
Anin telah dibawa ke ruang perawatan bersama anaknya yang baru saja dilahirkannya.
Semua bahagia dengan lahirnya jagoan kecil di keluarga mereka, apa lagi Mama Rani ini merupakan cucu pertamanya, saking senangnya orang lain mau gantian menggendong pun susah.
"Oma, gantian dong."
Mama Ani membujuk besannya agar diperbolehkan menggendong juga cucunya.
"Iya deh Oma."
Mama Ani tersenyum juga akhirnya mendapat giliran untuk menggendong cucu.
"Sayang, Mas bahagia banget. Terima kasih sudah melahirkan buah hati kita."
Alfa mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Anin juga bahagia banget Mas, lihat deh Omanya mau rebutan mau gendong."
Anin dan Alfa terkekeh sendiri melihat kelakuan kedua Mamanya.
Esok harinya keadaan Anin yang sehat dan juga bayinya akhirnya diperbolehkan pulang oleh Dokter setelah dilakukan pemeriksaan dan baru boleh pulang di sore hari.
Alfa sangat bahagia kini hidupnya terasa sempurna dengan hadirnya malaikat kecil di keluarga mereka.
Si kecil yang masih belum diberi nama oleh Alfa terlihat tidur nyenyak di pangkuan Oma Ani dan di sebelahnya ada Anin sedangkan Alfa duduk di depan di sebelah Pak Anton yang sedang menjalankan mobil.
Mama Rani mengalah membawa mobilnya sendiri bersama dengan Papa Budi dan juga Fajar, walaupun sebenarnya dia ingin sekali memangku cucunya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Alfa turun dari mobil lalu membuka pintu membantu istrinya untuk keluar dari mobil.
"Hati - hati Sayang."
"Makasih Mas."
Mama Rani yang sudah sampai rumah terlebih dahulu dia menghampiri Oma Ani untuk membantunya turun dari mobil.
Arsy sudah menanti mereka di teras rumah, Dia sangat antusias dan gembira melihat bayi yang digendong oleh Omanya.
"Adik bayi... Adik bayi..."
Arsy menghampiri Oma Ani yang menggendong si kecil.
"Kita masuk yuk Sayang udah sore."
Mereka semua masuk ke dalam rumah karena senja mulai datang tak baik bayi di luar rumah.
Anin dengan dipapah Alfa berjalan pelan mengikuti mereka.
"Sayang tadi pakai kursi roda aja."
Kata Alfa yang bawel sejak tadi padahal Anin merasa dia baik-baik saja dan sehat.
"Anin sehat Mas."
Katanya dengan tersenyum biar suaminya lega dan tidak terlalu khawatir.
__ADS_1
"Tapi Mas gak tega Sayang."
Anin tersenyum saja lalu dibantu oleh Alfa duduk di sofa ruang keluarga.
"Tuan, kamar sudah siap semuanya." Kata Bibi kepada Alfa yang tadi sudah dipesan olehnya untuk mempersiapkan kamar.
"Terima kasih Bi."
Arsy sangat senang sekali Dia ingin sekali menciumi si kecil yang di pangku Omanya.
"Ma, Si kecil bawa masuk ke kamar udah mau Maghrib." Ucap Alfa.
"Iya, ayo Sayang."
Mama Rani yang memangku si kecil beranjak untuk membawa si kecil ke dalam kamar Arsy pun mengikuti mereka.
Anin pun diminta masuk juga ke dalam, adzan maghrib pun berkumandang dan mereka siap untuk melaksanakan salat magrib kecuali Anin yang ditemani Amel di dalam kamar yang kebetulan sedang datang bulan karena kalau punya bayi itu jangan ditinggal sendirian.
Arsy juga nggak mau sholat karena ingin menemani si kecil, walaupun sudah dibujuk Oma Ani malah menangis.
"Anin, mau kasih nama siapa si kecil."
Anin selesai menyusui anaknya dan kelihatan sangat keibuan sekali.
"Belum tau Kak, karena kemarin Mas Alfa punya beberapa pilihan nama. Nanti nunggu Mas Alfa aja Kak."
😘😘😘😘😘
__ADS_1
Kira - kira namanya siapa ya 😃😃😃