KOPI CINTA

KOPI CINTA
94


__ADS_3

Hari sudah pagi lagi, Anin membuka kedua matanya dan melihat pemandangan yang menyejukkan hati.


Alfa tertidur di dekapannya dengan lelap, setelah tadi malam dia lembur karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


"Mas..."


Anin mengusap rambut suaminya dengan lembut dan mencium keningnya.


"Hhmm..."


"Bangun Sayang, bentar lagi adzan lho."


Alfa malah menyembunyikan wajahnya di dada Anin.


"Geli Mas, Bangun Sayang."


"Bentar Sayang, Mas mau dipeluk dulu."


Alfa mengeratkan pelukannya dan malah terlelap lagi di dada Anin.


"Mas... "


Anin mengusap rambut Alfa dan membiarkan suaminya tidur sebentar.


Bedug masjid mulai berbunyi.


"Mas... Udah adzan itu telat nanti ke masjid."


"Hhmm...."


Alfa menggerakkan badannya dan menengadahkan wajahnya menatap sang istri.


"Bangun Sayang."


Anin mengusap pipi Alfa.


"Love You Sayang."


Alfa mengecup bibir istrinya.


"Love You More." Balas Anin.


Alfa tersenyum senang memeluk istrinya, menikmati pagi.


"Mandi ke masjid Mas."


"Iya Sayang, temani Mas mandi."


Alfa menarik selimut yang menutupi tubuh mereka berdua kemudian menggendong Anin membawanya ke kamar mandi.


Selesai dengan ritual mandinya Alfa bersiap ke masjid sedangkan Anin sholat berjamaah di rumah bersama Mama dan Kakaknya.


Sepulang dari masjid Alfa berolahraga ringan dengan mengajak Anin untuk menemaninya jalan pagi mengitari kompleks.


"Sayang."


Alfa menggandeng tangan Anin sambil berjalan berdua.


"Iya Mas."


"Kita bulan madu yuk, kamu mau kan Sayang."


Anin menatap suaminya, kenapa tiba-tiba suaminya itu mengajaknya bulan madu.


"Mas kan kerja nggak ada cuti juga."


"Tenang Sayang bisa di atur."


"Anin nggak mau, Mas jadi suka bolos gara - gara Anin."


"Mas nggak bolos Sayang, kita bisa berangkat di hari weekend kan."


"Anin ikut Mas aja."

__ADS_1


"Oke, kalau begitu Kamu mau pergi ke mana Sayang."


"Pilihannya kemana Mas."


"Yang jelas pasti dalam negeri aja ya Sayang, kalau ke luar negeri kita butuh waktu yang lebih lama juga."


"Iya Mas di dalam negeri aja, kita ke Lombok Mas. Anin pengen banget lihat sana."


"Oke, nanti Mas akan urus semua."


Anin tersenyum saja sambil berjalan digandeng oleh suaminya dan tak terasa mereka telah sampai di depan gerbang rumah dan masuk ke dalam.


Mereka menuju ke kamar karena Alfa akan berangkat ke kantor.


Anin mempersiapkan semua kebutuhan suaminya sedangkan Alfa membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Saat Anin memilihkan baju untuk suaminya Dia merasakan kepalanya berputar.


"Aduh... Kenapa tiba-tiba pusing begini kepalaku."


"Apa tensi ku rendah lagi."


Anin memang sering mengalami tensi darah rendah jadi sudah terbiasa mengkonsumsi tambah darah. Selama menikah ini dia belum pernah periksa apakah tensinya turun lagi dan dia jika tidak mengkonsumsi penambah darah.


Dia memilih untuk duduk sembari menunggu badannya kembali seimbang.


"Sehat Ya Allah."


Anin berdiri kembali dan berjalan perlahan sambil mempersiapkan semua kebutuhan suaminya.


Dia keluar dari ruang ganti dan meletakkan semua kebutuhan suaminya di atas tempat tidur.


Alfa keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Mas, baju gantinya di sini. Anin mandi dulu ya."


Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian segera mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.


Di dalam kamar mandi Anin merasakan kembali kepalanya terasa berputar.


Anin berpegangan pada wastafel agar dirinya tidak jatuh.


Setelah membaik dia segera membersihkan badannya karena dia tidak mau suaminya menunggu terlalu lama.


