
Ting...
Ada notifikasi pesan masuk di ponsel Anin.
Ponsel yang berada di atas meja Anin ambil dan dia membukanya.
Dia terdiam sambil memandang layar ponsel miliknya, rasa sesak di dadanya tiba - tiba menyerang saat Dia melihat foto itu.
"Mas Alfa.."
Tak terasa air matanya mengalir memandang foto itu. Foto yang memperlihatkan badan Alfa sedang menggandeng tangan seorang wanita namun tak terlihat wajahnya.
"Kita lagi bersenang - senang malam ini."
Sebuah pesan masuk lagi ke dalam ponsel Anin. Dia semakin merasakan sesak di dadanya.
"Apa benar ini kamu Mas."
Anin hanya bisa menduga - duga sendiri apalagi dari pagi Alfa belum menghubunginya.
Perasaan Anin semakin berkecamuk, Dia memilih meletakkan ponselnya kembali di meja dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
Tak lama matanya yang terasa sakit karena menangis dari tadi akhirnya dia tidur sendiri.
🌹🌹🌹🌹🌹
Alfa yang baru saja menyelesaikan makan malamnya yang seharusnya sudah dari tadi tapi menjadi lebih lama karena bertemu dengan klien di sana.
Setelah kembali ke kamar Alfa merebahkan dirinya di atas sofa dan mengambil ponselnya.
"Anin sudah tidur belum ya."
Dia menekan nomor Anin dan mencoba menghubunginya.
"Kok nggak di angkat."
Percobaan pertama tak ada jawaban dan Alfa mencoba menghubunginya kembali namun tetap nihil Anin tidak menjawab panggilannya.
Alfa masih tidak menyerah dia mencoba menghubunginya kembali. Panggilan ke 3, 4 dan 5 kali panggilan tanpa jawaban dari Anin.
Alfa nampak kesal sendiri kemudian mengirimkan pesan kepada Anin.
"Anin, maafin Mas baru sempat menghubungi kamu. Selamat beristirahat mimpi indah."
Alfa kemudian meletakkan ponselnya dan dia juga ingin beristirahat untuk mengumpulkan tenaganya kembali menghadapi hari esok.
🌹🌹🌹🌹🌹
Alarm ponsel Anin berbunyi dia bangun dan segera mematikannya.
Saat buka ponselnya dia menemukan 5 kali panggilan tak terjawab dan pesan yang dikirimkan oleh Alfa.
Anin yang masih merasa kesal dan kecewa ia meletakkan ponselnya begitu saja tanpa membalas pesan dari Alfa. Dia memilih untuk segera mengambil air wudhu dan menggelar sajadahnya bersimpuh kepada sang pembolak balik hati.
Selesai sholat Anin mengambil Alquran dan membacanya hingga didapatkan ketenangan di dalam hatinya.
"Beri petunjuk Mu, Ya Allah."
Anin tertidur kembali karena hari juga masih malam, sebelum subuh akan berkumandang.
Pagi telah datang, Anin bersiap untuk berangkat ke kantor dia keluar dari kamar untuk sarapan bersama dan kedua orang tuanya beserta adiknya.
"Kak, kenapa ada masalah ya."
__ADS_1
Tanya Sang Mama karena dia melihat wajah Anin yang nampak lesu.
"Nggak papa Ma."
"Alfa lama nggak ke sini lagi sibuk ya." Tanya Papanya.
"Lagi keluar kota Pa." Jawab Anin dan Papanya menganggukkan kepalanya memahami kesibukan Alfa.
Kemudian mereka pun menikmati sarapan bersama.
Anin berangkat bersama Papanya karena hari itu juga tidak ada jadwal yang mengharuskannya berangkat pagi.
Sesampainya di kantor Anin turun dan segera masuk ke dalam.
"Pagi Mbak Anin." Sapa Pak Agus yang kebetulan pagi itu sedang bertugas.
"Pagi Pak Agus, Saya masuk ya Pak."
"Silahkan Mbak Anin."
"Kelihatan tidak semangat hari ini Mbak Anin, apa karena Pak Alfa lagi keluar kota." Pak Agus bicara sendiri sambil memandang Anin yang masuk ke dalam.
