KOPI CINTA

KOPI CINTA
154


__ADS_3

Sore harinya Indra menepati janjinya untuk kembali lagi menemani Arsy.


Mobilnya sudah terparkir rapi di halaman rumah Mama Ani, Arsy yang sejak tadi memang sudah menunggu Papanya datang bersorak gembira melihat mobil Indra datang.


Dia yang tadinya pengen langsung menghampiri mobil Indra dilarang oleh Amel karena mobilnya belum berhenti sempurna setelah terlihat Indra membuka pintu Arsy sudah tidak bisa dicegah lagi dia berlari mendekati Indra.


"Papa...."


Dengan gembiranya masih menyambut Papanya seolah Papanya baru pulang kerja.


"Jangan lari Sayang."


Indra menangkap Putri semata wayangnya dan menggendongnya.


"Papa kok lama, Arsy sudah nungguin dari tadi."


Arsy bergelayut manja dengan mendekap Papanya.


Indra tersenyum sambil mengecup pipi Arsy.


"Papa kerja dulu, dan tadi pulang Papa mau nengok Kakek dulu."


"Kakek Pa."


Arsy kaget ketika Indra menyebut kakek yang dia bahasa kan untuk papanya yang merupakan kakeknya.


"Iya Sayang, Kakeknya Arsy."


Indra tersenyum melihat Arsy yang malah kebingungan.


"Rumah Kakek dimana Pa."


Indra malah mengalihkan pandangannya ke arah Amel yang menunggu mereka di teras.


Indra berjalan menghampiri Amel sambil menggendong Arsy.


"Assalamualaikum." Ucapnya


"Waalaikumsalam." jawab Amel.


"Ma... kata Papa tadi Papa ketemu sama Kakek. rumah Kakek itu di mana Ma." Arsy bertanya kepada Mamanya yang malah memalingkan pandangannya juga ke arah Indra.


Indra dan Amel saling tatap, hingga mereka di kaget kan dengan mobil Alfa yang baru saja datang dari rumah Mama mertuanya bersama dengan Anin.


"Ayo Sayang turun."

__ADS_1


Alfa keluar dari mobil kemudian membukakan pintu samping untuk istrinya sambil mengulurkan tangannya untuk diraih oleh Anin.


"Makasih Mas."


"Hati - hati Sayang."


Alfa memang semakin protektif karena kini kandungannya Anin semakin membesar.


Mereka berdua berjalan ke arah teras mendekati Indra, Amel serta Arsy yang memandang mereka.


"Assalamualaikum." Ucap Anin dan Alfa.


"Waalaikumsalam." Jawab Mereka serentak.


"Ini ada acara apa di luar."


Alfa mulai menjahili Kakaknya.


"Papa, Arsy punya Kakek."


Celetuk Arsy ke Alfa.


"Kakek Sayang."


"Iya Pa, Kakek."


"Kakek siapa Sayang."


Arsy hanya menggelengkan kepalanya menatap ke arah Indra.


"Papa maksudnya Fa."


Jelas Indra.


"Oh... Ya udah kita masuk ya."


Alfa menggenggam tangan Anin dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.


Indra pun juga akhirnya masuk ke dalam dengan masih menggendong Arsy, mengikuti Amel yang berjalan duluan di depannya.


Mama Ani berada di ruang keluarga sedang menyaksikan televisi, setelah tadi juga sudah bertegur sapa dengan Alfa dan juga Anin.


"Oma.."


Arsy yang turun dari gendongan Indra lalu naik ke atas sofa mendekati Omanya.

__ADS_1


"Iya Sayang, cucu Oma yang cantik ini ada apa."


"Oma, Arsy punya kakek."


Katanya dengan gembira.


"Kakek?." Mama Ani menatap ke arah Arsy.


"Iya Oma, kata Papa tadi Papa lama ke sini jenguk Kakek dulu. Oma Arsy boleh nggak ketemu sama kakek."


Mama Ani menatap ke arah Indra dan Amel secara bergantian dia berpikir jika Arsy merekalah yang mengajarinya.


"Indra, sama sekali tidak meminta Arsy untuk bicara seperti itu Ma. Tadi Indra cuma menjawab pertanyaan Arsy aja kenapa Indra lama ke sini." terang Indra yang bisa membaca pikiran mantan Mama mertuanya itu.


"Arsy tau dimana Kakek tinggal."


"Nggak...."


Dengan menggelengkan kepalanya lalu beranjak ke arah Indra.


"Pa, rumah Kakek dimana?."


Arsy memang semenjak kecil dia belum mengetahui kakek dan neneknya karena kedua orang tua mereka yang terpisah.


"Rumah Kakek jauh Sayang."


Indra mengusap kepala Arsy dengan lembut.


"Kenapa Kakek nggak ikut ke sini Pa." Indra semakin kelabakan untuk menjawab pertanyaan putrinya.


"Arsy, udah sore kita siap-siap yuk sebentar lagi Maghrib."


Amel mencoba mengalihkan perhatian Arsy.


"Sama Papa."


Arsy sangat manja sekali dengan Indra.


"Ma... kalau boleh Indra mau mengajak Papa ke sini. itu jika Mama mengijinkannya."


pinta Indra.


🌹🌹🌹🌹🌹


gimana ya kira-kira reaksi dari Mama Ani selalu nantikan kelanjutannya 😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2