
Hari sudah sore dan memang tadi setelah tidak dapat kerjaan Alfa pun untuk memutuskan pulang lebih awal ke rumah.
Alfa turun dari lantai 2 bersama dengan istrinya Anin.
"Mas, Anin ke dapur ya. Katanya tadi Mas minta es jeruk. "
" Iya sayang, hati-hati pelan-pelan aja. "
"Iya.. "
Anin menuju ke dapur, perutnya yang sudah terlihat membuncit membuat Alfa semakin protektif dengan istrinya itu.
Alfa memperhatikan Anin dari ruang keluarga dan memilih duduk di ruang keluarga di samping Mamanya.
" Tumben kamu pulang gasik, Fa. "
Tanya Mamanya.
"Hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak Ma. Jadi pengen cepat pulang aja. Kak Amel sama Arsy kemana Ma. "
Alfa sejak tadi mengedarkan pandangannya tapi tidak melihat Kakak dan juga keponakannya cantik itu.
"Amel keluar sama Arsy, katanya tadi mau main. " Ucap Mama Ani sambil asik menyaksikan siaran televisi kesukaannya.
"Sama siapa Ma. "
"Di antar Pak Agus tadi. "
Alfa nampak menganggukkan kepalanya.
"Nggak sama Indra Ma. "
Mama Ani menatap ke Alfa dan hanya mengangkat bahunya saja.
"Kayaknya Alfa lama nggak lihat Indra main ke sini Ma. "
"Nggak tau lagi sibuk kali. "
Anin datang membawakan minuman yang diinginkan oleh suaminya.
"Ini Mas. "
"Makasih Sayang, duduk sini Sayang. "
Alfa menepuk sofa di sebelahnya di antara Mama Ani dan dirinya.
"Anin sini Mas, nggak muat. "
__ADS_1
Anin duduk di sofa sebelahnya dan Alfa pun mengikuti istrinya.
"Kamu mau mengusir Mama kan, untung menantu Mama sayang sama Mama nggak kayak kamu. "
"He he he... Mama kok bilang begitu sih."
Sore itu mereka menikmati sore bersama dengan menyaksikan siaran televisi.
🌹🌹🌹🌹🌹
Di suatu area permainan.
Arsy terlihat senang sekali bisa bermain mandi bola ditemani dengan Papanya.
Ternyata Amel keluar rumah untuk bermain dengan Arsy sekaligus untuk bertemu dengan Indra. Amel memang sengaja tidak mau dijemput indra ke rumah dan mereka sepakat untuk bertemu di tempat permainan saja.
Amel yang tak mungkin turun ke area permainan hanya melihat mereka berdua yang sedang asyik tertawa menikmati kebersamaan.
"Kamu bahagia sekali Sayang. "
Ucap Amel lirih dan tak terasa air matanya pun lolos begitu saja.
"Apa Mama ini terlalu egois sayang untuk kebahagiaan kamu, kebahagiaan keluarga kita. "
Amel buru - buru mengusap air matanya setelah melihat Indra diam-diam sering memperhatikannya.
"Kamu kenapa sih Mel, sikap kamu berubah lagi kepada Ku. "
"Apa karena omongan ku kemarin. "
Indra melamun.
"Pa.. Papa... Papa... "
Arsy menepuk - nepuk pipi Indra yang melamun.
"Eh.. Iya Sayang. "
Indra tersenyum ke arah Arsy.
"Papa kenapa lihatin Mama terus. "
Indra tersenyum dan mencium pipi Arsy.
"Nggak papa Sayang, kenapa udah capek ya Kita istirahat ya. Sudah sore ini kita pulang ya besok kapan-kapan lagi kita main. "
"Janji ya Pa. "
__ADS_1
Arsy memang merindukan Indra karena sudah lama tidak ke rumah, dan jika tadi Arsy tidak menangis mungkin Amel juga tidak akan mempertemukannya.
"Iya Sayang, kita pulang nanti kapan-kapan kita main lagi kalau Papa libur ya. "
"Yeay... Iya Pa. "
Indra mengajak Arsy untuk keluar dari area permainan dan menuju ke arah Amel.
"Ma... Laper. "
Arsy langsung memeluk Mamanya.
"Kita makan rumah aja ya. "
"Nggak mau, mau makan sama Papa. "
Amel menatap Indra dan yang ditatap pun juga memandangnya.
"Ayo makan dulu. "
Indra menggendong Arsy dan ingin membantu mendorong kursi rodanya namun ditolak oleh Amel.
"Aku bisa sendiri Mas. "
Mereka bertiga menuju ke restoran dengan Indra berjalan di belakang Amel.
Indra segera membuat pesanan mereka dan tak lama pesanan mereka pun datang mereka menikmatinya bersama.
"Amel... "
Indra memulai memulai berbicara setelah mereka menghabiskan makanannya.
"Iya.. " Jawab Amel singkat.
"Kamu kenapa. "
"Nggak papa. "
Jawab Amel tanpa melihat ke arah Indra.
"Soal permintaanku waktu itu tidak usah terlalu dipikirkan, itu angan ku saja. Aku sadar begitu besar kesalahanku kepada dirimu. Dengan kamu mengijinkan aku bisa bertemu dengan Arsy saja aku sudah bersyukur. "
"Jika perkataan ku waktu itu membuat ku jauh dari Arsy aku minta maaf. Tolong jangan jauhkan Arsy dan izinkan aku untuk bertemu dengan Arsy seperti dulu, dan anggap saja aku tidak pernah berbicara seperti itu. "
Amel terdiam mendengar setiap ucapan dari Indra.
😊😊😊😊😊
__ADS_1
Bagaimana reaksi Amel....
Selalu ikuti ya... maaf lama nggak muncul Autor akan usahakan lagi untuk rajin UP 😁😁😁😁