KOPI CINTA

KOPI CINTA
93


__ADS_3

"Siapa, maaf ya saya benar - benar lupa." Alfa masih berusaha mengingat seseorang yang ada di depannya itu.


"Elsa..."


Katanya dan Alfa pun nampak kaget wanita yang ada di depannya itu bernama Elsa.


"Elsa, bukannya kamu di Australia."


Elsa teman semasa SMA Alfa dulu, dan Dia mantan pacar dari Riko sahabatnya.


"Sudah balik Fa, ini siapa istri kamu ya." Elsa tersenyum ke arah Anin dan mendapatkan balasan senyum dari Anin.


"Iya, ini istri Ku. Sayang kenalin ini Elsa dulu mantan pacarnya Riko." mereka berdua saling berjabat tangan.


"Anindita."


"Elsa. Kamu Fa, gak usah dibocorin kali masa lalu juga."


"Ha ha ha... Oh ya, ini kedua orang tua dari istri ku dan itu adiknya."


Elsa bersalaman juga dengan Papa dan Mama serta Fajar.


"Duduk sini Mbak, ikut bergabung sama kita." Tawar Mama Rani.


"Makasih Tante, tapi saya juga buru-buru sudah di tunggu sama Suami."


"Mana suami kamu."


Tanya Alfa.


"Di sana sama anak Ku, Fa, Anin, Om dan Tante. Saya permisi duluan sudah ditunggu sama suami dan anak Saya."


Elsa berpamitan dengan mereka semua.


"Oke, salam buat suami kamu."


"Oke, Fa."


Elsa pergi meninggalkan mereka menuju ke keberadaan suaminya.


Setelah Elsa pergi mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah gitu siang dan udah terasa panas.


Sesampainya di rumah, Alfa dan Anin segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.


Alfa melihat istrinya sejak tadi bertemu dengan Elsa menjadi lebih banyak diam.


"Mas mandi dulu aja, Anin nanti."


Anin mempersiapkan baju suaminya.


Alfa mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Sayang kenapa, Mas perhatiin dari tadi kok diem aja."


"Nggak papa Mas, Anin capek mau istirahat dulu. Mas Alfa mandi dulu."


"Sayang, Kamu cemburu ya Mas tadi ketemu sama Elsa."

__ADS_1


Anin menggelengkan kepalanya.


"Itu mantan pacar Riko sayang, Mas nggak bohong."


"Anin percaya kok Mas, tapi Anin melihat tatapan Elsa sama Mas Alfa itu beda." Anin memang sejak tadi memperhatikan Elsa yang nampak raut wajahnya terlihat senang sekali begitu bertemu dengan Alfa.


Alfa memutar tubuh istrinya dan menangkup wajahnya dengan Kedua telapak tangannya.


"Sayang, Mas cuma sayang sama kamu. Cuma kamu satu - satunya wanita yang ada di hati Mas."


"Mas nggak bohong kan."


"Mas nggak bohong Sayang, cuma kamu wanita yang akan menemani Mas di saat senang dan sedih sekarang dan sampai nanti."


Anin tersenyum memandang wajah Alfa yang terlihat tak ada kebohongan sama sekali.


"Anin Sayang Mas Alfa."


Alfa memeluk istrinya dan menciumi pucuk kepalanya.


"Mas jauh lebih sayang sama kamu. Love You Sayang."


"Love You Too."


Mereka masih berpelukan, hingga Alfa mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Selesai mandi, Anin membereskan bajunya karena ia akan pamit pulang bersama Sang Suami karena baru saja mendapatkan telepon dari Riko ada klien yang mau bertemu di showroom.


"Nggak papa kan sayang kita pulang sekarang."


"Iya Mas, nggak papa."


Mobil Alfa mulai meninggalkan rumah kedua mertuanya menuju ke showroom untuk bertemu dengan klien yang ingin bertemu dengan dirinya.


"Sayang, mau beli sesuatu."


Tanya Alfa di dalam mobil sambil meraih tangan istrinya.


"Anin mau buah jeruk Mas, kayaknya seger."


"Iya kita beli sayang, sekalian untuk temen-temen yang ada di showroom ya sayang."


"Iya Mas."


Walaupun di hari Minggu showroom nya tetap buka dan karyawan liburnya pun bergiliran.


Mobil Alfa berhenti di sebuah supermarket khusus buah segar, mereka berdua turun dan membeli beberapa macam buah untuk diri mereka sendiri dan juga karyawan yang ada di Showroom.


Setelah mendapatkan apa yang dia mau mobil pun melaju kembali menuju ke tempat tujuan.


Sesampainya di showroom, Alfa memanggil karyawannya untuk mengambil buah yang ada di dalam mobil sedangkan dirinya masuk ke dalam sambil menggandeng tangan istrinya.


"Siang Bos." Ucap Riko.


"Siang Bro, mana kliennya katanya mau kasih penawaran yang bagus."


"Sebentar lagi, wah seger ini kayaknya Anin."

__ADS_1


Riko melihat buah jeruk yang dibawa oleh Anin.


"Mas Riko mau."


"Mau dong." Ucap Riko PD.


"Mas, buah yang tadi disiapkan di sini juga ya." pinta Anin kepada karyawan yang membawa buah tadi.


"Baik Bu."


"Ha ha ha..." Tawa Alfa, dikira tadi istrinya mau membagi buah yang dia bahwa ternyata itu hanya untuk dirinya sendiri.


Riko tersenyum kecut, yang dia inginkan yang dibawa oleh Anin tapi sama Dia tidak boleh di bagi.


"Ini khusus buat istri Ku, kamu makan itu."


Kata Alfa sambil berjalan bersama istrinya ke dalam ruangan.


"Masuk Sayang."


"Makasih Mas."


Anin duduk di sofa dan langsung mengupas jeruk yang ia bawa. Alfa pun melihatnya heran istrinya seperti tidak pernah makan jeruk saja.


"Sayang, enak."


Alfa melihat Anin langsung memasukkan jeruk itu ke dalam mulutnya.


"Seger Mas, manis ini. Mas mau?."


Alfa menganggukkan kepalanya dan mendapatkan suapan dari Anin.


"Manis Sayang."


"Mas nanti kalau habis beliin lagi ya."


"Iya Sayang, sama gerobaknya juga Mas beliin."


"Nggak mau, Anin mau jeruknya saja nggak sama gerobaknya."


"Iya Sayang, jangan manyun gitu." Alfa kepala Anin yang tertutup hijab.


"Ehemmm..."


Suara Riko di pintu mengagetkan mereka berdua.


"Ngagetin aja kamu."


"Mau ketemu sama klien apa mau bermesraan aja disini."


"Iya, bawel kamu. Sayang, Mas tinggal dulu ya kamu istirahat aja disini."


"Iya Mas."


Alfa mengucap kening istrinya dan kemudian keluar ruangan meninggalkannya sendiri.


☺☺☺☺☺

__ADS_1


Kenapa dengan Anin... 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2