KOPI CINTA

KOPI CINTA
67


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Anin sudah nampak ramai sanak saudara sudah pada berdatangan semuanya semenjak kemarin.


Mereka akan berangkat bersama menuju ke tempat acara yaitu di sebuah hotel dan semuanya sudah disiapkan oleh WO.


tok...tok..tok...


Suara pintu kamar Anin ya g diketuk oleh Mamanya.


Anin membuka pintu dan dia terlihat sudah siap untuk berangkat.


"Sudah siap Sayang."


Mama Rani membelai kepala putrinya itu yang sebentar lagi akan menjadi milik suaminya.


"Sudah Ma."


"Kita berangkat sekarang."


"Iya Ma."


Anin menganggukan kepalanya kemudian mengambil tasnya terlebih dahulu.


Anin keluar bersama Mama Rani untuk menemui sanak saudaranya karena mereka akan berangkat bersama.


"Cantik banget ini calon pengantinnya." Goda sepulu Anin.


"Kak Dewi bisa aja."


Anin nampak malu, sebenarnya dia menyembunyikan kegugupannya yang hinggap sejak kemarin.


"Yuk kita berangkat."


Aba - aba dari saudara yang lain.


"Anin."


"Iya Kak Dewi."


"Nggak bawa baju ganti."


Tanya Kak Dewi.


"Baju ganti buat apa Kak."


Anin malah nggak paham.


"Gimana sih Anin, emang suami kamu nggak bilang nanti mau malam he he he... " Goda Kak Dewi.


"Mas Alfa nggak bilang apa - apa Kak." Polosnya Anin.


"Aduh.. Anin.."


Kak Dewi merangkul Anin.


"Udah Dewi, jangan di goda terus Anin." Ucap Mama Rani.


Mereka masuk ke dalam mobil dan menuju ke tempat acara.


Sekitar 20 menit telah sampai dan Anin segera dibawa masuk oleh WO untuk segera di rias.


Alfa juga sama bersama keluarga besarnya berangkat untuk menuju ke hotel.


"Muka tegang amat Bro."


kata sahabatnya Rian yang diminta Alfa untuk membawa mobilnya karena Alfa setelah acara pernikahan tidak mau merepotkan orang lain jadi dia memutuskan untuk membawa mobil sendiri.


"Deg - degan aku."

__ADS_1


"Sudah hafalkan nama calon istri kamu."


"Hafal dong."


" Jangan sampai salah sebut ya, ha ha ha..." Tawa Rian.


"Sialan kamu, Emangnya kamu sampai salah sebut nama istri sendiri." Ledek Alfa yang membuat Rian tersenyum kecut, memang waktu acara Ijab qobulnya waktu itu dia salah menyebutkan nama calon istrinya.


"Nggak usah diingat - ingat."


"Ha ha ha..."


Mobil Alfa telah berhenti sempurna di parkiran Hotel kemudian dia pun diarahkan oleh WO untuk segera bersiap.


Tepat pukul 9 pagi Alfa sudah siap dan berganti dengan baju yang akan dikenakan untuk ijab qobul.


Dia sama sekali belum bertemu dengan Anin semenjak 3 hari yang lalu, Memang mereka nanti akan dipertemukan setelah Alfa berhasil mengucapkan Ijab.


Mereka masih menunggu Pak penghulu yang akan menikahkannya.


Papa Budi selaku Wali nasabnya Anin juga sudah terlihat bersiap.


"Nyari apa kamu."


Ledek Rian.


"Istri Ku mana ya."


Alfa mengedarkan pandangannya mencari sosok Anin.


" Masih calon istri Bro, kamu belum mengucapkan Ijab."


"He he he.. Bentar lagi kok."


"Mungkin nanti dia akan keluar setelah kamu ucapkan ijab qobul dan sah."


Bisik Alfa ke Rian.


"Parah kamu itu Alfa, makanya kalau nikah itu jangan terlalu tua kayak gini kan jadinya hasrat tak tersalurkan."


"Enak aja kalau ledek kamu."


"Lagian istri kamu masih muda banget, jangan di hajar terus kasihan jangan sampai istri mu tidak bisa berjalan besok."


