KOPI CINTA

KOPI CINTA
130


__ADS_3

Usia kandungan Anin sudah memasuki bulan ketiga, drama setiap pagi setelah sarapan pasti muntah namun Anin tidak menolak makanan apapun walaupun setelah masuk ke dalam perutnya akan keluar lagi.


"Kamu nggak papa Sayang."


Alfa selalu memijat tengkuk Anin yang habis mengeluarkan isi perutnya.


"Nggak papa Mas."


"Ayo kita duduk, Mas bikinin susu hamil untuk nutrisi kamu sama anak kita."


Alfa menuntun Anin kembali ke meja makan.


"Anin, makan roti coba."


Amel merasa tidak tega melihat Anin setiap pagi selalu mengeluarkan isi perutnya setelah makan.


"Makasih Kak, nanti saja takut muntah lagi."


"Ini Sayang."


Alfa menghidangkan satu gelas susu hamil rasa coklat kesukaan istrinya.


"Makasih ya Mas."


"Iya di minum Sayang."


Anin memang memilih minum susu hamil setelah sarapan karena takut muntah malah kosong perutnya.


Setelah minum susu Anin mengantar suaminya ke depan untuk berangkat ke kantor.


"Sayang, di rumah istirahat saja ya. Jangan melakukan sesuatu yang membuat kamu capek."


"Iya Mas."


Anin mencium punggung tangan suaminya dan tak lupa Alfa mengecup kening sang istri.


"Hati - hati ya Mas, jangan lupa kasih kabar."


"Iya Sayang, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam Mas."


Alfa berjalan menuju ke arah mobilnya namun kemudian datang sebuah mobil yang masuk ke halaman rumah.


Alfa berdiri di depan pintu mobilnya menunggu pemilik mobil itu turun.


"Mau ke kantor Fa."


Sapa Indra yang menghampirinya dan mereka berdua bersalaman.


"Iya, mau jalan - jalan ya sama Arsy."

__ADS_1


"Iya kasihan Dia di rumah terus mau aku ajak keluar sama Mamanya juga."


"Oke, have fun."


Alfa menepuk pundak Indra lalu masuk ke dalam mobil.


"Hati - hati Fa."


"Oke."


Anin masih berdiri di teras dan dia pun tersenyum dengan kedatangan Indra.


" Assalamualaikum Anin." Sapa Indra.


" Waalaikumsalam Mas, masuk aja Mas Arsy ada di dalam sama Kak Amel."


"Makasih Anin, Saya masuk ya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia pun ikut masuk kedalam setelah mobil Alfa pergi meninggalkan rumah.


Di dalam Arsy yang melihat kedatangan Papanya kelihatan sangat senang sekali. Apalagi hari ini rencananya mereka akan jalan-jalan.


"Papa."


Arsy langsung berlari begitu melihat sosok Indra yang datang dengan tersenyum.


" Assalamualaikum Sayang."


" Waalaikumcayam.."


"Anak Papa pinter."


Indra mencium harum rambut dari Arsy.


"Mas, sarapan dulu." Tawar Amel, karena rasanya nggak etis juga ada tamu tidak menawari sarapan.


"Makasih Amel tadi sudah sarapan di rumah sama Papa."


Indra menghampiri Mama Ani dan meraih tangannya kemudian mencium punggung tangannya.


"Sudah sarapan Indra."


"Sudah Ma, makasih Ma."


Mama Ani tersenyum saja Kemudian berlalu menuju ke taman menyusul Anin tadi yang ke sana.


"Pa, ayo jalan - jalan." Rengek Arsy.


"Iya Sayang, bentar lagi ya kita siapin dulu yuk alat gambarnya."


"Ayooo..."

__ADS_1


Arsy langsung bersemangat karena memang rencananya hari ini mereka mau ke taman melihat bunga-bunga dan kemudian melukisnya.


Amel memperhatikan saja mereka berdua sembari mempersiapkan kebutuhan dari Arsy dibantu pengasuhnya.


Setelah semua siap mereka bertiga kemudian berpamitan dengan Mama Ani dan juga Anin untuk pergi ke taman.


"Hati - hati ya kalian, Indra Mama percaya sama kamu jaga anak dan cucu Mama."


"Pasti Ma, Indra akan menjaganya karena mereka sangat berharga dalam hidup Indra."


Mama Ani menganggukkan kepalanya saja. Anin menatap mereka bertiga yang kemudian pergi setelah berpamitan.


"Ma, Mama nggak papa."


Anin melihat Mama Ani termenung setelah mereka bertiga pergi.


"Nggak papa Anin, Mama hanya merasa sedih andaikan keluarga mereka masih utuh tanpa ada suatu noda yang pernah ada."


"Ma, doakan saja yang terbaik." Ucap Anin dengan tersenyum.


"Iya Sayang, makasih ya. Dan pesan Mama sama kamu selalu rukunnya dengan Alfa Jangan pernah menyembunyikan suatu masalah apa pun di antara kalian berdua dan jika ada masalah segera dibicarakan dicari solusinya."


"Iya Ma, Anin akan selalu ingat pesan Mama."


"Bahagia selalu ya Sayang."


Mama Ani mengusap perut Anin yang perlahan sedikit menonjol.


Sedangkan Indra yang pergi bertiga dengan Arsy dan Amel telah sampai di sebuah taman kota yang menampakan keindahannya dengan berbagai macam bunga yang tumbuh di sana.


Arsy tentu sangat senang sekali, Indra telah menggelar tikar dan Amel pun duduk di kursi roda mengamati mereka berdua yang asyik menggambar.


Saat Arsy asyik mewarnai, Indra menatap ke arah Amel yang tersenyum melihat Aray begitu senang.


"Amel.."


Panggil Indra dan yang punya nama pun menatap kearahnya.


"Kenapa Mas."


Indra mengambil nafas pelan kemudian menghembuskannya.


"Masih adakah kesempatan untuk aku menebus semua kesalahan Ku."


Ucap Indra dengan penuh keseriusan dan membuat Amel diam menatapnya...


🌹🌹🌹🌹🌹


Jeng...jeng....


Bagaimana kelanjutannya 😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2