatan Anin.


"Kenapa, Miss Salsa mau dibuatkan kopi lagi."


"Mau dong, he he he..."


" Kayaknya ada yang bahasa enak - enak nih, mau buat kopi ya kok aku nggak ditawarin."


Rio yang baru saja datang ikut nimbrung saja.


"Kamu itu kalau enak - enak cepat banget."


Ledek Miss Salsa.


"He he he..."


Rio cengengesan aja.


"Kak Rio mau juga."


Anin baik orangnya nggak pernah membeda - bedakan.


Rio dengan senyum manisnya.


"Oke, tunggu sini ya. Miss, kalau Bu Rita ngopi nggak."


Anin tak lupa akan membuatkan atasannya juga.


"Biasanya juga minum, buatkan aja sekalian Nin."


Pinta Miss Salsa.


"Oke."


Anin bersemangat menuju ke pantry akan membuatkan kopi untuk rekan - rekan di divisinya.


Saat Anin sudah keluar Yosi masuk ke ruangannya untuk mengecek persediaan galon air minum di divisi itu.


"Nggak ada wajah baru disini."


Ucapnya kemudian keluar lagi dan beralih ke divisi yang lainnya.


Anin berjalan menuju ke pantry saat di sana, sepi tak ada orang karena Lukman yang di minta kedua rekannya tadi menunggu di sana sedang ke kamar mandi.


"Sepi amat."


Anin masuk aja dan langsung membuat kopi untuk rekan - rekannya.


Saat Anin membuat kopi, telepon di ruang pantry berbunyi.

__ADS_1


"Ada telepon, orangnya pada kemana."


Anin bergumam sendiri.


"Apa aku angkat aja ya, tapi aku bukan karyawan pantry, gimana ini."


Anin bingung sendiri, mau diangkat takut salah kalau nggak diangkat bunyi terus.


"Aku angkat aja deh."


Anin mendekat ke gagang telepon yang menempel di dinding.


"Halo.."


Jawab Anin.


"Iya, gimana kopi pesanan Pak Alfa kok lama sih."


Suara Rina di seberang.


"Kopi Bu."


"Iya, segera ya."


Rina langsung menutup teleponnya.


"Kopi buat Pak Alfa, siapa Pak Alfa."


Anin bergumam sendiri.


"Apa aku buatin aja sekalian ya."


Anin kembali ke meja dan menambah satu gelas lagi untuk Alfa.


"Selesai sudah."


Anin bingung Alfa itu siapa dan dimana ruangannya.


Kemudian datang Lukman dari kamar mandi.


"Mbak, ngapain."


Tanyanya ke Anin.


"Buat kopi Pak."


Lukman menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum.


"Oh ya Pak, Bapak bagian pantry sini ya."


"Iya kenapa Mbak, apa ada yang habis."


"Bukan Pak, tadi ada telepon kataya kopi buat Pak Alfa segera di antar."


Muka Lukman langsung berubah.


"Ini Pak, tadi saya buat kopi sekalian sudah saya buatkan tapi karena nggak tau ruangannya Pak Alfa. Bapak aja yang ngantar."


"Gitu ya Mbak."


"Iya Pak Saya permisi."

__ADS_1


Anin pergi dari situ dan meninggalkan satu gelas untuk diantar ke ruangan Alfa.


😉😉😉😉


__ADS_2