KOPI CINTA

KOPI CINTA
138


__ADS_3

Selesai makan siang Alfa mengajak Indra untuk melaksanakan ibadah salat dhuhur di dalam ruangannya saja.


"Gimana mau bicara soal apa ini tadi, ada masalah ya dengan Kak Amel."


Tanya Alfa setelah mereka kembali duduk di sofa selesai melaksanakan salat dhuhur.


Indra membenarkan duduknya dan siap untuk berbicara.


"Begini Fa, kemarin aku sempat mengungkapkan kepada Amel bagaimana jika kita berdua kembali lagi seperti dulu."


Alfa menatap Indra dengan serius begitu pula dengan Indra dia menunjukkan raut wajah yang tak main-main.


"Maksud kamu."


Alfa berlaga belum memahaminya.


"Aku benar-benar tulus dan itu murni dari diriku sendiri, aku ingin membina rumah tangga kembali bersama Kakak kamu."


"Kamu yakin ?." ucap Alfa sedikit meragukan keseriusan dari Indra.


"Aku masih mencintai Kakak Kamu, dan aku serius Alfa masih ingin bersama Arsy dan Amel. Aku juga ingin mempunyai keluarga yang utuh Fa."


"Kamu sadarkan bicara seperti itu."


Alfa sengaja ingin melihat keseriusan dari Indra.


"Apa aku terlihat tidak meyakinkan Fa."


Indra menatap Alfa dengan serius namun berbeda dengan Alfa yang membalasnya dengan senyuman.


"Sebenarnya tantangannya itu bukan diriku tetapi... Kamu pasti juga sudah tahu siapa." Alfa terlihat santai saja.


"Iya aku tau, Mama Ani pasti akan menolakku." Indra terlihat masih ragu dan belum bisa meyakinkan Mama Ani.


"Itu kamu sudah tau siapa yang harus kamu hadapi."


"Jujur Fa, aku masih takut untuk menghadapi Mama Ani."


"Kalau kamu memang serius dengan Kak Amel kamu harus berani menghadapi Mama."


"Aku rasanya masih belum siap jika mengalami penolakan karena aku sadar kesalahanku yang dulu sungguh besar untuk bisa dimaafkan oleh Mama."


Alfa menegakkan badannya lalu menepuk pundak Indra.


"Kalau kamu serius, tunjukkan sama Mama kalau kamu layak untuk bisa membahagiakan Kak Amel dan Arsy. Mama pasti ada sisi baiknya, kamu yang harus mendekat."


Indra mendengarkan Alfa dengan serius dan mencerna setiap apa yang disarankan oleh Alfa.


"Iya Fa, makasih masukannya aku akan berusaha mendekati Mama Ani."

__ADS_1


Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah dirasa cukup Indra pamit untuk pulang dan kembali ke kantornya.


Hari juga semakin sore Alfa bersiap pulang sudah merindukan istri tercinta.


Sesampainya di rumah Alfa tersenyum sudah ada sang istri menunggunya di teras bersama Arsy.


"Papa..."


Arsy berjalan mendekati Alfa yang keluar dari mobil.


"Halo Sayang."


Alfa menggendong Arsy, mendekati Anin yang menunggu di teras perutnya sudah membesar memasuki 6 bulan.


"Assalamualaikum Sayang "


"Waalaikumsalam Mas."


Anin meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya tak lupa Alfa mencium kening Sang istri dan mengusap perutnya.


"Dedek baik - baik aja kan Sayang."


"Alhamdulillah, sehat Mas."


"Ayo masuk Sayang."


"Arsy sama Mama ya, Papa mau mandi."


Alfa mendudukkan arsy di sofa bersama dengan Amel.


"Iya Pa."


"Alfa naik ya Kak."


"Iya istirahat kamu."


Alfa mengajak Anin untuk menemaninya ke kamar yang ada di lantai 2.


Alfa memperhatikan istrinya yang perutnya sudah membesar kasihan untuk naik turun ke lantai 2 menuju ke kamar.


"Sayang, kamar kita besok pindah bawa aja ya Mas lihat kamu kasihan harus naik turun."


"Iya Mas, Anin capek harus naik turun kadang takut juga kalau harus turun sendirian."


"Iya Sayang, Mas nanti bilang ke Bibi untuk memindah kamar kita di bawah aja sampai kamu melahirkan."


Alfa membuka pintu kamar dan mempersilahkan Anin masuk duluan.

__ADS_1


"Mas mandi, handuk udah di dalam ya."


Anin duduk di sofa merasakan pegal di kakinya harus naik turun tangga.


"Iya, makasih ya Sayang. Capek ya."


Alfa duduk di samping Anin memijat kakinya.


"Udah Mas Anin nggak papa. Mas mandi udah sore keburu Maghrib."


"Udah enakan kakinya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu duduk aja, Mas bisa sendiri."


Alfa beranjak dan menolak Anin yang akan membantunya melepaskan dasinya.


"Maaf ya Mas."


"Nggak papa Sayang, Mas mandi ya."


Alfa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket.


Adzan Maghrib kemudian berkumandang, Alfa tidak pergi ke masjid dan mengimami salat di rumah bersama istri dan juga Mamanya.


Hari makan larut malam, setelah selesai makan malam mereka duduk bersantai di ruang keluarga.


"Kak." panggil Alfa.


"Iya Fa kenapa."


Amel memandang ke arah adiknya itu begitu pula dengan Mama Ani dan juga Anin.


"Alfa mau bicara sama Kakak dan Mama."


"Soal apa Fa." Tanya Mama Ani.


"Soal... Indra."


Mama dan Amel memandang serius ke arah Alfa, begitu pula Anin.


"Ada apa lagi."


Mama Ani terdengar ketus.


"Tadi siang Indra menemui Alfa di kantor."


"Ngapain..."

__ADS_1


Amel langsung penasaran..


😆😆😆😆😆


__ADS_2