KOPI CINTA

KOPI CINTA
132


__ADS_3

" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


jawab mereka semua dan menatap kearah orang yang baru saja datang.


Indra menuju ke arah Mama Ani lalu meraih tangannya dan mencium punggung tangannya tak lupa dia juga menyalami Mama Rani dan Papa Budi.


"Papa.." Arsy meraih tangannya dan mencium punggung tangan Indra.


Mama Rani dan Papa Budi yang masih bingung karena belum pernah ketemu namun dalam pikiran mereka sudah bisa menebak itu pasti Papanya Arsy.


Indra tak lupa bersalaman dengan Alfa dan menyapa Anin.


"Saya mengganggu ya, sepertinya sedang ada acara."


Indra merasa seperti tamu tak diundang.


"Santai aja, ini Mama Papanya Anin dan itu adiknya." Jelas Alfa.


Indra tersenyum kembali kepada kedua orang tua Anin dan disambut dengan senyuman pula oleh Mama Rani dan Papa Budi.


"Duduk Mas." Amel mempersilahkannya untuk duduk di kursi yang masih kosong.


"Makasih."


Indra duduk di sebelah kursi Arsy.


"Sarapan dulu Mas, kita sudah habis sarapan tadi." tawar Amel.


"Makasih, Mas sudah sarapan di rumah tadi sama Papa." ucapnya sambil tersenyum ke Amel.


Anin dan Alfa mengamati mereka berdua yang saling melempar senyum.


"Mas.." bisik Anin.


"Iya Sayang."


"Perhatikan Kak Amel sama Mas Indra deh."


"Mereka seperti ada sesuatu ya sayang." Kata Alfa.


"Kalian bicara apa kok bisik-bisik." Mama Ani menegur Mereka membuat Anin dan Alfa tersenyum saja.


"Nggak kok Ma." Ucap Anin dan Mama Anin mengangguk saja.

__ADS_1


Anin dan Alfa asyik ngobrol dengan kedua orang tuanya namun mereka juga sesekali mengamati kedekatan Amel dan juga Indra.


Hari semakin siang dan setelah salat Dhuhur Mama Rani dan juga Papa Budi bersama dengan Fajar berpamitan untuk pulang.


"Makasih Ma, Pa sudah ke sini."


Ucap Alfa sembari meraih tangan kedua mertuanya secara bergantian.


"Iya Fa, makasih Papa di sini dijamu dengan istimewa." Ucap Papa Budi.


"Papa apa sih, Alfa nggak bisa ngasih Papa sama Mama yang istimewa."


"Jaga Anin ya Fa, kamu yang sabar sama ibu hamil memang kadang mood-nya akan sering berubah." Pesan Mama Rani.


"Iya Ma."


Sambil mengusap perut Anin.


"Mas, boleh ya Fajar main ke sini lagi." Kata Fajar sambil meraih tangan Alfa dan mencium punggung tangannya.


"Boleh dong, seringnya main ke sini biar Mas ada temannya."


"Kesenengan dia nanti Mas." celetuk Anin.


"Iya nih, emang Kak Anin itu. Awas jangan benci sama Fajar nanti anaknya kayak Fajar rasain.. Wek..." Ejek Fajar.


"Ih.. Amit - amit..."


Anin mengusap - usap perutnya.


"Fajar, nggak boleh gitu." Peringat Mama Rani.


"Wek..wek..." Ejek Fajar.


"Ya udah Alfa, kita pamit ya. Sayang jangan nyusahin suami kamu dan juga Mama Ani"


"Iya Ma."


Mereka masuk ke dalam mobil dan kemudian mobil melaju meninggalkan rumah Alfa yang dikendarai oleh Papa Budi.


Alfa mengajak istrinya masuk ke dalam rumah, dan mereka lagi - lagi melihat Amel dan juga Indra tertawa bersama di ruang keluarga bersama Arsy.


"Ada apa ini bahagia sekali." Canda Alfa sambil mendekati mereka.


"Ini Fa, Arsy lucu aja." Kata Indra.

__ADS_1


"Arsy kelihatan Seneng banget loh sekarang Mama dan Papanya ada untuk dia." Ucap Alfa dan membuat Indra sama Amel saling pandang.


"Yuk sayang, kita ke kamar."


Alfa mengajak Anin untuk ke lantai 2 beristirahat.


"Mas, mereka kelihatan ada sesuatu ya."


" Kita tunggu kabar gembiranya aja nanti sayang."


"Mas, misal Mas Indra sama Kak Amel mereka rujuk apakah Mama setuju."


Alfa membukakan pintu kamar mereka dan mempersilahkan Anin masuk.


"Sepertinya akan sedikit sulit bagi Indra mendapatkan kepercayaan diri Mama lagi."


"Kita istirahat ya sayang, Kamu pasti."


Mereka menikmati siang itu dengan bersantai di kamar mereka.


Sedangkan diruang keluarga Amel terlihat terdiam dan Indra asyik menemani Arsy mewarnai.


"Kamu kenapa."


Indra dari tadi sesekali mengamati Amel yang diam saja semenjak dicandai Alfa tadi.


"Nggak papa, Mas sepertinya jangan terlalu sering ke sini."


"Kenapa."


Indra jelaskan kaget mendengar Amel berbicara begitu.


"Nggak baik aja Mas, Mas boleh main bersama Arsy tapi jangan terlalu sering datang ke rumah ini."


"Kamu kenapa, aku berbuat salah sama kamu." Indra mendekatinya tapi Amel malah sedikit menjauh.


"Kita hanya sebatas hubungan orang tua Arsy, tidak baik sering datang ke sini. Mas boleh membawa Arsy ke rumah Papa kalau dia mau."


"Amel, kamu kenapa. Aku minta maaf kalau ada salah."


"Nggak ada, aku hanya meminta Mas jangan terlalu sering ke sini dan kalau di sini jangan terlalu lama."


Amel memilih untuk pergi meninggalkan Indra yang masih menemani Arsy mewarnai sambil menatap dirinya.


😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2