KOPI CINTA

KOPI CINTA
13


__ADS_3

"Anin kamu kenapa."


Mama dan Papanya yang menjemput ke tempat urut kaget melihat putrinya terluka.


"Anin nggak papa Ma."


Walaupun terlihat kakinya di balut perban, Anin tidak ingin kedua orang tuanya mengkhawatirkan dirinya.


"Maaf Pak, Buk. Perkenalkan nama Saya Salsa. Saya rekan kerjanya Anin jadi tadi Anin itu mengalami insiden di tempat kerja."


Miss Salsa sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kedua orang tua Anin.


"Kenapa bisa anak saya begini Mbak."


Mama Rina yang terlihat kaget apalagi melihat kakinya Anin sampai diperban seperti itu.


"Ma... Anin nggak papa. Tadi Anin teledor aja jalan nggak lihat-lihat Ma."


Anin sambil memberi kode kepada Miss Salsa untuk tidak bercerita sebenarnya nanti bisa menambah kekhawatiran Mamanya.


"Kok bisa sih Sayang."


"Ma, udah nanti Anin juga akan segera sembuh."


Papanya yang menenangkan.


"Maaf ya Bu, Saya kurang mengawasi Anin."


Miss Salsa yang tadinya ingin bercerita yang sebenarnya kenapa kaki Anin jadi seperti itu akhirnya juga ikut berbohong.


"Sayang, Mama kan udah bilang hati-hati kalau kerja gak usah pakai heels yang tinggi juga, pakai sepatu yang yang biasa aja juga nggak papa kan."

__ADS_1


"Iya Ma, maafin Anin ya Ma."


Kemudian kedua orang tua Anin pun membawa Anin untuk pulang ke rumah.


"Makasih ya Mbak, Mas. Sudah membawa anak saya ke sini jadi bisa berubah tertangani."


Ucap Papa Budi sambil bersalaman dengan Miss Salsa dan juga suaminya.


"Sama - sama Pak, sudah seharusnya kita saling menolong."


"Kalau begitu kami pamit terima kasih banyak sekali lagi ya Mas Mbak."


"Iya Bu, sama - sama. Anin Besok pagi kamu izin aja ya nanti biar aku yang bilang ke Bu Rita."


"Makasih ya Miss, tapi sepeda motor saya kan masih ada di kantor."


"Gampang nanti aku yang urus. pokoknya kamu besok pagi izin aja enggak usah masuk."


"Iya Sayang, kamu besok izin aja Mama nggak izinin kamu berangkat kerja besok sampai kaki kamu sembuh."


"Anin nanti biar aku yang urus sama Bu Rita, kamu tenang aja pokoknya itu tunggu sampai sembuh pagi kamu."


"Makasih ya Miss."


Anin dibawa masuk ke dalam mobil Papanya dan segera menuju ke rumah.


Begitupula dengan Salsa dan juga suaminya mereka juga langsung pulang ke rumah mereka.


Anin masih bisa berjalan namun pincang karena kakinya yang satunya diperban pas mata kaki dan otomatis untuk berjalan terasa sakit.


"Kamu istirahat aja di kamar ya Sayang, jangan keluar kalau butuh apa - apa panggil Mama."

__ADS_1


"Anin bisa kok Ma."


"Istirahat aja kata Mama."


"Ya Sayang, dengerin Mama kamu ya. Kalau nggak nanti Papa yang pusing."


Bisik Papa Budi membuat Anin menahan tawanya.


"Siap Pa."


Anin merebahkan badannya di atas tempat tidur setelah membersihkan diri dan sudah berganti pakaian yang di bantu Mamanya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam sudah menampakan dirinya, Alfa selesai makan malam dengan Mamanya dan beristirahat ke dalam kamar.


"Aku kok teringat cewek tadi sore ya, gimana keadaannya."


Alfa duduk di sofa memainkan ponselnya.


Kemudian Alfa mengetik pesan dan dikirimkan kepada Rina sekretarisnya.


"Rina tolong besok tanyakan ke klinik mengenai cewek yang ditabrak sama Siska tadi sore di depan lift bagaimana keadaannya."


Pesan dikirim ke Rina.


"Baik Pak, besok segera saya tanyakan."


Balasan dari Rina.


"Semoga dia baik - baik aja."

__ADS_1


Alfa melihat jika cewek tadi sore kemungkinan terluka karena jatuhnya keras apalagi Siska juga agak berlari menabraknya.


🙂🙂🙂🙂🙂


__ADS_2