Sesampainya di ruangan Anin merasakan tubuhnya lemas kemudian dia menuju ke pantry untuk membuat sebuah kopi dan kembali ke ruangannya.
"Seger nih."
Miss Salsa sudah datang dan melihat Anin membawa nampan yang berisi 3 cangkir kopi.
"He he .. Aku kan tau Miss, ini satu, itu Kak Rio satu."
Anin meletakan satu cangkir di hadapan Salsa.
"Makasih Anin."
"Sama - sama."
"Anin.." Panggil Miss Salsa.
"Iya Miss kenapa."
"Kamu baik - baik saja."
Miss Salsa melihat ada guratan sedih di wajah Anin.
"Baik kok Miss."
Kata Anin sambil tersenyum.
Miss Salsa sebenarnya tidak percaya kalau ada yang sedang baik-baik saja tetapi dia urungkan dulu untuk bertanya nanti saja saat istirahat.
Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing begitu pula dengan Alfa yang jauh di sana sedang mengurusi beberapa masalah yang harus segera diselesaikan akan bisa segera kembali.
Waktu istirahat telah tiba dan mengajak Anin untuk ke kantin. Mereka berjalan bersama menuju ke kantin.
Sesampainya di sana mereka membuat pesanan sesuai selera masing - masing.
Saat Anin dan Miss Salsa sedang makan tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dan menumpahkan minumannya mengenai baju Anin.
"Ops... Sorry, nggak sengaja."
Kata perempuan itu yang kelihatan tidak bersalah telah mengotori baju Anin.
"Aduh baju aku basah ini, apalagi minumannya berwarna."
__ADS_1
Anin mengelap bajunya yang biasa menggunakan tisu.
"Kalau jalan lihat depan dong Mbak kan baju teman saya jadi kotor." Miss Salsa yang emosi malahan sambil melihat wanita itu yang diam saja tanpa ada niatan untuk membantu Anin.
"Sorry kan aku nggak sengaja."
"Kamu, Lisa kan."
Miss Salsa mengenali dia sebagai Lisa sekertaris Siska.
"Iya kenapa."
Lagaknya bikin Salsa gemas mau menjambak rambutnya saja.
"Tanggungjawab kamu baju teman saya jadi kotor."
"Aku sudah bilang nggak sengaja, lagian.. Ops...."
Lisa memandang wajah Anin dan menutup mulutnya.
"Ini cewek yang waktu itu di gandeng Pak Alfa ya. Oh.. Gimana dong bajunya kotor, pakai ajian apa kemarin bisa di gandeng gitu."
Anin merasa geram sebenarnya tapi dia hanya memilih diam.
"Kamu ya.."
Salsa hampir aja menarik rambut Lisa kalau tidak dicegah oleh Anin sudah beradu kayak gulat.
"Miss, biarin aja. Temenin ke kamar mandi Miss."
Anin menarik tangan Salsa namun sebelumnya Dia mengancam Lisa.
"Selamat kamu ya kali ini, awas aja kalau buat ulah lagi."
Lisa hanya memandangnya dengan tersenyum licik dan mengejeknya.
"Kamu kenapa diam sih Nin."
"Udah lah Miss, aku capek kayak gini terus. Rasanya itu ada aja tantangan dalam hubungan ku dengan Mas Alfa."
"Sabar Anin, ini godaan."
"Miss apa aku menyerah saja."
Anin menundukkan kepalanya di atas meja dan tak terasa air matanya meleleh.
"Anin... Yang kuat kamu."
"Aku seperti nggak sanggup Miss, semalam ada yang ngirim foto Mas Alfa dengan seorang perempuan."
"Apa Nin, mana aku lihat."
Anin mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya kepada Salsa.
"Kalau aku lihat foto ini aku nggak akan percaya."
"Maksudnya Miss."
"Ini foto pasti hanya rekayasa, Kamu tahu kan bagaimana sifat Pak Alfa sama perempuan. Selama aku kerja di sini baru melihat Pak Alfa menggandeng perempuan itu cuma kamu. Kamu jangan mudah percaya seperti ini Anin tanyakan dulu sama Pak Alfa."
"Aku capek Miss seperti ini terus."
"Anin kamu harus bicara dengan Pak Alfa katakan semuanya pada Dia."
__ADS_1
"Aku bingung Miss..."
😥😥😥😥