
Alfa kembali ke kamarnya untuk menyusul istrinya yang mungkin sudah terlelap karena terlalu lama menunggunya.
Dia tersenyum melihat istrinya yang ternyata masih menunggu dirinya.
"Sayang, kok belum tidur. "
Alfa menghampiri istrinya yang masih terjaga.
"Penasaran mau mendengarkan cerita Mas. "
Alfa mengecup kening istrinya lalu mengusap perutnya yang terlihat membuncit.
"Mas ke kamar mandi dulu ya. "
Anin menganggukkan kepalanya sembari melihat suaminya yang menghilang masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi Alfa mengambil baju tidur yang sudah disiapkan istrinya dan memakainya.
"Mas, cerita. "
Anin sudah tidak sabar mendengar cerita dari Alfa.
"Nggak ngantuk Sayang. "
Alfa masuk ke dalam selimut dan memposisikan dirinya untuk di peluk Anin.
"Cerita dulu. "
"Besok ya Sayang, udah malam. "
Alfa mengusap perut Anin dan mengecup keningnya.
"Sekarang."
Anin menampakan muka melasnya, membuat Alfa malah terkekeh.
"Malah ketawa sih Mas. "
"He he he... Besok Mas ceritain semuanya Sayang, sekarang kita tidur ya. "
"Sekarang aja Mas. "
"Sekarang aja, Anin penasaran. "
Anin mulai mengeluarkan jurusnya dengan muka cemberut.
__ADS_1
" Jangan cemberut gitu dong, masa udah jadi Bunda masih suka ngambek sih. " Alfa sengaja menggoda istrinya itu dan mencubit hidungnya pelan.
"Mas ngeselin. "
Anin melepaskan pelukannya dan memalingkan tubuhnya membelakangi suaminya.
Alfa malah terkekeh, lalu memeluknya dari belakang sambil mengusap perut Anin.
"Anak Papa jangan suka ngambek ya kayak Bunda. "
Anin Sebenarnya dia mau tertawa tapi dia tahan.
"Nggak baik Sayang, membelakangi suami seperti itu. "
Alfa mencium wangi rambut istrinya dan memeluknya.
"Tau... "
"Sayang, iya Mas cerita ini. "
Ani langsung membalik tubuhnya menghadap ke suaminya.
"Gimana Kak Amel Mas, tadi habis pergi ya sama Mas Indra terus mereka menceritakan apa Mas, apa Mas Indra ngajak balikan lagi. Reaksi Kak Amel gimana. "
"Mas... "
Anin menepuk lengan suaminya.
"Aduh.. Sakit dong Sayang keras banget."
Alfa mengusap-usap lengannya yang habis dipukul oleh Anin.
"Mas ngeselin, Anin itu penasaran udah mau dengar cerita. Sampai Anin rela nunggu mas Alfa balik ke kamar tau gituan Anin tidur duluan tadi. "
Lagi - lagi Anin memanyunkan bibirnya.
"He he he... Iya ini Mas cerita. Tapi janji habis cerita tidur ya. "
Kebiasaan Anin sekarang malah suka tidur agak malam karena kalau siang hari dia sudah merasakan badannya capek dan akan tidur siang.
"Iya,.. Cepetan Mas. "
"Iya, Indra memang berbicara sama Kak Amel untuk meminta kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. "
"Terus Kak Amel gimana. "
__ADS_1
"Kak Amel bingung belum bisa memberi keputusan. Mas paham apa yang ada di pikiran Kak Amel. Kalau Mas merasa Kak Amel itu masih mencintai Indra tapi pasti Mama akan menentangnya jika mereka akan bersatu kembali. Maka dari itu Kak Amel merasakan kebimbangan. "
"Apa mereka tidak bisa menurunkan ego demi kebahagiaan Arsy. "
"Kak Amel maunya seperti itu tetapi dia juga takut dengan Mama. "
" Mas Indra dong yang suruh usaha lebih lagi Mas untuk meyakinkan Mama lagi. "
"Mas juga bilang begitu tadi sama Kak Amel, kita lihat saja bagaimana perjuangan Indra untuk bisa menaklukkan hati Mama. "
"Anin boleh tanya Mas. "
Alfa menatap istrinya dan mengusap rambutnya.
"Apa Sayang. "
"Mas sudah memaafkan Mas Indra dengan ikhlas dan apa Mas Alfa juga sudah benar ikhlas jika mereka membina rumah tangga kembali. "
Alfa nampak menghembuskan nafasnya.
"Kalau diingat Bagaimana kesalahan Indra yang telah ia lakukan mas rasanya nggak akan rela ke Amel bersatu kembali dengannya. Tetapi Mas masih ingat kata-kata kamu sayang kita harus menurunkan ego demi kebahagiaan Arsy. Bagaimana juga Arsy membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. "
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Nggak baik Mas memendam rasa sakit hati, Allah aja maha pemaaf Mas. Kita yang banyak dosa seperti ini masih saja Allah itu sayang sama kita. "
"Iya Sayang. "
Alfa mengecup lembut kening sang istri.
"Udah Kita tidur yuk Sayang udah malam. "
"Belum ngantuk. "
" Mas udah ngantuk sayang. "
Alfa memang sudah menguat sejak tadi.
"Cerita-cerita dulu gitu Mas tadi di kantor ngapain. "
Alfa nampak memaksakan tersenyum padahal dirinya sudah sangat mengantuk.
"Iya.... "
😌😌😌😌😌
__ADS_1