KOPI CINTA

KOPI CINTA
108


__ADS_3

"Amel..."


Lirih suara Indra meratapi kepergian Amel.


"Indra, bangun."


Papa Gunawan membantunya berdiri.


"Pa.. Arsy. Indra mau ketemu Arsy."


"Kamu sabar Indra, kasih waktu sama Amel untuk berpikir. Dia pasti kaget setelah mendengar penjelasan dari kamu."


Indra berjalan dengan lunglai menuju ke kursi kembali.


"Kapan Pa, Indra bisa memeluk Arsy."


"Sabar Indra, kita cari waktu lagi untuk berbicara dengan Amel. Papa yakin dia masih punya rasa kasihan untuk mempertemukan kamu dengan Arsy."


"Indra menyesal Pa."


Papa Gunawan menenangkan anaknya, karena di bayangan Indra setelah itu dia bisa bertemu dengan Arsy dan memeluknya.


Tak beda jauh dengan Amel dia menangis sesenggukan di pelukan sama Mama.


Mama Ani juga ikut menangis dan merasakan dadanya penuh sesak dia tidak menyangka mantan besannya yang terlihat baik di depan matanya ternyata tega memisahkan anak dan menantunya demi menyelamatkan usaha keluarga mereka.


"Sudah Amel, ikhlaskan saja."


Mama Ani mengusap punggung Amel untuk menenangkannya.


Alfa sendiri juga geram setelah mendengar penjelasan dari Indra dan Papanya.


"Dia laki - laki macam apa seperti itu, tidak bisa tegas sama perempuan tidak ada tanggung jawabnya."


Anin yang merasa lama di dalam ruangan memilih keluar, Dia malah mendapati Amel dan Mama Ani yang sudah kembali dan terlihat menangis.


"Mas.. Ada apa."


Anin mendekati Alfa.


"Sayang."


Alfa menghampiri istrinya dan membawanya duduk bersama.

__ADS_1


"Kak Amel kenapa Mas."


Alfa hanya tersenyum dan berbisik.


"Nanti Mas ceritain ya."


"Udah ketemu tadi Mas."


"Udah..."


Alfa mengusap tangan Anin dan tersenyum.


Anin memandang Amel yang masih menangis di pelukan Mama mertuanya, Dia tak berani bertanya dan membiarkan Mereka tenang dulu.


"Bunda.."


Arsy ikut keluar dan mencari Anin.


"Sini Sayang."


Anin melambaikan tangannya dan Arsy mendekat, Dia melihat Mamanya yang menangis dan bertanya ke Anin.


"Bunda... Mama kenapa."


Anin tersenyum dan mengusap kepalanya.


Alfa mengangkat tubuh Arsy dan memangku nya.


"Arsy jangan nakal ya."


Arsy menganggukkan kepalanya.


"Arsy anak pinter ya."


Alfa mengusap rambutnya yang di kuncir.


Setelah tenang Amel melepaskan pelukan Mamanya dan mengusap wajahnya yang sembab.


"Arsy Sayang."


Amel mengeluarkan tangannya dan Arsy pun mendekat.


"Mama nanis ya."

__ADS_1


Arsy mengusap pipi Amel.


"Nggak Sayang, Mama menguap ya... A..a..."


Amel berbohong dan tersenyum ke Arsy.


"Mama ndak boleh nanis, nanti cantiknya hilang." Celoteh Arsy membuat Amel tersenyum terhibur.


Mereka kemudian makan siang bersama dan setelah itu sholat dan pulang ke rumah.


Indra sendiri tadi langsung pulang, awalnya dia mau menunggu Amel keluar dari dalam tapi dilarang oleh Papa Gunawan karena akan memperkeruh suasana dan Dia menurut saja dengan Papanya.


"Tenang Indra, nanti Papa yang akan mendekati Alfa. Dia pasti ada sedikit melunak jika Papa yang meminta."


"Iya Pa."


Indra dan Papa Gunawan sudah sampai di rumah dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


Alfa juga melajukan mobilnya membawa keluarganya untuk beristirahat di rumah.


Sepanjang jalan Amel hanya diam, Anin sendiri yang duduk di depan samping Alfa yang mengemudikan mobilnya hanya memandangnya dari kaca yang ada di dalam mobil.


"Sayang."


Alfa melihat istrinya sering memperhatikan Amel dari kaca yang ada di atas kepalanya.


"Iya Mas, mau sesuatu."


Anin hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Kita pulang aja Mas."


"Oke, kalau mau sesuatu nanti bilang ya."


"Iya Mas."


Tak terasa mobil yang dikendarai oleh Alfa masuk ke halaman rumah, dan mereka semua pun turun dan masuk ke dalam.


"Kita ke kamar ya Sayang, Kak Amel butuh waktu istirahat ngobrolnya nanti saja."


"Baik Mas."


Alfa menggenggam tangan Anin dan membawanya naik ke lantai dua.

__ADS_1


☺☺☺☺☺


Dikit dulu ya 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2