KOPI CINTA

KOPI CINTA
155


__ADS_3

"Mas.."


Anin membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil mengusap lembut perutnya yang semakin membesar setelah tadi menemani Alfa duduk di sofa dan merasakan punggungnya pegal.


"Iya Sayang."


Alfa masih berkutat di depan laptopnya sambil duduk di sofa lalu mengalihkan pandangannya ke arah istrinya.


"Mama kayaknya sudah luluh deh, bisa menerima Mas Indra lagi."


Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Semoga ini awal yang baik ya Mas, dengan Mama mengijinkan Om Gunawan untuk datang kemari bertemu dengan Arsy."


"Aamiin, Mas taruh laptop dulu ya Sayang."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya memandangi tubuh suaminya yang masuk ke dalam ruang kerjanya.


Setelah makan malam tadi akhirnya Mama Ani menjawab pertanyaan Indra tadi sore meminta izin Papanya untuk bisa bertemu dengan Arsy.


"Tidur yuk Sayang."


Alfa ikut merebahkan dirinya di samping Anin.


"Mas...."


Anin memiringkan tubuhnya menghadap ke suaminya.


"Hmmm...."


Alfa menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Kira - kira nanti gimana ya, kalau Mama ketemu sama Om Gunawan."


Alfa tersenyum dan mengelus kepala Anin lalu mengecup keningnya.

__ADS_1


"Kamu penasaran banget Sayang."


"Anin kok jadi nggak sabar gini ya Mas."


"Udah tidur yuk Sayang, tidak usah dipikirkan untuk hari esok kita doakan yang terbaik. Anak Papa lagi apa."


Alfa mengusap perut Anin dengan lembut.


Lalu terasa tendangan kaki dari dalam perut membuat Anin meringis.


"Aduh.. Pelan - pelan Sayang kasihan Mama." Alfa mengusap - usap perut Anin.


"Sakit Sayang."


"Lumayan Mas, dedek kalau nendang terasa banget."


"Jagoan Papa, jangan buat Mama sakit ya. Baik - baik di dalam perut Mama sebentar lagi kita akan berjumpa Sayang."


Alfa mengecup perut Anin dan mengusapnya.


"Iya Sayang, besok Mas jemput setelah meeting ya Sayang."


"Iya Mas, Anin tunggu di rumah. Meeting nya nggak lama kan Mas."


"Belum tau Sayang, ini ada sedikit masalah di cabang. Tapi Mas akan usahakan segera pulang, kita ke Dokter ya."


"Janji ya Mas."


"Iya Sayang, udah malam yuk tidur."


Mereka berdua memejamkan matanya dan masukkan ke alam mimpi masing - masing.


Keesokan harinya setelah sholat subuh, dari masjid Alfa mengajak Anin untuk jalan-jalan pagi menghirup udara segar yang baik untuk ibu hamil.


"Mas Indra apa pulang tadi malam Mas."

__ADS_1


Anin bertanya kepada Alfa, karena semalam Arsy merengek meminta Indra untuk tinggal di sana.


"Iya Sayang, setelah Arsy tidur Indra pulang."


"Ini tadi Arsy belum bangun, nanti kalau bangun apa tidak mencari Mas Indra."


"Ada Kak Amel tenang aja Sayang."


Alfa berjalan sambil menggenggam tangan Anin, mereka berdua menikmati suasana pagi itu.


Setelah terasa capek, mereka berdua kembali ke rumah dan benar saja Arsy sudah menangis mencari Indra yang tidak ada saat dia membuka mata.


"Sayang, Papa kerja nanti ke sini."


Rayu Amel karena Arsy terus menangis dan meminta ketemu dengan Indra.


"Arsy, sini Papa."


Alfa mengembik Arsy di gendongan pengasuhnya.


"Papa Indra kemana Pa, hiks.. hiks..."


Arsy menangis di gendongan Alfa, Anin yang melihatnya juga tidak tega.


"Papa Indra, baru kerja Sayang. Nanti Papa Indra akan ke sini sama Kakek tadi udah janji sama Papa."


"Benelan... Pa... Srutt...."


Arsy sampai ingusan karena menangis sampai terisak.


"Semoga keputusan tepat Ya Allah."


Doa Mama Ani di dalam hati yang tak tega melihat Arsy.


😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2