
Setelah selesai meeting, Alfa kembali ke dalam ruangannya. Dia merasakan badan dan pikirannya yang terasa sangat penat.
Dengan duduk di sofa, Alfa menggerakkan kepalanya yang terasa berat.
"Huffttt...." Terdengar helaan nafasnya.
"Gimana kabar Arsy."
Dia mengambil ponselnya kemudian menghubungi Mamanya.
"Waalaikumsalam Ma, gimana keadaan Arsy."
"Arsy terkena tifus Fa."
Alfa terasa lemas begitu mendapat kabar dari Mamanya.
"Kok bisa Ma."
"Mama juga heran, padahal di rumah juga semuanya bersih. Memang lagi di kasih sakit aja Arsy."
"Iya Ma, nanti Alfa ke sana sama Anin."
"Anin di mana sekarang Fa."
"Di rumah Mama Rani, tadi pagi sudah Alfa antar ke sana."
"Ya sudah, itu Arsy bangun Mama tengok dulu ya."
"Iya, Mama sama Kak Amel jaga kesehatan ya."
"Iya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah menelpon Mamanya, Alfa beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kamar mandi dia belum melaksanakan kewajibannya kepada Sang Khalik.
Selesai sholat Alfa berganti menghubungi Istrinya, jika Dia akan segera pulang dan ingin mengajak Anin untuk menengok Arsy.
Dia keluar dari ruangannya dan meninggalkan pesan kepada Rani jika Dirinya akan pulang dan tidak akan kembali ke kantor.
Alfa menuju ke lobi dan dengan sikap satpam yang bertugas langsung menyiapkan mobilnya dan Dia melajukan mobilnya menuju ke rumah Mama Rani.
Di rumah Anin segera bangun dan membersihkan dirinya setelah mendapatkan telepon dari Alfa.
"Mau kemana Anin."
Mamanya melihat Anin keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian.
"Mas Alfa pulang Ma, katanya mau mengajak Anin ke rumah sakit."
"Papa belum pulang, apa Mama ikut kalian aja ya."
"Boleh Ma, ikut aja."
"Ya udah Mama siap - siap dulu."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia keluar untuk menunggu suaminya yang akan pulang.
Tak berselang lama mobil Alfa telah berhenti di depan rumah, Anin tersenyum menghampiri suaminya.
"Assalamualaikum Sayang." Ucap Alfa.
" Waalaikumsalam Mas."
__ADS_1
Anin meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya dan Alfa pun tak lupa mengecup kening istrinya itu.
"Sudah siap Sayang."
"Iya Mas, Mama mau ikut kita tunggu sebentar. Mas juga istirahat dulu aja kan capek."
"Iya Sayang, Mas mau mandi rasa gerah."
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke kamar.
"Mas udah makan belum."
"Tadi udah di kantor, tapi kok rasanya udah lapar lagi Sayang."
Katanya sambil memeluk Anin yang sedang membantu melepaskan dasinya.
"Mandi dulu, Anin siapin makan dulu ya."
"Iya Sayang."
Alfa melepaskan pelukannya dan menanggalkan pakaiannya untuk segera membersihkan diri. Namun pandangannya tertuju kepada tas yang tadi pagi dibawa oleh Anin sudah tertata rapi.
"Sayang."
"Iya Mas."
Anin menatap ke arah Alfa.
"Tasnya kok masih rapi, terus itu baju Mas mau dibawa kemana."
Anin tersenyum sambil mempersiapkan baju ganti suaminya itu.
"Mau pulang lah Mas."
Alfa mengerutkan dahinya.
"Anin mau pulang Mas, mau nemenin Mama Ani aja di rumah nanti pasti Mas kan juga harus nemenin Kak Amel kan di rumah sakit."
Alfa mendekati Anin dan duduk disampingnya.
"Sayang, kamu kalau mau menginap di sini nggak papa. Mas memang mau izin sama kamu sepertinya malam ini harus tidur di rumah sakit kasihan kalau Mama yang harus menunggu Arsy."
