KOPI CINTA

KOPI CINTA
90


__ADS_3

Siswo dan Yono masih mengikuti mobil yang dijalankan oleh Pak Doni mengantar Amel untuk bertemu dengan seseorang.


"Yo, itu mobilnya."


Yono menjaga jarak dengan mobil Amel agar tidak ketahuan.


Mobil itu berbelok ke sebuah restoran dan tak lama Amel beserta Arsy dan juga susternya keluar dari dalam mobil dan masuk ke restoran.


"Wo, kita harus laporkan ini kepada Pak Alfa atau kita akan kena marah besar." Kata Yono


"Iya benar, aku akan menghubungi Pak Alfa."


Siswo mengambil ponselnya dan mencari nomor Bosnya itu.


Mereka berdua mengikuti Amel secara diam-diam dan ikut masuk ke dalam restoran. Ternyata sudah ada seorang laki-laki yang menunggu mereka di dalam restoran dan tersenyum mengarah ke Amel yang baru datang.


"Yo, bukannya itu laki-laki yang mengintai rumah Pak Alfa."


"Iya itu mantan suami Bu Amel. Cepat lapor Pak Alfa." Perintah Yono.


Siswo menghubungi Alfa namun belum juga diangkat.


"Belum diangkat sama Pak Alfa."


"Pasti lagi istirahat."


Di dalam kamar setelah makan siang bersama Alfa dan Anin masuk ke dalam kamar mereka tidur siang.


Mereka berdua terlelap dengan Alfa memeluk Anin dan melingkarkan tangannya di perut istrinya.


Alfa dalam tidurnya mendengar suara ponselnya yang berdering dia pun mengucek kedua matanya.


"Siapa yang telepon."


Alfa meraih ponselnya yang ada di meja sampingnya dan melihat nama Siswo berada di panggilan.


"Kenapa mereka telepon."


Alfa menyandarkan badannya di sandaran tempat tidur sambil mengusap kepala istrinya yang masih terlelap.


" Assalamualaikum, ada apa."


Alfa menjawab panggilan dari Siswo dengan nada serak khas bangun tidur.


" Waalaikumsalam, maaf Bos mengganggu waktu istirahatnya."


"Iya cepat katakan kenapa."


"Ini Bu Amel keluar dari rumah dan bertemu dengan mantan suaminya."


"APA!!!!..."


Suara Alfa terdengar keras sehingga membuat Anin pun terbangun.


"Mas.. Ada apa."


Anin membuka kedua matanya dan melihat suaminya menahan marah.


"Gimana sih kerja kalian, sampai Kak Amel bisa keluar dari rumah." Alfa benar-benar marah dengan dua anak buahnya itu.


"Maafkan kami Pak, tadi kami sedang istirahat dan Bu Amel berbohong sama Pak satpam katanya sudah mendapatkan izin dari Bapak."


" Sekarang kalian di mana."


Anin melihat Alfa menelepon sambil berdiri menghadap ke jendela dia pun bangun dan menghampiri suaminya.


"Kami di restoran dan sedang mengikuti Bu Amel."


"Share lokasi nya sekarang saya kesana."


"Ba..baik Pak."


Alfa menarik nafasnya dia merasakan marah dan dadanya terasa naik turun.


"Mas.. ada apa."

__ADS_1


Anin meraih tangan Alfa dengan lembut.


"Kak Amel Sayang, dia keluar rumah dan bertemu dengan mantan suaminya."


"Kok bisa Mas."


Anin ikut kaget.


"Mas, nggak tau."


Alfa membuka ponselnya dan sudah mendapatkan share lokasi dari kedua anak buahnya.


"Mas mau ke sana Sayang, kamu di rumah saja ya."


"Anin ikut Mas."


"Jangan Sayang, kamu di rumah saja Mas nggak mau kenapa - napa."


Alfa ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan langsung mengambil kunci mobil.


"Di rumah ya Sayang."


Alfa mengecup kening Anin dan dia keluar kamar di ikuti Anin.


"Mas hati - hati, bawa mobilnya jangan ngebut."


Anin meraih tangan Alfa dan menciumnya.


"Iya Sayang, kamu di sini aja nanti kalau urusannya telah selesai Mas langsung ke sini."


"Iya Mas, jangan gegabah ya Mas dibicarakan baik - baik."


Anin masih berpesan kepada Alfa untuk berpikir jernih sebelum suaminya itu menutup pintu mobil.


"Assalamualaikum."


Alfa menutup pintu mobil dan langsung melajukan kuda besinya itu.


"Waalaikumsalam."


"Alfa kemana Anin."