Selesai mandi Anin keluar dari kamar mandi dan berganti baju, kemudian mendekati Alfa dan membantunya mengenakan dasi.


"Sayang kenapa."


Alfa mengamati wajah Anin yang sedikit terlihat pucat.


"Nggak papa Mas, memangnya kenapa." Anin masih sibuk membenarkan dasi Alfa.


"Kamu kelihatan sedikit pucat, sakit sayang."


Alfa menangkup wajah Anin dan menelisiknya.


"Anin nggak papa Mas, udah selesai Mas yuk sarapan."


"Sayang."


Alfa malah menarik tubuh Anin dan memeluknya.


"Kita periksa ya, Mas nggak mau terjadi apa-apa sama kamu."


"Anin nggak papa Mas, percaya ya sama Anin."


Anin hanya untuk membuat Alfa supaya tidak mengkhawatirkannya.


"Yakin Sayang."


"Iya Mas, sekarang kita turun yuk Mas sarapan, pasti sudah ditunggu sama Mama dan Kak Amel."


Alfa masih mendekap tubuh istrinya.

__ADS_1


"Kalau ada apa - apa langsung hubungi Mas ya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertemu turun untuk sarapan bersama.


"Pagi Ma, Kak."


Ucap mereka berdua dan mendapatkan jawaban dari Mama dan Kakaknya kemudian mereka sarapan bersama dengan Anin yang melayani Alfa dengan mengambilkan nasi dan lauk pauknya.


"Anin."


Panggil Mamanya.


"Iya Ma." Anin menatap kearah Mama Ani.


"Nanti ikut Mama ya."


Alfa yang langsung bereaksi.


"Mau kemana Ma kok ngajak istri Alfa."


" Mau Mama ajak jalan-jalan lah, Hilling masa di rumah terus. Anin juga butuh hiburan kali Fa."


Mama Ani memang sengaja memancing Alfa supaya bereaksi dan akhirnya mereka berangkat bulan madu.


"Biar Alfa nanti yang ajak hilling."


"Kapan nunggu kamu libur."


Tambah Amel semakin membuat Alfa seperti tak mampu membahagiakan istrinya di depan mata Mama dan Kakaknya.


"Iya nanti Kak."


"Sayang, pokoknya nanti kamu ikut Mama jalan-jalan sama Kakak kamu sama Arsy juga, gak usah peduli suami kamu."


"Mama, aku kan suami Anin."


Alfa tidak terima Mamanya main paksa aja.


"Iya kamu suaminya Anin, tapi kamu kan anak laki - laki Mama harus nurut dong sama Mama."


keluar juga senjata Mama Ani yang membuat Alfa tidak bisa berkutik.


"Tapi Ma..."


"Kenapa Fa, Anin tidak bisa pergi tanpa izin dari kamu gitu."


Cecar Amel dan Anin hanya mendengarkan mereka bertiga berdebat.


"Sayang, pokoknya jangan pergi ya Mas nggak ngizinin kamu."


Anin pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Anin, kamu harus nurut sama Mama. Nggak usah dengerin suami kamu, kalau kamu mau protes sama Mama Fa. Kualat Kamu." Ancam Mama Ani.


"Ma, jangan gitu dong."


"Kamu aja tidak menyempatkan waktu untuk ajak Anin jalan-jalan." Tambah Amel.


"Alfa sudah merencanakan Ma nanti mau liburan sama Anin. Oke, Alfa akan luangkan waktu untuk bulan madu." Akhirnya rencana mereka berdua pun berhasil membuat Alfa untuk memutuskan berangkat bulan madu.


"Kita berhasil..."


Sorak Mama Ani dan Kak Amel mereka tertawa puas membuat Alfa dan Anin merasa heran.


"Jadi ini tadi cuman akting Mama sama Kak Amel."


Mama Ani dan Kak Amel tersenyum puas, Anin pun hanya tersenyum aja melihat suaminya dikerjai oleh Mama dan Kakaknya.


"Gitu ya..."


"Ha ha ha.. Kalau nggak dikerjain gitu mana mau kamu meluangkan waktu untuk istri kamu sendiri." Ucap Mama Ani.


"Lagian Alfa memang sudah merencanakan sama Anin mau bulan madu ke Lombok."

__ADS_1


😃😃😃😃


__ADS_2