"Mas, Anin mau di rumah aja nanti Mama di rumah sendirian."
Alfa meraih tangan Anin.
"Sayang, Mas enggak apa-apa beneran kalau kamu mau menginap di sini, Mama juga pasti akan mengerti."
"Nggak Mas, Anin mau pulang. menginapnya nanti aja kalau sama Mas."
Alfa malah memeluknya dan mengusap kepalanya.
"Makasih Sayang, maafin Mas harus mengurus Arsy dulu."
"Anin nggak papa Mas, Anin ngerti kok karena itu tanggung jawab Mas Alfa." Katanya sambil tersenyum.
"Makasih."
Satu kecupan mendarat di bibir Anin.
"Buruan mandi terus makan."
"Iya Sayang Ku."
__ADS_1
Alfa beranjak menuju ke kamar mandi sedangkan Anin setelah mempersiapkan baju ganti untuk suaminya dia keluar dari kamar untuk mempersiapkan makannya.
"Alfa sudah pulang Anin."
Mama melihat Anin sedang di dapur.
"Sudah Ma baru mandi. Ma, Mas Alfa mau makan dulu baru kita berangkat ke rumah sakit, nggak papa kan Ma." Anin berbicara dengan Mamanya.
"Iya nggak papa, Mama tunggu di ruang tamu ya."
"Iya Ma."
Mama Rani menuju ke depan dan berpapasan dengan Alfa yang baru keluar dari kamar.
"Ma.."
Alfa meraih tangan Mama mertua nya itu dan mencium punggung tangannya.
"Iya Alfa, kamu makan dulu itu sudah disiapin sama Anin, Mama tunggu di ruang tamu ya."
"Iya Ma, maaf ya sebentar Alfa makan dulu."
"Iya enggak apa-apa santai aja, kamu nggak usah buru-buru makannya."
"Baik Ma."
Alfa menuju ke ruang makan dan semua sudah tersaji telah disiapkan oleh Anin, Dia tinggal duduk dan makan.
Selesai makan Anin ke kamar untuk mengambil tas ya akan sekalian dibawa pulang setelah dari rumah sakit.
Alfa menghampirinya dan mengambil tas yang ia bawa dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Rumah sudah dikunci Ma."
Tanya Alfa saat mereka bersiap.
"Sudah Alfa."
Sebelum Alfa melajukan mobilnya datang Fajar yang baru pulang dari sekolah dan melihat mereka mau pergi.
"Ikut Ma."
"Lama kamu nanti, kasihan Mas Alfa nungguin kamu. Di rumah saja kamu nanti sore Mama pulang."
"Ma, ikut."
Fajar kayak anak kecil yang merengek mau ditinggal ibunya.
"Nggak papa Ma, ayo Fajar Mas tungguin."
Fajar terlihat senang dia langsung masuk ke dalam dan segera berganti baju kemudian ikut serta untuk ke rumah sakitnya menjenguk Arsy.
Sesampainya di rumah sakit mereka berempat menuju ke ruang perawatan di mana Arsy dirawat.
Terlihat Arsy yang lemas dan tergeletak di atas tempat tidur, tapi dia bukan tipe anak manja dia nurut sekali mau berdiam diri di atas tempat tidur dan tidak minta gendong.
"Mama nanti pulang sama Anin, biar Alfa sama Kak Amel yang menunggu di sini sama Suster." Kata Alfa.
"Mama mau di sini aja Alfa."
Kemudian Anin mendekati Mama mertuanya itu yang sudah ia anggap seperti Mamanya sendiri.
"Mama pulang sama Anin ya, Mama harus jaga kesehatan biar bisa merawat Arsy."
__ADS_1
Dengan bujukan dari Anin akhirnya Mama Ani mau pulang dan beristirahat di rumah saja. Sedangkan Mama Rani akan dijemput oleh Papa Budi nanti sepulang dari kampus.
☺☺☺☺