Mama yang mendengar suara mobil pergi dari rumah ikut keluar karena Alfa juga tidak pamitan, Dia berpikir mereka berdua sedang berantem.


"Ada urusan Ma."


"Alfa marah sama kamu."


"Nggak Ma, masuk yuk Ma. Anin akan cerita semuanya."


Mereka berdua masuk ke dalam rumah baru sampai pintu mobilnya Papa Budi pulang.


"Itu Papa pulang."


Mama Rani dan Anin menunggu suaminya dan Papa turun dari mobil.


" Assalamualaikum."


Ucap Papa dan Mama Rani meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya begitu pula dengan Anin.


" Waalaikumsalam."


"Anin di sini, Alfa mana."


"Barusan pergi Pa, ada urusan nanti ke sini lagi."


Papa menganggukkan kepalanya dan kemudian mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah.


"Sebenarnya Alfa kemana Sayang."


Mama Rani sudah penasaran ada masalah apa sebenarnya.


Mereka bertiga duduk di ruang keluarga dan Anin pun mulai bercerita dengan kedua orang tuanya tentang masalah keluarga suaminya itu tanpa terlewat sedikitpun.


"Jadi begitu Sayang, tapi Menurut Mama jika Mama ada di posisi Mama Ani akan melakukan hal yang sama kepada anak perempuannya."

__ADS_1


"Ini Amel yang kelewat nekat." Lanjut Mama Rani berkomentar.


"Tapi Amel juga punya hak untuk memberi tahu kepada anaknya siapa yang sebenarnya Papanya." Kata Papa Budi.


Sedangkan di sebuah restoran ketika tadi Amel datang bersama dengan Arsy dan juga Susternya nampak Indra yang sudah datang terlebih dahulu dan menyambut mereka.


"Amel..." Sapa Indra dan Amel hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ma.. Siapa Dia Ma."


Arsy langsung bereaksi jika melihat orang asing di depannya.


"Sayang, ini..."


"Teman Mama Sayang. Del bawa pergi Arsy kalian makan sebelah sana." Kata Amel dan Adel membawa Arsy pergi.


Ucapan Indra langsung dipotong oleh Amel, Dia tidak mau Indra langsung mengatakan jika dirinya adalah Papa kandungnya dan Indra menatap Amel.


"Amel.. Maafkan Aku."


Indra bersimpuh di hadapan kursi roda mantan istrinya itu tak malu di lihat orang lain.


"Sudahlah Mas, kamu hanya ingin melihat Arsy kan sekarang sudah melihatnya. Kamu mau apa lagi."


"Dengarkan penjelasan ku dulu Mel."


Amel diam saja dan berharap Indra nantinya akan mengatakan yang sejujurnya.


"Maafkan aku Mel, sudah meninggalkan kamu dan juga anak kita waktu itu."


"Demi perempuan lain."


Potong Amel dan Indra menghela nafasnya, Dia menyadari kesalahannya yang telah lalu.


"Mel..."


Indra berusaha meraih tangan Amel namun ditepisnya.


Kedua anak buah Alfa yang sudah mengintainya saja tadi ingin sekali mendatangi mereka berdua.


"Kita tunggu Pak Alfa dulu."


Ucap Yono.


"Mel.. Aku tau aku salah dan Aku minta maaf sekarang aku akan mengatakan semuanya kepada Mu kenapa Aku dulu meninggalkan kamu dan Arsy."


Alfa datang dan langsung disambut oleh kedua anak buahnya.


"Dimana Kak Amel."


"Di dalam Pak."


Alfa berjalan cepat melihat Amel sedang di rayu oleh Indra.


"Lepaskan Kak Amel."


Teriak Alfa dan Indra langsung menengok ke arah suara begitu pula dengan Amel yang kaget tiba-tiba Alfa datang.


"Kak, kenapa masih menemui laki-laki ini."


"Fa... Aku hanya ingin bertemu dengan Arsy dan menjelaskan semuanya sama Amel." Indra berdiri menahan Alfa yang akan membawa Amel pergi.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan, semuanya udah jelas Indra kamu pergi meninggalkan Amel dan Arsy demi perempuan lain."


"Cari Arsy dan pulang sekarang." Kata Alfa kepada kedua anak buahnya.


"Baik Pak."


"Fa... Kasih aku kesempatan."


Indra masih menahan kursi roda Amel yang akan di dorong Alfa pergi.


"Apa mau bilang kalau kamu hanya menuruti kemauan kedua orang tuamu." Alfa akhirnya mengungkap semuanya di depan Kakaknya dan membuat Amel seperto tak percaya.


😌😌😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2