KOPI CINTA

KOPI CINTA
115


__ADS_3

Sesampainya di rumah Mama Rani, Mereka berdua mengucapkan salam dan dibukakan pintu oleh Sang Mama.


"Sayang, pagi udah sampai sini."


Anin meraih tangan Mamanya dan dia mencium punggung tangannya begitu pula dengan Alfa.


"Cucu Mama kangen itu."


Kata Alfa dan Mama Rani mengusap perut Anin.


"Sehat - sehat ya Sayang, yuk masuk."


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah karena yang di rumah memang hanya tinggal Mama Rani karena Papa Budi dan juga Fajar sudah berangkat ke tempat mereka beraktifitas.


"Alfa sudah sarapan belum."


"Belum Ma."


Ucapnya malu - malu.


Mereka bertiga ke ruang makan.


"Anin nggak masak ya."


Lirik Mama Rani ke putrinya itu.


"Masa suaminya mau bekerja belum sarapan, Sayang." Kata Mama Rani.


"Tadi sudah masak Ma, tapi Alfa kangen sama masakan Mama." Alfa membela istrinya yang diam karena malu di ledekin Mamanya.


"Wah.. Yang ngidam Alfa ini."


"Iya Ma, sepertinya."


Anin menampilkan sarapan untuk suaminya dan menghidangkan di depannya.


"Silahkan Mas."


"Makasih Sayang, duduk kita makan."


"Iya Mas."


Mereka berdua hanya berdua di ruang makan sedangkan Mama Rani tadi ke belakang.


"Mas.."


"Hmmm..."


Alfa menikmati sarapannya.

__ADS_1


"Maafin Anin, kenapa Mas Alfa bilang begitu sama Mama."


Anin belum memakan nasinya malah melihat suaminya yang terlihat lahap menyantap sarapan.


Alfa tersenyum saja kemudian menyendok nasi dan mengarahkannya ke Anin.


"A.. Sayang."


"Mas."


"Buka Sayang, kamu harus makan kasihan dedeknya."


Alfa masih mendekatkan sendok itu ke mulut Anin dan istrinya itu pun akhirnya membuka mulutnya.


"Lagi Sayang."


Alfa menyendok nasi lagi dan menyuapkan ke Anin.


"Anin makan sendiri Mas, nanti Mas tambah siang lagi ke kantornya."


Alfa tersenyum dan Mereka sarapan bersama.


Setelah habis Alfa pamit kepada Mama Rani untuk berangkat ke kantor dan dia diantar oleh Anin sampai ke teras.


"Di rumah baik-baik ya sayang. Jangan capek-capek."


"Iya Mas, Mas hati-hati jangan buru-buru naik mobilnya."


Anin meraih tangan Alfa dan mencium punggung tangannya.


"Iya Sayang, Mas berangkat ya. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam Mas."


Alfa mulai menjalankan kuda besinya meninggalkan rumah Mama Rani menuju ke kantor. Dia tidak mampir dulu ke rumah sakit karena hari juga sudah siang.


Sesampainya di kantor seperti biasa Alfa memberikan kunci mobilnya kepada satpam yang bertugas di pagi itu dan segera menuju ke ruangannya.


Di depan ruangan sudah terlihat Rani yang menunggunya.


"Gimana Rani."


"Silahkan ke ruang rapat Pak, sudah di tunggu."


"Oke, semua sudah kamu siapkan."


"Sudah Pak."


Mereka menuju ruang rapat karena sudah ditunggu oleh karyawannya.

__ADS_1


Sedangkan di rumah sakit Arsy masih terlihat tidur karena pengaruh obat. Hasil lab akan keluar nanti siang untuk mengetahui penyakit apa yang sedang menyerang Arsy.


"Ma, Anin di rumah."


"Mama juga nggak tahu tadi Mama minta sama Alfa untuk mengantarkan dia ke rumah Mamanya."


"Sebaiknya begitu Ma, Amel merasa tidak enak hati karena Alfa selalu memperhatikan Arsy daripada dirinya."


"Iya, Mama juga merasa kasihan dengan Anin Dia selalu mengalah."


Mereka berdua yang menunggu Arsy, dan tadi sudah mendapatkan penanganan dari dokter.


Di rumah Mama Rani, Anin selesai membersihkan peralatan makannya dengan suaminya tadi.


"Sayang."


"Iya Ma."


Mama Rani ingin menanyakan sesuatu karena dia sebenarnya sudah penasaran dengan kedatangan Anin.


"Kalian nggak berantem kan."


Anin mendekat kearah Mamanya dan duduk di kursi yang kosong.


"Nggak Ma, Anin nggak berantem sama Mas Alfa."


"Tumben Alfa tadi berangkat siang ke kantornya."


Anin nampak mengambil nafas dan Dia akhirnya menceritakan semuanya kepada Mamanya kejadian esok hari tadi.


"Kamu kok malah ke sini, Suami kamu pasti bingung antara mau perhatian sama kamu tetapi dia juga ada tanggung jawab dengan Arsy."


"Anin sudah menolak Ma untuk kesini tapi, tadi justru Mas Alfa yang ngotot mau mengantar Anin ke sini."


"Nanti sore pulang aja, nggak usah menginap dulu kasihan suami kamu harus bolak-balik. Lagian masa kamu tega melihat Mama Ani dan Kak Amel yang menunggu Arsy di rumah sakit." Nasehat Mama Rani kepada Anin.


"Iya Ma, Anin juga nggak memaksa untuk ke sini bisa lain hari aja tapi Mas Alfa malah meminta maaf katanya kurang perhatian sama Anin."


"Ya sudah, nanti Mama akan ikut ke rumah sakit tapi nunggu Papa dulu ya."


"Iya Ma."


"Kamu ngalah nggak papa Sayang, suami kamu itu penanggung jawab di keluarganya karena dia laki-laki satu-satunya pengganti Papanya."


"Iya Ma, Anin ngerti."


Anin merasa kasihan dengan suaminya pasti pikirannya juga kacau harus memperhatikan dirinya tetapi juga harus bertanggung jawab dengan keluarganya.


☺☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2