"Ha ha ha.."


Mereka berdua bercanda saja, dan kemudian Alfa pun dipanggil untuk mendekat kemeja pernikahan karena Pak penghulu yang akan menikah kan sudah tiba.


Alfa duduk berhadapan dengan Papa Budi yang akan menikahkan mereka.


"Apakah sudah siap."


Kata Pak Penghulu dengan memandang ke arah Alfa dan juga Papa Budi secara bergantian.


"Siap Pak." Jawab Alfa mantap.


"Kepada Wali mempelai Putri apakah benar laki-laki yang di hadapan anda ini calon menantu Anda." Tanya Pak Penghulu ke Papa Budi.


"Benar sekali Pak."


Jawab mantap Papa Budi.


"Baik, mempelai pria apakah sudah siap." Tanya Pak Penghulu.


"Siap Pak."


"Baik, silakan sekarang saling berjabat tangan."

__ADS_1


Alfa mengulurkan tangannya dan disambut oleh Papa Budi. Mereka saling berjabat tangan dan Papa Budi pun tersenyum kearah Alfa karena merasakan tangan Alfa yang terasa sangat dingin.


"Wali akan mengucapkan Ijab dan dijawab qobul nya oleh mempelai pria."


Alfa dan Papa Budi saling menganggukkan kepalanya tanda paham.


" Bismillahirohmanirohim, wahai Ananda Alfarizqi Fahmi saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Putri kandung saya Anindita Salsabila Putri binti Budi Wahyono dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas seberat 100 gram di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Anindita Salsabila Putri binti Budi Wahyono dengan mas kawin tersebut tunai."


Alfa mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas dan disambut oleh semua saksi dengan ucapan..


"Sah.."


"Sah.."


"Sah..."


Alfa mengusapkan telapak tangannya dia bersyukur dapat mengucapkannya dengan lancar.


Semua yang hadir ikut merasakan kebahagiaan kedua mempelai.


Anin yang masih berada di suatu hubungan dia pun juga menyaksikan bagaimana Alfa mengucapkan ijab qobul atas dirinya dengan begitu lancar dan hanya satu kali tarikan nafas dari sebuah layar yang ada di sana.


Anin yang sudah cantik dengan make up yang semakin memancarkan auranya meneteskan air mata begitu mendengar saksi bilang sah.


"Anin, jangan nangis dong luntur nanti make up nya."


Kak Dewi yang menemani Anin di dalam ruangan itu mengusap air matanya.


Perias Anin yang melihat sang pengantin menangis mendekatinya dan memoles make up lagi walaupun tidak hilang karena menggunakan make up waterproof.


"Anin bahagia Kak Dewi."


Kak Dewi tersenyum dan menggenggam tangan Anin yang terasa dingin.


Pintu ruangan dimana Anin berada terbuka dan nampak sang Mama yang tersenyum dan berjalan ke arahnya.


"Sayang, ayo keluar Alfa sudah menunggu di depan."


Mama Ani meraih tangan dingin dan menggandengnya untuk keluar dari ruangan itu karena Alfa sudah menunggu di depan pintu.


Begitu Anin keluar nampak Alfa yang tersenyum dan tak berkedip memandang istrinya yang terlihat sangat cantik.


"Alfa, jaga Anin ya."


Kata Mama Rani sambil memberikan tangan Anin dan disambut oleh Alfa.


"Iya Ma, Alfa akan menjaga Anin seumur hidup Alfa."


Kata Alfa sambil memandang istrinya yang nampak malu dan menundukkan ke bawah.


"Anin berbakti sama suami kamu."


"Iya Ma."


Anin kemudian mencium tangan Alfa untuk pertama kalinya sebagai tanda baktinya menjadi seorang istri.


Kemudian Alfa pun mengecup kening sang istri untuk pertama kalinya dengan penuh rasa cinta.


"Kamu cantik sekali Sayang."


Bisik Alfa dan membuat Anin tersenyum malu.


😍😍😍😍😍


Ciye.e... udah SAH ya..

__ADS_1


Yang mau resepsi, enaknya hari ini apa besok ya 😁😁😁😁😁


__ADS_2