
Tak lama Mama Rani datang dengan di jemput Pak Doni atas perintah Mama Ani karena Papa juga masih di kampus, Fajar juga sekolah.
"Assalamualaikum."
Mama Rani masuk ruangan dan Alfa menghampirinya.
"Waalaikumsalam."
Jawab Alfa dan Mama Ani.
"Gimana keadaan Anin."
Mama Rani mendekati putrinya yang tergeletak lemah di atas ranjang rumah sakit.
"Maafin Alfa ya Ma, Alfa lalai menjaga Anin."
"Jangan salahkan diri kamu sendiri Alfa, Anin memang sering tekanan darahnya rendah tapi kalau Vertigo dia jarang sekali, apa mungkin Dia sedang memikirkan sesuatu." Kata Mama Rani sambil menggenggam tangan putrinya yang terpejam itu.
Alfa mengingat - ingat apa Anin pernah bicara sesuatu, tapi rasanya juga tidak.
"Anin mungkin capek aja Besan, Dia kalau di rumah aktif anaknya tadi aja mau buat brownis sama Bibi." Kata Mama Ani.
"Anin memang begitu Ma, anaknya aktif kalau mau mengerjakan sesuatu sulit di larang." Mama Rani membenarkan apa Kata besannya.
Anin terlihat menggerakkan kepalanya walaupun belum membuka matanya.
"Sayang..."
Alfa mengusap kepalanya yang tertutup hijab.
"Mas..." Suara lirih.
"Iya Sayang, Mas di sini kamu mau apa Sayang."
"Mama."
Mama Rani mendekat dan mengusap kepalanya.
"Ini Mama Sayang, Mama sudah di sini kamu istirahat ya jangan mikir apapun yang penting kamu sembuh dulu."
"Ma.."
Anin menganggukkan kepalanya.
"Sayang masih pusing."
Alfa mengusap - usap kepala Anin yang sudah mau membuka kedua matanya dan Anin hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Fa panggil Dokter."
Pinta Mama Ani.
"Iya Ma."
Alfa keluar untuk memanggil Dokter dan tak lama Dokter datang untuk memeriksa Anin.
"Keadaan pasien semakin membaik tapi masih butuh waktu untuk istirahat."
Suster memberikan hasil pemeriksaan darah dari laboratorium dan Dokter mengamatinya sambil tersenyum.
"Sepertinya ada kabar gembira ini untuk Bapak dan Ibu."
Mereka semua memandang penasaran ke arah Dokter yang sedang membaca hasil lab.
"Kabar apa Dok."
Mama Ani yang sudah sangat penasaran.
"Selamat, Ibu Anin sedang mengandung."
Mereka semua tersenyum dan memandang ke arah Anin.
Alfa seperti tak percaya istrinya sedang berbadan dua di usia pernikahannya yang baru satu bulan.
"Istri Saya hamil Dok."
Alfa mencium kening Anin dan istrinya itu menangis mendengar kabat bahagia itu.
"Makasih Sayang, Mas janji akan selalu menjaga kamu dan buah hati kita." Alfa mengusap perut Anin yang masih rata.
Mama Rina tak kalah bahagianya begitu pula dengan Mama Ani, Dia akan punya cucu baru.
"Ibu Anin dinyatakan positif hamil karena kadar HCG dalam darah lebih dari 25 mIU/ml dan untuk memastikannya akan di periksa oleh Dokter kandungan."
Terang Dokter.
"Baik Dok, terima kasih banyak."
Kemudian Dokter pun pergi dari ruang perawatan Anin dan Suster akan mengurus semua pemeriksaan Anin ke Dokter kandungan.
"Besan mau jadi Oma."
Kata Mama Ani sambil memeluk besannya.
"Alhamdulillah ya Allah."
__ADS_1
"Ma, Anin baru aja dapat menstruasi sekitar 3 minggu yang lalu masa udah positif Ma." Kata Anin yang seperti belum percaya jika dirinya mengandung.
"Bisa aja Sayang, pemeriksaan darah itu jauh lebih valid daripada menggunakan tespek." Kata Mama Rani.
"Iya benar Anin apa kata Mama kamu, Alfa segera minta jadwal untuk pemeriksaan ke dokter kandungan." pinta Mama Ani.
"Iya Ma."
"Sayang, makasih sudah mengandung anak Mas. Mas seneng banget doa kita dikabulkan secepat ini."
"Iya Mas, Anin masih seperti tak percaya di dalam rahim Anin sekarang anak kita."
"Sehat selalu ya Sayang."
Alfa menciumi punggung tangan Anin.
Hari sudah sore Papa datang bersama Fajar yang baru pulang dari ekskul. Mereka ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Anin.
Kak Amel juga datang bersama Arsy betapa bahagianya Dia mengetahui adik iparnya berbadan dua.
"Bener Kan tebakan Kakak, Anin itu hamil."
"Emang Kakak tau."
Ledek Alfa.
"Tau lah feeling Kakak itu selalu tepat." Ucap Amel.
Suster datang memberitahu jika jadwal pemeriksaan dengan dokter kandungan telah tiba.
Alfa mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkannya di kursi roda kemudian mendorongnya ke ruang Dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan.
Alat USG di gerak - gerakan ke kanan dan ke kiri di perut Anin oleh Dokter.
"Bisa di lihat di layar ya Bapak dan Ibu sudah terlihat kantung janinnya walaupun ukurannya masih sangat kecil ini diperkiraan baru tiga minggu jadi masih sangat rentan sekali." Jelas Dokter.
Alfa dan Anin takjub melihat seperti biji kacang berada di dalam rahim Anin.
"Sayang, itu anak kita." Kata Alfa.
"Iya Mas, Anin seneng banget Mas, Alhamdulillah."
"Jadi disini peran suami sangat dibutuhkan untuk menjaga mood dari sang ibu, jangan terlalu capek deh jangan terlalu banyak beban pikiran juga."
"Baik Dok, Saya akan menjaga istri saya dan juga calon buah hati kita."
"Saran saya jangan berhubungan dulu ya sampai usia kandungannya masuk trimester kedua." Pesan Dokter yang dirasa Alfa paling berat ini tapi demi kembang tumbuh sang buah hati Dia harus bisa menahannya.
__ADS_1
😃😃😃😃😃
Mana jempolnya di banyakin juga bunganya ya 🌹🌹🌹🌹🌹🌹